Sebuah inisiatif luar biasa diluncurkan oleh tiga perguruan tinggi terkemuka di Indonesia—Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sriwijaya (Unsri), dan Universitas Diponegoro (Undip)—untuk memerangi penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di kalangan remaja. Fokus awal program ini menyasar siswa di SMA Mafakati Pulau Hiri, Ternate, Sulawesi Tenggara, dengan potensi perluasan yang sangat mungkin menyentuh daerah-daerah strategis seperti Makassar dan wilayah sekitarnya.
- Program KITA SEBAYA adalah kolaborasi inovatif antar 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) sebagai bagian dari Tim Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI).
- Tujuannya adalah mendukung target eliminasi AIDS global pada tahun 2030 dan memperluas akses edukasi kesehatan bagi remaja, terutama di daerah kepulauan dan 3T.
- Metode pelatihan pendidik sebaya (*peer educator*) menggunakan pendekatan interaktif, termasuk *role play*, untuk membekali remaja dengan keterampilan komunikasi, pengambilan keputusan sehat, dan informasi akurat tentang HIV tanpa stigma.
- Inovasi digital melalui website KITA SEBAYA menjadi media pendukung pembelajaran dan evaluasi formatif untuk memantau pemahaman peserta.
- Model ini bertransformasi dari penerima informasi menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi kesehatan positif dan membangun budaya pencegahan risiko.
Aksi Nyata Perguruan Tinggi dalam Eliminasi AIDS
Sebagai bagian integral dari Tim Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI), yang terdiri dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sriwijaya (Unsri), dan Universitas Diponegoro (Undip) bersatu padu dalam mengimplementasikan Program KITA SEBAYA. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata dari dunia akademik untuk mendukung target ambisius eliminasi AIDS pada tahun 2030. Di samping itu, KITA SEBAYA juga bertujuan untuk mendobrak batasan akses edukasi kesehatan bagi kaum muda, khususnya mereka yang berada di wilayah kepulauan yang kerap terisolasi dan daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan). Implementasi yang sukses di Ternate membuka pintu lebar bagi potensi replikasi program ini di berbagai kota besar, termasuk Makassar, yang memiliki dinamika sosial dan demografi remaja yang perlu mendapat perhatian serupa.
Tujuan dan Kontribusi Strategis Program KITA SEBAYA
Santi Riskiyani, seorang akademisi yang turut aktif dalam Tim PMKI dari Unhas, menegaskan esensi program ini. “Program KITA SEBAYA adalah wujud nyata kontribusi perguruan tinggi kami dalam upaya global mewujudkan Indonesia bebas AIDS pada 2030,” ujarnya. Beliau menambahkan, “Kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan yang relevan dan dapat diakses oleh seluruh remaja, tanpa terkecuali, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang secara geografis dan infrastruktur masih tertinggal.” Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berupaya membangun kesadaran dan kapasitas remaja agar mampu mengambil langkah preventif secara mandiri dan kolektif.
Metode Pelatihan Pendidik Sebaya yang Interaktif
Pada tahapan awal pelaksanaannya, kegiatan perdana program ini berhasil menjaring 15 siswa untuk mengikuti Pelatihan Pendidik Sebaya. Pelatihan ini didesain dengan pendekatan yang sangat interaktif dan partisipatif, menggunakan metode role play (bermain peran) sebagai media utamanya. Melalui simulasi berbagai skenario kehidupan nyata yang kerap dihadapi oleh remaja, para peserta didorong untuk mengasah berbagai keterampilan krusial. Ini mencakup pengembangan kemampuan berkomunikasi yang efektif, membekali mereka dengan strategi pengambilan keputusan yang sehat, melatih cara menghadapi tekanan dari lingkungan sosial atau teman sebaya, serta yang terpenting, memberikan pemahaman yang akurat mengenai HIV, lengkap dengan penekanan pada penghapusan stigma dan diskriminasi.
Inovasi Digital untuk Edukasi Kesehatan yang Berkelanjutan
KITA SEBAYA mengusung model pemberdayaan remaja yang cerdas, menggabungkan kekuatan pendekatan pendidik sebaya (*peer educator*) dengan pemanfaatan teknologi digital melalui website edukasi. Website KITA SEBAYA didedikasikan sebagai platform pendukung pembelajaran yang komprehensif, sekaligus menjadi sarana evaluasi formatif. Tujuannya adalah untuk memantau secara berkala tingkat pemahaman peserta di setiap sesi pembelajaran yang mereka ikuti. Dengan pendekatan yang adaptif terhadap karakteristik generasi muda saat ini, program ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan literasi kesehatan, membangun rasa percaya diri dan efikasi diri pada remaja, serta memperkuat komitmen mereka terhadap perilaku pencegahan HIV. Seperti yang diungkapkan oleh Santi, “Pendekatan pembelajaran ini tidak hanya membuat peserta lebih mudah menyerap materi, tetapi juga secara bersamaan mengasah keterampilan praktis yang relevan dan dapat langsung diterapkan dalam dinamika kehidupan sehari-hari mereka.”
Transformasi Remaja Menjadi Agen Perubahan Positif
Lebih jauh, para pendidik sebaya yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan ini akan melanjutkan peran mereka dengan mendampingi 40 siswa lainnya. Pendampingan ini akan mencakup sesi diskusi yang mendalam, edukasi lanjutan, serta praktik-praktik pencegahan yang relevan. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan terus didukung oleh platform website edukasi KITA SEBAYA, yang akan berfungsi sebagai media pembelajaran mandiri dan sarana evaluasi mingguan selama periode enam pekan ke depan. Model pembelajaran yang dirancang ini memiliki visi jangka panjang: agar remaja tidak hanya berperan sebagai penerima informasi pasif, melainkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif di lingkungan mereka. Mereka diharapkan dapat secara mandiri menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar dan terpercaya, serta secara aktif membangun sebuah budaya komunitas yang saling mengingatkan dan mendukung dalam mencegah perilaku berisiko yang dapat mengarah pada penularan HIV.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: Budi S.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























