Senin, 19 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Jeritan Hutan Mandalle

Pembalakan Liar di Hutan Lindung Gowa (Desember 2025)

by Redaktur
23/12/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
pembalakan liar di Gowa

Ilustrasi Pembalakan Liar di Gowa (dibuat dengan AI berdasarkan isi berita)

Hutan di lereng Mandalle pernah punya napasnya sendiri. Embusannya sejuk, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk jadi humus. Dari jantungnya, ia alirkan urat-urat air jernih yang menjadi nyawa bagi Desa Parigi, menghidupi lebih dari seratus hektar sawah yang membentang seperti permadani hijau di dua Rukun Keluarga. Hutan adalah bapak, dan air adalah ibu bagi mereka.

Tapi kini, napas itu sesak.

Selama enam tahun terakhir, sebuah batuk parau dan kering mulai terdengar dari atas sana. Raungan gergaji mesin yang merobek hening, disusul dentuman keras saat sebatang raksasa kayu tumbang ke bumi. Luka baru setiap tahunnya, menganga di tubuh lereng Mandalle.

“Setiap tahun menebang, sudah berjalan enam tahun,” keluh Daeng Rumpa pada angin sore, matanya menatap nanar ke puncak bukit yang mulai botak. “Ini tahun paling banyak penebangan. Masih ada itu kayunya di atas belum na ambil.”

Kayu-kayu itu, teronggok seperti tulang belulang, menjadi saksi bisu keserakahan oknum-oknum tak bertanggung jawab yang datang dalam gelap dan pergi meninggalkan petaka.

Warga desa tahu apa yang akan datang. Setiap kali hujan turun, air yang dulu jernih kini keruh membawa lumpur. Tanah di atas sana mulai gelisah, terkikis tanpa akar yang menahannya. Ancaman itu bukan lagi sekadar cerita pengantar tidur untuk anak-anak, melainkan takdir buruk yang merayap turun. Banjir, longsor, dan gagal panen hanyalah masalah waktu.

Di tengah bisik-bisik ketakutan dan keluh kesah yang tak berdaya, tanah Parigi menanti. Menanti hujan besar yang akan membawa bencana, atau menanti seseorang yang berani menghentikan raungan gergaji itu untuk selamanya.

Dari serat-serat kayu yang terkoyak, bukan keluh kesah yang terdengar, melainkan jeritan sunyi getah yang membanjiri udara. Setiap pohon yang tumbang melepaskan gema ribuan musim ke dalam tanah Parigi—kenangan akan sinar matahari pertama, bisik angin di antara dedaunan, dan cengkeraman akar pada rahim bumi yang kini tercabik.

***

Bagi Daeng Rumpa, firasat buruk itu datang bersama warna air. Pagi itu, saat ia turun ke sawahnya di wilayah RK Mandalle, air yang mengaliri petakannya tak lagi bening seperti cermin. Warnanya cokelat pekat, seperti kopi susu yang terlalu banyak ampas. Ia mendongak, menatap lereng bukit yang menjadi sumber mata air mereka. Hatinya mencelos.

Lagi. Mereka melakukannya lagi.

Sudah enam tahun suara terkutuk itu menggerogoti ketenangan desa. Suara mesin yang memekakkan telinga, merampas pohon demi pohon yang seharusnya menjadi payung pelindung mereka. Enam tahun tanah ini dilukai oleh hantu-hantu tanpa wajah, yang disebut warga sebagai “oknum tak bertanggung jawab”.

“Ini tahun paling parah,” gumamnya pada dirinya sendiri, jemarinya meremas gagang cangkul. “Kayunya masih di atas sana, mereka belum ambil semua.” Seolah para perusak itu sengaja memamerkan hasil jarahan mereka, menertawakan ketidakberdayaan warga Desa Parigi.

Daeng Rumpa bukan satu-satunya yang resah. Lebih dari seratus hektar sawah di dua RK bergantung pada air dari bukit itu. Jika hutan terus digunduli, bukan hanya air bersih yang akan hilang. Longsor bisa menimbun rumah kapan saja. Banjir bandang bisa menyapu habis padi yang baru mulai menguning.

Setiap warga tahu risikonya. Setiap kepala keluarga menyimpan cemas yang sama. Tapi ketakutan membuat mereka diam, hanya berani mengeluh di beranda rumah saat senja tiba. Mereka butuh seseorang. Bukan sekadar pemimpin, tapi seorang pelindung. Seorang abang.

Dan di kejauhan, di antara deru mesin yang samar-samar terbawa angin, takdir sedang mempersiapkan jawabannya.

***

Kisah di atas bukan fiksi belaka, tetapi berdasarkan fakta:

BACA JUGA:

Pemprov Sulsel Cetak Sejarah: Jalan Beton Rekor 40cm Lewat Proyek Multi Years

Pertengkaran Maut di Gowa, Pasangan Suami Istri Tewas Mengenaskan

Bupati Gowa Sitti Husniah Jadi Tersangka: Skandal Pemerasan, Diskon Rumah 70%, dan Pencucian Uang

Bupati Gowa Serahkan Bantuan Pangan 30 Kg Beras untuk Warga Prasejahtera, Realisasi Juli-September 2026 Capai 76%

Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

Kasus pembalakan liar besar-besaran yang baru saja terungkap di wilayah dataran tinggi Gowa pada Desember 2025, berikut adalah rincian data terbaru mengenai situasi pembalakan liar di Kabupaten Gowa:

Pembalakan Liar di Hutan Lindung Gowa (Desember 2025)

Meskipun bukan spesifik di Dusun Mandalle, kasus ini adalah insiden terbesar yang sedang ditangani aparat hukum di Gowa saat ini.

