Kamis, 5 November 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’

by A. Burhany
26/11/2025
in Opini, Pendidikan & Literasi
Reading Time: 2 mins read
A A
Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa 'Digugu dan Ditiru'

BACA JUGA:

Dorong Guru Kuasai Kecerdasan Buatan untuk Pembelajaran Inovatif

Siswa Sekolah Rakyat Dipimpin Ikrar Sumpah Pemuda di Makassar

Guru Diminta Bijak Gunakan Teknologi, Perkuat Etika Digital

Beasiswa S2 Pemprov Sulsel 2027 Dibuka Lebih Awal: 500 Kuota untuk Guru dan Tenaga Kesehatan

Tragedi Sekolah Debsirin Nonthaburi: Siswa 14 Tahun Tewaskan 8 Orang, Termasuk Guru dan Kakek-Nenek

Wartakita.id, MAKASSAR — Di era di mana ChatGPT bisa menjawab soal matematika dalam 2 detik dan Google menyimpan seluruh pengetahuan dunia, masihkah kita membutuhkan guru?

Pertanyaan provokatif ini sering muncul. Jika definisi “mengajar” hanya sebatas “mentransfer data” dari buku ke otak siswa, maka jawabannya pahit: Ya, guru sudah tidak dibutuhkan. AI bisa melakukannya lebih cepat, lebih akurat, dan tidak pernah marah-marah.

Namun, pendidikan formal di Indonesia sedang menghadapi krisis eksistensial karena kita mereduksi peran guru menjadi sekadar “buruh pengajar” atau administrator kurikulum. Guru disibukkan dengan mengisi borang, mengejar jam mengajar demi sertifikasi, dan menuntaskan silabus yang padat. Akibatnya, fungsi sakral guru sebagai Pendidik (Educator) hilang.

Filosofi “Digugu dan Ditiru”

Dalam budaya Jawa, guru adalah akronim dari digugu (dipercaya ucapannya) dan ditiru (dicontoh perilakunya). Ini adalah esensi yang tidak dimiliki oleh teknologi tercanggih sekalipun.

Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - image 1

AI bisa mengajarkan seorang anak cara membuat bom nuklir (data), tapi hanya seorang guru yang bisa mengajarkan mengapa bom itu tidak boleh dijatuhkan sembarangan (etika/wisdom). AI bisa mengajarkan teknik melukis, tapi hanya guru yang bisa menanamkan rasa keindahan dan apresiasi seni (estetika).

Masalah Kita Hari Ini

Sayangnya, sistem pendidikan formal kita sering kali “membunuh” potensi guru.

  1. Kesejahteraan yang Timpang: Bagaimana guru bisa fokus membangun jiwa murid jika jiwanya sendiri cemas memikirkan dapur yang tak ngebul? Guru honorer yang dibayar tak layak adalah dosa besar peradaban kita.
  2. Beban Administrasi: Guru dinilai dari kelengkapan dokumen RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), bukan dari seberapa berbinar mata muridnya saat belajar.

Solusi: Mengembalikan Marwah Guru

Reformasi pendidikan harus dimulai dari ruang guru. Kita butuh guru yang tidak hanya menguasai materi, tapi juga menguasai hati. Guru yang fungsinya bukan lagi “pusat informasi” (karena informasi sudah gratis), melainkan sebagai Fasilitator dan Mentor.

Tugas guru masa depan adalah memantik api keingintahuan (curiosity), mengajarkan cara memvalidasi kebenaran di tengah lautan hoaks, dan menjadi teladan karakter.

Jika kita ingin mencetak generasi emas, berhentilah memperlakukan guru seperti mesin administrasi. Muliakan mereka, sejahterakan mereka, dan biarkan mereka menjadi arsitek peradaban yang sesungguhnya.

Sebab, teknologi hanya bisa membuat anak kita pintar, tapi hanya guru yang bisa membuat anak kita menjadi manusia yang benar.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: AIvs GuruCharacter BuildingFilsafat PendidikanguruKi Hajar DewantaraKualitas Gurupendidikan Indonesiapendidikan karakterPendidikan NasionalReformasi PendidikanSDM Unggul
Share16Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - Featured

Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

04/11/2026
Tabelt terbuka menampilkan judul-judul berita yang terfragmentasi dengan ikon kesalahan merah bersinar di atasnya, diletakkan di meja kayu bersama catatan tangan dan pensil tajam terkena cahaya pagi.

Literasi Kritis Generasi Muda: Benteng Pertahanan Melawan Disinformasi

01/11/2026
Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - Featured

Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

30/10/2026
Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - Featured

Falsafah Siri na Pacce vs Bushido: Krisis Malu Pejabat Publik & Tokoh Figur Kita

29/10/2026
Sebuah gedung perpustakaan modern dengan rak buku dan layar digital berjejer. Bangunan utama memiliki dinding kaca dan desain minimalis. Interior terlihat cerah dan terbuka, dengan cahaya alami yang m

Mengapa Literasi Kritis Sangat Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

24/10/2026
RR. Nur, a young woman, stands in a modern classroom with a book titled 'Critical Literacy.' She is surrounded by students engaged in a discussion, and the walls are decorated with charts and diagrams

Pentingnya Literasi Kritis untuk Generasi Muda dalam Menghadapi Disinformasi

16/10/2026
Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - Featured

Kapolres Maros Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak Demi Cegah Kenakalan Remaja dan Geng Motor

10/10/2026
Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - Featured

Kurikulum Pariwisata Dini di Sulsel: Langkah Strategis Kenalkan Budaya Sejak Dini

10/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Guru: Buruh Pengajar atau Arsitek Peradaban? Teknologi Tak Akan Bisa ‘Digugu dan Ditiru’ - Featured

    Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • KUR UMKM Tanpa Agunan Tambahan hingga Rp100 Juta: Tabel Angsuran, Syarat NIB, dan Cara Pengajuan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3579 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Presiden Prabowo dan Sejumlah Pejabat Diduga Disadap Sejak 2025

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PSM Makassar Kalah 0-1 dari Madura United Akibat Penalti Gagal di Kandang

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • FAM Desak FIFA Beri Penjelasan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.