Rabu, 16 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño?

by Pewarta Warga
25/08/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

BACA JUGA:

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

Kebakaran Meluas, Gunung Bromo Ditutup Total untuk Wisata Mulai 12 September 2026

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

Sekda Sintang Kritik Kinerja Menhut soal Karhutla, Kemenhut Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif

PLN Ungkap Akar Masalah Pemadaman Listrik Bergilir di Sulselrabar: Bukan Akibat El Nino, Melainkan Pemeliharaan Kritis

Kepulan asap kembali menyelimuti Kalimantan pada Agustus 2026, memicu pertanyaan mendasar: mengapa sebagian lanskap di pulau ini begitu rentan terhadap api, bahkan saat fenomena El Niño menguat?

Titik Kritis Karhutla Kalimantan: El Niño dan Lanskap yang Hilang Kapasitas Menyimpan Air

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Kalimantan pada Agustus 2026, seperti halnya pada tahun-tahun sebelumnya, merupakan pengingat tajam akan kerentanan ekologis pulau ini. Fenomena El Niño yang menguat memang menjadi katalis utama, memperparah kondisi kekeringan. Namun, akar masalahnya jauh lebih dalam: lanskap yang telah kehilangan kemampuan vitalnya untuk menyimpan air, sebuah akumulasi dari praktik pengelolaan lahan selama puluhan tahun.

Analisis Data Satelit: Jejak Api di Kalimantan

Analisis data dari NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS), yang mengandalkan citra satelit MODIS dan VIIRS, menunjukkan peningkatan aktivitas api yang signifikan menjelang pertengahan Agustus 2026. Data dari VIIRS, dengan resolusi yang lebih presisi, secara spesifik mencatat akumulasi deteksi panas tertinggi di wilayah Kalimantan Barat, diikuti oleh Kalimantan Tengah, Timur, Selatan, dan Utara. Secara agregat, deteksi citra satelit dengan resolusi VIIRS merepresentasikan area seluas sekitar 2,24 juta hektare. Penting untuk dicatat, angka ini bukan luas lahan yang sebenarnya terbakar, melainkan representasi area yang terdeteksi memiliki anomali panas, indikator awal potensi kebakaran.

Pola Kebakaran yang Berulang: Kerugian Ekonomi dan Lingkungan

Indonesia telah berulang kali menghadapi tragedi serupa, dengan episode karhutla besar pada tahun 1997-1998, 2015, dan 2019. Setiap peristiwa tersebut menegaskan sebuah pola yang mengkhawatirkan: ketika musim kering yang diperparah oleh fenomena siklikal seperti El Niño bertemu dengan lanskap yang rentan, bencana siap terjadi. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangatlah masif. Kebakaran pada tahun 2015 diperkirakan merugikan perekonomian Indonesia sebesar US$16,1 miliar (setara dengan 1,9% PDB), sementara kebakaran tahun 2019 diperkirakan mencapai US$5,2 miliar (sekitar 0,5% PDB). Angka-angka ini menggarisbawahi bahwa karhutla bukanlah semata-mata bencana alam yang tak terhindarkan; ia adalah konsekuensi dari kerusakan ekologis yang persisten.

Peran Krusial Tanah Gambut dan Dampak Drainase Kanal

Salah satu faktor paling signifikan dalam kerentanan lanskap Kalimantan adalah kondisi tanahnya, terutama tanah gambut. Tanah gambut, yang secara ekstensif menutupi sekitar 4,5 juta hektare lahan di Kalimantan, memiliki fungsi ekologis yang tak ternilai sebagai penyimpan air alami. Namun, praktik pembangunan infrastruktur seperti pembuatan drainase, kanal, dan parit untuk keperluan perkebunan telah secara drastis menurunkan muka air tanah. Penurunan muka air tanah ini mempercepat proses pengeringan dan oksidasi bahan organik dalam gambut, menjadikannya sangat mudah terbakar. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa keberadaan kanal drainase dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran hingga 4,5 kali lipat. Bahkan pada tanah mineral, kebakaran dengan intensitas tinggi mampu merusak struktur tanah, mengurangi kandungan bahan organik, dan meningkatkan sifat hidrofobik (menolak air) tanah, menciptakan sebuah lingkaran setan kerentanan yang terus berulang.

