Jumat, 16 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib

Membuktikan Ekosistem Pertanian Modern adalah Kunci Kedaulatan

by A. Burhany
05/11/2025
in Ekonomi dan Bisnis, Wirausaha
Reading Time: 4 mins read
A A
mks 3664

Foto: Musim Kemaru di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (wartakita/AB)

BACA JUGA:

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

Kebakaran Meluas, Gunung Bromo Ditutup Total untuk Wisata Mulai 12 September 2026

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

Tragedi Sound Horeg di Jatim: Tiga Nyawa Melayang, MUI Jatim Mendesak Polisi Turun Tangan

WARTAKITA.ID, JEMBER – Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur, masih ingat betul masa-masa ketika bertani terasa seperti berjudi dengan nasib. Setiap musim tanam, ia hanya bisa menabur pupuk berdasarkan “ilmu kira-kira” warisan turun-temurun.

Hasilnya? Panen jagung yang stagnan, keuntungan yang pas-pasan untuk menutupi utang, dan ketidakpastian yang selalu membayangi. “Dulu itu asal tanam saja, tidak tahu kondisi tanahnya bagaimana. Kalau ada masalah hama, ya bingung sendiri,” kenang Sucipto sambil menatap hamparan tanamannya yang kini hijau subur.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 1
Foto: Ilustrasi Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur. Sebelum dan seudah Program Makmur.

Kisah Sucipto adalah cerminan dari jutaan petani kecil di Indonesia yang terperangkap dalam siklus tantangan yang sama: minimnya pengetahuan teknis, sulitnya akses modal, dan ketiadaan jaminan pasar. Mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan, namun seringkali menjadi yang paling rentan.

Namun, beberapa tahun terakhir, sebuah perubahan senyap mulai menjalar di pedesaan. Sebuah ekosistem bernama Program Makmur, yang diinisiasi PT Pupuk Indonesia (Persero), datang menawarkan jalan keluar dari labirin persoalan tersebut.

Titik balik bagi Sucipto datang ketika ia bergabung dengan Program Makmur. Keraguan awalnya sirna saat ia merasakan manfaat pertama yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. “Untuk pertama kalinya, saya tahu pH tanah saya berapa. Kami difasilitasi untuk tes lab tanah, dan itu gratis, sudah dibantu,” ujarnya dengan antusias.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 2
Foto: Ilustrasi Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur, dan penyuluh pertanian Program Makmur mengajar Sucipto cara mengukur pH tanah.

Pengetahuan sederhana ini menjadi revolusi kecil baginya. Ia tak lagi menabur pupuk secara membabi buta. Setiap butir pupuk yang diberikan kini sesuai dengan resep dan kebutuhan spesifik lahannya, didampingi oleh agronom yang siap sedia memberikan solusi jika ada kendala.

Hasilnya melampaui ekspektasi. Panennya melonjak, dan keuntungannya meningkat drastis. Kisah Sucipto bukanlah anomali. Di berbagai daerah, Program Makmur mencatatkan dampak kuantitatif yang luar biasa.

Data dari Pupuk Indonesia menunjukkan, petani padi yang mengikuti program ini mengalami lompatan produktivitas rata-rata dari 5,7 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar. Yang lebih penting, keuntungan bersih di kantong mereka meroket dari sekitar Rp15 juta per hektar menjadi Rp24 juta per hektar per musim tanam.

Tabel: Lompatan Kuantum Petani Padi Program Makmur

IndikatorSebelum Program MakmurSesudah Program MakmurPeningkatan
Rata-rata Hasil Panen5 ton per hektare9 ton per hektare+4 ton/ha (80%)
Rata-rata Keuntungan PetaniRp 10 juta per hektareRp 24 juta per hektare+Rp 14 juta/ha (140%)
Sumber: Data Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) (diolah dari rilis media dan laporan terkait Program Makmur di berbagai lokasi seperti Banyuwangi).
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 3
Foto: Sawah subur dan hijau di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (wartakita/AB)

Di Ciamis, Jawa Barat, seorang petani bernama Kamaludin merasakan manfaat lain dari ekosistem ini. “Manfaat dari kami bergabung Makmur itu pertama kami mendapatkan pengetahuan mengolah tanah, serta teknologi,” katanya. Kelompok taninya mendapat pendampingan untuk mengakses teknologi irigasi modern yang mampu memangkas biaya pengairan dari Rp3,6 juta menjadi hanya sekitar Rp600 ribu per bulan.

“Kami bisa menghemat 3 juta per masa tanam,” tambah Kamaludin. Penghematan biaya ini langsung menjadi keuntungan tambahan yang bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga atau reinvestasi di lahan.

