Minggu, 11 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-3

Dunia hari ini adalah panggung raksasa di mana semua orang ingin menjadi pemeran utama. Semua ingin menjadi pemenang pemilu dan berkuasa. Hampir tak ada yang bersedia menjadi penonton, kru di balik layar, apalagi jadi pecundang.

Lewat layar persegi di genggaman, kita mudah terjebak dalam delusi halus bahwa kitalah pusat dari segalanya. Setiap jengkal hidup harus divalidasi. Setiap pikiran harus dipuji. Setiap “kemenangan” kecil ego harus dirayakan dengan gemuruh likes. Kita tidak lagi sekadar ingin dikenal—kita ingin diagungkan.

Kita telah menjadi pecandu. Bukan pecandu zat, melainkan pecandu pengakuan.

Di hari ketiga ini, lapar mulai bekerja lebih dalam.

Ia tidak lagi hanya menyentuh dinding lambung. Ia mulai mengetuk pintu ego kita yang angkuh.

Ada ironi yang indah dalam rasa lapar: Anda boleh punya sejuta pengikut di media sosial, atau jabatan yang membuat orang membungkuk saat Anda lewat—tapi saat rasa haus itu datang di pukul dua siang, ia tidak peduli siapa Anda.

Rasa haus tidak membaca bio Instagram. Ia adalah bahasa kemanusiaan yang paling dasar, yang menyamakan kita semua kembali ke titik nol: makhluk ringkih yang, ternyata, masih butuh makan dan minum untuk bertahan hidup.

Dan biaya bertahan hidup jauh lebih murah dari biaya membangun citra sebagai pusat semesta.

Mungkin benar bahwa ada orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai matahari, sementara orang lain dianggap planet kecil yang wajib mengorbit. Mereka merasa dunia berhutang pada kenyamanan dan pemenuhan keinginan mereka.

Tapi dunia tidak pernah menandatangani kontrak itu.

Matahari tetap terbit dan terbenam. Musim tetap berganti. Takdir tetap bergulir sesuai sunnatullah—tanpa sedikit pun meminta izin pada ego kita.

Kita sering merasa sebagai sutradara kehidupan, pengatur hidup kita sendiri dan orang lain. Padahal kita hanyalah sebutir debu yang sedang belajar menumpang lewat.

Bagi saya, puasa di hari-hari awal ini adalah proses unlearning.

Kita sedang belajar memutus kecanduan terhadap sanjungan. Saat kita memilih untuk tidak makan meski tak ada yang melihat, kita sedang membuktikan pada diri sendiri bahwa kita tidak butuh tepuk tangan untuk melakukan hal yang benar. Kita sedang menghancurkan berhala yang paling sulit diruntuhkan: diri sendiri.

Lapar mengajarkan kita untuk kembali melihat ke bawah—ke tanah tempat kita berasal dan tempat kita akan kembali. Ia merobohkan sekat-sekat yang dibangun oleh kesombongan.

Bagaimana mungkin kita tetap merasa sebagai pusat semesta, jika untuk urusan menyambung nyawa saja kita bergantung pada setetes air yang bahkan tidak sanggup kita ciptakan sendiri?

Inilah bahasa empati yang sejati.

Bukan sekadar rasa kasihan melihat orang kelaparan. Empati dalam puasa adalah kerelaan untuk menjadi kecil—secara sadar, secara sengaja, tanpa penonton.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ketika ego mengecil, ruang di dalam jiwa meluas. Dan di dalam ruang yang luas itulah kita baru bisa merasakan kehadiran orang lain—juga kehadiran Tuhan.

Kita tidak lagi melihat dunia melalui filter “apa untungnya bagi saya?”, melainkan melalui pertanyaan yang lebih lembut: “siapa yang bisa saya rangkul?”

Hari ini, mari kita nikmati rasa lapar ini bukan sebagai siksaan, tapi sebagai pembersih—pembersih sisa-sisa harga diri yang sudah terlalu lama menumpuk.

Mari kita rayakan matinya Sang Pusat Semesta di dalam diri kita, agar yang lahir kemudian adalah manusia yang lebih utuh, lebih sadar, lebih membumi.

Sebab kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kemenangan ego. Ia ditemukan justru di momen ketika kita berhasil menanggalkan semua atribut itu—dan berdiri, dengan jujur dan ringan, di hadapan hidup.

Selamat menghancurkan berhala.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.