Sabtu, 3 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’

by A. Burhany
26/11/2025
in Opini, Pendidikan & Literasi
Reading Time: 5 mins read
A A
Mengembalikan Jiwa Pendidikan, Dari Sekadar 'Mencetak Pekerja' Menjadi 'Memanusiakan Manusia'_cr_wartakita.id

Wartakita.id, MAKASSAR — Ada sebuah keresahan mendalam yang baru-baru ini disuarakan oleh Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro dari Universitas Brawijaya. Beliau menyoroti angka statistik yang menampar wajah kita: lebih dari 840.000 sarjana hingga doktor menganggur per Agustus 2024. Solusi yang beliau tawarkan—belajar dari sinergi riset dan industri ala China—adalah langkah taktis yang brilian untuk jangka pendek.

Namun, jika kita berani jujur menatap cermin peradaban bangsa ini, masalah pengangguran dan ketidaksiapan industri hanyalah “gejala”. Penyakit utamanya jauh lebih kronis dan fundamental: Pendidikan kita telah kehilangan jiwanya.

Selama puluhan tahun, sistem pendidikan formal kita tanpa sadar telah berubah fungsi menjadi “Balai Latihan Kerja” raksasa. Sekolah dan kampus tidak lagi menjadi tempat sakral untuk mengasah nalar, menanam moral, dan memupuk kebijaksanaan. Ia telah tereduksi menjadi pabrik pencetak ijazah, di mana manusia dianggap sekadar sekrup-sekrup ekonomi yang harus siap pakai.

Akibatnya fatal. Kita mungkin melahirkan insinyur yang bisa membangun jembatan, tapi korup saat membeli bahannya. Kita melahirkan ahli hukum yang hafal ribuan pasal, tapi tuna-etika saat membela keadilan. Kita melahirkan generasi yang pintar secara skill, tapi kerdil secara jiwa.

Meluruskan Kiblat: Apa Itu “Mendidik”?

Dalam bahasa Yunani kuno, ada konsep Paideia, yang berarti pembentukan manusia ideal secara utuh—fisik, mental, dan spiritual. Di Indonesia, Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, sudah meletakkan fondasi serupa lewat konsep “Taman Siswa”. Perhatikan kata “Taman”. Taman adalah tempat tumbuh kembang yang alami, menyenangkan, dan memanusiakan. Bukan “Pabrik Siswa”.

Pendidikan formal, sejatinya, memiliki tiga mandat suci yang harus dipenuhi sebelum kita bicara soal link-and-match dengan industri:

1. Liberasi (Pembebasan Nalar)

Pendidikan harus membebaskan manusia dari kebodohan, takhayul, dan fanatisme buta. Sekolah harus mengajarkan cara berpikir (how to think), bukan sekadar apa yang harus dipikirkan (what to think).

Fenomena “membeo” atau menghafal tanpa memahami adalah tanda matinya nalar kritis. Ketika lulusan perguruan tinggi kita gagap menghadapi perubahan zaman, itu bukan karena mereka kurang hafal teori, tapi karena nalar adaptif mereka tidak pernah diasah. Mereka dididik untuk menjawab soal ujian, bukan menjawab tantangan kehidupan.

2. Humanisasi (Pematangan Rasa)

Kecerdasan tanpa empati adalah monster. Lihatlah maraknya kasus perundungan (bullying) di sekolah elit, atau pejabat berpendidikan tinggi yang tidak peka penderitaan rakyat. Ini adalah bukti kegagalan pendidikan rasa.

Pendidikan formal harus kembali mengajarkan sastra, seni, dan filsafat bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai menu utama untuk menghaluskan budi pekerti. Seperti kata Albert Einstein, “Pendidikan adalah apa yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang ia pelajari di sekolah.” Yang tersisa itu adalah karakter.

3. Transendensi (Penguatan Spiritualitas)

Ini bukan sekadar pelajaran agama yang dogmatis, melainkan penanaman nilai universal tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Pendidikan harus membawa manusia menyadari bahwa hidupnya memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar menumpuk harta: yaitu memberi sumbangsih bagi sesama.

Jebakan “Diploma Disease”

Sosiolog Ronald Dore pernah mengenalkan istilah The Diploma Disease. Ini adalah kondisi di mana masyarakat terobsesi pada ijazah/gelar sebagai tiket status sosial, bukan pada kompetensi riil.

Di Indonesia, penyakit ini sudah mewabah. Orang tua memaksakan anak masuk jurusan “favorit” demi gengsi, bukan demi bakat. Mahasiswa memburu IPK dengan cara instan (joki skripsi, plagiasi) karena yang dihargai adalah kertasnya, bukan prosesnya.

