Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan kesiapan penuh melalui apel siaga di Makassar. Seluruh petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar dinyatakan siap operasional.
- Kesiapan petugas PPIH Embarkasi Makassar mencapai 99%, dengan kelengkapan dokumen visa 100%.
- Fokus pelayanan diberikan pada jemaah lanjut usia (lansia) sebagai prioritas utama.
- Total 16.750 jemaah dari 8 provinsi akan diberangkatkan melalui 43 kloter.
- Inovasi seperti bus khusus karantina diterapkan untuk kenyamanan jemaah.
Kesiapan Operasional Embarkasi Makassar Menjelang Puncak Pelaksanaan Haji 2026
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, dalam keterangannya di Makassar, Senin, mengumumkan bahwa persiapan teknis dan administratif telah mencapai tahap akhir. “Atas nama PPIH, sampai hari ini persiapan kita untuk menjemput jamaah, kita nyatakan 99 persen telah siap, termasuk kelengkapan dokumen seperti visa sudah 100 persen,” tegas Ikbal. Pernyataan ini menggarisbawahi tingkat keseriusan dan profesionalisme dalam mempersiapkan salah satu momen ibadah terpenting bagi umat Muslim.
Lebih lanjut, Ikbal merinci bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji telah berupaya maksimal dalam menyiapkan sarana dan prasarana. Berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan, salah satunya adalah penyediaan bus khusus yang akan melayani jemaah selama masa karantina. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran pergerakan jemaah, khususnya dalam menghadapi dinamika operasional di asrama haji.
Prioritas Pelayanan bagi Jemaah Lansia
Dalam rangkaian apel siaga tersebut, Ikbal Ismail menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap jemaah haji lanjut usia (lansia). Sebanyak 138 petugas haji dikerahkan secara spesifik untuk memberikan pendampingan intensif kepada seluruh Jemaah Calon Haji (JCH). Jemaah lansia menjadi prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan, mulai dari proses kedatangan, akomodasi, hingga keberangkatan. Hal ini mencerminkan komitmen Kemenag untuk memastikan ibadah haji dapat terlaksana dengan khidmat dan nyaman bagi seluruh lapisan jemaah, tanpa terkecuali.
Detail Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Kloter
Jadwal keberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Makassar telah ditetapkan dengan cermat. “Insyaallah besok Kloter 1 kita terima pukul 8.00 WITA, dan akan diberangkatkan pukul 03.20. Kloter 2 akan kami terima pukul 11.00 WITA, dan akan kami berangkatkan 07.00 WITA,” ungkap Ikbal, memberikan gambaran konkret mengenai alur operasional. Pembagian jadwal yang terstruktur ini diharapkan dapat meminimalkan potensi penumpukan dan memastikan efisiensi proses pemberangkatan.
Cakupan Wilayah dan Jumlah Jemaah dari 8 Provinsi
Embarkasi Makassar memiliki peran strategis sebagai titik keberangkatan bagi jemaah dari berbagai provinsi di wilayah timur Indonesia. Secara total, Embarkasi Makassar akan memberangkatkan 43 kloter yang terdiri dari jemaah haji dari delapan provinsi. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Cakupan wilayah yang luas ini menunjukkan pentingnya peran Embarkasi Makassar dalam memfasilitasi ibadah haji nasional.
Target 16.750 Jemaah dalam 44 Kloter
Jumlah total Jemaah Calon Haji (JCH) yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar diproyeksikan sebanyak 16.750 orang. Jemaah tersebut akan terbagi dalam 44 kloter dan akan dilayani selama 30 hari penuh, baik pada fase keberangkatan maupun kepulangan. Angka ini mencerminkan skala besar dari persiapan yang harus dilakukan oleh seluruh pihak terkait.
Kelancaran Visa untuk Kloter Awal
Koordinasi yang baik antara Kemenag dan otoritas negara tujuan haji terlihat dari kelancaran proses penerbitan visa. Untuk pembagian visa bagi kloter pertama dan kedua, dilaporkan tidak ada kendala yang berarti. “Seluruh visa untuk JCH kloter awal telah terbit dan akan dibagikan setelah seluruh JCH memasuki pemondokan di asrama haji,” ujar Ikbal. Hal ini memberikan rasa aman dan kepastian bagi jemaah yang akan segera menunaikan ibadah haji.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: MA. Untung























