Selasa, 25 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño?

by Pewarta Warga
25/08/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

BACA JUGA:

Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

Mensesneg Tegas Bantah Isu Haji Isam Jadi Koordinator Karhutla, Sebut Tidak Benar

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

112 Kebakaran Lahan & Hutan Melanda Sulsel Selama Kemarau 2026: Ratusan Hektare Lenyap, 12 Keluarga Terdampak

Karhutla Kalimantan Mengganas: Kabut Asap Pekat ‘Kepung’ Warga di Tengah El-Nino Godzilla

Kepulan asap kembali menyelimuti Kalimantan pada Agustus 2026, memicu pertanyaan mendasar: mengapa sebagian lanskap di pulau ini begitu rentan terhadap api, bahkan saat fenomena El Niño menguat?

Titik Kritis Karhutla Kalimantan: El Niño dan Lanskap yang Hilang Kapasitas Menyimpan Air

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Kalimantan pada Agustus 2026, seperti halnya pada tahun-tahun sebelumnya, merupakan pengingat tajam akan kerentanan ekologis pulau ini. Fenomena El Niño yang menguat memang menjadi katalis utama, memperparah kondisi kekeringan. Namun, akar masalahnya jauh lebih dalam: lanskap yang telah kehilangan kemampuan vitalnya untuk menyimpan air, sebuah akumulasi dari praktik pengelolaan lahan selama puluhan tahun.

Analisis Data Satelit: Jejak Api di Kalimantan

Analisis data dari NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS), yang mengandalkan citra satelit MODIS dan VIIRS, menunjukkan peningkatan aktivitas api yang signifikan menjelang pertengahan Agustus 2026. Data dari VIIRS, dengan resolusi yang lebih presisi, secara spesifik mencatat akumulasi deteksi panas tertinggi di wilayah Kalimantan Barat, diikuti oleh Kalimantan Tengah, Timur, Selatan, dan Utara. Secara agregat, deteksi citra satelit dengan resolusi VIIRS merepresentasikan area seluas sekitar 2,24 juta hektare. Penting untuk dicatat, angka ini bukan luas lahan yang sebenarnya terbakar, melainkan representasi area yang terdeteksi memiliki anomali panas, indikator awal potensi kebakaran.

Pola Kebakaran yang Berulang: Kerugian Ekonomi dan Lingkungan

Indonesia telah berulang kali menghadapi tragedi serupa, dengan episode karhutla besar pada tahun 1997-1998, 2015, dan 2019. Setiap peristiwa tersebut menegaskan sebuah pola yang mengkhawatirkan: ketika musim kering yang diperparah oleh fenomena siklikal seperti El Niño bertemu dengan lanskap yang rentan, bencana siap terjadi. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangatlah masif. Kebakaran pada tahun 2015 diperkirakan merugikan perekonomian Indonesia sebesar US$16,1 miliar (setara dengan 1,9% PDB), sementara kebakaran tahun 2019 diperkirakan mencapai US$5,2 miliar (sekitar 0,5% PDB). Angka-angka ini menggarisbawahi bahwa karhutla bukanlah semata-mata bencana alam yang tak terhindarkan; ia adalah konsekuensi dari kerusakan ekologis yang persisten.

Peran Krusial Tanah Gambut dan Dampak Drainase Kanal

Salah satu faktor paling signifikan dalam kerentanan lanskap Kalimantan adalah kondisi tanahnya, terutama tanah gambut. Tanah gambut, yang secara ekstensif menutupi sekitar 4,5 juta hektare lahan di Kalimantan, memiliki fungsi ekologis yang tak ternilai sebagai penyimpan air alami. Namun, praktik pembangunan infrastruktur seperti pembuatan drainase, kanal, dan parit untuk keperluan perkebunan telah secara drastis menurunkan muka air tanah. Penurunan muka air tanah ini mempercepat proses pengeringan dan oksidasi bahan organik dalam gambut, menjadikannya sangat mudah terbakar. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa keberadaan kanal drainase dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran hingga 4,5 kali lipat. Bahkan pada tanah mineral, kebakaran dengan intensitas tinggi mampu merusak struktur tanah, mengurangi kandungan bahan organik, dan meningkatkan sifat hidrofobik (menolak air) tanah, menciptakan sebuah lingkaran setan kerentanan yang terus berulang.