Ketika pendidikan hanya mengejar simbol (gelar), maka lahirlah inflasi sarjana. Ribuan lulusan membanjiri pasar dengan kertas ijazah di tangan, namun kepala dan hati yang kosong. Inilah akar masalah mengapa industri mengeluh “SDM kita tidak kompeten” meski gelarnya berderet. Ijazah hanya selembar kertas bukti pernah tamat sekolah dan sarjana, bukan bukti bisa berpikir dengan saujana (asal kata ‘sarjana’) yang mempertimbangkan seluas-luasnya aspek tanpa self atau ego-sentris.

saujana/sau·ja·na/ n,

— mata (memandang) sejauh mata memandang; sepemandangan mata jauhnya

Menuju Indonesia Emas: Manusia Dulu, Baru Ekonomi

Kita sering iri dengan kemajuan teknologi China, Jepang, atau Jerman. Tapi kita sering lupa, sebelum mereka membangun teknologi canggih, mereka membangun etos manusia-nya terlebih dahulu.

BACA JUGA:

Kemendikbudristek Reformasi Prodi: Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Kemendikdasmen Dorong Pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik untuk Elevasi Mutu Pendidikan Nasional

Gaji Guru Merosot: Akar Masalah SDM Indonesia dan Fenomena Migrasi Profesi Guru Bertalenta?

Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional

Mendidik ‘Manusia Renaissance’ di Era AI: Insinyur Masa Depan Wajib Belajar Filsafat dan Sastra

Jepang bangkit dari bom atom dengan restorasi pendidikan yang menanamkan disiplin dan kehormatan (bushido). Eropa bangkit lewat Renaissance (kelahiran kembali) nalar dan seni.

Jika Indonesia ingin menjadi pemain kunci dalam peradaban global, kita tidak bisa hanya menyuntikkan dana riset atau membeli alat canggih (seperti nano bubbles). Itu hanya alat.

Kita butuh reformasi pendidikan yang radikal:

  1. Guru sebagai Mentor, Bukan Admin: Bebaskan guru dari beban administrasi yang kaku agar mereka bisa fokus menjadi teladan dan pembimbing jiwa siswa.
  2. Kurikulum yang Fleksibel: Berhenti menjejali siswa dengan belasan mata pelajaran yang dangkal. Fokus pada deep learning di bidang yang diminati, disertai fondasi logika dan etika yang kuat.
  3. Redefinisi Sukses: Berhenti memuja ranking dan nilai angka. Mulailah menghargai kejujuran, kreativitas, keberanian berpendapat, dan kolaborasi.

Investasi Peradaban

Pendidikan adalah investasi peradaban, bukan investasi dagang. Jika kita berhasil mencetak manusia yang utuh—yang nalarnya tajam, hatinya lembut, dan karakternya tangguh—maka ekonomi, teknologi, dan kebudayaan akan tumbuh dengan sendirinya sebagai buah yang manis.

Sebaliknya, jika kita terus memperlakukan sekolah sebagai pabrik pekerja, kita hanya akan memanen robot-robot bernyawa yang akan tergilas oleh zaman, atau lebih buruk lagi, oleh kecerdasan buatan (AI) yang jauh lebih pintar dari mereka.

Mari kembalikan sekolah menjadi taman. Mari kembalikan pendidikan menjadi proses memanusiakan manusia.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Character BuildingFilsafat PendidikanKi Hajar Dewantarapendidikan IndonesiaPendidikan NasionalReformasi PendidikanSDM Unggul
Share18Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

01/10/2026
wartakita-gedung-pemprov-sulsel

Beasiswa S2 Pemprov Sulsel 2027 Dibuka Lebih Awal: 500 Kuota untuk Guru dan Tenaga Kesehatan

20/09/2026
wartakita-unhas

Unhas Luncurkan Pusat Riset Kecerdasan Buatan Pertama di Indonesia Timur, Gandeng Google dan Gojek

20/09/2026
Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

Unhas Expo KKN 116: Ribuan Inovasi Mahasiswa Siap Dongkrak Ekonomi Masyarakat Sulsel

19/09/2026
Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

Politeknik ATI Makassar Cetak Welder Kompeten: Bekal Calon Pekerja Migran Sektor Manufaktur Lulus Pelatihan

18/09/2026
Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

Rektor Perguruan Tinggi Perkuat Tata Kelola Akademik dan Mitigasi Kecurangan SNPMB 2026

18/09/2026
Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

ANTARA Perkuat Jurnalisme Mahasiswa: Pelatihan di UNS Tingkatkan Kualitas Konten Edukatif

16/09/2026
Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

ANTARA Bekali Mahasiswa UHO Kendari Literasi Media Kritis Hadapi Era Digital dan AI

06/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Pendidikan: Dari Sekadar ‘Mencetak Pekerja’ Menjadi ‘Memanusiakan Manusia’ - Featured

    Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Oops! Noda Cat Rambut Nempel di Baju? Salwa Punya Jurus Anti-Gagal Nih!

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Stadion Mattoanging: Janji yang Terus Tertunda, Ancaman Nyata bagi PSM Makassar di Liga 1 2026/2027

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.