Kamis, 5 November 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib

Membuktikan Ekosistem Pertanian Modern adalah Kunci Kedaulatan

by A. Burhany
05/11/2025
in Ekonomi dan Bisnis, Wirausaha
Reading Time: 4 mins read
A A
mks 3664

Foto: Musim Kemaru di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (wartakita/AB)

BACA JUGA:

Gandrung Sewu 2026: Tradisi Berpadu dengan Teknologi Modern

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Beberapa Wilayah Jawa Timur Hari Ini

Cuaca Malang 17 Oktober 2026: Cerah, Suhu Siang 29°C – Wartakita.id

Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini: BMKG Rilis Prediksi Akurat untuk 17 Oktober 2026

Cuaca Panas di Jawa Timur, Kapan Musim Hujan Tiba?

WARTAKITA.ID, JEMBER – Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur, masih ingat betul masa-masa ketika bertani terasa seperti berjudi dengan nasib. Setiap musim tanam, ia hanya bisa menabur pupuk berdasarkan “ilmu kira-kira” warisan turun-temurun.

Hasilnya? Panen jagung yang stagnan, keuntungan yang pas-pasan untuk menutupi utang, dan ketidakpastian yang selalu membayangi. “Dulu itu asal tanam saja, tidak tahu kondisi tanahnya bagaimana. Kalau ada masalah hama, ya bingung sendiri,” kenang Sucipto sambil menatap hamparan tanamannya yang kini hijau subur.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 1
Foto: Ilustrasi Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur. Sebelum dan seudah Program Makmur.

Kisah Sucipto adalah cerminan dari jutaan petani kecil di Indonesia yang terperangkap dalam siklus tantangan yang sama: minimnya pengetahuan teknis, sulitnya akses modal, dan ketiadaan jaminan pasar. Mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan, namun seringkali menjadi yang paling rentan.

Namun, beberapa tahun terakhir, sebuah perubahan senyap mulai menjalar di pedesaan. Sebuah ekosistem bernama Program Makmur, yang diinisiasi PT Pupuk Indonesia (Persero), datang menawarkan jalan keluar dari labirin persoalan tersebut.

Titik balik bagi Sucipto datang ketika ia bergabung dengan Program Makmur. Keraguan awalnya sirna saat ia merasakan manfaat pertama yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. “Untuk pertama kalinya, saya tahu pH tanah saya berapa. Kami difasilitasi untuk tes lab tanah, dan itu gratis, sudah dibantu,” ujarnya dengan antusias.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 2
Foto: Ilustrasi Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur, dan penyuluh pertanian Program Makmur mengajar Sucipto cara mengukur pH tanah.

Pengetahuan sederhana ini menjadi revolusi kecil baginya. Ia tak lagi menabur pupuk secara membabi buta. Setiap butir pupuk yang diberikan kini sesuai dengan resep dan kebutuhan spesifik lahannya, didampingi oleh agronom yang siap sedia memberikan solusi jika ada kendala.

Hasilnya melampaui ekspektasi. Panennya melonjak, dan keuntungannya meningkat drastis. Kisah Sucipto bukanlah anomali. Di berbagai daerah, Program Makmur mencatatkan dampak kuantitatif yang luar biasa.

Data dari Pupuk Indonesia menunjukkan, petani padi yang mengikuti program ini mengalami lompatan produktivitas rata-rata dari 5,7 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar. Yang lebih penting, keuntungan bersih di kantong mereka meroket dari sekitar Rp15 juta per hektar menjadi Rp24 juta per hektar per musim tanam.

Tabel: Lompatan Kuantum Petani Padi Program Makmur

Indikator Sebelum Program Makmur Sesudah Program Makmur Peningkatan
Rata-rata Hasil Panen 5 ton per hektare 9 ton per hektare +4 ton/ha (80%)
Rata-rata Keuntungan Petani Rp 10 juta per hektare Rp 24 juta per hektare +Rp 14 juta/ha (140%)
Sumber: Data Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) (diolah dari rilis media dan laporan terkait Program Makmur di berbagai lokasi seperti Banyuwangi).
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 3
Foto: Sawah subur dan hijau di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (wartakita/AB)

Di Ciamis, Jawa Barat, seorang petani bernama Kamaludin merasakan manfaat lain dari ekosistem ini. “Manfaat dari kami bergabung Makmur itu pertama kami mendapatkan pengetahuan mengolah tanah, serta teknologi,” katanya. Kelompok taninya mendapat pendampingan untuk mengakses teknologi irigasi modern yang mampu memangkas biaya pengairan dari Rp3,6 juta menjadi hanya sekitar Rp600 ribu per bulan.