Menuju Solusi Komprehensif: Pencegahan dan Restorasi Jangka Panjang

Mengatasi karhutla secara efektif memerlukan strategi yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan berjangka panjang. Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung di dunia pelaporan lingkungan dan bencana, saya melihat perlunya fokus pada akar masalah dan implementasi solusi yang berkelanjutan:

  • Penegakan Hukum yang Tegas: Tindakan hukum yang tegas harus diberikan kepada para pemegang konsesi yang lalai dalam menjalankan kewajiban mereka untuk melindungi lahan dari kebakaran. Ini bukan sekadar sanksi administratif, melainkan peringatan keras bahwa kelalaian memiliki konsekuensi nyata.
  • Penghentian Alih Fungsi Lahan Gambut: Konversi lahan gambut untuk berbagai keperluan harus dihentikan. Lahan gambut adalah ekosistem vital yang fungsinya tidak dapat digantikan, dan kerentanannya terhadap kebakaran menjadikannya prioritas utama untuk dilindungi.
  • Restorasi Ekosistem Gambut: Upaya restorasi gambut harus diintensifkan. Ini mencakup mempertahankan ketinggian muka air gambut yang ideal, menyekat kanal-kanal yang mengeringkan gambut, dan memulihkan vegetasi asli. Berdasarkan estimasi, restorasi 2,49 juta hektare lahan gambut yang terdegradasi berpotensi menghemat kerugian akibat kebakaran hingga US$8,4 miliar.
  • Sistem Peringatan Dini yang Canggih: Sistem peringatan dini harus diperkaya dengan pemantauan kelembapan tanah dan ketinggian muka air gambut secara real-time. Informasi ini krusial untuk mengidentifikasi area berisiko tinggi sebelum api benar-benar muncul.

Intinya, pencegahan karhutla sejati dimulai jauh sebelum kepulan asap pertama terlihat. Ia dimulai dari upaya menjaga tanah agar senantiasa mampu menyimpan air, mempertahankan keseimbangan hidrologis, dan memulihkan fungsi ekologisnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup ekosistem dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Kalimantan.


Kontributor: M. Ridham

Penyunting: H. Gunadi


Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: el ninoKalimantankarhutlaKebakaran Hutanlahan gambutlingkunganMitigasi Bencanamitigasi kebakaran
Share4Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Aksi 27 Agustus di Jakarta: Tuntutan RUU Perampasan Aset & Hukuman Mati Koruptor Terhambat Isu Rekening Donasi

25/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

25/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Flat Rp 5.000 Berlaku Hingga Oktober 2026

25/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Polda Metro Jaya Luruskan Isu: Suparyono alias Botok Tidak Ditangkap, Hanya Urus Izin Unjuk Rasa

25/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Mensesneg Tegas Bantah Isu Haji Isam Jadi Koordinator Karhutla, Sebut Tidak Benar

24/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Kasus Suap Rektor Unsoed: Membongkar Jebakan Narasi ‘From Zero to Hero’ dalam Pemberitaan Wisuda

24/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Webtoon Nusantara: Epos Mitologi Lokal Sabet Pasar Global dengan Pesona Kontemporer

23/08/2026
Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño? - Featured

Menakjubkan! Film Animasi Indonesia Tembus Pasar Global, Padukan Kearifan Lokal dengan Filosofi Hero Journey

23/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    786 shares
    Share 314 Tweet 197
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pencapaian Dwelling Time Pelindo IV 2,5 Hari

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • BI-Rate Melandai ke 5,75%: Gelombang Akumulasi Ekonomi Sektor Properti dan UMKM Siap Melambung

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar Buka Festival Hari UMKM Nasional 2026: Kolaborasi Grab & CCEP Dorong Ekonomi Digital Lokal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Rekrutmen CPNS 2027 Dibuka Awal Tahun: Peluang Emas Bagi Guru PPPK Naik Status

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Muhamad Haniv: Diduga Terima Gratifikasi Rp 20,7 Miliar

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.