Rabu, 14 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa

by Pewarta Warga
28/03/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
img-1774643272-8c8c3595fadd3a3a

BACA JUGA:

Indonesia dan Afrika Selatan: Mempererat Hubungan Budaya Melalui Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari

Di tengah Samudra Hindia, sebuah kisah tentang ketokohan dan perjuangan melampaui batas geografis terbentang. Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari (1626-1699), seorang ulama besar dari Nusantara, menjadi bukti nyata bagaimana seorang individu dapat menorehkan jejak abadi dalam sejarah dua benua, serta memperkaya khazanah budaya dunia.

  • Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari, ulama Tarekat Khalwatiyah, adalah pahlawan nasional Indonesia dan tokoh penting di Afrika Selatan.
  • UNESCO memperingati 400 tahun kelahirannya melalui Program Anniversaries, menyoroti perannya dalam diplomasi budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan.
  • Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik” dan sumber inspirasi perjuangan anti-apartheid.
  • Perjalanan hidup Syekh Yusuf mencakup penuntut ilmu di Timur Tengah, penyebaran ajaran Tarekat Khalwatiyah di Nusantara, pengasingan oleh VOC, dan dakwah di Afrika Selatan.
  • Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar menjadi warisan intelektual yang terus lestari.
  • Penghargaan Order of the Companions of Oliver Reginald Tambo in Gold dari Afrika Selatan mengukuhkan kontribusinya.
  • Rencana pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town memperkuat hubungan diplomasi budaya kedua negara.

Syekh Yusuf: Jejak Sang Ulama Lintas Benua

Kisah Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari adalah narasi tentang seorang pejuang spiritual dan intelektual yang pengaruhnya merasuk jauh melampaui tanah kelahirannya di Gowa, Sulawesi Selatan. Lahir pada tahun 1626 dalam lingkungan bangsawan, perjalanan intelektualnya membawanya menuntut ilmu hingga ke Yaman, Mekkah, Madinah, dan Damaskus. Pengembaraan ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya tetapi juga membentuk pandangan dunia dan metodologi dakwahnya.

Di Nusantara, Syekh Yusuf dikenal sebagai pelopor Tarekat Khalwatiyah, sebuah tarekat sufi yang diperkenalkannya dan mendapatkan tempat di hati banyak pengikut. Selama periode penting di Banten (1670–1683), beliau tidak hanya menjadi penasihat spiritual Sultan Ageng Tirtayasa, tetapi juga menghasilkan karya-karya tulis yang monumental, termasuk Zubdat al-Asrār fī Tahqīq Ba‘ḍ Masyārib al-Akhyār.

Meskipun ditangkap dan diasingkan oleh VOC ke Sri Lanka pada tahun 1683, ajaran dan pengaruh Syekh Yusuf tidak padam. Para muridnya gigih menyebarkan ajaran beliau, khususnya di Makassar dan wilayah Bugis. Bukti keberlanjutan pengaruhnya terlihat dari naskah-naskah yang disalin berabad-abad kemudian atas perintah penguasa lokal, menunjukkan betapa dalamnya akar spiritual yang ditanamkan Syekh Yusuf.

Karya Intelektual dan Penyebaran Ajaran Islam

Selama masa pengasingan di Sri Lanka, Syekh Yusuf terus berkarya dan membangun jaringan keilmuan. Bersama ulama India seperti Sidi Matilaya dan Ibrahim Minhan, beliau menghasilkan karya penting seperti Safīnat an-Najāh. Di Sri Lanka, beliau juga menulis sedikitnya 17 karya, beberapa di antaranya mengidentifikasi “Sarandib” atau “Sailāniyyah” sebagai lokasi penulisan. Karya-karya ini, seperti Al-Nafḥat as-Sailāniyyah dan Barakah as-Sailāniyyah, sering kali lahir dari inspirasi pertemuan dengan ulama lain atau permintaan sahabat.

Pilihan Syekh Yusuf dalam menulis menggunakan bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar mencerminkan pemahamannya yang mendalam terhadap keragaman linguistik dan budaya. Melalui karya-karyanya, beliau memperkenalkan konsep tasawuf seperti Iḥāṭah (Tuhan meliputi segala sesuatu) dan Ma‘iyyah (Tuhan menyertai segala sesuatu), yang menekankan keesaan mutlak Allah. Konsep-konsep ini menjadi ciri khas ajaran tasawuf beliau.

Dampak Spiritual di Afrika Selatan

Pengasingan terakhir Syekh Yusuf membawanya ke Zandvliet, yang kini dikenal sebagai Macassar di Cape Town, Afrika Selatan. Di sini, beliau tidak lagi aktif menulis, namun memfokuskan energinya untuk membimbing para pengikut dan membangun komunitas muslim yang terdiri dari budak dan orang buangan. Tempat tinggalnya menjadi pusat spiritual dan sosial yang menguatkan martabat kaum tertindas serta menumbuhkan solidaritas.

Peran Syekh Yusuf di Afrika Selatan sangat signifikan dalam membangun struktur sosial-keagamaan awal bagi komunitas Muslim di sana. Dakwahnya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para budak, meninggalkan warisan yang terus hidup hingga kini. Di Indonesia, ajaran Syekh Yusuf melahirkan Jam’iyyah Tarekat Khalwatiyah yang masih aktif, terutama di Sulawesi Selatan.

Syekh Yusuf: Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia-Afrika Selatan

Pengakuan UNESCO terhadap Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari sebagai tokoh yang dirayakan bukanlah kebetulan. Hal ini menggarisbawahi peran krusialnya dalam menenun hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan. Nelson Mandela, ikon perjuangan anti-apartheid, secara terbuka mengakui Syekh Yusuf sebagai sumber inspirasi. Mandela bahkan menyebutnya sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik,” menyoroti bagaimana ajaran dan ketokohan Syekh Yusuf mampu melintasi batas agama, bangsa, dan samudra.