“Kami bisa menghemat 3 juta per masa tanam,” tambah Kamaludin. Penghematan biaya ini langsung menjadi keuntungan tambahan yang bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga atau reinvestasi di lahan.

Apa rahasia di balik keberhasilan ini? Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) bukan sekadar program penyaluran pupuk. Ia adalah sebuah orkestrasi ekosistem yang menghubungkan petani dengan semua elemen yang mereka butuhkan untuk berhasil.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 4
Ilustrasi: 5 Pilar Dukungan Pertanian Nasional

Pupuk Indonesia berperan sebagai dirigen yang menyatukan berbagai pemain: perbankan (untuk menyediakan akses permodalan yang mudah), lembaga asuransi (untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca atau hama), penyedia teknologi pertanian, dan yang terpenting, pembeli hasil panen (offtaker) yang memberikan jaminan pasar dengan harga yang wajar.

Dengan ekosistem ini, status petani berubah. Dari sekadar buruh di lahannya sendiri, mereka bertransformasi menjadi manajer agribisnis yang berdaya. Mereka kini memiliki akses terhadap pengetahuan, modal, teknologi, mitigasi risiko, dan kepastian pasar—lima pilar yang selama ini menjadi kemewahan bagi petani kecil.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 5
Foto: Ilustrasi Sucipto dan offtaker

Hingga akhir 2024, ekosistem ini telah merangkul lebih dari 170 ribu petani di lahan seluas lebih dari 451 ribu hektar, mencakup komoditas strategis seperti padi, jagung, tebu, hingga kopi.

Kisah Sucipto dan Kamaludin adalah bukti hidup bahwa untuk membangun kedaulatan pangan nasional, negara harus terlebih dahulu membangun kedaulatan di tingkat petani. Ketika petani sejahtera, produktif, dan berdaya saing, mereka tidak hanya mampu menghidupi keluarga mereka, tetapi juga menjadi pilar yang kokoh untuk menopang lumbung pangan bangsa.

Program Makmur telah membuktikan bahwa mengubah tanah yang masam menjadi laba yang manis bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang bisa direplikasi di seluruh penjuru negeri. Inilah fondasi sesungguhnya dari Indonesia yang berdaulat pangan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: AgribisnisBanyuwangiEkosistem PertanianJawa TimurJemberKedaulatan PanganKisah PetaniOfftakerProgram MakmurPupuk Indonesia
Share143Tweet89Send

ARTIKEL TERKAIT

Foto makro uang kertas Rupiah diletakkan di atas meja kayu berkilau bersanding dengan grafik analitik digital yang menampilkan panah hijau naik merah turun dalam suasana kantor profesional dengan caha

Rupiah Menguat ke Rp18.070 per Dolar AS di Perdagangan Kamis Pagi

05/11/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47 Persen

05/11/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Daftar Lengkap Pemenang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29

05/11/2026
Foto makro tumpukan batubara blok di atas konveyor logam dengan partikel debu terbang dalam cahaya hangat sore hari.

Harga Batu Bara Anjlok Tiga Hari Beruntun ke Level Terendah Sejak September

05/11/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

04/11/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

02/11/2026
Foto makro uang kertas Rupiah Indonesia ditumpuk rapi di atas meja kayu usang yang berserat kasar, berdampingan dengan grafik analitik digital bercahaya menampilkan garis fluktuasi merah-hijau sebagai

Strategi Manajemen Arus Kas UMKM Hadapi Ketidakpastian Pasar

01/11/2026
Foto close-up laporan keuangan cetak dengan grafik naik dan kalkulator emas terbuka di atas meja kayu, diterangi sinar matahari sore yang dramatis.

Panduan Investor Pemula Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

01/11/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

    Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • KUR UMKM Tanpa Agunan Tambahan hingga Rp100 Juta: Tabel Angsuran, Syarat NIB, dan Cara Pengajuan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3579 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Setoran Rutin di Kementerian ATR/BPN

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Presiden Prabowo dan Sejumlah Pejabat Diduga Disadap Sejak 2025

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PSM Makassar Kalah 0-1 dari Madura United Akibat Penalti Gagal di Kandang

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20%, Samsung Tetap Dominan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.