Selasa, 22 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa

by Pewarta Warga
28/03/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
img-1774643272-8c8c3595fadd3a3a

BACA JUGA:

Indonesia dan Afrika Selatan: Mempererat Hubungan Budaya Melalui Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari

Di tengah Samudra Hindia, sebuah kisah tentang ketokohan dan perjuangan melampaui batas geografis terbentang. Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari (1626-1699), seorang ulama besar dari Nusantara, menjadi bukti nyata bagaimana seorang individu dapat menorehkan jejak abadi dalam sejarah dua benua, serta memperkaya khazanah budaya dunia.

  • Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari, ulama Tarekat Khalwatiyah, adalah pahlawan nasional Indonesia dan tokoh penting di Afrika Selatan.
  • UNESCO memperingati 400 tahun kelahirannya melalui Program Anniversaries, menyoroti perannya dalam diplomasi budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan.
  • Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik” dan sumber inspirasi perjuangan anti-apartheid.
  • Perjalanan hidup Syekh Yusuf mencakup penuntut ilmu di Timur Tengah, penyebaran ajaran Tarekat Khalwatiyah di Nusantara, pengasingan oleh VOC, dan dakwah di Afrika Selatan.
  • Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar menjadi warisan intelektual yang terus lestari.
  • Penghargaan Order of the Companions of Oliver Reginald Tambo in Gold dari Afrika Selatan mengukuhkan kontribusinya.
  • Rencana pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town memperkuat hubungan diplomasi budaya kedua negara.

Syekh Yusuf: Jejak Sang Ulama Lintas Benua

Kisah Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari adalah narasi tentang seorang pejuang spiritual dan intelektual yang pengaruhnya merasuk jauh melampaui tanah kelahirannya di Gowa, Sulawesi Selatan. Lahir pada tahun 1626 dalam lingkungan bangsawan, perjalanan intelektualnya membawanya menuntut ilmu hingga ke Yaman, Mekkah, Madinah, dan Damaskus. Pengembaraan ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya tetapi juga membentuk pandangan dunia dan metodologi dakwahnya.

Di Nusantara, Syekh Yusuf dikenal sebagai pelopor Tarekat Khalwatiyah, sebuah tarekat sufi yang diperkenalkannya dan mendapatkan tempat di hati banyak pengikut. Selama periode penting di Banten (1670–1683), beliau tidak hanya menjadi penasihat spiritual Sultan Ageng Tirtayasa, tetapi juga menghasilkan karya-karya tulis yang monumental, termasuk Zubdat al-Asrār fī Tahqīq Ba‘ḍ Masyārib al-Akhyār.

Meskipun ditangkap dan diasingkan oleh VOC ke Sri Lanka pada tahun 1683, ajaran dan pengaruh Syekh Yusuf tidak padam. Para muridnya gigih menyebarkan ajaran beliau, khususnya di Makassar dan wilayah Bugis. Bukti keberlanjutan pengaruhnya terlihat dari naskah-naskah yang disalin berabad-abad kemudian atas perintah penguasa lokal, menunjukkan betapa dalamnya akar spiritual yang ditanamkan Syekh Yusuf.

Karya Intelektual dan Penyebaran Ajaran Islam

Selama masa pengasingan di Sri Lanka, Syekh Yusuf terus berkarya dan membangun jaringan keilmuan. Bersama ulama India seperti Sidi Matilaya dan Ibrahim Minhan, beliau menghasilkan karya penting seperti Safīnat an-Najāh. Di Sri Lanka, beliau juga menulis sedikitnya 17 karya, beberapa di antaranya mengidentifikasi “Sarandib” atau “Sailāniyyah” sebagai lokasi penulisan. Karya-karya ini, seperti Al-Nafḥat as-Sailāniyyah dan Barakah as-Sailāniyyah, sering kali lahir dari inspirasi pertemuan dengan ulama lain atau permintaan sahabat.

Pilihan Syekh Yusuf dalam menulis menggunakan bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar mencerminkan pemahamannya yang mendalam terhadap keragaman linguistik dan budaya. Melalui karya-karyanya, beliau memperkenalkan konsep tasawuf seperti Iḥāṭah (Tuhan meliputi segala sesuatu) dan Ma‘iyyah (Tuhan menyertai segala sesuatu), yang menekankan keesaan mutlak Allah. Konsep-konsep ini menjadi ciri khas ajaran tasawuf beliau.

Dampak Spiritual di Afrika Selatan

Pengasingan terakhir Syekh Yusuf membawanya ke Zandvliet, yang kini dikenal sebagai Macassar di Cape Town, Afrika Selatan. Di sini, beliau tidak lagi aktif menulis, namun memfokuskan energinya untuk membimbing para pengikut dan membangun komunitas muslim yang terdiri dari budak dan orang buangan. Tempat tinggalnya menjadi pusat spiritual dan sosial yang menguatkan martabat kaum tertindas serta menumbuhkan solidaritas.

