Minggu, 12 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-3

Dunia hari ini adalah panggung raksasa di mana semua orang ingin menjadi pemeran utama. Semua ingin menjadi pemenang pemilu dan berkuasa. Hampir tak ada yang bersedia menjadi penonton, kru di balik layar, apalagi jadi pecundang.

Lewat layar persegi di genggaman, kita mudah terjebak dalam delusi halus bahwa kitalah pusat dari segalanya. Setiap jengkal hidup harus divalidasi. Setiap pikiran harus dipuji. Setiap “kemenangan” kecil ego harus dirayakan dengan gemuruh likes. Kita tidak lagi sekadar ingin dikenal—kita ingin diagungkan.

Kita telah menjadi pecandu. Bukan pecandu zat, melainkan pecandu pengakuan.

Di hari ketiga ini, lapar mulai bekerja lebih dalam.

World Cup 2026

Ia tidak lagi hanya menyentuh dinding lambung. Ia mulai mengetuk pintu ego kita yang angkuh.

Ada ironi yang indah dalam rasa lapar: Anda boleh punya sejuta pengikut di media sosial, atau jabatan yang membuat orang membungkuk saat Anda lewat—tapi saat rasa haus itu datang di pukul dua siang, ia tidak peduli siapa Anda.

Rasa haus tidak membaca bio Instagram. Ia adalah bahasa kemanusiaan yang paling dasar, yang menyamakan kita semua kembali ke titik nol: makhluk ringkih yang, ternyata, masih butuh makan dan minum untuk bertahan hidup.

Dan biaya bertahan hidup jauh lebih murah dari biaya membangun citra sebagai pusat semesta.

Mungkin benar bahwa ada orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai matahari, sementara orang lain dianggap planet kecil yang wajib mengorbit. Mereka merasa dunia berhutang pada kenyamanan dan pemenuhan keinginan mereka.

Tapi dunia tidak pernah menandatangani kontrak itu.

Matahari tetap terbit dan terbenam. Musim tetap berganti. Takdir tetap bergulir sesuai sunnatullah—tanpa sedikit pun meminta izin pada ego kita.

Kita sering merasa sebagai sutradara kehidupan, pengatur hidup kita sendiri dan orang lain. Padahal kita hanyalah sebutir debu yang sedang belajar menumpang lewat.

Bagi saya, puasa di hari-hari awal ini adalah proses unlearning.

Kita sedang belajar memutus kecanduan terhadap sanjungan. Saat kita memilih untuk tidak makan meski tak ada yang melihat, kita sedang membuktikan pada diri sendiri bahwa kita tidak butuh tepuk tangan untuk melakukan hal yang benar. Kita sedang menghancurkan berhala yang paling sulit diruntuhkan: diri sendiri.

Lapar mengajarkan kita untuk kembali melihat ke bawah—ke tanah tempat kita berasal dan tempat kita akan kembali. Ia merobohkan sekat-sekat yang dibangun oleh kesombongan.

Bagaimana mungkin kita tetap merasa sebagai pusat semesta, jika untuk urusan menyambung nyawa saja kita bergantung pada setetes air yang bahkan tidak sanggup kita ciptakan sendiri?

World Cup 2026

Inilah bahasa empati yang sejati.

Bukan sekadar rasa kasihan melihat orang kelaparan. Empati dalam puasa adalah kerelaan untuk menjadi kecil—secara sadar, secara sengaja, tanpa penonton.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ketika ego mengecil, ruang di dalam jiwa meluas. Dan di dalam ruang yang luas itulah kita baru bisa merasakan kehadiran orang lain—juga kehadiran Tuhan.

Kita tidak lagi melihat dunia melalui filter “apa untungnya bagi saya?”, melainkan melalui pertanyaan yang lebih lembut: “siapa yang bisa saya rangkul?”

Hari ini, mari kita nikmati rasa lapar ini bukan sebagai siksaan, tapi sebagai pembersih—pembersih sisa-sisa harga diri yang sudah terlalu lama menumpuk.

Mari kita rayakan matinya Sang Pusat Semesta di dalam diri kita, agar yang lahir kemudian adalah manusia yang lebih utuh, lebih sadar, lebih membumi.

Sebab kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kemenangan ego. Ia ditemukan justru di momen ketika kita berhasil menanggalkan semua atribut itu—dan berdiri, dengan jujur dan ringan, di hadapan hidup.

Selamat menghancurkan berhala.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share13Tweet8Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • AI Visual: APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Piala Dunia 2026 Berlanjut ke 16 Besar, Siapa Saja yang Lolos?

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gelombang Panas Brutal di Prancis: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan, Krisis Iklim Semakin Nyata

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pesta Makin Cetar di Usia 30-an, 40-an, 50-an? Ini Rahasia Makeup Party Glowing & Nggak Ketinggalan Zaman ala Salwa! ✨

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Prediksi Argentina vs Swiss: Duel Juara Bertahan Melawan Kuda Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.