Kamis, 29 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025

by Redaktur
10/11/2025
in Berita Terkini, Nasional, Politik
Reading Time: 5 mins read
A A
soeharto-pahlawan-nasional 2_cr

Foto ilustrasi penolakan pemberian gelar Pahlawan Nasional

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ganti DNKI

Pengadaan Energi Beralih ke Skema G to G Lewat BLU

Prabowo: Tidak Mau Jadi Presiden Kalau Rakyat Masih Miskin

Prabowo Komitmen Jadi Good Neighbour: Ikuti Garis Politik Jokowi

OJK Klarifikasi Pernyataan Prabowo soal MSCI

JAKARTA, WARTAKITA.ID – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang diumumkan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Keputusan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ini sontak memicu gelombang kontroversi dan protes keras dari kalangan aktivis hak asasi manusia (HAM), penyintas Orde Baru, dan sebagian masyarakat sipil yang menilai langkah ini sebagai upaya revisi sejarah kelam bangsa.

Penganugerahan gelar ini menempatkan Soeharto, yang memimpin Indonesia selama 32 tahun, dalam jajaran tokoh berjasa bagi negara. Namun, langkah ini juga membuka kembali luka lama terkait dugaan pelanggaran HAM berat, korupsi masif, dan pemberangusan demokrasi yang lekat dengan era kepemimpinannya. Ironisnya, penganugerahan gelar untuk Soeharto dilakukan bersamaan dengan penetapan Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan terhadap rezim represif Orde Baru, sebagai Pahlawan Nasional.

Latar Belakang Keputusan dan Justifikasi Pemerintah

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - image 1

Pemerintah, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui kajian mendalam oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Alasan utama yang dikemukakan adalah kontribusi signifikan Soeharto dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional pasca-gejolak politik tahun 1965. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato resminya, menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

“Penganugerahan gelar ini adalah bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa almarhum Presiden Soeharto dalam meletakkan fondasi pembangunan ekonomi nasional,” ujar Presiden Prabowo di Istana Negara. “Kita tidak boleh melupakan kontribusi beliau dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa di masa-masa sulit. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan objektif dan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.”

Dukungan atas keputusan ini datang dari keluarga Soeharto dan sejumlah partai politik koalisi pemerintah. Mereka berargumen bahwa warisan pembangunan Soeharto, seperti program swasembada pangan dan infrastruktur, layak mendapat pengakuan tertinggi dari negara. Namun, justifikasi ini gagal meredam kritik tajam yang menyoroti sisi gelap pemerintahannya.

Faktor Politik di Balik Penganugerahan

Sejumlah analis politik menilai keputusan ini tidak dapat dilepaskan dari konteks politik pasca-Pemilu 2024. Sebagai menantu Soeharto, langkah Presiden Prabowo ini dilihat sebagai upaya konsolidasi kekuasaan sekaligus rehabilitasi citra keluarga Cendana secara politik. Langkah ini dianggap sebagai pemenuhan janji politik kepada basis pendukungnya yang masih mengidolakan era Orde Baru.

“Ini adalah manuver politik yang sangat strategis. Selain memperkuat citra sebagai penerus kepemimpinan yang kuat, ini juga merupakan cara untuk menormalisasi narasi Orde Baru di panggung sejarah nasional,” ujar Dr. Adhitama Suryo, pengamat politik dari Universitas Indonesia. “Dampaknya adalah polarisasi memori kolektif bangsa akan semakin tajam.”

Gelombang Protes dan Kritik Tajam dari Aktivis HAM

Sejak rumor penganugerahan ini beredar pada Oktober 2025, penolakan telah mengemuka. Sebuah petisi online yang menolak gelar pahlawan untuk Soeharto berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan. Puncaknya, pada hari penganugerahan, aksi demonstrasi damai digelar oleh aliansi mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, serta di beberapa kota besar seperti Yogyakarta dan Surabaya.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Amnesty International Indonesia menjadi dua lembaga yang paling vokal menyuarakan penolakan. Mereka menyebut keputusan ini sebagai pengkhianatan terhadap agenda reformasi dan penghinaan bagi para korban pelanggaran HAM selama Orde Baru.

Revisi Sejarah dan Luka Lama Korban Orde Baru

“Menjadikan Soeharto pahlawan adalah upaya negara untuk mengamputasi ingatan sejarah. Ini adalah pesan yang mengerikan bagi para korban dan keluarga korban tragedi 1965, Talangsari, Tanjung Priok, Aceh, Timor Timur, hingga penculikan aktivis 1998,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, dalam siaran persnya. “Negara seharusnya fokus pada pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban, bukan merehabilitasi figur yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.”

Kritik juga menyoroti ironi penganugerahan gelar ini bersamaan dengan Marsinah. Marsinah adalah buruh pabrik arloji di Sidoarjo, Jawa Timur, yang diculik, disiksa, dan dibunuh pada tahun 1993 setelah memimpin aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah. Kasusnya menjadi simbol brutalitas aparat dan perlawanan kaum pekerja terhadap rezim Soeharto.

“Memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto dan Marsinah di hari yang sama adalah sebuah paradoks sejarah yang menyakitkan. Ini seolah-olah menyejajarkan penindas dengan korbannya,” tegas seorang perwakilan dari keluarga korban Tragedi Semanggi.

Dampak Nasional dan Reaksi Internasional

Kontroversi ini dengan cepat menjadi perdebatan nasional yang sengit di ruang publik dan media sosial. Tagar #SoehartoPahlawanNasional dan #TolakPahlawanPelanggarHAM menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter), dengan jutaan interaksi yang menunjukkan polarisasi tajam di masyarakat. Perdebatan ini bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga tentang arah masa depan Indonesia dalam menyikapi sejarahnya.

Media internasional seperti The New York Times dan The Guardian turut menyoroti peristiwa ini, menggambarkannya sebagai langkah “revisionisme sejarah” yang dapat mempengaruhi citra demokrasi Indonesia di mata dunia. Mereka menyoroti bagaimana warisan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) era Soeharto masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga kini.

Kesimpulan Redaktur

Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi menempatkan figur kontroversial ini dalam pantheon sejarah Indonesia. Namun, keputusan ini juga menegaskan bahwa rekonsiliasi sejarah bangsa masih jauh dari selesai.

Di satu sisi, pemerintah berupaya menonjolkan warisan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, masyarakat sipil terus menuntut keadilan dan pengakuan atas sejarah kelam pelanggaran HAM. Perdebatan sengit yang terjadi hari ini akan terus membentuk bagaimana generasi mendatang memahami dan memaknai periode paling menentukan dalam sejarah modern Indonesia.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: KontroversiMarsinahOrde BaruPahlawan NasionalPelanggaran HAMPrabowo SubiantoSejarah IndonesiaSoeharto
Share22Tweet14Send

ARTIKEL TERKAIT

Close-up photograph showing a person receiving a box of Teh Botol Sosro tea that leaks white soap-like fluid when opened, captured against a backdrop of nighttime protests in Jakarta.

Teh Botol Sosro Investigasi Dugaan Isi Sabun dalam Minuman Saat Demo Jakarta

29/10/2026
Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - Featured

Mahasiswa Indonesia Gelar Aksi, Suarakan 5 Tuntutan Kritis

29/10/2026
Lensa makro dekat menampilkan segel resmi pemerintah Indonesia yang timbul pada permukaan meja jati tebal berserakan dengan garis polisi kuning melintang ke sudut ruangan kosong saat sinar sore mencip

Penggeledah KPK Sita Kantor Bea Cukai Dan Rokok Di Kudus

28/10/2026
Foto jurnalistik deretan mikrofon penyiaran, dokumentasi resmi bertanda tangan Partai Komunis Tiongkok, suasana rapat politik.

Xi Jinping Perketat Kampanye Anti Korupsi Di Tiongkok Saat Pleno Partai

28/10/2026
Palu hakim dan timbangan keadilan bersanding dengan dokumen rahasia bersegel sebagai simbol penyidikan aset pejabat publik.

Pimpin KPK Tawarkan Penyitaan Aset Pejabat Publik Tak Terdaftar LHKN

27/10/2026
Foto dokumenter meja rapat resmi dengan dokumen bersegel merah dan mikrofon media di depan bendera Indonesia yang buram.

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Peradilan Militer

27/10/2026
Foto dokumentasi meja rapat resmi dengan dokumen bersegel merah dan mikrofon penyiar di atasnya.

Menteri UMKM Puji Inisiatif Pasar Murah Golkar Sulsel Jaga Stabilitas Harga

27/10/2026
Foto dokumentasi resmi pemerintah Indonesia dengan segel merah di atas meja kayu jati berkilau disertai deretan mikrofon stasiun televisi sebagai simbol pers.

Beban Perkara Ijazah Gibran: Arah Politik PKS dan PDI Perjuangan

27/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Analisis The Economist: Mengapa Investor Mulai Menjauhi Indonesia?

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Indonesia Rancang Teknologi Anti Komputer Kuantum Bersama Peruri Dan Telkomsom

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Xi Jinping Perketat Kampanye Anti Korupsi Di Tiongkok Saat Pleno Partai

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • LG Raih Predikat Mesin Cuci Nomor Satu Terpasang Pakai Teknologi AI

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gempa M6,9 Guncang Vanuatu, Indonesia Sebagian Masih Berselimut Asap dalam 24 Jam Terakhir

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Iran Unveil AI-Powered Arash-3 Missile Drone With Heavy Warhead

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sekolah Rakyat Makassar Bakal Diresmikan, Hadirkan Harapan Baru

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Wagub Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • FCC Larang Gadget dengan Chip HiVision Huawei, Intel Dapat Pengecualian

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.