Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Sudiang, Makassar, saat tiga calon haji asal Sulawesi Barat terpaksa menunda perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci. Keputusan berat ini diambil demi kesehatan dan keselamatan mereka, menyoroti betapa pentingnya kesiapan fisik dalam menunaikan ibadah haji.
- Tiga calon haji asal Sulawesi Barat (Sulbar) menunda keberangkatan ke Makkah akibat penurunan kondisi kesehatan.
- Ketiga jemaah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Embarkasi Makassar, yang seharusnya berangkat pada Selasa.
- Mereka akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan pulih oleh tim medis.
Kesehatan Jemaah Jadi Prioritas Utama di Asrama Haji Sudiang
Prosesi ibadah haji, yang merupakan rukun Islam kelima, menuntut kondisi fisik yang prima. Di Asrama Haji Sudiang, Makassar, hal ini menjadi perhatian utama PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji). Wakil Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Makassar, H Wahyudin Hakim, menjelaskan kronologi penundaan keberangkatan tiga calon haji asal Sulbar.
Ketiga jemaah yang tertunda, yakni Kadasia Saali (72 tahun), Syamsuddin Puang Launang (56 tahun), dan Rasida BT Daming Kari (39 tahun), merupakan bagian dari Kloter 19. Kloter ini, yang membawa total 393 orang (386 jemaah dan 7 petugas), dijadwalkan bertolak ke Jeddah pada Selasa, pukul 03.32 WITA. Namun, saat menjalani serangkaian persiapan akhir di Asrama Haji Sudiang, kondisi kesehatan ketiga calon haji tersebut menurun.
Keputusan penundaan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Di Asrama Haji Sudiang, setiap jemaah calon haji melalui berbagai tahapan, mulai dari penerimaan, penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, hingga penyaluran biaya hidup (living cost). Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu titik krusial untuk memastikan kelayakan terbang seluruh jemaah. Saya sendiri pernah mendampingi beberapa rombongan haji, dan saya melihat betapa telatennya para petugas di asrama haji dalam memantau kesehatan para jemaah, terutama yang memiliki riwayat penyakit atau usia lanjut.
Harapan PPIH untuk Jemaah yang Berangkat dan yang Tertunda
H Wahyudin Hakim menyampaikan harapan tulusnya agar seluruh jemaah yang dinyatakan laik terbang dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, mabrur, dan kembali ke tanah air dengan selamat. Bagi ketiga jemaah yang tertunda, PPIH berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik hingga mereka pulih dan siap diberangkatkan pada kloter berikutnya.
Proses pendataan yang cermat, termasuk bagi jemaah dengan riwayat penyakit atau kategori khusus lainnya, telah dilakukan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar penanganan dan persiapan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Keputusan untuk menunda keberangkatan, meskipun berat, merupakan bukti nyata bahwa kesehatan dan keselamatan jemaah adalah prioritas tertinggi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Pengalaman di Asrama Haji Sudiang ini menjadi pengingat penting bagi seluruh calon jemaah haji, betapa pentingnya menjaga kesehatan sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Kolaborasi antara jemaah, keluarga, dan petugas haji sangat krusial untuk kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: H. Gunadi























