Kamis, 8 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025

by Redaktur
10/11/2025
in Berita Terkini, Nasional, Politik
Reading Time: 5 mins read
A A
soeharto-pahlawan-nasional 2_cr

Foto ilustrasi penolakan pemberian gelar Pahlawan Nasional

BACA JUGA:

KSP Punya Kewenangan Panggil Menteri Meski Kantornya Kecil

Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

Sikap Istana Jika MK Kabulkan Gugatan Ijazah Gibran: Serahkan pada Yudikatif

Transisi Energi Indonesia 2026: Menarik Investasi Global untuk PLTS dan Dekarbonisasi Industri

Respon Mengejutkan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Menteri Keuangan

JAKARTA, WARTAKITA.ID – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang diumumkan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Keputusan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ini sontak memicu gelombang kontroversi dan protes keras dari kalangan aktivis hak asasi manusia (HAM), penyintas Orde Baru, dan sebagian masyarakat sipil yang menilai langkah ini sebagai upaya revisi sejarah kelam bangsa.

Penganugerahan gelar ini menempatkan Soeharto, yang memimpin Indonesia selama 32 tahun, dalam jajaran tokoh berjasa bagi negara. Namun, langkah ini juga membuka kembali luka lama terkait dugaan pelanggaran HAM berat, korupsi masif, dan pemberangusan demokrasi yang lekat dengan era kepemimpinannya. Ironisnya, penganugerahan gelar untuk Soeharto dilakukan bersamaan dengan penetapan Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan terhadap rezim represif Orde Baru, sebagai Pahlawan Nasional.

Latar Belakang Keputusan dan Justifikasi Pemerintah

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - image 1

Pemerintah, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui kajian mendalam oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Alasan utama yang dikemukakan adalah kontribusi signifikan Soeharto dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional pasca-gejolak politik tahun 1965. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato resminya, menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

“Penganugerahan gelar ini adalah bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa almarhum Presiden Soeharto dalam meletakkan fondasi pembangunan ekonomi nasional,” ujar Presiden Prabowo di Istana Negara. “Kita tidak boleh melupakan kontribusi beliau dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa di masa-masa sulit. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan objektif dan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.”

Dukungan atas keputusan ini datang dari keluarga Soeharto dan sejumlah partai politik koalisi pemerintah. Mereka berargumen bahwa warisan pembangunan Soeharto, seperti program swasembada pangan dan infrastruktur, layak mendapat pengakuan tertinggi dari negara. Namun, justifikasi ini gagal meredam kritik tajam yang menyoroti sisi gelap pemerintahannya.

Faktor Politik di Balik Penganugerahan

Sejumlah analis politik menilai keputusan ini tidak dapat dilepaskan dari konteks politik pasca-Pemilu 2024. Sebagai menantu Soeharto, langkah Presiden Prabowo ini dilihat sebagai upaya konsolidasi kekuasaan sekaligus rehabilitasi citra keluarga Cendana secara politik. Langkah ini dianggap sebagai pemenuhan janji politik kepada basis pendukungnya yang masih mengidolakan era Orde Baru.

“Ini adalah manuver politik yang sangat strategis. Selain memperkuat citra sebagai penerus kepemimpinan yang kuat, ini juga merupakan cara untuk menormalisasi narasi Orde Baru di panggung sejarah nasional,” ujar Dr. Adhitama Suryo, pengamat politik dari Universitas Indonesia. “Dampaknya adalah polarisasi memori kolektif bangsa akan semakin tajam.”

Gelombang Protes dan Kritik Tajam dari Aktivis HAM

Sejak rumor penganugerahan ini beredar pada Oktober 2025, penolakan telah mengemuka. Sebuah petisi online yang menolak gelar pahlawan untuk Soeharto berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan. Puncaknya, pada hari penganugerahan, aksi demonstrasi damai digelar oleh aliansi mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, serta di beberapa kota besar seperti Yogyakarta dan Surabaya.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Amnesty International Indonesia menjadi dua lembaga yang paling vokal menyuarakan penolakan. Mereka menyebut keputusan ini sebagai pengkhianatan terhadap agenda reformasi dan penghinaan bagi para korban pelanggaran HAM selama Orde Baru.

Revisi Sejarah dan Luka Lama Korban Orde Baru

“Menjadikan Soeharto pahlawan adalah upaya negara untuk mengamputasi ingatan sejarah. Ini adalah pesan yang mengerikan bagi para korban dan keluarga korban tragedi 1965, Talangsari, Tanjung Priok, Aceh, Timor Timur, hingga penculikan aktivis 1998,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, dalam siaran persnya. “Negara seharusnya fokus pada pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban, bukan merehabilitasi figur yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.”

