Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan kekecewaannya pasca melakukan inspeksi mendadak di dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Barat. Temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan, mengancam kualitas dan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat program prioritas nasional.
Temuan Mengejutkan di Dapur Program Makan Bergizi Gratis
Dalam sebuah sidak yang dilakukan pada Selasa (12/5) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, KSP Dudung Abdurachman menemukan berbagai persoalan serius terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan pada dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi Dapur yang Tidak Memenuhi Standar Kesehatan
Temuan yang paling mengkhawatirkan meliputi area dapur yang kotor, keberadaan belatung, penggunaan pallet yang tidak memenuhi standar kesehatan, fasilitas pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area penyimpanan basah dan kering yang bercampur.
“Yang pertama harus kita perhatikan adalah kebersihan. KSP akan segera mengaudit secara cepat dan memverifikasi secara nasional SPPG. Nanti akan ada klasifikasi, apakah layak penuh, layak bersyarat, atau tidak layak sehingga tidak bisa operasional,” ujar Dudung di Jakarta, Selasa (12/5).
Tindakan Tegas Diperlukan untuk Melindungi Anak-Anak
Menanggapi temuan tersebut, Dudung menegaskan bahwa dapur yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kebersihan harus segera disuspensi, bahkan ditutup. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko keracunan dan memastikan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“Masalah sertifikat dan verifikasi ini tidak terbatas hanya administrasi saja, tetapi harus diyakinkan betul, terutama faktor kesehatan untuk penerima manfaat. Dua dapur yang saya sidak ini tidak layak,” tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.
Ia melanjutkan, jika perbaikan tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat, penutupan dapur tersebut adalah opsi yang harus diambil. KSP telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan Wakil Kepala BGN untuk menindaklanjuti temuan ini.
“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN,” kata Kastaf.
MBG: Program Prioritas untuk Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
Dudung menekankan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memenuhi gizi anak-anak Indonesia dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini tidak boleh hanya mengejar target kuantitas makanan, melainkan harus memastikan nilai gizi dan kesehatan penerima manfaat.
“Yang paling penting bukan sekadar makanan tersaji, melainkan nilai gizi dan kesehatannya. Itu yang selalu ditekankan Bapak Presiden,” ucap Kastaf.
Akuntabilitas Anggaran dan Pengawasan Masyarakat
Menyoroti aspek anggaran, Dudung mengingatkan bahwa dana MBG berasal dari uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan dengan benar. Ia berpesan agar program ini tidak dijadikan ladang bisnis yang menguntungkan secara berlebihan hingga menurunkan kualitas.
“Tidak boleh ada pihak-pihak yang tujuan kita itu baik, kemudian diuntungkan secara berlebihan. Kalau ada keuntungan ya wajar-wajar saja, tetapi jangan sampai menurunkan kualitas. Ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
Selanjutnya, KSP mengimbau masyarakat dan perangkat wilayah, termasuk RT, untuk ikut mengawasi pelaksanaan program MBG di lapangan. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah kelalaian yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan anak-anak penerima manfaat.
“Jangan menganggap gampang. Nanti kalau terjadi keracunan, anak-anak menjadi korban. Ini yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Pengawalan KSP dan Rencana Sidak Lanjutan
Dudung menegaskan bahwa KSP akan terus mengawal pelaksanaan program MBG. Rencana sidak lanjutan secara diam-diam ke sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat, akan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar.
“Saya akan melakukan sidak secara diam-diam untuk memastikan program ini benar-benar berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Pengawalan ini merupakan bagian dari tanggung jawab KSP untuk memastikan program prioritas Presiden dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal, demi membentuk kualitas anak-anak Indonesia yang mampu bersaing di kancah global.























