Momen haru menyelimuti Aula Asrama Haji Sudiang Makassar pada Rabu malam (3/6) ketika Kloter 4 jemaah haji asal Kabupaten Wajo dan Kota Makassar akhirnya tiba kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji.
Rincian Kedatangan Kloter 4 Jemaah Haji
Pesawat GIA 1404 yang membawa rombongan Kloter 4 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 22.11 WITA, lebih cepat 19 menit dari jadwal yang diperkirakan. Uniknya, tahun ini jemaah disambut dengan fasilitas garbarata, sebuah terobosan baru dalam pelayanan kedatangan haji.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi-Debarkasi Makassar melaporkan bahwa total 391 jemaah dan petugas yang kembali, terdiri atas 121 pria dan 270 wanita. Jumlah ini sedikit berkurang dari total keberangkatan awal.
Satu Jemaah Kloter 4 Masih Menjalani Perawatan di Makkah
Meski mayoritas telah kembali dengan selamat, satu orang jemaah haji asal Kabupaten Wajo, Bapak Samsu Tike (68), masih harus menjalani perawatan intensif di Saudi National Hospital Makkah. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Layanan Lansia PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, Bapak Abdul Gaffar, yang memantau kondisi seluruh jemaah.
Kloter 4 ini didominasi oleh jemaah asal Kabupaten Wajo, sebanyak 382 orang. Tiga jemaah berasal dari Kota Makassar, ditambah enam petugas kloter yang mendampingi perjalanan ibadah.
Pesan Moral: Menjaga Kemabruran Haji di Tanah Air
Dalam sambutan penerimaannya, Bapak Abdul Gaffar tidak hanya menyampaikan selamat atas kepulangan, tetapi juga mengingatkan para jemaah akan makna mendalam dari ibadah haji mabrur. Beliau menekankan bahwa haji adalah momentum penyucian diri dan pertobatan yang harus dijaga integritasnya di tengah kehidupan sehari-hari.
“Saat wukuf di Arafah kita beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah. Lempar jumrah menjadi simbol membuang seluruh perbuatan buruk dalam kehidupan,” ujar Bapak Abdul Gaffar, menjelaskan filosofi ritual haji.
Lebih lanjut, Bapak Abdul Gaffar menegaskan bahwa predikat haji mabrur bukanlah sekadar gelar kehormatan. Ini adalah sebuah amanah moral yang menuntut para jemaah untuk terus menebarkan kebaikan, menunjukkan perubahan positif dalam sikap dan akhlak sehari-hari. Ia berpesan agar perjuangan dan pengorbanan selama berhaji tidak menjadi sia-sia hanya karena kembali pada kebiasaan buruk.
Apresiasi dan Ucapan Syukur
Bapak Abdul Gaffar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jemaah haji Kloter 4 atas kerja sama yang baik selama proses penyelenggaraan ibadah haji. Komitmen dan kepatuhan jemaah menjadi faktor penting kelancaran pelaksanaan ibadah.
Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Wajo, Bapak M. Arwes, selaku Kabag Kesra, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kepulangan jemaah asal Wajo dalam keadaan sehat walafiat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PPIH Debarkasi Makassar atas segala pelayanan yang telah diberikan kepada para jemaah selama embarkasi dan debarkasi.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























