Upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menghadapi hambatan serius. Tentara Israel dilaporkan menahan sekitar 40 kapal dari total 57 kapal yang berlayar, serta menahan 332 orang, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI).
Detik-Detik Penahanan: Misi Kemanusiaan yang Dicegat Israel
Menurut keterangan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Ahmad Juwaini, penahanan massal ini terjadi saat armada kemanusiaan tersebut berupaya mencapai perairan Gaza. Peristiwa ini menambah daftar panjang intervensi Israel terhadap misi-misi kemanusiaan yang ditujukan untuk warga sipil di Gaza.
Kronologi Awal dan Intersepsi di Perairan Yunani
Perjalanan GSF dimulai dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026. Namun, gelombang pertama armada ini segera diadang oleh pasukan Israel setibanya di perairan Yunani. Lebih dari 170 orang dilaporkan ditangkap pada fase awal ini, meskipun sebagian besar kemudian dibebaskan setelah beberapa hari penahanan. Dua individu dilaporkan baru dibebaskan setelah mendekam selama hampir 12 hari.
Kelanjutan Misi dari Turki dan Penegasan Penahanan
Misi kemudian dilanjutkan dari Marmaris, Turki, dengan bergabungnya delegasi Indonesia. Namun, pada Senin (18/5/2026) siang, kapal-kapal peserta kembali diintersep oleh militer Israel. Hingga Selasa (19/5/2026) pagi, Ahmad Juwaini mengonfirmasi bahwa catatan dari Global Sumud Flotilla menunjukkan sekitar 40 kapal telah ditahan dan 332 aktivis kemanusiaan serta jurnalis dari berbagai negara berstatus diculik oleh Israel.
Kisah WNI di Tengah Pengejaran Militer Israel
Salah satu relawan GPCI, Herman Budiyanto, membagikan pengalaman menegangkan saat mengikuti misi GSF 2026. Dari total sekitar 54 kapal yang berangkat dari Albatros Marina, Turki, rombongan yang ditumpanginya sempat dipantau ketat oleh kapal perang Israel dan bahkan drone. Kapal-kapal militer Israel dilaporkan menurunkan sekoci untuk mendekati dan mengejar kapal-kapal kemanusiaan.
Manuver Penghindaran dan Keberuntungan di Mediterania
Kapal Zapyro yang dinaiki Herman Budiyanto dilaporkan berhasil melakukan manuver penghindaran yang lihai berkat pengalaman kapten dan kru. Ia menyatakan keberuntungan timnya dalam lolos dari pengejaran, seraya mengucap syukur atas pertolongan Tuhan dan doa dari masyarakat Indonesia.
Identitas Sembilan WNI yang Ditahan
Dari total 332 orang yang ditahan Israel, sembilan di antaranya adalah warga negara Indonesia. Mereka tersebar di lima kapal kemanusiaan yang berbeda. Kesembilan WNI tersebut adalah:
- Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) di kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) di kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) di kapal Josef
- Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) di kapal Kasri Sadabad
- Hendro Prasetyo (SMART 171) di kapal Kasri Sadabad
- Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) di kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika) di kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo) di kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (Jurnalis iNewsTV, BeritaSatu, CNN Indonesia) di kapal Ozgurluk
Penahanan ini menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dan nasib para aktivis serta jurnalis yang menjalankan misi kemanusiaan mereka.























