Selasa, 28 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016

by Redaktur
12/10/2016
in Arsip 2015-2018, Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
Foto : Ist.

Foto : Ist.

Wartakita, DENPASAR – Lebih dari 1.000 orang berkumpul di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, atau biasa dikenal dengan Lapangan Puputan, Bali. Mereka berkumpul untuk memeriahkan Cultural Carnival atau Karnaval Budaya sebagai rangkaian dari World Culture Forum 2016. Berbagai pertunjukan seni dari Indonesia maupun negara lain tampil di Karnaval Budaya dengan meriah, memperlihatkan ekspresi budaya dan keragaman budaya yang dimiliki dunia.

Karnaval Budaya World Culture Forum 2016 diawali dengan penampilan gadis-gadis Bali yang membawakan tarian tradisional, Tari Sekar Jempiring. Tari Sekar Jempiring adalah tarian maskot Kota Denpasar. Tarian ini mengisahkan tentang keharuman bunga jempiring yang banyak tumbuh di Kota Denpasar, Bali. Warnanya yang putih dan bersih melambangkan pemerintahan Kota Denpasar yang juga bersih dan bekerja dengan baik.
Acara Karnaval Budaya kemudian beranjak ke pembacaan Deklarasi Festival Tari Tradisional dari para peserta International Folk Dance Festival (IFDF), sebuah forum pendukung World Culture Forum 2016. Sekitar seratus peserta IFDF tampil dengan berpakaian khas negara masing-masing saat deklarasi dibacakan oleh Suzie Moya Benitez, perwakilan dari Filipina.

Deklarasi Festival Tari Tradisional merupakan kesepakatan dari 13 negara peserta IFDF, antara lain Kazakhstan, Polandia, Rusia, Italia, Indonesia, dan Thailand. Salah satu poin deklarasinya menyepakati bahwa budaya harus berkelanjutan dan dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, secara resmi membuka Karnaval Budaya World Culture Forum 2016. Pembukaan Karnaval Budaya ditandai dengan ditembakkannya anak panah Cakra Bhuwana Mandala Budaya oleh Dirjen Kebudayaan. Dalam cerita pewayangan, cakra adalah senjata unggulan dalam berperang untuk membasmi angkara murka. Cakra Bhuwana Mandala Budaya ditembakkan dalam pembukaan Karnaval Budaya sebagai simbol untuk menjaga kedamaian dunia kebudayaan.

Dalam sambutannya Hilmar mengatakan, Karnaval Budaya digelar sebagai rangkaian kegiatan World Culture Forum 2016 untuk mengekspresikan budaya tiap negara yang berbeda-beda. Ia mengaku sempat berbincang-bincang dengan beberapa peserta, dan sama-sama menyepakati bahwa dunia memerlukan lebih banyak lagi wadah untuk mengekspresikan budaya dan ide budaya.

“Pesan kuncinya adalah, bahwa keberagaman adalah bagian dari kehidupan manusia, dan kebudayaan harus bisa menjadi kekuatan kita bersama dalam menjalin persahabatan di dunia,” katanya di Lapangan Puputan, Bali, (11/10/2016).

Setelah dibuka secara resmi, selanjutnya berbagai pertunjukan seni dari Indonesia maupun negara lain tampil secara bergantian di Lapangan Puputan Bali. Dari Indonesia tampil Reog Ponorogo, kesenian khas Jawa Timur. Delegasi Thailand menampilkan Tari Kala, tarian dari wilayah timur laut Thailand. Tari Kala menceritakan kegembiraan muda-muda setelah masa panen selesai. Mereka akan duduk bersama-sama untuk menggosok batok kelapa, lalu menari berpasangan antara laki-laki dan perempuan.

Delegasi dari Kazakhstan menampilkan tari tradisional Kara Zhorga. Tari Kara Zhorga menunjukkan betapa fleksibelnya gerakan penari perempuan Kazakhstan dan kemampuan mereka dalam harmonisasi antara langkah kaki, tangan, dengan iringan musik. Tidak kalah menarik, delegasi Uzbekistan juga tampil menari dengan meriah. Tari yang ditampilkan diambil dari empat wilayah di Uzbekistan, yaitu Bukhara, Horesm, Andijan, dan Fergana, dengan ciri khas masing-masing.

Sedikit berbeda dengan tarian negara lain, delegasi dari Taiwan menampilkan tarian seni bela diri yang terinspirasi dari tokoh Bruce Lee, master kungfu dari Taiwan. Tarian bernafaskan seni bela diri itu ditampilkan untuk memperlihatkan gabungan seni bela diri dan kekuatan kungfu dari sang master kungfu.

Delegasi Italia menawarkan sejarah sebagai bagian dari budaya. Tarian Manfrina yang dibawakan oleh Grup Urbanitas dari Italia, mengisahkan tentang tradisi di pengadilan Renaissance di Italia pada tahun 1700-an. Sejak saat itu, tarian tradisional yang populer di abad ke-17 itu menjadi warisan budaya Italia.

William dan Maia, sepasang penari dari Italia, sempat mengungkapkan kekagumannya akan budaya Indonesia. William mengatakan, Indonesia merupakan negara yang indah. Ia juga menyatakan sangat menyukai musik Indonesia. Sementara Maia, mengaku lebih tertarik dengan agama dan kepercayaan masyarakat Indonesia, serta ritual kepercayaan masyarakat adatnya.

“Dengan masyarakat dan budaya yang dimiliki, kita dapat bersama-sama melakukan pertukaran budaya dan hidup berdampingan di dunia dengan damai,” ujar William mengemukakan harapannya dari forum budaya dunia ini.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Penembakan di Bar Canggu: Dua Luka, Pelaku Masih Diburu Polisi

Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional, Bali Jadi Kandidat Kuat

Dari Saling Ancam di Dermaga: Kronologi Mengerikan Pembunuhan di Pelabuhan Benoa

Arus Mudik Nyepi 2020 Bali: Antrean Kendaraan 30 Km di Gilimanuk, Upaya Penanganan dan Imbauan

Kemendiktisaintek Perluas Jangkauan Pendidikan Dokter Spesialis ke NTT, NTB, dan Bali

Tags: AgendaBaliKemendikbud
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

    Kalla Toyota Palopo Hadirkan KIDDO ART-venture: Dealer Berubah Jadi Taman Bermain & Belajar Anak

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Beban Pajak Kelas Menengah 2026: Saat Korporasi Dapat Karpet Merah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
  • Hore! Markas PSM Makassar Stadion BJ Habibie Parepare Akan Direnovasi

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • DJP Bisa Intip Rekening Keluarga Wajib Pajak: Analisis Mendalam Kewenangan Baru, Tujuannya, dan Perlindungan Data

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Panggung K-Pop dengan Estetika Imut Idol Jepang yang Bikin Gemas!

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.