Jumat, 25 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib

Membuktikan Ekosistem Pertanian Modern adalah Kunci Kedaulatan

by A. Burhany
05/11/2025
in Ekonomi dan Bisnis, Wirausaha
Reading Time: 4 mins read
A A
mks 3664

Foto: Musim Kemaru di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (wartakita/AB)

BACA JUGA:

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

Kebakaran Meluas, Gunung Bromo Ditutup Total untuk Wisata Mulai 12 September 2026

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

Tragedi Sound Horeg di Jatim: Tiga Nyawa Melayang, MUI Jatim Mendesak Polisi Turun Tangan

Gubernur Sulsel Serukan Kedaulatan Pangan dan Solidaritas Menuju Indonesia Emas 2045 pada HUT Ke-81 RI

WARTAKITA.ID, JEMBER – Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur, masih ingat betul masa-masa ketika bertani terasa seperti berjudi dengan nasib. Setiap musim tanam, ia hanya bisa menabur pupuk berdasarkan “ilmu kira-kira” warisan turun-temurun.

Hasilnya? Panen jagung yang stagnan, keuntungan yang pas-pasan untuk menutupi utang, dan ketidakpastian yang selalu membayangi. “Dulu itu asal tanam saja, tidak tahu kondisi tanahnya bagaimana. Kalau ada masalah hama, ya bingung sendiri,” kenang Sucipto sambil menatap hamparan tanamannya yang kini hijau subur.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 1
Foto: Ilustrasi Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur. Sebelum dan seudah Program Makmur.

Kisah Sucipto adalah cerminan dari jutaan petani kecil di Indonesia yang terperangkap dalam siklus tantangan yang sama: minimnya pengetahuan teknis, sulitnya akses modal, dan ketiadaan jaminan pasar. Mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan, namun seringkali menjadi yang paling rentan.

Namun, beberapa tahun terakhir, sebuah perubahan senyap mulai menjalar di pedesaan. Sebuah ekosistem bernama Program Makmur, yang diinisiasi PT Pupuk Indonesia (Persero), datang menawarkan jalan keluar dari labirin persoalan tersebut.

Titik balik bagi Sucipto datang ketika ia bergabung dengan Program Makmur. Keraguan awalnya sirna saat ia merasakan manfaat pertama yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. “Untuk pertama kalinya, saya tahu pH tanah saya berapa. Kami difasilitasi untuk tes lab tanah, dan itu gratis, sudah dibantu,” ujarnya dengan antusias.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 2
Foto: Ilustrasi Sucipto, petani dari Dukuh Dempok, Jember, Jawa Timur, dan penyuluh pertanian Program Makmur mengajar Sucipto cara mengukur pH tanah.

Pengetahuan sederhana ini menjadi revolusi kecil baginya. Ia tak lagi menabur pupuk secara membabi buta. Setiap butir pupuk yang diberikan kini sesuai dengan resep dan kebutuhan spesifik lahannya, didampingi oleh agronom yang siap sedia memberikan solusi jika ada kendala.

Hasilnya melampaui ekspektasi. Panennya melonjak, dan keuntungannya meningkat drastis. Kisah Sucipto bukanlah anomali. Di berbagai daerah, Program Makmur mencatatkan dampak kuantitatif yang luar biasa.

Data dari Pupuk Indonesia menunjukkan, petani padi yang mengikuti program ini mengalami lompatan produktivitas rata-rata dari 5,7 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar. Yang lebih penting, keuntungan bersih di kantong mereka meroket dari sekitar Rp15 juta per hektar menjadi Rp24 juta per hektar per musim tanam.

Tabel: Lompatan Kuantum Petani Padi Program Makmur

IndikatorSebelum Program MakmurSesudah Program MakmurPeningkatan
Rata-rata Hasil Panen5 ton per hektare9 ton per hektare+4 ton/ha (80%)
Rata-rata Keuntungan PetaniRp 10 juta per hektareRp 24 juta per hektare+Rp 14 juta/ha (140%)
Sumber: Data Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) (diolah dari rilis media dan laporan terkait Program Makmur di berbagai lokasi seperti Banyuwangi).
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 3
Foto: Sawah subur dan hijau di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (wartakita/AB)

Di Ciamis, Jawa Barat, seorang petani bernama Kamaludin merasakan manfaat lain dari ekosistem ini. “Manfaat dari kami bergabung Makmur itu pertama kami mendapatkan pengetahuan mengolah tanah, serta teknologi,” katanya. Kelompok taninya mendapat pendampingan untuk mengakses teknologi irigasi modern yang mampu memangkas biaya pengairan dari Rp3,6 juta menjadi hanya sekitar Rp600 ribu per bulan.