Peran Syekh Yusuf di Afrika Selatan sangat signifikan dalam membangun struktur sosial-keagamaan awal bagi komunitas Muslim di sana. Dakwahnya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para budak, meninggalkan warisan yang terus hidup hingga kini. Di Indonesia, ajaran Syekh Yusuf melahirkan Jam’iyyah Tarekat Khalwatiyah yang masih aktif, terutama di Sulawesi Selatan.

Syekh Yusuf: Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia-Afrika Selatan

Pengakuan UNESCO terhadap Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari sebagai tokoh yang dirayakan bukanlah kebetulan. Hal ini menggarisbawahi peran krusialnya dalam menenun hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan. Nelson Mandela, ikon perjuangan anti-apartheid, secara terbuka mengakui Syekh Yusuf sebagai sumber inspirasi. Mandela bahkan menyebutnya sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik,” menyoroti bagaimana ajaran dan ketokohan Syekh Yusuf mampu melintasi batas agama, bangsa, dan samudra.

Keterkaitan antara kedua bangsa ini berakar jauh sebelum era diplomasi modern. Syekh Yusuf, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi salah satu jembatan awal hubungan tersebut. Komunitas Cape Malay di Afrika Selatan, yang memiliki akar keturunan Indonesia, adalah bukti nyata ikatan persaudaraan yang kuat antara kedua negara.

Inspirasi bagi Perjuangan Kemerdekaan dan Identitas Global

Pengaruh Syekh Yusuf terasa begitu dalam bagi Nelson Mandela. Keduanya sama-sama mengalami pahitnya pengasingan karena perjuangan melawan penindasan. Kekuatan spiritual dan ketahanan Syekh Yusuf dalam menghadapi cobaan menjadi sumber kekuatan bagi Mandela dalam melawan sistem apartheid yang brutal. Mandela secara tegas menyatakan bahwa Syekh Yusuf adalah model perlawanannya.

Bahkan, kecintaan Mandela terhadap Syekh Yusuf turut memengaruhi apresiasinya terhadap budaya Indonesia. Setelah menerima kemeja batik pertamanya saat kunjungan resmi ke Jakarta pada tahun 1990, Mandela menjadikan batik sebagai bagian dari identitasnya, sering mengenakannya dalam acara resmi, bahkan membawanya ke kancah internasional. Batik Indonesia pun semakin mendunia berkat dukungannya.

Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan

Dalam rangka memperingati 400 tahun Syekh Yusuf dan mempererat hubungan kedua negara, Kementerian Kebudayaan Indonesia merencanakan pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town. Pusat kebudayaan ini akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan antar bangsa melalui seni, bahasa, pendidikan, dan pertukaran nilai-nilai kemanusiaan.

Pusat budaya ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga dan melestarikan warisan Syekh Yusuf, tetapi juga untuk mempresentasikan kontribusi Indonesia dalam sejarah Afrika Selatan. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional sebagai bangsa yang menjunjung perdamaian, toleransi, dan solidaritas global, serta membangun ruang interaksi lintas budaya yang berharga. Pembangunan ini merupakan investasi dalam diplomasi budaya yang kuat untuk masa depan, sebuah jembatan persaudaraan abadi antara Indonesia dan Afrika Selatan.


Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Budaya NusantaraDiplomasi BudayaNelson MandelaPahlawan Nasional IndonesiaSejarah IslamSyekh YusufTarekat KhalwatiyahTokoh Afrika SelatanUNESCO
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Bangga! Indonesia Raih 5 Medali di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang: Perunggu Soft Tennis dan Wushu Mengibarkan Merah Putih

21/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

PLN Pastikan Transparansi Kompensasi Lahan SUTT 150 kV di Morowali Melalui Sosialisasi Mendalam

20/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

TNI AL Serahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke PT PAL & Fincantieri untuk Retrofit: Detail Kerja Sama dan Potensi Operasional

19/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Angkat Bicara Soal Kasus Suap HGB BPN Bogor

19/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Strategi Multidimensi Melawan Dampak Kebakaran Hutan & Lahan di Kalimantan: Respons Komprehensif Melampaui Krisis Asap

18/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa, China-Rusia Peringatkan Perang Antariksa

16/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Pemecatan Menteri Lewat Telepon: Sorotan Analis Komunikasi Politik Unpad Terhadap Etika Birokrasi

16/09/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Absen di DPR, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Jadi Sorotan Pasca OTT KPK

16/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    198 shares
    Share 79 Tweet 50
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Grab Akuisisi Atome Financial: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan Indonesia

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Teras Perwira 2026: Grab & OVO Finansial Bekali Ribuan Mitra UMKM di 10 Kota

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sejarah Lunas: Utang Krisis 1998 Berakhir Agustus 2026, Dibayar Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Strategi Multidimensi Melawan Dampak Kebakaran Hutan & Lahan di Kalimantan: Respons Komprehensif Melampaui Krisis Asap

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.