Rabu, 16 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD

by Redaktur
30/08/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
makassar-membara-2_cr

MAKASSAR – Kobaran api yang melalap gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar pada malam Jumat, 29 Agustus 2025, bukan hanya menyisakan puing-puing dan kerugian materiil. Di balik asap pekat dan amuk massa, tragedi kerusuhan ini menelan korban jiwa yang tak ternilai: empat nyawa melayang secara tragis, termasuk tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bertugas dan seorang warga sipil tak berdosa. Peristiwa kelam ini menjadi cerminan pahit akan kegagalan dalam menjaga ketertiban, sekaligus pengingat mendalam tentang harga yang harus dibayar ketika dialog publik runtuh dan kekerasan mengambil alih kendali di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini.

Wartakita.id, yang berada di lokasi langsung untuk melaporkan situasi, menyaksikan langsung duka yang menyelimuti keluarga korban dan komunitas Makassar. Hilangnya Syaiful (43), Muhammad Akbar Basri “Abay” (26), Sarinawati (25), dan Rusdamdiansyah (21) bukan sekadar statistik. Ini adalah kisah tentang harapan yang sirna, tanggung jawab yang terenggut, dan dampak traumatis yang akan membekas di ingatan kolektif masyarakat Makassar untuk waktu yang lama.

Duka di Balik Tugas: Tiga ASN Terjebak Amuk Api

Tiga dari empat korban tewas adalah abdi negara yang sedang menjalankan tugasnya di dalam Gedung DPRD Kota Makassar, sebuah ironi yang menyayat hati. Mereka terjebak dalam kobaran api yang dengan cepat melahap jantung legislatif kota, tak mampu menyelamatkan diri dari kepungan bara dan asap beracun.

Syaiful (43): Dedikasi di Balik Meja Kesra Ujung Tanah

Syaiful, yang berusia 43 tahun, adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ujung Tanah. Sebuah posisi yang krusial, mengingat Ujung Tanah adalah salah satu kecamatan pesisir dan pelabuhan yang dinamis di Makassar, dengan berbagai tantangan sosial dan kebutuhan masyarakat yang beragam. Dedikasinya terhadap kesejahteraan warga tidak diragukan lagi. Rekan-rekan kerja dan warga yang mengenalnya bersaksi tentang sosok yang ramah dan sigap dalam melayani. Kehadirannya di gedung DPRD saat itu kemungkinan besar terkait dengan koordinasi program atau pelaporan yang vital bagi pelayanan publik di wilayahnya. Kematiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarganya, tetapi juga pukulan telak bagi pelayanan publik di Makassar, khususnya di Ujung Tanah, yang kehilangan figur kunci dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Muhammad Akbar Basri “Abay” (26): Lensa yang Diam Membeku

Muhammad Akbar Basri, atau yang akrab disapa Abay, di usianya yang masih 26 tahun telah menunjukkan bakat luar biasa sebagai fotografer di bagian Humas Sekretariat DPRD Kota Makassar. Abay adalah mata dan lensa yang merekam setiap peristiwa penting, setiap kebijakan yang lahir, dan setiap interaksi antara wakil rakyat dengan warganya. Pada malam naas itu, ia berada di garis depan, bukan sebagai peserta demo, melainkan sebagai jurnalis visual yang mendokumentasikan rapat penting. Sebuah tanggung jawab yang mulia, namun berujung tragis. Laporan awal menyebutkan bahwa ia ditemukan tewas dengan kameranya yang masih tergenggam, seolah-olah berusaha mengabadikan detik-detik terakhir sebelum api merenggutnya. Kehilangan Abay adalah hilangnya memori visual institusional, hilangnya narator bisu yang seharusnya menceritakan perjalanan demokrasi di Makassar.

Sarinawati (25): Harapan Muda yang Terbakar

Sarinawati, seorang staf muda berusia 25 tahun di DPRD, adalah simbol dari generasi muda Makassar yang berdedikasi pada pelayanan publik. Sosoknya yang energik dan bersemangat menjadi salah satu roda penggerak di balik layar operasional parlemen kota. Seperti Abay, ia adalah bagian tak terpisahkan dari tim pendukung yang memastikan roda pemerintahan berputar. Kematian Sarinawati menambah daftar panjang korban tak berdosa dalam tragedi yang seharusnya bisa dihindari. Harapan dan cita-citanya untuk berkontribusi bagi Makassar kini pupus bersama puing-puing gedung yang terbakar.

Rusdamdiansyah (21): Warga Sipil yang Jadi Korban Amuk Massa di Urip Sumoharjo

Selain tiga ASN yang tewas dalam kobaran api, tragedi ini juga merenggut nyawa Rusdamdiansyah, seorang pemuda berusia 21 tahun. Kisah kematian Rusdamdiansyah adalah cerminan paling brutal dari runtuhnya tatanan sosial di tengah kerusuhan. Ia ditemukan tewas setelah dikeroyok secara sadis oleh sekelompok massa di Jalan Urip Sumoharjo, salah satu arteri utama Makassar yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting kota. Tuduhan keji yang dilontarkan massa, bahwa ia adalah anggota intelijen aparat keamanan yang menyusup ke barisan demonstran, berujung pada aksi main hakim sendiri yang tak termaafkan.

Keluarga Rusdamdiansyah dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa putranya bukanlah mahasiswa atau aktivis. Ia hanyalah seorang warga biasa yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, terjebak dalam pusaran amarah dan paranoia massa yang tanpa bukti menjustifikasi kekerasan. Kematian Rusdamdiansyah adalah luka mendalam bagi kemanusiaan, menunjukkan betapa rapuhnya nilai-nilai hukum dan keadilan ketika emosi massa dibiarkan menguasai akal sehat.

