Rabu, 24 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-3

Dunia hari ini adalah panggung raksasa di mana semua orang ingin menjadi pemeran utama. Semua ingin menjadi pemenang pemilu dan berkuasa. Hampir tak ada yang bersedia menjadi penonton, kru di balik layar, apalagi jadi pecundang.

Lewat layar persegi di genggaman, kita mudah terjebak dalam delusi halus bahwa kitalah pusat dari segalanya. Setiap jengkal hidup harus divalidasi. Setiap pikiran harus dipuji. Setiap “kemenangan” kecil ego harus dirayakan dengan gemuruh likes. Kita tidak lagi sekadar ingin dikenal—kita ingin diagungkan.

Kita telah menjadi pecandu. Bukan pecandu zat, melainkan pecandu pengakuan.

Di hari ketiga ini, lapar mulai bekerja lebih dalam.

World Cup 2026

Ia tidak lagi hanya menyentuh dinding lambung. Ia mulai mengetuk pintu ego kita yang angkuh.

Ada ironi yang indah dalam rasa lapar: Anda boleh punya sejuta pengikut di media sosial, atau jabatan yang membuat orang membungkuk saat Anda lewat—tapi saat rasa haus itu datang di pukul dua siang, ia tidak peduli siapa Anda.

Rasa haus tidak membaca bio Instagram. Ia adalah bahasa kemanusiaan yang paling dasar, yang menyamakan kita semua kembali ke titik nol: makhluk ringkih yang, ternyata, masih butuh makan dan minum untuk bertahan hidup.

Dan biaya bertahan hidup jauh lebih murah dari biaya membangun citra sebagai pusat semesta.

Mungkin benar bahwa ada orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai matahari, sementara orang lain dianggap planet kecil yang wajib mengorbit. Mereka merasa dunia berhutang pada kenyamanan dan pemenuhan keinginan mereka.

Tapi dunia tidak pernah menandatangani kontrak itu.

Matahari tetap terbit dan terbenam. Musim tetap berganti. Takdir tetap bergulir sesuai sunnatullah—tanpa sedikit pun meminta izin pada ego kita.

Kita sering merasa sebagai sutradara kehidupan, pengatur hidup kita sendiri dan orang lain. Padahal kita hanyalah sebutir debu yang sedang belajar menumpang lewat.

Bagi saya, puasa di hari-hari awal ini adalah proses unlearning.

Kita sedang belajar memutus kecanduan terhadap sanjungan. Saat kita memilih untuk tidak makan meski tak ada yang melihat, kita sedang membuktikan pada diri sendiri bahwa kita tidak butuh tepuk tangan untuk melakukan hal yang benar. Kita sedang menghancurkan berhala yang paling sulit diruntuhkan: diri sendiri.

World Cup 2026

Lapar mengajarkan kita untuk kembali melihat ke bawah—ke tanah tempat kita berasal dan tempat kita akan kembali. Ia merobohkan sekat-sekat yang dibangun oleh kesombongan.

Bagaimana mungkin kita tetap merasa sebagai pusat semesta, jika untuk urusan menyambung nyawa saja kita bergantung pada setetes air yang bahkan tidak sanggup kita ciptakan sendiri?

Inilah bahasa empati yang sejati.

Bukan sekadar rasa kasihan melihat orang kelaparan. Empati dalam puasa adalah kerelaan untuk menjadi kecil—secara sadar, secara sengaja, tanpa penonton.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ketika ego mengecil, ruang di dalam jiwa meluas. Dan di dalam ruang yang luas itulah kita baru bisa merasakan kehadiran orang lain—juga kehadiran Tuhan.

Kita tidak lagi melihat dunia melalui filter “apa untungnya bagi saya?”, melainkan melalui pertanyaan yang lebih lembut: “siapa yang bisa saya rangkul?”

Hari ini, mari kita nikmati rasa lapar ini bukan sebagai siksaan, tapi sebagai pembersih—pembersih sisa-sisa harga diri yang sudah terlalu lama menumpuk.

Mari kita rayakan matinya Sang Pusat Semesta di dalam diri kita, agar yang lahir kemudian adalah manusia yang lebih utuh, lebih sadar, lebih membumi.

Sebab kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kemenangan ego. Ia ditemukan justru di momen ketika kita berhasil menanggalkan semua atribut itu—dan berdiri, dengan jujur dan ringan, di hadapan hidup.

Selamat menghancurkan berhala.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share13Tweet8Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • 1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg

    Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • SEO Lokal: Kunci Sukses Merek Nasional di Era Google yang Terpersonalisasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Prediksi Meksiko vs Korea Selatan 2026: Rebutan Tiket 32 Besar!

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Tiongkok Sumbang Rp 3,3 Miliar untuk Korban Sekolah Iran, Tuding AS-Israel

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Makassar Perkuat Pengelolaan TPA: Fokus pada Sistem Operasional dan Potensi Gas Metan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Waspada FOMO! Dokter Kulit Ingatkan Bijak Pilih Tren Kecantikan di Media Sosial

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.