Senin, 21 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur

by A. Burhany
23/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
utama-6

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Pernahkah Anda merasa bahwa Ramadan di kota besar terkadang terasa seperti simulasi?

Kita bangun sahur di ruang makan yang hangat, lalu berangkat kerja di dalam mobil atau gerbong kereta berpendingin udara. Di kantor, kita duduk di balik meja dengan hembusan AC yang stabil, menatap layar seharian. Saat lapar mulai menyapa, ada ribuan cara untuk mengalihkannya: serial streaming, scrolling tanpa henti, atau tenggelam dalam push rank sampai lupa waktu.

Tiba-tiba saja azan Magrib sudah terdengar. Kita merasa menang karena berhasil “melewati” puasa—padahal sebenarnya kita tidak melewati apa pun. Kita hanya dikeroyok distraksi sampai kehilangan kehadiran diri.

Bagi manusia urban yang dimanjakan fasilitas, puasa sering hanya menjadi ibadah batin yang sangat halus—hampir tanpa residu fisik. Kita tidak benar-benar merasa lapar. Kita hanya sedang menunda makan dalam kenyamanan.

Cobalah tengok ke luar jendela.

Di sana ada tukang parkir yang berdiri di atas aspal yang memuai. Kuli bangunan yang mengangkat beban di bawah terik yang memanggang. Kurir paket yang mengejar target di tengah debu jalanan. Bagi mereka, puasa bukan sekadar urusan batin—puasa adalah perjuangan otot. Mereka tidak punya kemewahan untuk membunuh waktu dengan menonton film. Waktu bagi mereka adalah lawan yang harus dihadapi dengan keringat dan napas yang pendek.

Dan justru di dalam kelelahan yang jujur itu, ada sesuatu yang tidak kita miliki: kejujuran tubuh.

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - image 1

Saat manusia benar-benar lelah, ia tidak lagi punya energi untuk berpura-pura.

Topeng-topeng sosial kita—citra diri yang hebat, gengsi, kemarahan yang dibuat-buat—biasanya luruh saat energi kita mencapai titik nadir. Kelelahan fisik adalah penghancur ego yang paling efektif. Orang yang benar-benar lelah menjadi sangat autentik: ia hanya ingin istirahat, ia hanya ingin seteguk air, ia kembali menjadi manusia yang paling dasar.

Ironisnya, kita di kota justru menggunakan segala fasilitas untuk menghindari kelelahan itu. Kita takut menjadi lelah, maka kita mencari pelarian. Akibatnya kita lupa waktu salat, lupa berzikir, bahkan lupa mengapa kita sedang berlapar-lapar—karena otak kita terlalu sibuk disuapi konten digital.

Lapar tanpa rasa lelah sering berakhir menjadi lapar yang hambar.

Bagi kawan-kawan yang tidak berpuasa namun hidup dalam ritme kerja yang sama, refleksi ini tetap relevan. Apakah kenyamanan hidup membuat kita kehilangan otot kesadaran? Apakah kita terlalu sering melarikan diri dari ketidaknyamanan fisik hingga tidak lagi mengenal siapa diri kita saat terdesak?

Hari ini, mari coba untuk tidak terlalu banyak melarikan diri.

Jika rasa lelah itu datang, terimalah ia sebagai tamu. Jangan langsung menyalakan layar untuk mengusirnya. Rasakan bagaimana tubuh Anda bicara tentang keterbatasannya—dengan jujur, tanpa filter.

Sebab hanya melalui pengakuan akan kelemahan fisik inilah kita bisa memahami betapa besarnya kekuatan spiritual yang kita butuhkan. Rasa lelah yang jujur adalah tubuh yang sedang berdoa—mengingatkan kita bahwa kita hanyalah makhluk rapuh yang sedang merindukan kekuatan dari Yang Maha Kokoh.

Mari. Saya juga ingin berhenti membunuh waktu, dan belajar menghidupkan setiap detik kelelahan itu.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share11Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kelangkaan BBM Hantam Makassar: Harga Sembako Meroket Akibat Lonjakan Biaya Angkut

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipastikan Aman Meski Harga Energi Melonjak: Rincian Lengkap

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Pemecatan Menteri Lewat Telepon: Sorotan Analis Komunikasi Politik Unpad Terhadap Etika Birokrasi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Respon Mengejutkan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Menteri Keuangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.