Minggu, 8 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata

by A. Burhany
26/12/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Sebuah kabar menyeruak dari Washington D.C., membawa serta wacana yang menggelitik rasa kebangsaan sekaligus nalar kemanusiaan kita. Yehuda Kaploun, sosok yang baru dikonfirmasi sebagai Utusan Khusus AS untuk Memantau dan Memerangi Antisemitisme, menyuarakan keinginannya untuk “mengubah” buku ajar di Indonesia. Alasannya klasik: menekan bibit kebencian.

Redaksi mencatat, wacana ini muncul dengan premis data yang goyah—menyebut Indonesia memiliki 350 juta Muslim, sebuah angka yang secara statistik meleset jauh dari fakta demografi kita. Namun, marilah kita kesampingkan sejenak kekeliruan data tersebut. Ada persoalan yang jauh lebih mendasar, lebih filosofis, dan lebih krusial untuk didiskusikan daripada sekadar angka: yakni tentang ilusi social engineering (rekayasa sosial) di era keterbukaan dan makna sejati dari memanusiakan manusia.

Kampung Global yang “Rumpi”

Dunia hari ini bukan lagi dunia tahun 1940-an di mana propaganda bisa disuntikkan secara tunggal melalui corong radio atau dikte buku sekolah. Kita hidup di tengah 8 miliar manusia yang terkoneksi dalam sebuah “kampung global yang rumpi”.

Gagasan bahwa mengubah satu paragraf dalam buku teks di sekolah dasar di pelosok Jawa akan serta-merta mengubah cara pandang generasi muda terhadap geopolitik global adalah sebuah kenaifan di era digital. Anak-anak hari ini belajar dari realitas yang mereka lihat, bukan hanya dari teks yang mereka baca.

Dinding-dinding kelas telah runtuh digantikan oleh layar gawai. Ketika sebuah narasi dipaksakan—namun bertabrakan dengan fakta visual yang viral di media sosial secara real-time—maka narasi itu akan “mati angin”. Propaganda, sehalus apa pun, akan luruh ketika dihadapkan pada kenyataan telanjang tentang ketidakadilan yang terekam kamera netizen. Upaya membersihkan nama baik atau menanamkan simpati tidak bisa lagi dilakukan lewat revisi kurikulum, melainkan lewat konsistensi perilaku di panggung dunia.

Monopoli Trauma dan Standar Ganda

Poin kedua yang menjadi catatan kritis Redaksi adalah tentang cara kita memandang tragedi. Istilah “antisemitisme” dan trauma sejarah yang melekat padanya, seringkali didengungkan sedemikian rupa seolah menjadi satu-satunya standar penderitaan yang harus diakui dunia.

Di sini letak kerancuan logikanya. Menolak kebencian adalah kewajiban moral setiap manusia beradab. Namun, menjadikan satu jenis tragedi sebagai “kiblat” penderitaan, sembari menutup mata pada tragedi kemanusiaan (holokaus dalam bentuk lain) yang terjadi hari ini di belahan bumi lain, adalah bentuk standar ganda yang mencederai rasa keadilan.

Holokaus adalah tragedi kemanusiaan, titik. Genosida di Gaza adalah tragedi kemanusiaan, titik. Pembantaian etnis di manapun adalah tragedi kemanusiaan. Tidak boleh ada hierarki dalam penderitaan. Masalah sesungguhnya bukanlah pada label etnisnya—Yahudi, Arab, Asia, atau Eropa—melainkan pada ketidakmampuan mendasar manusia untuk saling memanusiakan. Kebencian tidak lahir dari buku ajar; ia lahir dari hilangnya empati dan pengingkaran terhadap hak hidup orang lain yang berbeda.

Jalan Keluar: Keteladanan, Bukan Intervensi

Maka, jika tujuannya adalah menghapus kebencian dan menumbuhkan penerimaan, intervensi kurikulum asing bukanlah jawabannya. Itu adalah langkah top-down yang justru berpotensi memicu resistensi dan sentimen anti-asing yang kontraproduktif.

Cara paling efektif—dan mungkin satu-satunya cara yang tersisa di abad ini—adalah dengan memberi contoh (lead by example).

Jika dunia ingin melihat wajah yang ramah, tunjukkanlah wajah yang ramah itu dalam kebijakan, dalam perlakuan terhadap warga sipil, dan dalam penghormatan terhadap nyawa manusia tanpa pandang bulu. Buktikan bahwa etnis Yahudi, sebagaimana etnis lainnya di muka bumi ini, berdiri setara dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal.

Ketika laku lampah memanusiakan sesama itu terwujud nyata, buku ajar tak perlu diubah paksa. Rasa hormat dan simpati akan tumbuh secara organik di hati para siswa, melampaui apa yang tertulis dalam tinta kurikulum manapun.

Dunia sedang menonton, dan dunia tidak butuh editor buku. Dunia butuh teladan kemanusiaan.

BACA JUGA:

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar Kembali Diterjunkan dalam Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

Tags: esaiIsu GlobalKemanusiaanOpini RedaksiPendidikanRedaksianaYehuda Kaploun
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

sd monginsidi makassar wartakita cr

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

05/02/2026
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

05/02/2026
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

03/02/2026
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

01/02/2026
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

15/01/2026
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

08/01/2026
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

28/12/2025
di balik curah hujan 400mm

Di Balik Curah Hujan 400mm: Menguji Logika “Sawit Tak Bisa Disalahkan” dalam Banjir Sumatera

08/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    487 shares
    Share 195 Tweet 122
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    470 shares
    Share 188 Tweet 118
  • Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Anomali Nikel Indonesia: Impor Bijih Filipina Membanjir, Produksi Dalam Negeri Terancam?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Kuat Terasa hingga Yogyakarta dan Malang – BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Asap Kuning di Cilegon: Kebocoran Asam Nitrat di PT Vopak Merak Picu Kepanikan Warga, Walikota Turun Tangan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Investasi Rp110 Triliun untuk 6 Proyek Hilirisasi: Mendorong Ekonomi Nasional dan Menciptakan 3.000 Lapangan Kerja

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bareskrim Polri Ungkap ‘Goreng Saham’ Rp467 Miliar, Tiga Tersangka Ditetapkan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.