  • Lokasi Kejadian: Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao (bertetangga dengan Kecamatan Parigi/Tinggimoncong).

  • Waktu Penggerebekan: Jum’at dini hari, 12 Desember 2025.

  • Kerusakan:

    • Puluhan hektare hutan lindung ditemukan gundul.

    • Ditemukan jejak alat berat dan pemotongan gunung/bukit untuk akses jalan.

    • Anak sungai ditimbun untuk memuluskan operasional penebangan.

  • Barang Bukti & Temuan:

    • Pohon pinus yang telah ditebang.

    • Bekas roda alat berat yang mengindikasikan operasi ini dilakukan secara sistematis dan bermodal besar.

    • Para pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba di lokasi.

2. Tindakan Aparat Hukum

  • Sidak Pejabat: Wakil Bupati Gowa, H. Darmawangsyah Muin, bersama Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman turun langsung ke lokasi pada dini hari untuk memasang garis polisi (police line).

  • Status Hukum:

    • Polisi telah mengantongi 3 terduga pelaku, yaitu: S (penanggung jawab alat berat), MY (pemilik lahan klaim), dan M (operator alat berat).

    • Kasus ini sedang dalam tahap penyidikan intensif oleh Satreskrim Polres Gowa dan dinas terkait (Gakkum LHK).

  • Desakan Publik: Anggota Komisi III DPR RI dan LBH Suara Panrita Keadilan mendesak agar “aktor intelektual” atau pemodal di balik operasi ini segera ditangkap, bukan hanya pekerja lapangan.

3. Konteks Wilayah Dusun Mandalle, Parigi

  • Administrasi: Dusun Mandalle tercatat secara administratif berada di Desa Parigi (sebelumnya bagian dari Kec. Tinggimoncong, kini Kec. Parigi).

  • Potensi Kerawanan: Wilayah Parigi dan Tombolopao adalah kawasan dataran tinggi yang memiliki hutan pinus lebat. Modus operandi di wilayah ini biasanya melibatkan penebangan pohon pinus untuk pembukaan lahan perkebunan atau pengambilan kayu komersial.

Operasi besar-besaran di Desa Erelembang (Kec. Tombolopao) yang terjadi pertengahan Desember 2025 menjadi fokus utama penegakan hukum saat ini. Jika Anda memiliki informasi spesifik mengenai aktivitas di Mandalle, sangat disarankan untuk melapor ke Polres Gowa atau Dinas Kehutanan setempat, mengingat aparat sedang gencar melakukan operasi di wilayah tersebut.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Dusun MandalleGowaHutan Lindung TombolopaoIllegal LoggingKasus Lingkungan 2025Kecamatan ParigiKerusakan Hutan SulselMafia KayuPembalakan Liar GowaPolres Gowa
Share20Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

Gedung Partai Demokrat Makassar dengan fasad putih dan emblema biru-putih di depannya. Di latar belakang, 24 DPC berkumpul di depan gedung dengan tangan bersatu, menunjukkan dukungan mereka untuk Appi

Appi Maju Lagi di Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Didukung 24 DPC

19/10/2026
Seorang anak laki-laki berdiri di tepi saluran air, disekitarnya berhamparan rumput yang tinggi dan pohon-pohon. Air saluran itu tenang namun dalam, dengan gelombang kecil menunjukkan bahaya di bawahn

Kronologi Pencarian Bocah Hilang di Kanal Makassar

19/10/2026
wartakita_appi-aliyah

Appi Mendapat Dukungan Masif dari 24 DPC, Potensi Aklamasi Musda Demokrat Sulsel

19/10/2026
Budi S., a concerned man in casual wear, stands on a rooftop in Makassar, looking out at a hazy cityscape with partially obscured sun. The scene symbolizes poor air quality, with modern and traditiona

Kualitas Udara Makassar 19 Oktober 2026: Peringatan PM2.5

18/10/2026
Deskripsi adegan visual menampilkan pagi cerah berawan di Makassar dengan langit berwarna biru langit yang terhiasi awan-awan tipis. Matahari terbit memberikan cahaya kuning emas yang hangat. Kota Mak

Prakiraan Cuaca Makassar 19 Oktober 2026: Pagi Cerah Berawan, Siang Panas

18/10/2026
Gubernur Budi S. menghadiri parade sehat dan kirab swasembada pangan di Makassar, diiringi warga yang bersemangat dan bendera berwarna-warni. Latar belakang menampilkan campuran rumah tradisional dan

Gubernur Sulsel Meriahkan Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Swasembada Pangan

18/10/2026
Rizky Eka, the best player of the match between PSIM Jogja and PSM Makassar, stands confidently on the pitch. The background shows a stadium with cheering fans. The setting sun creates a warm glow, an

Rizky Eka Pemain Terbaik PSIM Jogja vs PSM Makassar

18/10/2026
Andi Sudirman menerima penghargaan dari PWI Sulsel. Dia berdiri dengan percaya diri di atas panggung dengan trofi di tangan. Penonton duduk dalam barisan dengan tatapan penuh penghargaan. Penerangan y

Andi Sudirman Terima Penghargaan dari PWI Sulsel

18/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sebuah ponsel pintar modern dengan desain ramping dan ringan. Layar ponsel berwarna cerah dan diletakkan di latar putih minimalis. Di depan, ada kapsul transparan kecil yang berisi partikel partikel s

    Baterai Silicon Carbon: Solusi Inovatif untuk Kapasitas HP Tanpa Bodi Tebal

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • OJK Periksa Underwriter dan Direksi Sekuritas Terkait Dugaan Pidana Pasar Modal

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.