Keterkaitan antara kedua bangsa ini berakar jauh sebelum era diplomasi modern. Syekh Yusuf, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi salah satu jembatan awal hubungan tersebut. Komunitas Cape Malay di Afrika Selatan, yang memiliki akar keturunan Indonesia, adalah bukti nyata ikatan persaudaraan yang kuat antara kedua negara.

Inspirasi bagi Perjuangan Kemerdekaan dan Identitas Global

Pengaruh Syekh Yusuf terasa begitu dalam bagi Nelson Mandela. Keduanya sama-sama mengalami pahitnya pengasingan karena perjuangan melawan penindasan. Kekuatan spiritual dan ketahanan Syekh Yusuf dalam menghadapi cobaan menjadi sumber kekuatan bagi Mandela dalam melawan sistem apartheid yang brutal. Mandela secara tegas menyatakan bahwa Syekh Yusuf adalah model perlawanannya.

Bahkan, kecintaan Mandela terhadap Syekh Yusuf turut memengaruhi apresiasinya terhadap budaya Indonesia. Setelah menerima kemeja batik pertamanya saat kunjungan resmi ke Jakarta pada tahun 1990, Mandela menjadikan batik sebagai bagian dari identitasnya, sering mengenakannya dalam acara resmi, bahkan membawanya ke kancah internasional. Batik Indonesia pun semakin mendunia berkat dukungannya.

Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan

Dalam rangka memperingati 400 tahun Syekh Yusuf dan mempererat hubungan kedua negara, Kementerian Kebudayaan Indonesia merencanakan pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town. Pusat kebudayaan ini akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan antar bangsa melalui seni, bahasa, pendidikan, dan pertukaran nilai-nilai kemanusiaan.

Pusat budaya ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga dan melestarikan warisan Syekh Yusuf, tetapi juga untuk mempresentasikan kontribusi Indonesia dalam sejarah Afrika Selatan. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional sebagai bangsa yang menjunjung perdamaian, toleransi, dan solidaritas global, serta membangun ruang interaksi lintas budaya yang berharga. Pembangunan ini merupakan investasi dalam diplomasi budaya yang kuat untuk masa depan, sebuah jembatan persaudaraan abadi antara Indonesia dan Afrika Selatan.


Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Budaya NusantaraDiplomasi BudayaNelson MandelaPahlawan Nasional IndonesiaSejarah IslamSyekh YusufTarekat KhalwatiyahTokoh Afrika SelatanUNESCO
Share12Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Sebuah ruangan konferensi pers dengan spanduk besar yang menulis 'KPK Gelar OTT di BNPB'. Empat pejabat tinggi BNPB sedang dibawa pergi oleh petugas KPK yang memakai pakaian formal, dengan kuncian tan

KPK Gelar OTT di BNPB: 4 Fakta Terkini soal Penangkapan Pejabat Tinggi dan Dugaan Korupsi

14/10/2026
Roy Suryo duduk di meja konferensi di ruang DPR, mendengarkan presentasi dari anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ruangan dipenuhi dengan orang-orang dalam pakaian formal, menunjukkan suasana ser

Roy Suryo dan AKSI Temui PKB di DPR, Dorong Hak Angket Ijazah Gibran

13/10/2026
Sebuah debat hangat antara eks Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, yang duduk dengan berkas-berkas di meja, dan anggota DPR yang berdiri, bergerak-gerak dengan ekspresi serius. Latar belakang menampilkan layar

Eks Ketua KPU dan Anggota DPR Beradu Kata Soal PKPU, Ini Penjelasan Hasyim Asy’ari

13/10/2026
Foto jurnalistik profesional menampilkan pertemuan di ruang komisi X DPR, dengan anggota komisi duduk di sekitar meja rapat, terlihat serius dalam diskusi. Anggota komisi MA. Untung berada di tengah-t

Komisi X DPR: Indonesia Belum Memiliki Regulasi Penyetaraan Ijazah LN, Risiko Hukum Menjelang

12/10/2026
Anggota DPR MA. Untung berdiri di depan hutan yang terbakar dengan api terlihat di latar belakang. Dia mengenakan pakaian seragam dan membawa megafon, sambil berbicara kepada sekelompok warga yang kha

Anggota DPR Ingatkan Prioritas Keselamatan Warga dalam Mengatasi Karhutla Merajalela

12/10/2026
Seorang pria muda berpakaian seragam, kemungkinan MA. Untung, berdiri di depan meja hakim dengan ekspresi cemas dan memikirkan, menahan kepalanya dengan tangan. Ruangan pengadilan yang terang dengan b

Setelah Putusan MK Ijazah Gibran, Arah Politik Ke Mana?

12/10/2026
Suatu pertemuan politik di ruang rapat dengan meja besar dan beberapa politisi duduk di sekitarnya. Ruangan terpapar cahaya alami dari beberapa jendela. Salah satu politisi, MA. Untung, sedang mempela

PAN Kaji Putusan MK terhadap Wacana Pemakzulan Gibran, PKB dan DPR RI Ikut Berdiskusi

12/10/2026
Sebuah adegan ruang sidang dengan seorang hakim berpakaian roba formal duduk di meja hakim, di sekelilingnya berisi dokumen hukum dan guling. Di latar belakang, layar besar menampilkan emblema Mahkama

Putusan MK: Apa Arti Yudisialisasi Politik dan Politisasi Yudisial?

12/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    501 shares
    Share 200 Tweet 125
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Bos Rongsok Dianiaya, Uang Rp100 Juta Raib

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.