Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-3

Dunia hari ini adalah panggung raksasa di mana semua orang ingin menjadi pemeran utama. Semua ingin menjadi pemenang pemilu dan berkuasa. Hampir tak ada yang bersedia menjadi penonton, kru di balik layar, apalagi jadi pecundang.

Lewat layar persegi di genggaman, kita mudah terjebak dalam delusi halus bahwa kitalah pusat dari segalanya. Setiap jengkal hidup harus divalidasi. Setiap pikiran harus dipuji. Setiap “kemenangan” kecil ego harus dirayakan dengan gemuruh likes. Kita tidak lagi sekadar ingin dikenal—kita ingin diagungkan.

Kita telah menjadi pecandu. Bukan pecandu zat, melainkan pecandu pengakuan.

Di hari ketiga ini, lapar mulai bekerja lebih dalam.

Ia tidak lagi hanya menyentuh dinding lambung. Ia mulai mengetuk pintu ego kita yang angkuh.

Ada ironi yang indah dalam rasa lapar: Anda boleh punya sejuta pengikut di media sosial, atau jabatan yang membuat orang membungkuk saat Anda lewat—tapi saat rasa haus itu datang di pukul dua siang, ia tidak peduli siapa Anda.

Rasa haus tidak membaca bio Instagram. Ia adalah bahasa kemanusiaan yang paling dasar, yang menyamakan kita semua kembali ke titik nol: makhluk ringkih yang, ternyata, masih butuh makan dan minum untuk bertahan hidup.

Dan biaya bertahan hidup jauh lebih murah dari biaya membangun citra sebagai pusat semesta.

Mungkin benar bahwa ada orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai matahari, sementara orang lain dianggap planet kecil yang wajib mengorbit. Mereka merasa dunia berhutang pada kenyamanan dan pemenuhan keinginan mereka.

Tapi dunia tidak pernah menandatangani kontrak itu.

Matahari tetap terbit dan terbenam. Musim tetap berganti. Takdir tetap bergulir sesuai sunnatullah—tanpa sedikit pun meminta izin pada ego kita.

Kita sering merasa sebagai sutradara kehidupan, pengatur hidup kita sendiri dan orang lain. Padahal kita hanyalah sebutir debu yang sedang belajar menumpang lewat.

Bagi saya, puasa di hari-hari awal ini adalah proses unlearning.

Kita sedang belajar memutus kecanduan terhadap sanjungan. Saat kita memilih untuk tidak makan meski tak ada yang melihat, kita sedang membuktikan pada diri sendiri bahwa kita tidak butuh tepuk tangan untuk melakukan hal yang benar. Kita sedang menghancurkan berhala yang paling sulit diruntuhkan: diri sendiri.

Lapar mengajarkan kita untuk kembali melihat ke bawah—ke tanah tempat kita berasal dan tempat kita akan kembali. Ia merobohkan sekat-sekat yang dibangun oleh kesombongan.

Bagaimana mungkin kita tetap merasa sebagai pusat semesta, jika untuk urusan menyambung nyawa saja kita bergantung pada setetes air yang bahkan tidak sanggup kita ciptakan sendiri?

Inilah bahasa empati yang sejati.

Bukan sekadar rasa kasihan melihat orang kelaparan. Empati dalam puasa adalah kerelaan untuk menjadi kecil—secara sadar, secara sengaja, tanpa penonton.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ketika ego mengecil, ruang di dalam jiwa meluas. Dan di dalam ruang yang luas itulah kita baru bisa merasakan kehadiran orang lain—juga kehadiran Tuhan.

Kita tidak lagi melihat dunia melalui filter “apa untungnya bagi saya?”, melainkan melalui pertanyaan yang lebih lembut: “siapa yang bisa saya rangkul?”

Hari ini, mari kita nikmati rasa lapar ini bukan sebagai siksaan, tapi sebagai pembersih—pembersih sisa-sisa harga diri yang sudah terlalu lama menumpuk.

Mari kita rayakan matinya Sang Pusat Semesta di dalam diri kita, agar yang lahir kemudian adalah manusia yang lebih utuh, lebih sadar, lebih membumi.

Sebab kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kemenangan ego. Ia ditemukan justru di momen ketika kita berhasil menanggalkan semua atribut itu—dan berdiri, dengan jujur dan ringan, di hadapan hidup.

Selamat menghancurkan berhala.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share13Tweet8Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.