Kritik juga menyoroti ironi penganugerahan gelar ini bersamaan dengan Marsinah. Marsinah adalah buruh pabrik arloji di Sidoarjo, Jawa Timur, yang diculik, disiksa, dan dibunuh pada tahun 1993 setelah memimpin aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah. Kasusnya menjadi simbol brutalitas aparat dan perlawanan kaum pekerja terhadap rezim Soeharto.

“Memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto dan Marsinah di hari yang sama adalah sebuah paradoks sejarah yang menyakitkan. Ini seolah-olah menyejajarkan penindas dengan korbannya,” tegas seorang perwakilan dari keluarga korban Tragedi Semanggi.

Dampak Nasional dan Reaksi Internasional

Kontroversi ini dengan cepat menjadi perdebatan nasional yang sengit di ruang publik dan media sosial. Tagar #SoehartoPahlawanNasional dan #TolakPahlawanPelanggarHAM menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter), dengan jutaan interaksi yang menunjukkan polarisasi tajam di masyarakat. Perdebatan ini bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga tentang arah masa depan Indonesia dalam menyikapi sejarahnya.

Media internasional seperti The New York Times dan The Guardian turut menyoroti peristiwa ini, menggambarkannya sebagai langkah “revisionisme sejarah” yang dapat mempengaruhi citra demokrasi Indonesia di mata dunia. Mereka menyoroti bagaimana warisan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) era Soeharto masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga kini.

Kesimpulan Redaktur

Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi menempatkan figur kontroversial ini dalam pantheon sejarah Indonesia. Namun, keputusan ini juga menegaskan bahwa rekonsiliasi sejarah bangsa masih jauh dari selesai.

Di satu sisi, pemerintah berupaya menonjolkan warisan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, masyarakat sipil terus menuntut keadilan dan pengakuan atas sejarah kelam pelanggaran HAM. Perdebatan sengit yang terjadi hari ini akan terus membentuk bagaimana generasi mendatang memahami dan memaknai periode paling menentukan dalam sejarah modern Indonesia.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: KontroversiMarsinahOrde BaruPahlawan NasionalPelanggaran HAMPrabowo SubiantoSejarah IndonesiaSoeharto
Share21Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - Featured

KSP Punya Kewenangan Panggil Menteri Meski Kantornya Kecil

08/10/2026
Sejumlah orang, termasuk politisi, akademisi, dan mahasiswa, berkumpul di sekitar layar besar yang menampilkan putusan Mahkamah Konstitusi tentang ijazah Gibran. Layar tersebut diletakkan di lingkunga

Deretan Komentar Buntut Putusan MK soal Ijazah Gibran

08/10/2026
MA. Untung, seorang pria berusia 40-an, duduk di meja kerja modern dengan pakaian santai namun profesional. Dia membaca dokumen hukum di tablet komputer. Di latar belakang, terdapat berbagai perangkat

Memahami Hak Perlindungan Konsumen dalam Transaksi Perdagangan Digital

08/10/2026
Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - Featured

Respons Gibran soal Hasil Putusan Sidang Gugatan Ijazah di MK

07/10/2026
Seorang ahli yang dikenal berdiri di depan ruangan formal, mungkin di kampus atau gedung konferensi, dengan ekspresi serius. Dia berpakaian seragam, menunjukkan keberadaan profesional dan otoritatif.

Ahli soal Putusan MK Terkait Ijazah Gibran: MK Lempar Bola

07/10/2026
Gibran Rakabuming Raka in a formal political setting, looking thoughtful, with a background of political documents and a large desk, symbolizing his role in national politics. The image captures the seriousness of the situation, with dramatic lighting and a sharp focus, highlighting the documents and his expression.

Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

07/10/2026
Seorang pria berpakaian seragam dan kacamata duduk di meja, di sekitarnya terdapat dokumen-dokumen politik dan komputer. Dia menatap dokumen di tangannya dengan ekspresi serius. Di latar belakang terl

MK Diminta Permudah Syarat Pembentukan Parpol

07/10/2026
A dramatic evening view of the Mahkamah Konstitusi building, symbolizing the legal process and the high-stakes nature of the gugatan ijazah case involving the Vice President.

Sikap Istana Jika MK Kabulkan Gugatan Ijazah Gibran: Serahkan pada Yudikatif

06/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Hakim MK Bertanya soal Ijazah Gibran, Fokus Transparansi Data Pendidikan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    234 shares
    Share 94 Tweet 59
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat, 13 dari Ditjen Pajak

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.