Senin, 17 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Jeritan Hutan Mandalle

Pembalakan Liar di Hutan Lindung Gowa (Desember 2025)

by Redaktur
23/12/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
pembalakan liar di Gowa

Ilustrasi Pembalakan Liar di Gowa (dibuat dengan AI berdasarkan isi berita)

Hutan di lereng Mandalle pernah punya napasnya sendiri. Embusannya sejuk, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk jadi humus. Dari jantungnya, ia alirkan urat-urat air jernih yang menjadi nyawa bagi Desa Parigi, menghidupi lebih dari seratus hektar sawah yang membentang seperti permadani hijau di dua Rukun Keluarga. Hutan adalah bapak, dan air adalah ibu bagi mereka.

Tapi kini, napas itu sesak.

Selama enam tahun terakhir, sebuah batuk parau dan kering mulai terdengar dari atas sana. Raungan gergaji mesin yang merobek hening, disusul dentuman keras saat sebatang raksasa kayu tumbang ke bumi. Luka baru setiap tahunnya, menganga di tubuh lereng Mandalle.

“Setiap tahun menebang, sudah berjalan enam tahun,” keluh Daeng Rumpa pada angin sore, matanya menatap nanar ke puncak bukit yang mulai botak. “Ini tahun paling banyak penebangan. Masih ada itu kayunya di atas belum na ambil.”

Kayu-kayu itu, teronggok seperti tulang belulang, menjadi saksi bisu keserakahan oknum-oknum tak bertanggung jawab yang datang dalam gelap dan pergi meninggalkan petaka.

Warga desa tahu apa yang akan datang. Setiap kali hujan turun, air yang dulu jernih kini keruh membawa lumpur. Tanah di atas sana mulai gelisah, terkikis tanpa akar yang menahannya. Ancaman itu bukan lagi sekadar cerita pengantar tidur untuk anak-anak, melainkan takdir buruk yang merayap turun. Banjir, longsor, dan gagal panen hanyalah masalah waktu.

Di tengah bisik-bisik ketakutan dan keluh kesah yang tak berdaya, tanah Parigi menanti. Menanti hujan besar yang akan membawa bencana, atau menanti seseorang yang berani menghentikan raungan gergaji itu untuk selamanya.

Dari serat-serat kayu yang terkoyak, bukan keluh kesah yang terdengar, melainkan jeritan sunyi getah yang membanjiri udara. Setiap pohon yang tumbang melepaskan gema ribuan musim ke dalam tanah Parigi—kenangan akan sinar matahari pertama, bisik angin di antara dedaunan, dan cengkeraman akar pada rahim bumi yang kini tercabik.

***

Bagi Daeng Rumpa, firasat buruk itu datang bersama warna air. Pagi itu, saat ia turun ke sawahnya di wilayah RK Mandalle, air yang mengaliri petakannya tak lagi bening seperti cermin. Warnanya cokelat pekat, seperti kopi susu yang terlalu banyak ampas. Ia mendongak, menatap lereng bukit yang menjadi sumber mata air mereka. Hatinya mencelos.

Lagi. Mereka melakukannya lagi.

Sudah enam tahun suara terkutuk itu menggerogoti ketenangan desa. Suara mesin yang memekakkan telinga, merampas pohon demi pohon yang seharusnya menjadi payung pelindung mereka. Enam tahun tanah ini dilukai oleh hantu-hantu tanpa wajah, yang disebut warga sebagai “oknum tak bertanggung jawab”.

“Ini tahun paling parah,” gumamnya pada dirinya sendiri, jemarinya meremas gagang cangkul. “Kayunya masih di atas sana, mereka belum ambil semua.” Seolah para perusak itu sengaja memamerkan hasil jarahan mereka, menertawakan ketidakberdayaan warga Desa Parigi.

Daeng Rumpa bukan satu-satunya yang resah. Lebih dari seratus hektar sawah di dua RK bergantung pada air dari bukit itu. Jika hutan terus digunduli, bukan hanya air bersih yang akan hilang. Longsor bisa menimbun rumah kapan saja. Banjir bandang bisa menyapu habis padi yang baru mulai menguning.

Setiap warga tahu risikonya. Setiap kepala keluarga menyimpan cemas yang sama. Tapi ketakutan membuat mereka diam, hanya berani mengeluh di beranda rumah saat senja tiba. Mereka butuh seseorang. Bukan sekadar pemimpin, tapi seorang pelindung. Seorang abang.

Dan di kejauhan, di antara deru mesin yang samar-samar terbawa angin, takdir sedang mempersiapkan jawabannya.

