Minggu, 27 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Nasional

KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024

Kesalahan SIREKAP bukan karena salah ketik atau salah kesengajaan input, melainkan kekeliruan sistem membaca Form C.

by Pewarta Warga
17/02/2024
in Nasional, Politik
Reading Time: 7 mins read
A A
Ketua-KPU-RI-Hasyim-Asyari-5

KPU Meminta Maaf atas Kesalahn Konversi SIREKAP (Ketua KPU Hasyim Ashari)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menemukan sebanyak 2.325 tempat pemungutan suara (TPS) melakukan kesalahan input data formulir C hasil perolehan suara, ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

“Terhadap kesalahan tersebut, KPU mohon maaf dan akan dilakukan koreksi,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari.

“Tidak ada niat dan tindakan KPU beserta jajaran penyelenggara pemilu untuk melakukan manipulasi hasil perolehan suara per-TPS hasil unggah Form C hasil TPS dalam Sirekap,” jelas Hasyim.

Mantan anggota KPUD Jawa Tengah itu melanjutkan kesalahan konversi data hanya 0,64 persen dari total Form C yang sudah diunggah di Sirekap. “Jumlah TPS yang salah konversi adalah 2.325 berbanding 358.775 atau 0,64 persen,” kata Hasyim.

KPU mencatat jumlah TPS yang sudah mengunggah Form C ke dalam Sirekap 358.775 dan hanya 2.325 di antaranya yang terjadi kesalahan konversi. Murni keslahan sistem mengkonversi gambar angka menjadi nilai atau angka hitungan. Bukan karena salah ketik atau salah kesengajaan input, melainkan kekeliruan sistem membaca Form C.

Hasyim menyatakan, membutuhkan pengawasan dari publik dalam melaksanakan gelaran pesta demokrasi tersebut. “Patut kita syukuri ada Sirekap yang bisa mengunggah itu dan kemudian hasil penghitungan di TPS bisa diketahui publik. Jadi nggak ada yang sembunyi-sembunyi, nggak ada yang diam-diam, tapi semuanya kita publikasikan apa adanya,” ucap Hasyim.

Ia mengutarakan, dalam proses konversi itulah terjadi kesalahan. Hal tersebut terpantau sistem yang dimiliki oleh KPU RI. “Kami di KPU pusat melalui sistem yang ada, itu termonitor mana saja antara unggahan formulir C hasilnya dengan konversinya salah, itu termonitor,” ujar Hasyim.

Selain itu, KPU RI juga telah memonitor jika terdapat kesalahan hitung. Sehingga akan segera melakukan koreksi terkait kesalahan konversi tersebut. “Oleh karena itu, kami sebenarnya mengetahui dan tentu saja untuk yang penghitungan atau konversi dari yang formulir ke angka-angka penghitungan akan kami koreksi sesegera mungkin,” pungkasnya.

Tanggapan BAWASLU

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera memperbaiki Sirekap. “Tentu Bawaslu memberikan saran perbaikan kepada KPU untuk segera melakukan perbaikan Sirekap supaya tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik,” ujar anggota Bawaslu Lolly Suhenty di Jakarta.

Menurut Lolly, Bawaslu telah melakukan pengecekan terkait kesalahan input data hasil penghitungan suara. “Kami cek, ternyata memang ada kesalahan input ini,” ucapnya.

Bawaslu menduga kesalahan input terjadi karena ada ketidakakuratan sistem digital pada Sirekap dalam membaca tulisan pada formulir hasil penghitungan suara yang di foto oleh petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Bisa jadi yang namanya garisan tangan tidak sesuai sehingga kemampuan membacanya yang kemudian tidak akurat,” katanya.

Menurut Lolly data yang tidak terbaca dengan akurat oleh Sirekap seharusnya langsung bisa dikoreksi pada tingkat bawah agar tidak menciptakan kebingungan.

“Misalnya, di TPS tertentu sudah langsung teridentifikasi, ‘Oh salah, nih. Yang tadinya 10, karena tarikannya (tulisan tangan) tidak pas, menjadi 100, misalnya. Seharusnya kan terkoreksi cepat,” tutur Lolly.

Namun, sistem yang ada di Sirekap, kata Lolly, tidak dapat dikoreksi secara cepat di tingkat bawah. Akibatnya menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat yang memantau secara online.

“Nah, teman-teman KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) pun tidak punya kemampuan mengoreksi, itu yang kemudian jadi problem kan,” katanya.

SIREKAP Hanya Alat Bantu

“Publik harus tahu Sirekap hanya alat bantu. Nanti yang utama rekapitulasi manual berjenjang. Nah akan dilihat proses ini sampai 20 Maret,” ucap Lolly.

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Webtoon Nusantara: Epos Mitologi Lokal Sabet Pasar Global dengan Pesona Kontemporer

Menakjubkan! Film Animasi Indonesia Tembus Pasar Global, Padukan Kearifan Lokal dengan Filosofi Hero Journey

PDIP Desak Pansus untuk Pembahasan Menyeluruh Sistem Pemilu dan Pilkada

Lolly mengatakan Bawaslu memiliki Siwaslu yang berupaya memastikan akurasi data di TPS dengan menyimpan bukti autentik hasil penghitungan suara.

“Nanti kalau ada kebutuhan-kebutuhan persidangan yang membutuhkan ‘autentikasi’ data, akurasi data, tentu kalau buka kotak suara itu kan susahnya minta ampun, ya, tetapi ketika kami punya Siwaslu yang dipotret langsung dari TPS, mudah-mudahan bisa membuat terang sebuah peristiwa,” kata Lolly. Walaupun susah, bukti fisik dan bukti digital keduanya penting dihadirkan jika diperlukan sebagai alat bukti di pengadilan.

