Kamis, 12 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

by A. Burhany
21/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Ada jenis kesepian yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang bekerja jauh dari rumah—di kota Palu yang masih asing di bulan keenam, mengurusi kabel-kabel infrastruktur IT yang dingin dan tak bicara.

Belasan tahun silam, dunia kerja saya adalah dunia yang terukur, presisi, dan logis. Tapi Ramadan selalu punya cara untuk menyelundupkan sesuatu yang tidak logis ke dalam dada.

Malam itu, usai azan Magrib, saya duduk sendirian di warung sari laut. Di depan saya: ikan kakap goreng kering dan sambal dabu-dabu yang segar. Secara fisik, saya adalah definisi dari kesendirian.

Lalu sepasang tamu duduk tak jauh dari meja saya.

Seorang bapak dengan pakaian yang masih meninggalkan jejak debu semen. Dan putri kecilnya—berseragam merah-putih, mungkin baru kelas satu SD.

Mereka memesan dua piring nasi putih. Hanya satu piring ayam goreng.

Saya tertegun.

Sang bapak dengan telaten menyuwir ayam goreng itu, memastikan bagian yang paling empuk mendarat di piring putrinya. Mereka makan dalam ritme yang sangat lambat—seolah ingin momen itu berlangsung selama mungkin. Tak ada gawai di tangan, tak ada distraksi. Hanya percakapan kecil, tawa malu-malu sang bocah, dan tatapan mata sang bapak yang penuh binar. Binar yang tidak bisa dibeli dengan gaji tenaga ahli mana pun.

Di meja saya, ikan kakap goreng tiba-tiba terasa hambar. Bukan karena rasanya salah—tapi karena saya baru menyadari betapa mewahnya apa yang mereka miliki.

Ada dorongan kuat untuk memesankan mereka menu tambahan. Satu piring ayam lagi. Mungkin udang goreng mentega.

Tapi saya ingat apa yang kita bicarakan kemarin tentang ego. Keinginan untuk memberi, kalau tidak hati-hati, bisa melukai martabat orang yang kita beri. Saya takut tawaran saya akan merusak momen “pahlawan” sang bapak di mata putrinya. Saat itu, di warung kecil itu, ia sedang merasa menjadi pria paling kaya di dunia. Saya tidak ingin menghancurkan itu.

Maka saya memilih jalan yang paling sunyi.

Saya selesaikan makan saya. Saya menuju kasir. Saya bayar tagihan meja saya—dan tagihan meja mereka. Lalu saya pergi sebelum mereka menyadarinya.

Di jalan kembali ke penginapan, di bawah langit kota kecil yang tenang, ada kehangatan yang mengalir deras di dada saya. Lebih mengenyangkan dari ikan kakap yang baru saja saya makan.

Inilah yang mulai tersingkap di hari keempat ini: bahwa kebahagiaan sejati sering kali bukan berasal dari apa yang masuk ke perut kita, melainkan dari apa yang terpancar dari hati orang lain—dan berhasil kita rasakan.

Kemarin kita belajar tentang lapar sebagai bahasa empati. Malam itu saya belajar bahwa lapar juga bisa menjadi jembatan. Meskipun tidak ada satu kata pun yang saya ucapkan kepada bapak itu, ada sesuatu yang sempat bersentuhan di antara kami—di ruang makan yang sederhana itu, di antara dua piring nasi dan satu ayam goreng.

Kadang Tuhan memperlihatkan wajah-Nya lewat hal-hal seperti ini: suwiran ayam goreng dari tangan seorang bapak untuk putrinya. Tidak perlu menunggu kematian untuk menjumpai keindahan ilahiah. Ia hadir di warung-warung kecil, di momen-momen yang tidak sempat kita foto.

Kita tidak pernah benar-benar sendirian—jika kita mampu merasakan kebahagiaan orang lain sebagai kebahagiaan kita sendiri.

Bukan sebaliknya, derita orang lain jadi sumber kebahagiaan kita, atau kebahagiaan orang lain menjadi sumber penderitaan kita.

BACA JUGA:

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin

Esai Ramadan #20: Ambang Pintu dan Rahasia Siang Seribu Bulan

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

Itulah infrastruktur yang paling penting untuk kita bangun: kabel-kabel kasih sayang yang menghubungkan satu hati dengan hati lainnya, melampaui sekat kelas, jabatan, dan pakaian berdebu.

Selamat menikmati perjamuan batin, di meja mana pun Anda berada malam ini.

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

11/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin

10/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #20: Ambang Pintu dan Rahasia Siang Seribu Bulan

10/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

09/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

09/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

08/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

08/03/2026
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • eksekusi makam kuno di toraja wartakita.id

    Toraja: Ekskavator Hancurkan Tongkonan 300 Tahun, Warisan Budaya Terancam Punah

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    532 shares
    Share 213 Tweet 133
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Mulai 2026, Komdigi Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.