Minggu, 6 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten

Sudahi Caper demi Eksposur

by Redaktur
03/12/2025
in Berita Terkini, Nasional, Opini
Reading Time: 6 mins read
A A
witasa bencana senyar untuk pencitraan_wartakita.id

Wartakita.id, SUMATERA — Di tengah puing-puing yang disisakan oleh Siklon Senyar, kita menyaksikan dua badai sekaligus. Pertama, badai alam yang menghancurkan rumah warga. Kedua, “badai konten” yang diciptakan oleh rombongan pejabat dan wakil rakyat yang turun ke lapangan.

Bukannya membawa dokumen rancangan undang-undang mitigasi bencana atau surat keputusan percepatan anggaran darurat (yang merupakan tupoksi utama mereka), memperbaiki regulasi pengelolaan hutan yang harus berpihak kepada rakyat dan alam, bukan kepada oligarki dan konco politik, mereka datang membawa tim dokumentasi lengkap dengan drone dan kamera mirrorless.

Pertanyaan pembaca kami sangat menohok: Mengapa mereka tidak bisa melihat peluang bekerja nyata lewat regulasi? Mengapa mereka tidak peduli bahwa rakyat sudah muak?

Jawabannya menyedihkan, namun logis secara politis. Berikut adalah bedah anatomi dari fenomena ini.

1. Ilusi “Kerja Nyata”: Regulasi Itu Abstrak, Foto Itu Konkrit

Secara psikologis, manusia (termasuk pemilih) memiliki bias kognitif yang disebut Availability Heuristic. Kita menilai kinerja seseorang berdasarkan apa yang paling mudah kita ingat dan kita lihat.

  • Regulasi (Tupoksi Sejati): Mengubah UU Penanggulangan Bencana agar birokrasi pencairan dana darurat lebih cepat adalah pekerjaan sunyi. Butuh waktu berbulan-bulan dan hasilnya berupa dokumen PDF yang tidak dibaca rakyat. Hasilnya (korban selamat karena sistem peringatan dini) bersifat intangible.

  • Konten (Pencitraan): Foto pejabat mengangkat satu sak semen atau memeluk korban yang menangis adalah visual instan. Itu mengirim sinyal primitif: “Saya Hadir. Saya Peduli.”

Bagi politisi, regulasi memiliki Return on Investment (ROI) politik yang rendah karena tidak visual. Sementara konten di lokasi bencana memiliki ROI politik instan.

2. Akar Kegagapan: Mengapa Pemda Terlambat (Lagi)?

Di balik hingar-bingar konten pejabat pusat, terdapat realitas sunyi yang mengerikan di level daerah: Paralisis Birokrasi. Kegagapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan merespons Siklon Senyar bukan semata karena ketidakmampuan, melainkan karena ketakutan struktural.

  • Jebakan Administratif (Hyper-Caution): Pejabat daerah tersandera ketakutan akan kriminalisasi anggaran. Dana Belanja Tak Terduga (BTT) seringkali mengendap karena Kepala Daerah takut “salah administrasi” yang berujung pemeriksaan aparat hukum di kemudian hari. Akibatnya, mereka menunggu “petunjuk teknis” dari pusat saat air sudah setinggi leher. Prosedur mengalahkan urgensi nyawa.

  • Mitigasi Kosmetik: Anggaran daerah selama ini habis untuk infrastruktur yang “terlihat” (gerbang kota, tugu, kantor dinas baru). Infrastruktur mitigasi “tak terlihat” seperti sistem drainase bawah tanah, sensor cuaca, atau pelatihan simulasi warga, dianaktirikan. Saat bencana datang, barulah ketahuan bahwa kita telanjang tanpa perlindungan.

  • Krisis Data: Kegagapan terjadi karena keputusan diambil berdasarkan feeling atau laporan ABS (Asal Bapak Senang), bukan data driven. Pemda seringkali tidak punya peta risiko mikro yang akurat, sehingga evakuasi dilakukan secara reaktif, bukan preventif.

3. “Disaster Fatigue”: Saat Pahlawan Asli Mulai Tumbang

Sementara pejabat datang silih berganti dengan baju lapangan yang masih licin dan wangi, ada sisi gelap di lapangan yang luput dari kamera: Overburn Tim SAR Gabungan dan Relawan.

Mereka telah bekerja non-stop 14 hari di lumpur. Kondisi mereka kini berada di titik nadir:

  • Kelelahan Fisik Ekstrem: Minim tidur, makan tidak teratur, dan paparan penyakit kulit/ISPA mulai menggerogoti fisik relawan dan Tim SAR.

  • Trauma Sekunder (Vicarious Trauma): Terus menerus mengevakuasi jenazah dan menghadapi tangisan keluarga korban menciptakan luka batin yang serius. Namun, tidak ada trauma healing bagi penolong; mereka dituntut terus kuat bak mesin.

