Rabu, 8 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD

by Redaktur
30/08/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
makassar-membara-2_cr

MAKASSAR – Kobaran api yang melalap gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar pada malam Jumat, 29 Agustus 2025, bukan hanya menyisakan puing-puing dan kerugian materiil. Di balik asap pekat dan amuk massa, tragedi kerusuhan ini menelan korban jiwa yang tak ternilai: empat nyawa melayang secara tragis, termasuk tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bertugas dan seorang warga sipil tak berdosa. Peristiwa kelam ini menjadi cerminan pahit akan kegagalan dalam menjaga ketertiban, sekaligus pengingat mendalam tentang harga yang harus dibayar ketika dialog publik runtuh dan kekerasan mengambil alih kendali di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini.

Wartakita.id, yang berada di lokasi langsung untuk melaporkan situasi, menyaksikan langsung duka yang menyelimuti keluarga korban dan komunitas Makassar. Hilangnya Syaiful (43), Muhammad Akbar Basri “Abay” (26), Sarinawati (25), dan Rusdamdiansyah (21) bukan sekadar statistik. Ini adalah kisah tentang harapan yang sirna, tanggung jawab yang terenggut, dan dampak traumatis yang akan membekas di ingatan kolektif masyarakat Makassar untuk waktu yang lama.

Duka di Balik Tugas: Tiga ASN Terjebak Amuk Api

Tiga dari empat korban tewas adalah abdi negara yang sedang menjalankan tugasnya di dalam Gedung DPRD Kota Makassar, sebuah ironi yang menyayat hati. Mereka terjebak dalam kobaran api yang dengan cepat melahap jantung legislatif kota, tak mampu menyelamatkan diri dari kepungan bara dan asap beracun.

Syaiful (43): Dedikasi di Balik Meja Kesra Ujung Tanah

Syaiful, yang berusia 43 tahun, adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ujung Tanah. Sebuah posisi yang krusial, mengingat Ujung Tanah adalah salah satu kecamatan pesisir dan pelabuhan yang dinamis di Makassar, dengan berbagai tantangan sosial dan kebutuhan masyarakat yang beragam. Dedikasinya terhadap kesejahteraan warga tidak diragukan lagi. Rekan-rekan kerja dan warga yang mengenalnya bersaksi tentang sosok yang ramah dan sigap dalam melayani. Kehadirannya di gedung DPRD saat itu kemungkinan besar terkait dengan koordinasi program atau pelaporan yang vital bagi pelayanan publik di wilayahnya. Kematiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarganya, tetapi juga pukulan telak bagi pelayanan publik di Makassar, khususnya di Ujung Tanah, yang kehilangan figur kunci dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

World Cup 2026

Muhammad Akbar Basri “Abay” (26): Lensa yang Diam Membeku

Muhammad Akbar Basri, atau yang akrab disapa Abay, di usianya yang masih 26 tahun telah menunjukkan bakat luar biasa sebagai fotografer di bagian Humas Sekretariat DPRD Kota Makassar. Abay adalah mata dan lensa yang merekam setiap peristiwa penting, setiap kebijakan yang lahir, dan setiap interaksi antara wakil rakyat dengan warganya. Pada malam naas itu, ia berada di garis depan, bukan sebagai peserta demo, melainkan sebagai jurnalis visual yang mendokumentasikan rapat penting. Sebuah tanggung jawab yang mulia, namun berujung tragis. Laporan awal menyebutkan bahwa ia ditemukan tewas dengan kameranya yang masih tergenggam, seolah-olah berusaha mengabadikan detik-detik terakhir sebelum api merenggutnya. Kehilangan Abay adalah hilangnya memori visual institusional, hilangnya narator bisu yang seharusnya menceritakan perjalanan demokrasi di Makassar.

Sarinawati (25): Harapan Muda yang Terbakar

Sarinawati, seorang staf muda berusia 25 tahun di DPRD, adalah simbol dari generasi muda Makassar yang berdedikasi pada pelayanan publik. Sosoknya yang energik dan bersemangat menjadi salah satu roda penggerak di balik layar operasional parlemen kota. Seperti Abay, ia adalah bagian tak terpisahkan dari tim pendukung yang memastikan roda pemerintahan berputar. Kematian Sarinawati menambah daftar panjang korban tak berdosa dalam tragedi yang seharusnya bisa dihindari. Harapan dan cita-citanya untuk berkontribusi bagi Makassar kini pupus bersama puing-puing gedung yang terbakar.

Rusdamdiansyah (21): Warga Sipil yang Jadi Korban Amuk Massa di Urip Sumoharjo

Selain tiga ASN yang tewas dalam kobaran api, tragedi ini juga merenggut nyawa Rusdamdiansyah, seorang pemuda berusia 21 tahun. Kisah kematian Rusdamdiansyah adalah cerminan paling brutal dari runtuhnya tatanan sosial di tengah kerusuhan. Ia ditemukan tewas setelah dikeroyok secara sadis oleh sekelompok massa di Jalan Urip Sumoharjo, salah satu arteri utama Makassar yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting kota. Tuduhan keji yang dilontarkan massa, bahwa ia adalah anggota intelijen aparat keamanan yang menyusup ke barisan demonstran, berujung pada aksi main hakim sendiri yang tak termaafkan.

