Peristiwa mengkhawatirkan terjadi di Sidoarjo, di mana ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data terbaru menunjukkan dampak luas pada komunitas santri.
Ratusan Santri Terdampak Keracunan Massal di Sidoarjo
Kasus ini mulai mencuat ketika banyak santri melaporkan gejala-gejala keracunan setelah menyantap makanan yang telah disediakan. Badan Gizi Nasional (BGN), melalui Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Ketut Sumedana, mengonfirmasi angka terbaru yang mengindikasikan skala kejadian ini.
Data Korban Keracunan Massal:
- Jumlah total santri yang terdampak mencapai 512 orang.
- Sebanyak 80 santri masih menjalani perawatan medis.
- 312 santri dilaporkan telah pulang dan dinyatakan sembuh.
- Terdapat 120 santri yang saat ini masih dalam tahap observasi.
Sebelumnya, catatan dari penanganan medis di delapan rumah sakit di Sidoarjo mencatat total 500 santri yang menerima perawatan. Dari jumlah tersebut, 320 pasien sudah diperbolehkan pulang, 65 pasien masih dirawat inap, dan 115 pasien dalam observasi. Angka yang dirilis BGN menunjukkan peningkatan data, dengan 80 santri masih dalam perawatan dan 120 dalam observasi, menyoroti perlunya pemantauan berkelanjutan.
Investigasi Mendalam dan Tindakan Penegakan
Menanggapi insiden serius ini, BGN tidak tinggal diam. Lembaga tersebut telah berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melancarkan investigasi yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi secara pasti akar penyebab keracunan yang menimpa para santri ini. Hasil dari investigasi ini akan diumumkan secara transparan kepada publik.
Tindakan yang Diambil:
- Kerja Sama Investigasi: BGN berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengungkap fakta di balik kejadian keracunan.
- Suspensi Operasional: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo, dikenakan sanksi suspensi berat selama 30 hari untuk evaluasi dan perbaikan operasional.
- Usulan Pencopotan Jabatan: Kepala SPPG Talang Angin juga diusulkan untuk dicopot dari posisinya, sebagai bentuk akuntabilitas atas peristiwa ini.
Saat ini, prioritas utama dari seluruh pihak berwenang adalah memastikan keselamatan dan pemulihan kesehatan seluruh santri yang masih membutuhkan perawatan intensif di fasilitas rumah sakit.
Kontributor: Budi S.
Penyunting: RR. Nur