“Kami bisa menghemat 3 juta per masa tanam,” tambah Kamaludin. Penghematan biaya ini langsung menjadi keuntungan tambahan yang bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga atau reinvestasi di lahan.

Apa rahasia di balik keberhasilan ini? Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) bukan sekadar program penyaluran pupuk. Ia adalah sebuah orkestrasi ekosistem yang menghubungkan petani dengan semua elemen yang mereka butuhkan untuk berhasil.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 4
Ilustrasi: 5 Pilar Dukungan Pertanian Nasional

Pupuk Indonesia berperan sebagai dirigen yang menyatukan berbagai pemain: perbankan (untuk menyediakan akses permodalan yang mudah), lembaga asuransi (untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca atau hama), penyedia teknologi pertanian, dan yang terpenting, pembeli hasil panen (offtaker) yang memberikan jaminan pasar dengan harga yang wajar.

Dengan ekosistem ini, status petani berubah. Dari sekadar buruh di lahannya sendiri, mereka bertransformasi menjadi manajer agribisnis yang berdaya. Mereka kini memiliki akses terhadap pengetahuan, modal, teknologi, mitigasi risiko, dan kepastian pasar—lima pilar yang selama ini menjadi kemewahan bagi petani kecil.

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - image 5
Foto: Ilustrasi Sucipto dan offtaker

Hingga akhir 2024, ekosistem ini telah merangkul lebih dari 170 ribu petani di lahan seluas lebih dari 451 ribu hektar, mencakup komoditas strategis seperti padi, jagung, tebu, hingga kopi.

Kisah Sucipto dan Kamaludin adalah bukti hidup bahwa untuk membangun kedaulatan pangan nasional, negara harus terlebih dahulu membangun kedaulatan di tingkat petani. Ketika petani sejahtera, produktif, dan berdaya saing, mereka tidak hanya mampu menghidupi keluarga mereka, tetapi juga menjadi pilar yang kokoh untuk menopang lumbung pangan bangsa.

Program Makmur telah membuktikan bahwa mengubah tanah yang masam menjadi laba yang manis bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang bisa direplikasi di seluruh penjuru negeri. Inilah fondasi sesungguhnya dari Indonesia yang berdaulat pangan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: AgribisnisBanyuwangiEkosistem PertanianJawa TimurJemberKedaulatan PanganKisah PetaniOfftakerProgram MakmurPupuk Indonesia
Share142Tweet89Send

ARTIKEL TERKAIT

Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Jejak Bisnis Haji Isam: Mengurai Kepemilikan di BYAN, PACK, JARR, hingga RANS

22/09/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Optimisme Penghematan Bunga Utang Pemerintah di 2026: Analisis Mendalam Ekonom Bank Permata

21/09/2026
Kenaikan Suku Bunga BI dan Dampaknya Terhadap UMKM

Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Sektor UMKM

20/09/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Sejarah Lunas: Utang Krisis 1998 Berakhir Agustus 2026, Dibayar Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun

19/09/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Teras Perwira 2026: Grab & OVO Finansial Bekali Ribuan Mitra UMKM di 10 Kota

19/09/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

19/09/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Grab Akuisisi Atome Financial: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan Indonesia

19/09/2026
Dari Tanah Masam ke Laba Manis: Kisah Petani Makmur yang Mengubah Nasib - Featured

Respon Mengejutkan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Menteri Keuangan

15/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
  • AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Grab Akuisisi Atome Financial: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Teras Perwira 2026: Grab & OVO Finansial Bekali Ribuan Mitra UMKM di 10 Kota

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Jejak Bisnis Haji Isam: Mengurai Kepemilikan di BYAN, PACK, JARR, hingga RANS

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jasad Kedua Ditemukan Terdampar di Seruyan, Diduga Korban KM Virgo Transport 8

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Startup Teknologi Pertanian Sulsel Raih Pendanaan Seri A Rp 50 Miliar dari VC Singapura

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.