Berdasarkan Keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2024, Sirekap adalah perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara dan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara, serta alat bantu dalam pelaksanaan hasil penghitungan suara pemilu.

Masyarakat bisa memantau secara langsung perkembangannya di https://pemilu2024.kpu.go.id/. Hasil yang ditampilkan KPU ini merupakan hitungan langsung (real count), namun bukan hasil akhir Pemilu 2024.

KPU menyatakan publikasi form model C/D hasil adalah hasil penghitungan suara di tps dengan tujuan memudahkan akses informasi publik.

Adapun penghitungan suara yang dilakukan oleh kpps, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kesalahan Konversi Sirekap di SulSel

Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulsel, Ahmad Adiwijaya mengatakan, bahwa untuk Sulsel, tidak separah seperti yang terjadi di daerah lain. Dia menyatakan dalam proses konversi itulah terjadi kesalahan antara C1 dan Sirekap.

Menurutnya, KPU telah memonitor jika terdapat kesalahan hitung. Oleh karena itu, KPU berkoordinasi semua tingkatan pusat sampai daerah melakukan koreksi terkait kesalahan konversi tersebut.

“Kami perlu juga sampaikan, sejauh ini belum dapat laporan salah input separah di luar Sulsel, yang ada pengunggahan salah C1 diunggah itu terintegrasi dengan info pemilu ada kekeliruan atau kesalahan aplikasi,” katanya.

Selanjutnya dicocokan kembali di Sirekap Web. Jadi akan dilakukan pembetulan di depan saksi capres dan caleg saat perhitungan di tingkat kecamatan.

“Ada terjadi kekeliruan sistem, sistem dan data. Maka akan dilakukan perbaikan di tingkat kecamatan. Ini akan diperbaiki dan pencocokan saat rekap di tingkat kecamatan,” terangnya.

Penyesuaian atau pencocokan konversi salah input atau tidak, jadi termasuk pada calon DPD. Nanti dikoreksi di tingkat kecamatan untuk penyesuaian.

“Karena Sirekap hanya alat bantu saja. Adanya info publik dilihat masyarakat. Semakin banyak melihat maka semakin banyak masukan ke kami,” sebutnya.

Cara cek real count Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki situs resmi untuk memantau real count atau perolehan suara nyata Pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Masyarakat dapat mencoba cara cek real count Pemilu 2024 berikut ini untuk mengetahui hasil pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg).

Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengecek hasil real count secara berkala dengan mudah secara online.

Berikut ini cara cek real count Pemilu 2024 yang dapat menjadi panduan masyarakat untuk mengecek langsung.

  1. Buka situs https://pemilu2024.kpu.go.id/ pada browser.
  2. Pilih jenis pemilu yang ingin dicek pada kolom bagian kiri atas, seperti pilpres, pileg DPR, pileg DPRD Provinsi, pileg DPRD Kabupaten/Kota, atau pileg DPD.
  3. Selanjutnya, pilih opsi ‘Hitung Suara’.
  4. Kemudian, klik nama provinsi yang ingin dilihat.
  5. Hasil hitung real count Pemilu 2024 akan ditampilkan di laman tersebut.

Perolehan suara real count dari situs KPU untuk partai politik masih bersifat sementara sebab dapat terus berubah-ubah.

Oleh karena itu, setiap masyarakat bisa terus memantau keseluruhan perolehan suara secara berkala di situs KPU ini.

Apa itu real count?

Real count adalah proses penghitungan secara menyeluruh dari semua Tempat Penghitungan Suara (TPS) di Indonesia.

Di hari pemungutan suara, terdapat juga penghitungan cepat (quick count) untuk memprediksi hasil pemilu di hari yang sama.

Namun penghitungan cepat bukanlah hasil resmi pemilu sebab real count merupakan hasil Pemilu yang resmi dirilis oleh KPU.

Quick count dapat menjadi gambaran tentang hasil pemilu di hari yang sama, tetapi hasil resmi pemilu tetap menunggu perhitungan suara nyata (real count).

Berdasarkan jadwal penyelenggaraan yang dirilis KPU, proses rekapitulasi penghitungan suara dilakukan pada 15 Februari hingga 20 Maret 2024.

Artinya, seluruh masyarakat Indonesia baru bisa mengetahui hasil pemenang Pemilu 2024 usai rekapitulasi tersebut selesai.

Jadwal lengkap Rangkaian Pemilu 2024

Berikut tahapan dan jadwal lengkap rekapitulasi suara dalam pemilu 2024 setelah pencoblosan:

  1. Pemungutan suara: Rabu, 14 Februari 2024
  2. Penghitungan suara: Rabu, 14 Februari 2024 – Kamis, 15 Februari 2024
  3. Rekapitulasi hasil penghitungan suara: Kamis, 15 Februari 2024 – Rabu, 20 Maret 2024
  4. Penetapan Hasil Pemilu: Paling lambat 3 hari setelah memperoleh surat pemberitahuan atau putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) jika tidak terdapat permohonan perselisihan hasil Pemilu.
  5. Penetapan Hasil Pemilu: paling lambat 3 (tiga) hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi dibacakan jika terdapat permohonan perselisihan hasil Pemilu.
  6. Jika pemilu berlangsung satu putaran maka sesuai jadwal, pengucapan sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden dilakukan pada Minggu, 20 Oktober 2024. Sementara pengucapan sumpah/janji anggota DPR, DPD dilakukan pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BawasluKPUNusantaraPemilu 2024SIREKAPSIWASLUwartakita
Share28Tweet18Send

ARTIKEL TERKAIT

semangka-5

Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

25/09/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
KPU Minta Maaf Kesalahan SIREKAP dan DPT Online, Ini Cara Cek Real Count Pemilu 2024 - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.