Senin, 26 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern

by Redaktur
22/10/2025
in Ekonomi dan Bisnis, Makassar & Sulsel
Reading Time: 5 mins read
A A
urban farming cr

MAKASSAR, WartaKita.id – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis yang signifikan untuk memperkuat kemandirian pangan warganya. Proyek percontohan (pilot project) pengembangan urban farming modern di dua kawasan vital, Sudiang dan Barombong, resmi diluncurkan. Inisiatif ambisius ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga membawa semangat pemberdayaan komunitas dan pemanfaatan lahan urban secara optimal, sebuah etos yang mengingatkan semangat yang sama dalam program “Lorong Wisata” yang digagas oleh Wali Kota Makassar sebelumnya, Danny Pomanto.

Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) mengatakan, Pemkot Makassar mengimplementasikan teknologi pertanian terkini, termasuk hidroponik dan vertikultur yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT), untuk mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan produktif. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret terhadap tantangan inflasi pangan, urbanisasi masif, serta isu keberlanjutan lingkungan yang dihadapi kota metropolitan seperti Makassar.

Transformasi Lahan Urban Menjadi Sentra Pangan Berkelanjutan

Proyek urban farming modern ini merupakan jawaban atas urgensi ketahanan pangan yang semakin terasa di tengah laju urbanisasi Makassar. Dengan pertumbuhan populasi yang pesat, ketersediaan lahan pertanian tradisional semakin menipis, mendorong ketergantungan pada pasokan pangan dari luar kota yang rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi. Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, menargetkan Kecamatan Sudiang di utara dan Barombong di selatan sebagai episentrum awal revolusi pangan urban ini.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Sudiang dan Barombong memiliki potensi lahan kosong yang dapat dioptimalkan, serta aksesibilitas yang baik untuk distribusi hasil panen ke pusat-pusat konsumsi. Di Sudiang, yang merupakan gerbang udara Makassar dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat, proyek ini akan memberikan akses mudah bagi warga sekitar, termasuk karyawan bandara dan masyarakat pemukiman baru, terhadap sayuran segar dan sehat. Sementara di Barombong, area pesisir yang juga berkembang pesat, inisiatif ini dapat mengintegrasikan pertanian urban dengan potensi ekonomi lokal lainnya.

Integrasi teknologi canggih seperti sistem hidroponik (pertanian tanpa tanah), vertikultur (pertanian vertikal), dan pemantauan berbasis IoT menjadi tulang punggung proyek ini. Teknologi tersebut memungkinkan pertanian yang lebih efisien dalam penggunaan air dan lahan, serta menghasilkan produk berkualitas tinggi secara konsisten. Hasil panen berupa sayur-sayuran dan buah-buahan segar ini akan dialokasikan untuk dapur umum, kebutuhan sekolah, serta disalurkan ke pasar-pasar lokal dengan harga terjangkau, memberikan dampak langsung pada stabilitas harga pangan di Makassar.

Semangat Pemberdayaan Komunitas

Salah satu aspek terpenting dari proyek urban farming modern ini adalah keterlibatannya dalam memberdayakan masyarakat. Lebih dari sekadar membangun lahan pertanian, Pemkot Makassar bertekad untuk menciptakan ekosistem yang melibatkan partisipasi aktif warga. Kelompok tani lokal, petani urban, dan masyarakat umum di Sudiang dan Barombong akan menjadi penerima manfaat utama melalui program pelatihan dan pendampingan intensif. Mereka akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pertanian modern, mulai dari persiapan bibit, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen.

Spirit pemberdayaan dan pemanfaatan ruang kota secara kreatif ini sangat senada dengan filosofi “Lorong Wisata” yang sukses diimplementasikan di Makassar beberapa tahun lalu. Program “Lorong Wisata” mengubah lorong-lorong sempit kota yang tadinya kumuh menjadi kawasan yang bersih, hijau, dan memiliki daya tarik wisata, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan kebun sayur rumah tangga. Meskipun fokusnya berbeda – “Lorong Wisata” ke pariwisata dan kebersihan, sementara urban farming ke ketahanan pangan – keduanya memiliki benang merah yang kuat: optimasi aset lokal, pelibatan warga secara langsung, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Makassar.

Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci. “Kami tidak hanya membangun lahan, tetapi juga membangun kapasitas warga. Proyek ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan Makassar dan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, seperti halnya ‘Lorong Wisata’ yang memberdayakan ekonomi lorong,” ujarnya dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota Makassar, Rabu, 22 Oktober 2025. Rapat tersebut dihadiri oleh kepala dinas terkait, wakil wali kota, serta perwakilan komunitas lingkungan, menunjukkan komitmen multisektoral terhadap inisiatif ini.

Target dan Manfaat Konkret bagi Warga Makassar

Proyek percontohan ini telah dimulai sejak awal tahun 2025, dengan target penyelesaian tahap pertama pada akhir tahun. Namun, operasional pertanian dan kegiatan pemberdayaan warga akan berlangsung sepanjang tahun, didukung oleh evaluasi bulanan yang ketat. Pemerintah Kota menargetkan produksi hingga 10 ton sayuran per bulan per kawasan, sebuah angka yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan menekan laju inflasi.