Apa rahasia di balik keberhasilan ini? Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) bukan sekadar program penyaluran pupuk. Ia adalah sebuah orkestrasi ekosistem yang menghubungkan petani dengan semua elemen yang mereka butuhkan untuk berhasil.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 4
Ilustrasi: 5 Pilar Dukungan Pertanian Nasional

Pupuk Indonesia berperan sebagai dirigen yang menyatukan berbagai pemain: perbankan (untuk menyediakan akses permodalan yang mudah), lembaga asuransi (untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca atau hama), penyedia teknologi pertanian, dan yang terpenting, pembeli hasil panen (offtaker) yang memberikan jaminan pasar dengan harga yang wajar.

Dengan ekosistem ini, status petani berubah. Dari sekadar buruh di lahannya sendiri, mereka bertransformasi menjadi manajer agribisnis yang berdaya. Mereka kini memiliki akses terhadap pengetahuan, modal, teknologi, mitigasi risiko, dan kepastian pasar—lima pilar yang selama ini menjadi kemewahan bagi petani kecil.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 5
Foto: Ilustrasi Sucipto dan offtaker

Hingga akhir 2024, ekosistem ini telah merangkul lebih dari 170 ribu petani di lahan seluas lebih dari 451 ribu hektar, mencakup komoditas strategis seperti padi, jagung, tebu, hingga kopi.

Kisah Sucipto dan Kamaludin adalah bukti hidup bahwa untuk membangun kedaulatan pangan nasional, negara harus terlebih dahulu membangun kedaulatan di tingkat petani. Ketika petani sejahtera, produktif, dan berdaya saing, mereka tidak hanya mampu menghidupi keluarga mereka, tetapi juga menjadi pilar yang kokoh untuk menopang lumbung pangan bangsa.

Program Makmur telah membuktikan bahwa mengubah tanah yang masam menjadi laba yang manis bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang bisa direplikasi di seluruh penjuru negeri. Inilah fondasi sesungguhnya dari Indonesia yang berdaulat pangan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: AgribisnisBanyuwangiEkosistem PertanianJawa TimurJemberKedaulatan PanganKisah PetaniOfftakerProgram MakmurPupuk Indonesia
Share143Tweet89Send

ARTIKEL TERKAIT

Seniornya H. Gunadi berada di lantai bursa minyak yang ramai, meninjau layar dan grafik dengan fokus. Di latar belakang, layar digital besar menampilkan harga minyak yang berfluktuasi tinggi. Ruangan

Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Risiko Jebolnya APBN, Apa Solusinya?

15/10/2026
Menteri Keuangan H. Gunadi berdiri di ladang kelapa sawit rakyat, mengenakan seragam formal, menunjukkan profesionalisme dan kekuasaannya. Tangannya di belakang punggung, menunjukkan sikap berpikir st

Menkeu Dorong Investasi Sawit ke Perkebunan Rakyat, Targetkan Perekonomian Berkelanjutan

15/10/2026
H. Gunadi duduk di meja dengan laptop dan berkas keuangan. Dia melihat grafik di layar komputer yang menunjukkan pelemahan dolar. Di belakangnya terdapat beberapa grafik di dinding dan pemandangan kot

Dollar Menguat, Bagaimana Dampaknya pada Cicilan dan Investasi?

15/10/2026
H. Gunadi, pemilik usaha kecil menengah, duduk di meja kerjanya yang penuh dengan dokumen keuangan dan komputer. Monitor besar menampilkan data keuangan, menunjukkan pentingnya pengawasan arus kas. Te

Strategi Manajemen Arus Kas UMKM Hadapi Ketidakpastian Pasar: Tips Sukses

14/10/2026
H. Gunadi, seorang investor pemula, sedang fokus mempelajari laporan keuangan perusahaan di meja kerjanya. Laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan arus kas diletakkan di atas

Panduan Lengkap Membaca Laporan Keuangan Perusahaan untuk Investor Pemula

14/10/2026
Konferensi dengan para profesional teknologi dan pelaku bisnis yang mendengarkan H. Gunadi, Menteri Komunikasi dan Informatika, saat dia berbicara tentang target pemerintah untuk menarik investasi tek

Kemkomdigi Targetkan Investasi Teknologi di Bali Tech Week 2026

13/10/2026
H. Gunadi, the keynote speaker at IRIS 2027, addresses a group of young people in a modern conference hall. The hall is filled with a diverse audience, all engaged in the event. A large banner with th

IRIS 2027 Target 10 Ribu Pengunjung, Gelar Edukasi Investasi untuk Anak Muda

13/10/2026
H. Gunadi, seorang pengusaha berpakaian rapi, berbicara di depan mikrofon di sebuah konferensi pers. Latar belakang menampilkan layar besar yang menampilkan grafik dan diagram terkait transisi energi

Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

13/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Letkol Arman Ditahan Mabes TNI, Rumah Dinasnya Diduga Jadi Markas Judi Online

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Komisi I DPR Ingatkan TNI: Usut Tuntas Kasus Rumah Dinas Jadi Markas Judol

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Rilis Tarif Cek Kesehatan Haji, Pengetatan Syarat Kesehatan Jemaah

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.