Kamis, 18 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016

by Redaktur
12/10/2016
in Arsip 2015-2018, Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Arsip

Foto : Ist.

Wartakita, DENPASAR – Lebih dari 1.000 orang berkumpul di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, atau biasa dikenal dengan Lapangan Puputan, Bali. Mereka berkumpul untuk memeriahkan Cultural Carnival atau Karnaval Budaya sebagai rangkaian dari World Culture Forum 2016. Berbagai pertunjukan seni dari Indonesia maupun negara lain tampil di Karnaval Budaya dengan meriah, memperlihatkan ekspresi budaya dan keragaman budaya yang dimiliki dunia.

Karnaval Budaya World Culture Forum 2016 diawali dengan penampilan gadis-gadis Bali yang membawakan tarian tradisional, Tari Sekar Jempiring. Tari Sekar Jempiring adalah tarian maskot Kota Denpasar. Tarian ini mengisahkan tentang keharuman bunga jempiring yang banyak tumbuh di Kota Denpasar, Bali. Warnanya yang putih dan bersih melambangkan pemerintahan Kota Denpasar yang juga bersih dan bekerja dengan baik.
Acara Karnaval Budaya kemudian beranjak ke pembacaan Deklarasi Festival Tari Tradisional dari para peserta International Folk Dance Festival (IFDF), sebuah forum pendukung World Culture Forum 2016. Sekitar seratus peserta IFDF tampil dengan berpakaian khas negara masing-masing saat deklarasi dibacakan oleh Suzie Moya Benitez, perwakilan dari Filipina.

Deklarasi Festival Tari Tradisional merupakan kesepakatan dari 13 negara peserta IFDF, antara lain Kazakhstan, Polandia, Rusia, Italia, Indonesia, dan Thailand. Salah satu poin deklarasinya menyepakati bahwa budaya harus berkelanjutan dan dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, secara resmi membuka Karnaval Budaya World Culture Forum 2016. Pembukaan Karnaval Budaya ditandai dengan ditembakkannya anak panah Cakra Bhuwana Mandala Budaya oleh Dirjen Kebudayaan. Dalam cerita pewayangan, cakra adalah senjata unggulan dalam berperang untuk membasmi angkara murka. Cakra Bhuwana Mandala Budaya ditembakkan dalam pembukaan Karnaval Budaya sebagai simbol untuk menjaga kedamaian dunia kebudayaan.

World Cup 2026

Dalam sambutannya Hilmar mengatakan, Karnaval Budaya digelar sebagai rangkaian kegiatan World Culture Forum 2016 untuk mengekspresikan budaya tiap negara yang berbeda-beda. Ia mengaku sempat berbincang-bincang dengan beberapa peserta, dan sama-sama menyepakati bahwa dunia memerlukan lebih banyak lagi wadah untuk mengekspresikan budaya dan ide budaya.

“Pesan kuncinya adalah, bahwa keberagaman adalah bagian dari kehidupan manusia, dan kebudayaan harus bisa menjadi kekuatan kita bersama dalam menjalin persahabatan di dunia,” katanya di Lapangan Puputan, Bali, (11/10/2016).

Setelah dibuka secara resmi, selanjutnya berbagai pertunjukan seni dari Indonesia maupun negara lain tampil secara bergantian di Lapangan Puputan Bali. Dari Indonesia tampil Reog Ponorogo, kesenian khas Jawa Timur. Delegasi Thailand menampilkan Tari Kala, tarian dari wilayah timur laut Thailand. Tari Kala menceritakan kegembiraan muda-muda setelah masa panen selesai. Mereka akan duduk bersama-sama untuk menggosok batok kelapa, lalu menari berpasangan antara laki-laki dan perempuan.

World Cup 2026

Delegasi dari Kazakhstan menampilkan tari tradisional Kara Zhorga. Tari Kara Zhorga menunjukkan betapa fleksibelnya gerakan penari perempuan Kazakhstan dan kemampuan mereka dalam harmonisasi antara langkah kaki, tangan, dengan iringan musik. Tidak kalah menarik, delegasi Uzbekistan juga tampil menari dengan meriah. Tari yang ditampilkan diambil dari empat wilayah di Uzbekistan, yaitu Bukhara, Horesm, Andijan, dan Fergana, dengan ciri khas masing-masing.