Keluarga Rusdamdiansyah dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa putranya bukanlah mahasiswa atau aktivis. Ia hanyalah seorang warga biasa yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, terjebak dalam pusaran amarah dan paranoia massa yang tanpa bukti menjustifikasi kekerasan. Kematian Rusdamdiansyah adalah luka mendalam bagi kemanusiaan, menunjukkan betapa rapuhnya nilai-nilai hukum dan keadilan ketika emosi massa dibiarkan menguasai akal sehat.

Dua Wajah Kelam Tragedi: Kegagalan Negara dan Runtuhnya Tatanan Sosial

Tragedi di Makassar ini mengungkap dua wajah kelam yang patut menjadi perenungan serius bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Selatan.

Kegagalan Negara Melindungi Aparatur dan Asetnya

Kematian tiga ASN di dalam Gedung DPRD adalah indikasi nyata kegagalan negara dalam melindungi aset vital dan aparatur sipilnya sendiri. Gedung yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan rakyat dan pusat pengambilan kebijakan bagi Makassar justru menjadi perangkap maut. Ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang protokol keamanan, sistem evakuasi darurat, dan kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi skenario terburuk. Dampak kerugian bukan hanya pada fisik bangunan, tetapi juga pada fungsi legislatif yang lumpuh sementara, mengganggu pembahasan anggaran, peraturan daerah, dan berbagai keputusan penting yang langsung berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Makassar.

Runtuhnya Tatanan Sosial dan Hukum: Bahaya Main Hakim Sendiri

Kematian Rusdamdiansyah akibat pengeroyokan massa adalah cerminan dari runtuhnya tatanan sosial dan hukum. Di tengah kerusuhan, paranoia dan amarah massa menggantikan proses peradilan yang beradab. Tuduhan tanpa bukti menjadi vonis mati, dan kekerasan menjadi satu-satunya ‘hakim’. Peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bagi masyarakat Makassar dan seluruh Indonesia tentang bahaya laten dari aksi main hakim sendiri. Sebuah masyarakat yang membiarkan amarah dan kebencian menjadi pemandu tindakan kolektifnya, pada dasarnya sedang kehilangan kendali atas moral dan kemanusiaannya sendiri. Ini adalah ancaman nyata terhadap stabilitas dan kohesi sosial di kota ini.

World Cup 2026

Menuntut Keadilan dan Akuntabilitas: Pelajaran Pahit bagi Makassar

Laporan dari koalisi masyarakat sipil mencatat bahwa total korban tewas dalam gelombang demonstrasi nasional pada akhir Agustus mencapai setidaknya sepuluh orang, menempatkan tragedi di Makassar sebagai bagian dari fenomena yang lebih besar. Namun, bagi warga Makassar, empat nyawa yang hilang ini memiliki makna yang sangat personal dan mendalam. Mereka adalah bagian dari komunitas, keluarga, dan harapan yang kini tinggal kenangan.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan biaya manusia yang harus dibayar ketika dialog publik gagal dan kekerasan mengambil alih. Pemerintah Kota Makassar, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat harus belajar dari kejadian ini. Penyelidikan yang transparan dan akuntabel terhadap penyebab kematian, baik akibat kebakaran maupun pengeroyokan, adalah suatu keharusan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan, serta evaluasi komprehensif terhadap mekanisme pengamanan dan penanganan unjuk rasa, harus segera dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Makassar harus bangkit dari duka ini dengan tekad yang lebih kuat untuk memelihara kedamaian, menjunjung tinggi hukum, dan mengedepankan dialog dalam setiap perbedaan.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini Dimulai: Harapan Baru Produktivitas 828 Hektare Sawah di Luwu

Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Luwu Kawal Pembangunan Irigasi Lengkong Pini dan Makawa

Jembatan Barombong Makassar: Harapan Baru Lewat Diskresi Menteri PU Setelah Gagal Program Inpres

Makassar Siap Menggebrak: 5.000 Peserta HKG PKK dan HUT Dekranas 2026, Dongkrak Ekonomi Lokal

Tiga Pelajar Unggulan Dinobatkan Duta Baca Pelajar Makassar 2026: Menggerakkan Literasi di Jantung Sulawesi Selatan

Tags: Amuk MassaASN TewasDPRD Makassar TerbakarJurnalisme InvestigasiKeadilan KorbanKerusuhan MakassarKorban KerusuhanSulawesi SelatanTragedi MakassarWarga Sipil Tewas
Share12Tweet8Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

08/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

PM Singapura Kunjungi Jakarta: Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Protokol

05/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

KLHK Prioritaskan Pemadaman TPA Jatiwaringin: Investigasi Penyebab Ditunda Hingga Api Benar-Benar Padam

05/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini Dimulai: Harapan Baru Produktivitas 828 Hektare Sawah di Luwu

05/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Akselerasi Luwu-Toraja Utara: Pemprov Sulsel Groundbreaking Proyek Rp 239 Miliar demi Konektivitas dan Ekonomi Lokal

05/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Luwu Kawal Pembangunan Irigasi Lengkong Pini dan Makawa

05/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Kebakaran TPA Jatiwaringin Lumpuhkan 154 Warga dengan ISPA, Dinkes Tangerang Bentuk Posko Darurat

03/07/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Skandal Korupsi Gizi Nasional: Oknum TNI Terlibat, Jakgung Ungkap Modus Baru Pengadaan Sepeda Motor dan *Food Tray*

03/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Piala Dunia 2026 Berlanjut ke 16 Besar, Siapa Saja yang Lolos?

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Gelombang Panas Brutal di Prancis: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan, Krisis Iklim Semakin Nyata

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bupati Kuansing Suhardiman Amby ‘Hilang’ Saat OTT KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan Sekda

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.