Manfaatnya bagi warga Makassar sangat multi-dimensional:

  • Akses Pangan Murah dan Sehat: Warga, terutama dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, akan mendapatkan akses lebih mudah ke produk segar yang ditanam secara organik atau semi-organik, dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau dibandingkan produk impor. Ini secara langsung mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi isu gizi dan kesehatan masyarakat.
  • Peningkatan Ekonomi Lokal: Pelatihan dan pendampingan memungkinkan warga menjadi petani urban mandiri, bahkan berpotensi menjual hasil panen mereka sendiri. Ini menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi di tingkat komunitas.
  • Lingkungan yang Lebih Baik: Mengurangi kebutuhan transportasi pangan jarak jauh berarti pengurangan emisi karbon. Proyek ini juga terintegrasi dengan program lingkungan hijau kota, dengan pemanfaatan sampah organik sebagai kompos, berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih baik di Makassar.
  • Pendidikan dan Kesadaran: Sekolah-sekolah dan komunitas akan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan manfaat mengonsumsi produk lokal.

Proyek ini bukan sekadar respons sesaat terhadap inflasi atau krisis pangan, melainkan bagian dari visi jangka panjang Makassar untuk menjadi kota yang mandiri, berketahanan, dan berkelanjutan. Dengan rencana ekspansi ke kawasan lain pada tahun 2026, model urban farming modern Makassar diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.

Kesimpulan: Menuju Makassar yang Lebih Mandiri dan Hijau

Inisiatif urban farming modern di Sudiang dan Barombong adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun ketahanan pangan dari dalam. Dengan memadukan teknologi canggih, prinsip keberlanjutan, dan semangat pemberdayaan komunitas yang mengingatkan pada keberhasilan “Lorong Wisata”, proyek ini bukan hanya tentang menanam sayuran, tetapi juga menanam masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warga Makassar. Ini adalah langkah maju menuju kota yang lebih hijau, lebih mandiri secara pangan, dan lebih resilien terhadap berbagai tantangan di masa depan.

BACA JUGA:

Makassar Gratiskan Iuran Sampah: 49.209 KK Berpenghasilan Rendah Terbantu

Jenazah Keempat Korban Pesawat ATR Tiba di Posko DVI Polda Sulsel: Kronologi Penemuan dan Identifikasi

Cuaca Ekstrem Makassar: Wali Kota Imbau Warga Kurangi Aktivitas Laut demi Keselamatan

KPU Makassar dan Pemkot Bersinergi Perkuat Demokrasi dan Data Pemilih Jelang Pemilu 2029

Makassar Pimpin APEC Tingkatkan Kesehatan Anak: Rekomendasi Konkret untuk Masa Depan

Tags: BarombongHidroponikketahanan panganLorong WisataMakassarMunafri ArifuddinPemkot MakassarPertanian ModernSudiangUrban Farming Makassar
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

IDRX dan Solana Bersinergi Kembangkan Tokenisasi Aset Dunia Nyata Berbasis Rupiah: Revolusi Keuangan Digital Indonesia

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

HUT ke-10 Konjen Australia di Makassar: Merajut Kisah Leluhur “Marege” dan Alumni Indonesia-Australia

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

PDAM Makassar Raih Anugerah Pemimpin BUMD Inspiratif, Hamzah Ahmad Diakui Kontribusinya untuk Air Bersih

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Makassar Gratiskan Iuran Sampah: 49.209 KK Berpenghasilan Rendah Terbantu

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Kuota Impor BBM Skema Baru: Ancaman Kelangkaan atau Solusi Efektif?

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Menkeu Purbaya Bantah Isu Tukar Guling Jabatan Deputi BI dan Wamenkeu

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Kemendag Bantah ‘Main Mata’ Importir Bawang Putih Jelang Lebaran, Ini Penjelasan Lengkapnya

25/01/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Optimisme Ekonomi RI: Target Tumbuh 5,4% di 2026, Lampaui Proyeksi IMF

25/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

    Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Banjir Terjang Jalan Panjaitan Jakarta Akibat Hujan Deras, Lalu Lintas Lumpuh

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Longsor dan Banjir Bandang Cisarua, Bandung Barat: Puluhan Rumah Tertimbun, Ratusan Warga Terdampak, Pencarian Korban Berlangsung

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Rangkuman Gempa Bumi 25 Januari 2026, BMKG Catat Aktivitas Seismik Signifikan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bocoran Konsep Seni Fable Reboot: Nostalgia Wilayah Klasik Terungkap!

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dell SE2726D: Monitor 2K 144Hz yang Sempurna untuk Produktivitas dan Gaming Kelas Berat

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Identitas Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Pangkep Terungkap, Evakuasi Masih Berlangsung

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    430 shares
    Share 172 Tweet 108
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.