Minggu, 30 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa

by Pewarta Warga
28/03/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
img-1774643272-8c8c3595fadd3a3a

BACA JUGA:

Indonesia dan Afrika Selatan: Mempererat Hubungan Budaya Melalui Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari

Di tengah Samudra Hindia, sebuah kisah tentang ketokohan dan perjuangan melampaui batas geografis terbentang. Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari (1626-1699), seorang ulama besar dari Nusantara, menjadi bukti nyata bagaimana seorang individu dapat menorehkan jejak abadi dalam sejarah dua benua, serta memperkaya khazanah budaya dunia.

  • Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari, ulama Tarekat Khalwatiyah, adalah pahlawan nasional Indonesia dan tokoh penting di Afrika Selatan.
  • UNESCO memperingati 400 tahun kelahirannya melalui Program Anniversaries, menyoroti perannya dalam diplomasi budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan.
  • Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik” dan sumber inspirasi perjuangan anti-apartheid.
  • Perjalanan hidup Syekh Yusuf mencakup penuntut ilmu di Timur Tengah, penyebaran ajaran Tarekat Khalwatiyah di Nusantara, pengasingan oleh VOC, dan dakwah di Afrika Selatan.
  • Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar menjadi warisan intelektual yang terus lestari.
  • Penghargaan Order of the Companions of Oliver Reginald Tambo in Gold dari Afrika Selatan mengukuhkan kontribusinya.
  • Rencana pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town memperkuat hubungan diplomasi budaya kedua negara.

Syekh Yusuf: Jejak Sang Ulama Lintas Benua

Kisah Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari adalah narasi tentang seorang pejuang spiritual dan intelektual yang pengaruhnya merasuk jauh melampaui tanah kelahirannya di Gowa, Sulawesi Selatan. Lahir pada tahun 1626 dalam lingkungan bangsawan, perjalanan intelektualnya membawanya menuntut ilmu hingga ke Yaman, Mekkah, Madinah, dan Damaskus. Pengembaraan ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya tetapi juga membentuk pandangan dunia dan metodologi dakwahnya.

Di Nusantara, Syekh Yusuf dikenal sebagai pelopor Tarekat Khalwatiyah, sebuah tarekat sufi yang diperkenalkannya dan mendapatkan tempat di hati banyak pengikut. Selama periode penting di Banten (1670–1683), beliau tidak hanya menjadi penasihat spiritual Sultan Ageng Tirtayasa, tetapi juga menghasilkan karya-karya tulis yang monumental, termasuk Zubdat al-Asrār fī Tahqīq Ba‘ḍ Masyārib al-Akhyār.

Meskipun ditangkap dan diasingkan oleh VOC ke Sri Lanka pada tahun 1683, ajaran dan pengaruh Syekh Yusuf tidak padam. Para muridnya gigih menyebarkan ajaran beliau, khususnya di Makassar dan wilayah Bugis. Bukti keberlanjutan pengaruhnya terlihat dari naskah-naskah yang disalin berabad-abad kemudian atas perintah penguasa lokal, menunjukkan betapa dalamnya akar spiritual yang ditanamkan Syekh Yusuf.

Karya Intelektual dan Penyebaran Ajaran Islam

Selama masa pengasingan di Sri Lanka, Syekh Yusuf terus berkarya dan membangun jaringan keilmuan. Bersama ulama India seperti Sidi Matilaya dan Ibrahim Minhan, beliau menghasilkan karya penting seperti Safīnat an-Najāh. Di Sri Lanka, beliau juga menulis sedikitnya 17 karya, beberapa di antaranya mengidentifikasi “Sarandib” atau “Sailāniyyah” sebagai lokasi penulisan. Karya-karya ini, seperti Al-Nafḥat as-Sailāniyyah dan Barakah as-Sailāniyyah, sering kali lahir dari inspirasi pertemuan dengan ulama lain atau permintaan sahabat.

Pilihan Syekh Yusuf dalam menulis menggunakan bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar mencerminkan pemahamannya yang mendalam terhadap keragaman linguistik dan budaya. Melalui karya-karyanya, beliau memperkenalkan konsep tasawuf seperti Iḥāṭah (Tuhan meliputi segala sesuatu) dan Ma‘iyyah (Tuhan menyertai segala sesuatu), yang menekankan keesaan mutlak Allah. Konsep-konsep ini menjadi ciri khas ajaran tasawuf beliau.

Dampak Spiritual di Afrika Selatan

Pengasingan terakhir Syekh Yusuf membawanya ke Zandvliet, yang kini dikenal sebagai Macassar di Cape Town, Afrika Selatan. Di sini, beliau tidak lagi aktif menulis, namun memfokuskan energinya untuk membimbing para pengikut dan membangun komunitas muslim yang terdiri dari budak dan orang buangan. Tempat tinggalnya menjadi pusat spiritual dan sosial yang menguatkan martabat kaum tertindas serta menumbuhkan solidaritas.