  • Beban Ganda “Wisata Bencana”: Ini ironi terbesar. Bukannya fokus mencari korban, energi Tim SAR dan warga seringkali terkuras untuk melayani kunjungan VVIP. Menyiapkan tenda VIP, menjadi pemandu jalan bagi pejabat yang ingin foto, hingga rapat seremonial yang tidak perlu. Kehadiran rombongan pejabat seringkali justru menjadi beban logistik tambahan bagi warga yang sudah lelah fisik dan mental.

4. Paradoks “Bad Publicity is Still Publicity”

Mengapa pejabat tetap nekat ngonten meski dikritik? Jawabannya: Ya, absolut. Dalam algoritma media sosial, “kemarahan” adalah mata uang.

BACA JUGA:

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño?

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

Siklus Daun Gugur: Pelajaran Berharga BPBD Sulbar untuk Keseimbangan Alam dan Mitigasi Bencana

Tim media pejabat tahu betul hal ini. Biarkan bosnya viral karena dihujat dulu. Namanya naik di Top of Mind. Nanti, tim PR (Spin Doctors) akan masuk dengan narasi “klarifikasi”. Ini strategi sinis: membajak kebencian untuk mendulang popularitas.

5. Gelembung “Echo Chamber”

Mereka hidup dalam gelembung. Pejabat dikelilingi staf ahli yang hanya melaporkan vanity metrics: “Pak, video Bapak ditonton 2 juta kali!” tanpa melaporkan sentimen negatif di kolom komentar. Mereka bertaruh pada Silent Majority yang mungkin masih lugu, mengabaikan Vocal Minority yang kritis.

Solusi Konkrit: Stop Menonton, Mulai Menagih

A. Bagi Media: Berhenti memberitakan “kunjungan”. Audit kedatangannya: Apakah dia membawa logistik atau hanya merepotkan posko dengan minta jamuan? Angkat cerita kelelahan Tim SAR, bukan heroisme palsu politisi.

B. Bagi Masyarakat:

  • Starve the Beast: Stop share konten pejabat untuk menghujat. Itu memberi mereka panggung.

  • Lindungi Relawan: Jika ada pejabat datang dan merepotkan posko yang sedang sibuk, viralkan gangguan tersebut. Jadilah perisai bagi Tim SAR agar mereka bisa fokus bekerja.

C. Tuntutan Politik:

Tagih transparansi penggunaan Dana BTT. Tanyakan: “Berapa persen terserap? Kenapa lambat?” Paksa mereka bicara angka dan regulasi, bukan narasi simpati.

Sudahi Caper demi Eksposur

Tragedi Siklon Senyar membuka borok kita yang paling dalam. Di satu sisi, ada birokrasi yang gagap karena takut mengambil keputusan dan Tim SAR yang nyaris ambruk karena kelelahan. Di sisi lain, ada elit yang menjadikan penderitaan ini sebagai panggung catwalk politik.

Kita harus berhenti menormalisasi “Wisata Bencana”. Biarkan para penolong bekerja, biarkan birokrat memotong rantai administrasi, merombak dan merapikan carut marut tata kelola hutan agar berpihak pada rakyat dan lingkungan hidup, dan biarkan politisi bekerja di ruang sidang merumuskan perlindungan masa depan—bukan di lokasi bencana demi konten TikTok.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Birokrasi GagapBurnout RelawanKritik SosialMitigasi BencanaPolitik PencitraanSiklon Senyarwartakita
Share16Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Sorotan Antrean Truk Berdrum Kosong di SPBU Makassar: Indikasi Korupsi Solar Subsidi?

05/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Tragedi Sound Horeg di Jatim: Tiga Nyawa Melayang, MUI Jatim Mendesak Polisi Turun Tangan

04/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji: Eks Pejabat Kemenag Ungkap Tak Ada Kajian Pembagian 50:50

04/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Sekda Sintang Kritik Kinerja Menhut soal Karhutla, Kemenhut Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif

04/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Muhadjir Effendy Ungkap Izin Jokowi untuk 10 Ribu Kuota Haji Dialihkan Jadi Visa Mujamalah

04/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Israel Minta Dukungan AS untuk Usir Warga Palestina dari Gaza: Ancaman Kemanusiaan dan Politik

04/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Kemenaker Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru 2027: Fokus SDM Industri & Sektor Unggulan

03/09/2026
Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

Rekrutmen Petugas Haji 2026: 75 Ribu Pelamar Bersaing Ketat Lewat Seleksi CAT

03/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Tragedi Siklon Senyar: Birokrasi Gagap, Relawan Tumbang, Pejabat dan Wakil Rakyatnya Sibuk Ngonten - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    215 shares
    Share 86 Tweet 54
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.