Dua Wajah Kelam Tragedi: Kegagalan Negara dan Runtuhnya Tatanan Sosial

Tragedi di Makassar ini mengungkap dua wajah kelam yang patut menjadi perenungan serius bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Selatan.

Kegagalan Negara Melindungi Aparatur dan Asetnya

Kematian tiga ASN di dalam Gedung DPRD adalah indikasi nyata kegagalan negara dalam melindungi aset vital dan aparatur sipilnya sendiri. Gedung yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan rakyat dan pusat pengambilan kebijakan bagi Makassar justru menjadi perangkap maut. Ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang protokol keamanan, sistem evakuasi darurat, dan kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi skenario terburuk. Dampak kerugian bukan hanya pada fisik bangunan, tetapi juga pada fungsi legislatif yang lumpuh sementara, mengganggu pembahasan anggaran, peraturan daerah, dan berbagai keputusan penting yang langsung berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Makassar.

Runtuhnya Tatanan Sosial dan Hukum: Bahaya Main Hakim Sendiri

Kematian Rusdamdiansyah akibat pengeroyokan massa adalah cerminan dari runtuhnya tatanan sosial dan hukum. Di tengah kerusuhan, paranoia dan amarah massa menggantikan proses peradilan yang beradab. Tuduhan tanpa bukti menjadi vonis mati, dan kekerasan menjadi satu-satunya ‘hakim’. Peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bagi masyarakat Makassar dan seluruh Indonesia tentang bahaya laten dari aksi main hakim sendiri. Sebuah masyarakat yang membiarkan amarah dan kebencian menjadi pemandu tindakan kolektifnya, pada dasarnya sedang kehilangan kendali atas moral dan kemanusiaannya sendiri. Ini adalah ancaman nyata terhadap stabilitas dan kohesi sosial di kota ini.

Menuntut Keadilan dan Akuntabilitas: Pelajaran Pahit bagi Makassar

Laporan dari koalisi masyarakat sipil mencatat bahwa total korban tewas dalam gelombang demonstrasi nasional pada akhir Agustus mencapai setidaknya sepuluh orang, menempatkan tragedi di Makassar sebagai bagian dari fenomena yang lebih besar. Namun, bagi warga Makassar, empat nyawa yang hilang ini memiliki makna yang sangat personal dan mendalam. Mereka adalah bagian dari komunitas, keluarga, dan harapan yang kini tinggal kenangan.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan biaya manusia yang harus dibayar ketika dialog publik gagal dan kekerasan mengambil alih. Pemerintah Kota Makassar, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat harus belajar dari kejadian ini. Penyelidikan yang transparan dan akuntabel terhadap penyebab kematian, baik akibat kebakaran maupun pengeroyokan, adalah suatu keharusan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan, serta evaluasi komprehensif terhadap mekanisme pengamanan dan penanganan unjuk rasa, harus segera dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Makassar harus bangkit dari duka ini dengan tekad yang lebih kuat untuk memelihara kedamaian, menjunjung tinggi hukum, dan mengedepankan dialog dalam setiap perbedaan.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

BPH Migas Jamin Stok BBM: Pasca Antrean Panjang di Makassar, Pasokan Subsidi & Non-Subsidi Terkendali

Antrean BBM di Makassar Mengurai: Pertamina dan Pemprov Sulsel Capai Titik Normal

Ganjil-Genap BBM Subsidi di Sulsel: Aturan Lengkap Pemprov Atasi Antrean Panjang

Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

Tags: Amuk MassaASN TewasDPRD Makassar TerbakarJurnalisme InvestigasiKeadilan KorbanKerusuhan MakassarKorban KerusuhanSulawesi SelatanTragedi MakassarWarga Sipil Tewas
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa, China-Rusia Peringatkan Perang Antariksa

16/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

PLN Berpacu dengan Waktu: Strategi Intensif Atasi Krisis Listrik Sulbagsel, Inovasi hingga Teknologi Modifikasi Cuaca

16/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Program Makanan Bergizi PKK Makassar: Terobosan Sukses Turunkan Stunting dan Tingkatkan Berat Badan Anak

16/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Pemecatan Menteri Lewat Telepon: Sorotan Analis Komunikasi Politik Unpad Terhadap Etika Birokrasi

16/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Absen di DPR, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Jadi Sorotan Pasca OTT KPK

16/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

15/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

PLN Sulawesi Perkuat Warga Kaluku Bodoa Makassar Hadapi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

15/09/2026
Tragedi Pilu di Jantung Makassar: Empat Nyawa Melayang dalam Kobaran Api Gedung DPRD - Featured

Wali Kota Makassar Mendesak Pertamina Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg dan Perketat Pengawasan Distribusi

15/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    1214 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Antrean BBM Makassar Tak Mereda: Long Lines, Pemicu Kemacetan, dan Respons Setengah Hati

    976 shares
    Share 388 Tweet 243
  • DPRD Sulsel Mendesak Pertamina Stabilisasi Pasokan BBM & Elpiji di Tengah Antrean Panjang Makassar

    935 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Ganjil-Genap BBM Subsidi di Sulsel: Aturan Lengkap Pemprov Atasi Antrean Panjang

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BPH Migas Jamin Stok BBM: Pasca Antrean Panjang di Makassar, Pasokan Subsidi & Non-Subsidi Terkendali

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Nintendo Switch 3: Revolusi Visual dengan Layar OLED 120Hz & Kekuatan DLSS 4 dari NVIDIA

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 5 Gaya Styling Kilat Anti Lepek & Berantakan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.