Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, memberikan pernyataan tegas dan terukur mengenai dukungannya terhadap rangkaian acara pendahuluan Konferensi Imam Masjid Sedunia yang akan segera digelar di Makassar. Dukungan ini mencakup aspek keamanan, ketertiban, dan kelancaran, menyoroti pentingnya acara ini bagi kebaikan bersama.
Keamanan dan Kemaslahatan Bersama Jadi Prioritas Utama
Dalam sebuah pernyataan yang lugas di Makassar pada Rabu lalu, Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menegaskan komitmennya, “Insya Allah, kami siap hadir dan mendukung kegiatannya, khususnya dalam hal keamanan, ketertiban dan kelancaran pelaksanaan kegiatannya, karena ini demi kebaikan dan juga kemaslahatan bersama.” Pernyataan ini menggarisbawahi peran vital kepolisian dalam memastikan acara berskala internasional ini berjalan lancar dan aman, sejalan dengan visi besar yang diusung oleh para penyelenggara.
Rangkaian Acara Pendahuluan yang Strategis
Acara pendahuluan yang akan diselenggarakan di Masjid Al Markaz Al Islami ini tidak hanya terbatas pada satu kegiatan, melainkan serangkaian acara strategis yang meliputi seminar nasional, Istighosah, dan tabligh akbar. Rangkaian ini dirancang untuk membangun fondasi yang kuat sebelum acara puncak. Diperkirakan, ribuan peserta akan memadati Masjid Al Markaz Al Islami, yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), KH Nasaruddin Umar. Partisipasi sekitar 5.000 peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan harapan besar terhadap kegiatan ini.
Menyongsong International Grand Imam Conference (IGIC) 2026
Kegiatan di Makassar ini merupakan bagian integral dan persiapan awal dari International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, sebuah forum global yang akan mempertemukan para Imam Besar dan imam masjid terkemuka dari seluruh dunia. Acara puncak IGIC 2026 rencananya akan dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, menjelang akhir tahun 2026. Konferensi akbar ini diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 500 Imam Besar, menjadikannya momen penting dalam dialog keagamaan dan persatuan umat Islam global.
Kolaborasi Kunci untuk Transformasi Citra Sulawesi Selatan
Lebih dari sekadar pengamanan acara, Kapolda Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menaruh harapan besar pada terjalinnya kolaborasi dan partisipasi aktif antara IPIM, Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Kemenag Sulsel), dan Universitas Islam Alauddin (UIN Alauddin) Makassar. Tujuannya jelas: mewujudkan dan menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Sulawesi Selatan, sekaligus berupaya mengubah citra daerah.
“Saya harap kita bisa berkolaborasi dan bersinergi kuat dalam menjaga kamtibmas di Sulsel, khususnya dalam mengubah citra Sulsel yang selama ini identik dengan unjuk rasanya, identik dengan narkoba serta kenakalan remaja yang akhir-akhir ini sudah mengarah ke tindakan kriminal,” ungkap Kapolda.
Kapolda menekankan bahwa pendekatan hukum semata tidak memadai untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. Beliau memandang bahwa pendekatan keagamaan dan budaya, yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para imam masjid, memiliki potensi besar sebagai solusi alternatif yang efektif. Kehadiran para imam masjid sebagai figur panutan diharapkan mampu memberikan pengaruh positif yang mendalam.
Sinergi Kemenag Sulsel dan Polda Sulsel: Fondasi Kamtibmas yang Kuat
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menjelaskan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan kegiatan pendahuluan ini. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PW IPIM) Sulsel, Kanwil Kemenag Sulsel, dan UIN Alauddin Makassar, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026. Ali Yafid juga menyatakan apresiasinya yang tinggi terhadap sinergi yang telah terjalin erat antara Kemenag Sulsel dan Polda Sulsel selama ini.
Kerja sama ini meliputi berbagai aspek krusial, mulai dari penanggulangan dan pencegahan aksi terorisme serta radikalisme yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88, hingga kegiatan penyuluhan Kamtibmas yang dikoordinasikan bersama Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas). Ali Yafid menegaskan, “Selama ini, kami dengan pihak Polda Sulsel memang sudah menjalin kerja sama dalam berbagai aspek, mulai penyuluhan Kamtibmas bersama Ditbinmas dan penanggulangan terorisme serta radikalisme bersama BNPT. Insya Allah apapun itu demi keamanan dan kemaslahatan rakyat dan umat, kami selalu siap bersinergi.” Komitmen bersama ini menjadi bukti nyata keseriusan dalam menjaga kondusivitas dan membangun masa depan yang lebih baik bagi Sulawesi Selatan.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