Menuju Solusi Komprehensif: Pencegahan dan Restorasi Jangka Panjang

Mengatasi karhutla secara efektif memerlukan strategi yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan berjangka panjang. Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung di dunia pelaporan lingkungan dan bencana, saya melihat perlunya fokus pada akar masalah dan implementasi solusi yang berkelanjutan:

  • Penegakan Hukum yang Tegas: Tindakan hukum yang tegas harus diberikan kepada para pemegang konsesi yang lalai dalam menjalankan kewajiban mereka untuk melindungi lahan dari kebakaran. Ini bukan sekadar sanksi administratif, melainkan peringatan keras bahwa kelalaian memiliki konsekuensi nyata.
  • Penghentian Alih Fungsi Lahan Gambut: Konversi lahan gambut untuk berbagai keperluan harus dihentikan. Lahan gambut adalah ekosistem vital yang fungsinya tidak dapat digantikan, dan kerentanannya terhadap kebakaran menjadikannya prioritas utama untuk dilindungi.
  • Restorasi Ekosistem Gambut: Upaya restorasi gambut harus diintensifkan. Ini mencakup mempertahankan ketinggian muka air gambut yang ideal, menyekat kanal-kanal yang mengeringkan gambut, dan memulihkan vegetasi asli. Berdasarkan estimasi, restorasi 2,49 juta hektare lahan gambut yang terdegradasi berpotensi menghemat kerugian akibat kebakaran hingga US$8,4 miliar.
  • Sistem Peringatan Dini yang Canggih: Sistem peringatan dini harus diperkaya dengan pemantauan kelembapan tanah dan ketinggian muka air gambut secara real-time. Informasi ini krusial untuk mengidentifikasi area berisiko tinggi sebelum api benar-benar muncul.

Intinya, pencegahan karhutla sejati dimulai jauh sebelum kepulan asap pertama terlihat. Ia dimulai dari upaya menjaga tanah agar senantiasa mampu menyimpan air, mempertahankan keseimbangan hidrologis, dan memulihkan fungsi ekologisnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup ekosistem dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Kalimantan.


Kontributor: M. Ridham

Penyunting: H. Gunadi


Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: el ninoKalimantankarhutlaKebakaran Hutanlahan gambutlingkunganMitigasi Bencanamitigasi kebakaran
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Absen di DPR, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Jadi Sorotan Pasca OTT KPK

16/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

15/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

DPR Mendesak Investigasi Tuntas Kasus Keracunan Ratusan Siswa Akibat Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah

13/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Kebakaran Meluas, Gunung Bromo Ditutup Total untuk Wisata Mulai 12 September 2026

13/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Trump Janjikan Bantuan Intelijen ke Saudi Lawan Houthi: AS Tegaskan Fokus Keamanan Nasional, Bukan Serangan Langsung

13/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal di Selat Sunda Masuki Hari Kelima: Harapan Menipis, Titik Terang Belum Terlihat

13/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Operasi SAR Hari Kedua: Perluasan Pencarian 8 Orang, Termasuk 5 Jurnalis, di Perairan Selat Sunda Diperketat

10/09/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Doa Bersama Jurnalis Banten: Solidaritas dan Harapan untuk Rekan yang Hilang di Selat Sunda

10/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    1213 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Antrean BBM Makassar Tak Mereda: Long Lines, Pemicu Kemacetan, dan Respons Setengah Hati

    976 shares
    Share 388 Tweet 243
  • DPRD Sulsel Mendesak Pertamina Stabilisasi Pasokan BBM & Elpiji di Tengah Antrean Panjang Makassar

    935 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Ganjil-Genap BBM Subsidi di Sulsel: Aturan Lengkap Pemprov Atasi Antrean Panjang

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BPH Migas Jamin Stok BBM: Pasca Antrean Panjang di Makassar, Pasokan Subsidi & Non-Subsidi Terkendali

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Nintendo Switch 3: Revolusi Visual dengan Layar OLED 120Hz & Kekuatan DLSS 4 dari NVIDIA

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 5 Gaya Styling Kilat Anti Lepek & Berantakan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.