***

Kisah di atas bukan fiksi belaka, tetapi berdasarkan fakta:

BACA JUGA:

Profil Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang: Terseret Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah

Jembatan Barombong Makassar: Harapan Baru Lewat Diskresi Menteri PU Setelah Gagal Program Inpres

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, secara pribadi menyambut kepulangan Kelompok Terbang 5 Debarkasi Makassar

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Tingkatkan Pengawasan Proyek Infrastruktur Multiyears demi Kualitas dan Manfaat Masyarakat

Lima Remaja Jadi Tersangka Penyerangan Rumah di Gowa, Dipicu Salah Paham dan Pengaruh Alkohol

Kasus pembalakan liar besar-besaran yang baru saja terungkap di wilayah dataran tinggi Gowa pada Desember 2025, berikut adalah rincian data terbaru mengenai situasi pembalakan liar di Kabupaten Gowa:

Pembalakan Liar di Hutan Lindung Gowa (Desember 2025)

Meskipun bukan spesifik di Dusun Mandalle, kasus ini adalah insiden terbesar yang sedang ditangani aparat hukum di Gowa saat ini.

  • Lokasi Kejadian: Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao (bertetangga dengan Kecamatan Parigi/Tinggimoncong).

  • Waktu Penggerebekan: Jum’at dini hari, 12 Desember 2025.

  • Kerusakan:

    • Puluhan hektare hutan lindung ditemukan gundul.

    • Ditemukan jejak alat berat dan pemotongan gunung/bukit untuk akses jalan.

    • Anak sungai ditimbun untuk memuluskan operasional penebangan.

  • Barang Bukti & Temuan:

    • Pohon pinus yang telah ditebang.

    • Bekas roda alat berat yang mengindikasikan operasi ini dilakukan secara sistematis dan bermodal besar.

    • Para pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba di lokasi.

2. Tindakan Aparat Hukum

  • Sidak Pejabat: Wakil Bupati Gowa, H. Darmawangsyah Muin, bersama Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman turun langsung ke lokasi pada dini hari untuk memasang garis polisi (police line).

  • Status Hukum:

    • Polisi telah mengantongi 3 terduga pelaku, yaitu: S (penanggung jawab alat berat), MY (pemilik lahan klaim), dan M (operator alat berat).

    • Kasus ini sedang dalam tahap penyidikan intensif oleh Satreskrim Polres Gowa dan dinas terkait (Gakkum LHK).

  • Desakan Publik: Anggota Komisi III DPR RI dan LBH Suara Panrita Keadilan mendesak agar “aktor intelektual” atau pemodal di balik operasi ini segera ditangkap, bukan hanya pekerja lapangan.

3. Konteks Wilayah Dusun Mandalle, Parigi

  • Administrasi: Dusun Mandalle tercatat secara administratif berada di Desa Parigi (sebelumnya bagian dari Kec. Tinggimoncong, kini Kec. Parigi).

  • Potensi Kerawanan: Wilayah Parigi dan Tombolopao adalah kawasan dataran tinggi yang memiliki hutan pinus lebat. Modus operandi di wilayah ini biasanya melibatkan penebangan pohon pinus untuk pembukaan lahan perkebunan atau pengambilan kayu komersial.

Operasi besar-besaran di Desa Erelembang (Kec. Tombolopao) yang terjadi pertengahan Desember 2025 menjadi fokus utama penegakan hukum saat ini. Jika Anda memiliki informasi spesifik mengenai aktivitas di Mandalle, sangat disarankan untuk melapor ke Polres Gowa atau Dinas Kehutanan setempat, mengingat aparat sedang gencar melakukan operasi di wilayah tersebut.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Dusun MandalleGowaHutan Lindung TombolopaoIllegal LoggingKasus Lingkungan 2025Kecamatan ParigiKerusakan Hutan SulselMafia KayuPembalakan Liar GowaPolres Gowa
Share19Tweet12Send

ARTIKEL TERKAIT

Jeritan Hutan Mandalle - Featured

BMKG Makassar Imbau Waspada Pasca Gempa NTT, Tsunami Kecil Melanda Sulsel

16/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

16/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

Pedagang Atribut Kemerdekaan di Makassar Keluhkan Sepi Pembeli Jelang HUT RI: Anjloknya Omzet dan Tantangan Bisnis

14/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

Stok Beras Sulsel Dipastikan Aman 10 Bulan: Bulog Imbau Warga Makassar dan Sekitarnya Hindari Panic Buying

14/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

Polda Sulbar & Karantina Hewan Perkuat Sinergi Pengawasan Lalu Lintas Ternak dan Tumbuhan

12/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

El Nino Mengancam Pertanian Sulsel: 300 Pompa Air Disiagakan Pemprov untuk Jaga Ketahanan Pangan

11/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

BNI Wondr Fest Makassar: Tingkatkan Literasi Keuangan, Berdayakan UMKM Lokal, dan Rayakan HUT ke-80

11/08/2026
Jeritan Hutan Mandalle - Featured

Kemenaker Dorong Kewirausahaan di Makassar: Strategi Tekan Pengangguran Lewat Pelatihan dan Pemberdayaan Inklusif

11/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    594 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia 10 Agustus 2026: Episentrum di Chocó, Kerusakan Parah di Beberapa Kota dan Korban Jiwa

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ini 2 Titik Masuk Ke Lokasi F8 Nanti Sore

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Koordinasi APIK Dinas PU Makassar & Dinas PU Provinsi Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.