Iran telah mengajukan proposal damai baru yang komprehensif, menawarkan penghentian serangan di Selat Hormuz sebagai imbalan atas dicabutnya blokade Amerika Serikat dan diakhirinya konflik regional. Langkah diplomatik ini bertujuan untuk memecah kebuntuan negosiasi dengan AS.
Inti Proposal dan Syarat Kunci Iran
Disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kepada para mediator regional, proposal Iran menggarisbawahi dua tuntutan utama: pengakhiran perang secara menyeluruh dan pencabutan sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhannya. Inisiatif ini dirancang untuk menghidupkan kembali dialog yang sempat terhenti.
Tiga Tahap Proposal Damai Iran
- Tahap Pertama: Menuntut Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan tindakan militer secara permanen dan memberikan jaminan kuat bahwa tidak akan ada eskalasi konflik di masa mendatang.
- Tahap Kedua: Mediator akan memainkan peran krusial dalam memfasilitasi penyelesaian isu mengenai penutupan Selat Hormuz, serta mendorong tercapainya kesepakatan mengenai pengelolaan jalur perairan strategis ini.
- Tahap Ketiga: Setelah kedua tahap sebelumnya berhasil diimplementasikan, Iran menyatakan kesiapannya untuk membuka negosiasi terkait program nuklirnya, serta isu-isu kompleks lainnya, termasuk pendanaan terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan.
Reaksi Internasional dan Dukungan
Proposal Iran telah menarik perhatian para pemimpin dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah mendiskusikan tawaran ini bersama tim keamanan nasionalnya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan optimisme mengenai keseriusan Iran dalam mencapai kesepakatan, namun menegaskan bahwa AS tidak akan mengizinkan Teheran untuk mendominasi Selat Hormuz.
Dari Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik langkah diplomatik Iran dan mengapresiasi ketahanan negara tersebut di tengah tekanan kampanye militer AS dan Israel. Rusia telah menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam upaya penyelesaian konflik.
Keraguan dan Tantangan dalam Implementasi
Meskipun demikian, beberapa analis menyuarakan keraguan terhadap potensi efektivitas proposal ini, terutama dengan penundaan isu program nuklir Iran ke tahap akhir. Raz Zimmt, Direktur program Iran di Institute for National Security Studies Israel, berpendapat bahwa pendekatan ini memiliki peluang kecil untuk menghasilkan penghentian jangka panjang terhadap program nuklir Iran.
Para mediator regional dilaporkan terus berupaya mendorong kedua belah pihak, Teheran dan Washington, untuk melanjutkan negosiasi, bahkan melalui jalur tidak langsung, dengan harapan tercapainya titik temu dan kesepahaman bersama.























