Jumat, 24 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa

by Pewarta Warga
28/03/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
img-1774643272-8c8c3595fadd3a3a

Di tengah Samudra Hindia, sebuah kisah tentang ketokohan dan perjuangan melampaui batas geografis terbentang. Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari (1626-1699), seorang ulama besar dari Nusantara, menjadi bukti nyata bagaimana seorang individu dapat menorehkan jejak abadi dalam sejarah dua benua, serta memperkaya khazanah budaya dunia.

  • Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari, ulama Tarekat Khalwatiyah, adalah pahlawan nasional Indonesia dan tokoh penting di Afrika Selatan.
  • UNESCO memperingati 400 tahun kelahirannya melalui Program Anniversaries, menyoroti perannya dalam diplomasi budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan.
  • Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik” dan sumber inspirasi perjuangan anti-apartheid.
  • Perjalanan hidup Syekh Yusuf mencakup penuntut ilmu di Timur Tengah, penyebaran ajaran Tarekat Khalwatiyah di Nusantara, pengasingan oleh VOC, dan dakwah di Afrika Selatan.
  • Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar menjadi warisan intelektual yang terus lestari.
  • Penghargaan Order of the Companions of Oliver Reginald Tambo in Gold dari Afrika Selatan mengukuhkan kontribusinya.
  • Rencana pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town memperkuat hubungan diplomasi budaya kedua negara.

Syekh Yusuf: Jejak Sang Ulama Lintas Benua

Kisah Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari adalah narasi tentang seorang pejuang spiritual dan intelektual yang pengaruhnya merasuk jauh melampaui tanah kelahirannya di Gowa, Sulawesi Selatan. Lahir pada tahun 1626 dalam lingkungan bangsawan, perjalanan intelektualnya membawanya menuntut ilmu hingga ke Yaman, Mekkah, Madinah, dan Damaskus. Pengembaraan ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya tetapi juga membentuk pandangan dunia dan metodologi dakwahnya.

Di Nusantara, Syekh Yusuf dikenal sebagai pelopor Tarekat Khalwatiyah, sebuah tarekat sufi yang diperkenalkannya dan mendapatkan tempat di hati banyak pengikut. Selama periode penting di Banten (1670–1683), beliau tidak hanya menjadi penasihat spiritual Sultan Ageng Tirtayasa, tetapi juga menghasilkan karya-karya tulis yang monumental, termasuk Zubdat al-Asrār fī Tahqīq Ba‘ḍ Masyārib al-Akhyār.

Meskipun ditangkap dan diasingkan oleh VOC ke Sri Lanka pada tahun 1683, ajaran dan pengaruh Syekh Yusuf tidak padam. Para muridnya gigih menyebarkan ajaran beliau, khususnya di Makassar dan wilayah Bugis. Bukti keberlanjutan pengaruhnya terlihat dari naskah-naskah yang disalin berabad-abad kemudian atas perintah penguasa lokal, menunjukkan betapa dalamnya akar spiritual yang ditanamkan Syekh Yusuf.

Karya Intelektual dan Penyebaran Ajaran Islam

Selama masa pengasingan di Sri Lanka, Syekh Yusuf terus berkarya dan membangun jaringan keilmuan. Bersama ulama India seperti Sidi Matilaya dan Ibrahim Minhan, beliau menghasilkan karya penting seperti Safīnat an-Najāh. Di Sri Lanka, beliau juga menulis sedikitnya 17 karya, beberapa di antaranya mengidentifikasi “Sarandib” atau “Sailāniyyah” sebagai lokasi penulisan. Karya-karya ini, seperti Al-Nafḥat as-Sailāniyyah dan Barakah as-Sailāniyyah, sering kali lahir dari inspirasi pertemuan dengan ulama lain atau permintaan sahabat.

Pilihan Syekh Yusuf dalam menulis menggunakan bahasa Arab, Melayu, dan Bugis-Makassar mencerminkan pemahamannya yang mendalam terhadap keragaman linguistik dan budaya. Melalui karya-karyanya, beliau memperkenalkan konsep tasawuf seperti Iḥāṭah (Tuhan meliputi segala sesuatu) dan Ma‘iyyah (Tuhan menyertai segala sesuatu), yang menekankan keesaan mutlak Allah. Konsep-konsep ini menjadi ciri khas ajaran tasawuf beliau.

Dampak Spiritual di Afrika Selatan

Pengasingan terakhir Syekh Yusuf membawanya ke Zandvliet, yang kini dikenal sebagai Macassar di Cape Town, Afrika Selatan. Di sini, beliau tidak lagi aktif menulis, namun memfokuskan energinya untuk membimbing para pengikut dan membangun komunitas muslim yang terdiri dari budak dan orang buangan. Tempat tinggalnya menjadi pusat spiritual dan sosial yang menguatkan martabat kaum tertindas serta menumbuhkan solidaritas.