Peran Syekh Yusuf di Afrika Selatan sangat signifikan dalam membangun struktur sosial-keagamaan awal bagi komunitas Muslim di sana. Dakwahnya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para budak, meninggalkan warisan yang terus hidup hingga kini. Di Indonesia, ajaran Syekh Yusuf melahirkan Jam’iyyah Tarekat Khalwatiyah yang masih aktif, terutama di Sulawesi Selatan.

Syekh Yusuf: Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia-Afrika Selatan

Pengakuan UNESCO terhadap Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari sebagai tokoh yang dirayakan bukanlah kebetulan. Hal ini menggarisbawahi peran krusialnya dalam menenun hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan. Nelson Mandela, ikon perjuangan anti-apartheid, secara terbuka mengakui Syekh Yusuf sebagai sumber inspirasi. Mandela bahkan menyebutnya sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik,” menyoroti bagaimana ajaran dan ketokohan Syekh Yusuf mampu melintasi batas agama, bangsa, dan samudra.

Keterkaitan antara kedua bangsa ini berakar jauh sebelum era diplomasi modern. Syekh Yusuf, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi salah satu jembatan awal hubungan tersebut. Komunitas Cape Malay di Afrika Selatan, yang memiliki akar keturunan Indonesia, adalah bukti nyata ikatan persaudaraan yang kuat antara kedua negara.

Inspirasi bagi Perjuangan Kemerdekaan dan Identitas Global

Pengaruh Syekh Yusuf terasa begitu dalam bagi Nelson Mandela. Keduanya sama-sama mengalami pahitnya pengasingan karena perjuangan melawan penindasan. Kekuatan spiritual dan ketahanan Syekh Yusuf dalam menghadapi cobaan menjadi sumber kekuatan bagi Mandela dalam melawan sistem apartheid yang brutal. Mandela secara tegas menyatakan bahwa Syekh Yusuf adalah model perlawanannya.

Bahkan, kecintaan Mandela terhadap Syekh Yusuf turut memengaruhi apresiasinya terhadap budaya Indonesia. Setelah menerima kemeja batik pertamanya saat kunjungan resmi ke Jakarta pada tahun 1990, Mandela menjadikan batik sebagai bagian dari identitasnya, sering mengenakannya dalam acara resmi, bahkan membawanya ke kancah internasional. Batik Indonesia pun semakin mendunia berkat dukungannya.

Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan

Dalam rangka memperingati 400 tahun Syekh Yusuf dan mempererat hubungan kedua negara, Kementerian Kebudayaan Indonesia merencanakan pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town. Pusat kebudayaan ini akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan antar bangsa melalui seni, bahasa, pendidikan, dan pertukaran nilai-nilai kemanusiaan.

Pusat budaya ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga dan melestarikan warisan Syekh Yusuf, tetapi juga untuk mempresentasikan kontribusi Indonesia dalam sejarah Afrika Selatan. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional sebagai bangsa yang menjunjung perdamaian, toleransi, dan solidaritas global, serta membangun ruang interaksi lintas budaya yang berharga. Pembangunan ini merupakan investasi dalam diplomasi budaya yang kuat untuk masa depan, sebuah jembatan persaudaraan abadi antara Indonesia dan Afrika Selatan.


Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Budaya NusantaraDiplomasi BudayaNelson MandelaPahlawan Nasional IndonesiaSejarah IslamSyekh YusufTarekat KhalwatiyahTokoh Afrika SelatanUNESCO
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

RUU Perampasan Aset: 13 Pidana Terancam Sita Aset Tanpa Vonis Pengadilan

30/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Kerusuhan Pasca-Demo DPR: 322 Diamankan, 1 Tewas, Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan

30/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Kemenkumham Sulbar: Implementasi Nyata Rekomendasi Reformasi Hukum, Bukan Sekadar Formalitas Administratif

29/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup, Pengendara Dialihkan Akibat Demonstrasi: Imbauan Jasa Marga

28/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Ayah Tiri di Gowa Ditangkap Polisi karena Rudapaksa Anak Tiri 17 Tahun Berkali-kali

28/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

1.425 Personel Gabungan Siaga Amankan Aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta demi Kamtibmas Kondusif

27/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Berlayar Menuju Indonesia: Awal Era Baru Pertahanan Laut Nusantara

27/08/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

OJK Buka Rekening Donasi ‘Mas Botok’ Jika Tak Ada Unsur Pidana: Penjelasan Lengkap

26/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Vivo T5 5G Meluncur 2 September 2026 di India: Kombinasi Baterai Raksasa dan Desain Tipis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Miliarder K-Pop: Intip Kekayaan Bersih Anggota BLACKPINK di Tahun 2026!

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Asus ROG Phone 10 Pro: Desain Cyberpunk Futuristik, Snapdragon 8 Gen 5, dan Layar 240Hz Siap Menggebrak Pasar Gamer!

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.