Sedikit berbeda dengan tarian negara lain, delegasi dari Taiwan menampilkan tarian seni bela diri yang terinspirasi dari tokoh Bruce Lee, master kungfu dari Taiwan. Tarian bernafaskan seni bela diri itu ditampilkan untuk memperlihatkan gabungan seni bela diri dan kekuatan kungfu dari sang master kungfu.

Delegasi Italia menawarkan sejarah sebagai bagian dari budaya. Tarian Manfrina yang dibawakan oleh Grup Urbanitas dari Italia, mengisahkan tentang tradisi di pengadilan Renaissance di Italia pada tahun 1700-an. Sejak saat itu, tarian tradisional yang populer di abad ke-17 itu menjadi warisan budaya Italia.

William dan Maia, sepasang penari dari Italia, sempat mengungkapkan kekagumannya akan budaya Indonesia. William mengatakan, Indonesia merupakan negara yang indah. Ia juga menyatakan sangat menyukai musik Indonesia. Sementara Maia, mengaku lebih tertarik dengan agama dan kepercayaan masyarakat Indonesia, serta ritual kepercayaan masyarakat adatnya.

“Dengan masyarakat dan budaya yang dimiliki, kita dapat bersama-sama melakukan pertukaran budaya dan hidup berdampingan di dunia dengan damai,” ujar William mengemukakan harapannya dari forum budaya dunia ini.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Dari Saling Ancam di Dermaga: Kronologi Mengerikan Pembunuhan di Pelabuhan Benoa

Arus Mudik Nyepi 2020 Bali: Antrean Kendaraan 30 Km di Gilimanuk, Upaya Penanganan dan Imbauan

Kemendiktisaintek Perluas Jangkauan Pendidikan Dokter Spesialis ke NTT, NTB, dan Bali

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Kapal Phinisi Sharandy of De Seas Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk di Perairan Serangan, Bali

Tags: AgendaBaliKemendikbud
Share5Tweet3Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Pergantian Kiswah Ka’bah: Simbol Dimulainya Tahun Baru Islam 1448 H, Tradisi Sakral dari Makkah

17/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Elza Syarief Mundur Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Merasa Dibohongi, Pesimistis soal Justice Collaborator

17/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Rencana Damai Iran-AS Terhambat: Inspeksi Nuklir dan Bayang-Bayang Israel Jadi Titik Krusial

17/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Pidato Budiman Sudjatmiko Picu Kemarahan Mahasiswa UGM, Tiga Pejabat Dievakuasi

16/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Motor Listrik MBG Menumpuk di Sentul: Kejagung Tolak Sita, Ribuan Unit Masih Terbungkus Plastik

15/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

MoU Iran-AS Final: Selat Hormuz Dibuka, Blokade Maritim Dicabut

15/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Koperasi Merah Putih: Bayang-Bayang Korupsi dari Kasus Makan Bergizi Gratis

14/06/2026
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Modus Canggih Korupsi Program Makan Bergizi Gratis: Kejaksaan Agung Ungkap Jaringan Bos Besar

13/06/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo - Arsip

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko Menang di Azteca

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Piala Dunia 2026: Jeda Minum Berujung Blok Iklan, Penonton Global Marah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pete-pete Laut: Menjangkau Pulau Makassar dengan Transportasi Laut Terjangkau dan Terjadwal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Piala Dunia 2026 Dimulai: Sejarah Baru di Tiga Negara Tuan Rumah, Siaran Langsung TVRI

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Semuanya yang Perlu ‘Noob’ Ketahui

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemprov Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin Bersinergi Tangani Banjir Luwu Utara, Perkuat Tanggap Darurat

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Meriahnya Karnaval Budaya Dunia di World Culture Forum 2016 - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.