Peran Syekh Yusuf di Afrika Selatan sangat signifikan dalam membangun struktur sosial-keagamaan awal bagi komunitas Muslim di sana. Dakwahnya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para budak, meninggalkan warisan yang terus hidup hingga kini. Di Indonesia, ajaran Syekh Yusuf melahirkan Jam’iyyah Tarekat Khalwatiyah yang masih aktif, terutama di Sulawesi Selatan.

Syekh Yusuf: Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia-Afrika Selatan

Pengakuan UNESCO terhadap Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari sebagai tokoh yang dirayakan bukanlah kebetulan. Hal ini menggarisbawahi peran krusialnya dalam menenun hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan. Nelson Mandela, ikon perjuangan anti-apartheid, secara terbuka mengakui Syekh Yusuf sebagai sumber inspirasi. Mandela bahkan menyebutnya sebagai “salah seorang putra Afrika terbaik,” menyoroti bagaimana ajaran dan ketokohan Syekh Yusuf mampu melintasi batas agama, bangsa, dan samudra.

Keterkaitan antara kedua bangsa ini berakar jauh sebelum era diplomasi modern. Syekh Yusuf, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi salah satu jembatan awal hubungan tersebut. Komunitas Cape Malay di Afrika Selatan, yang memiliki akar keturunan Indonesia, adalah bukti nyata ikatan persaudaraan yang kuat antara kedua negara.

Inspirasi bagi Perjuangan Kemerdekaan dan Identitas Global

Pengaruh Syekh Yusuf terasa begitu dalam bagi Nelson Mandela. Keduanya sama-sama mengalami pahitnya pengasingan karena perjuangan melawan penindasan. Kekuatan spiritual dan ketahanan Syekh Yusuf dalam menghadapi cobaan menjadi sumber kekuatan bagi Mandela dalam melawan sistem apartheid yang brutal. Mandela secara tegas menyatakan bahwa Syekh Yusuf adalah model perlawanannya.

Bahkan, kecintaan Mandela terhadap Syekh Yusuf turut memengaruhi apresiasinya terhadap budaya Indonesia. Setelah menerima kemeja batik pertamanya saat kunjungan resmi ke Jakarta pada tahun 1990, Mandela menjadikan batik sebagai bagian dari identitasnya, sering mengenakannya dalam acara resmi, bahkan membawanya ke kancah internasional. Batik Indonesia pun semakin mendunia berkat dukungannya.

Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan

Dalam rangka memperingati 400 tahun Syekh Yusuf dan mempererat hubungan kedua negara, Kementerian Kebudayaan Indonesia merencanakan pembangunan Indonesian Cultural Center Syekh Yusuf al-Taj-al-Makassari di Cape Town. Pusat kebudayaan ini akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan antar bangsa melalui seni, bahasa, pendidikan, dan pertukaran nilai-nilai kemanusiaan.

Pusat budaya ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga dan melestarikan warisan Syekh Yusuf, tetapi juga untuk mempresentasikan kontribusi Indonesia dalam sejarah Afrika Selatan. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional sebagai bangsa yang menjunjung perdamaian, toleransi, dan solidaritas global, serta membangun ruang interaksi lintas budaya yang berharga. Pembangunan ini merupakan investasi dalam diplomasi budaya yang kuat untuk masa depan, sebuah jembatan persaudaraan abadi antara Indonesia dan Afrika Selatan.


Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - image 1

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

No Content Available
Tags: Budaya NusantaraDiplomasi BudayaNelson MandelaPahlawan Nasional IndonesiaSejarah IslamSyekh YusufTarekat KhalwatiyahTokoh Afrika SelatanUNESCO
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

MK Kabulkan Gugatan Kuota Internet Hangus: Hak Konsumen Dilindungi Penuh!

24/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Prabowo Lantik Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Fokus Perkuat Tata Kelola MBG

24/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Presiden Prabowo Lantik Pejabat Tinggi Kejaksaan Agung: Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jampidsus

22/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Sudaryono Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional, Gantikan Nanik S Deyang

22/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Badan Gizi Nasional Fokus Perbaiki Tata Kelola dan Kualitas Program

22/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Kepala BGN Naniek Sudaryati Mundur Demi Pengobatan Jantung di Luar Negeri, Tetap Awasi Program Makan Bergizi Gratis

22/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Perubahan Tarif Kewarganegaraan: WNA Jadi WNI Rp 75 Juta, Lepas WNI Rp 5 Juta, Apa Saja yang Baru?

21/07/2026
Syekh Yusuf: Sang Ulama Nusantara, Inspirator Afrika Selatan, dan Jembatan Budaya Dua Bangsa - Featured

Pencarian 2 Korban Ledakan Perumahan Mewah Medan Dilanjutkan, 400 Personel Gabungan Dikerahkan

21/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • featured 1_tn1

    Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kalla Toyota Palopo Hadirkan KIDDO ART-venture: Dealer Berubah Jadi Taman Bermain & Belajar Anak

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Toyota New Hilux Hadir Lebih Gahar: Mesin 1GD 2.8L Ungguli Generasi Sebelumnya, Siap Taklukkan Medan Sulsel

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    495 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Toyota Luncurkan New Hilux di Palopo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.