PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menegaskan komitmennya terhadap transparansi dengan menggelar sosialisasi kompensasi lahan di Kabupaten Morowali. Langkah ini krusial untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang vital bagi PT ACN–Bungku.
- PLN UIP Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara menggelar sosialisasi kompensasi lahan.
- Proyek SUTT 150 kV ini melayani PT ACN–Bungku di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
- Tercatat 970 bidang tanah terdampak pembangunan SUTT.
- Sosialisasi fokus pada proses kompensasi, mekanisme pembayaran, dokumen, dan tahapan pembangunan.
- Keterbukaan informasi bertujuan memberikan kepastian dan pemahaman bagi pemilik lahan.
- Pemerintah Desa Bahoruru menyambut baik dan mendukung komunikasi langsung PLN dengan warga.
Transparansi Kompensasi Lahan SUTT 150 kV: Fokus PLN di Morowali
Sebagai bagian dari upaya serius untuk memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan lancar dan sesuai dengan hak masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, khususnya melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara, telah melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi yang mendalam. Inisiatif ini berfokus pada proses kompensasi lahan yang esensial untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Saluran ini nantinya akan melayani kebutuhan energi PT ACN–Bungku.
Memastikan Pemahaman Masyarakat Terhadap Setiap Tahapan
Henry Donald Mangatas Silaen, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud nyata PLN untuk memastikan masyarakat, khususnya para pemilik lahan yang terdampak langsung, mendapatkan informasi yang jernih dan akurat mengenai setiap tahapan yang terlibat dalam proses kompensasi serta pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Beliau menekankan bahwa keterbukaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan fundamental agar kepercayaan publik terjaga.
Secara spesifik, pembangunan SUTT 150 kV Pelanggan PT ACN–Bungku ini akan melintasi sekitar 970 bidang tanah. Oleh karena itu, melalui forum-forum sosialisasi dan musyawarah yang intensif, PLN berupaya memberikan penjelasan yang komprehensif dan menjawab setiap keraguan yang mungkin dimiliki oleh para pemilik lahan.
Mekanisme Kompensasi yang Jelas dan Terstruktur
Dalam setiap sesi sosialisasi, PLN secara rinci memaparkan beberapa aspek krusial yang menjadi perhatian utama para pemilik lahan:
- Proses Kompensasi Lahan: Penjelasan detail mengenai langkah-langkah administratif dan teknis yang ditempuh PLN dalam proses kompensasi.
- Mekanisme Pembayaran: Rincian bagaimana kompensasi akan dibayarkan, termasuk jadwal dan metode pembayaran yang transparan.
- Dokumen-dokumen yang Diperlukan: Daftar lengkap dokumen yang harus disiapkan oleh pemilik lahan untuk kelancaran proses administrasi.
- Tahapan Pembangunan Selanjutnya: Informasi mengenai tahapan-tahapan pembangunan infrastruktur setelah proses kompensasi lahan selesai, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dampak dan persiapannya.
Donald menambahkan, pentingnya komunikasi tatap muka langsung dengan masyarakat tidak bisa ditawar. Hal ini memastikan setiap detail tahapan pembangunan, terutama yang berkaitan langsung dengan lahan warga, dapat dipahami dengan baik. “Musyawarah ini bukan hanya mengenai kompensasi, tetapi juga menjadi ruang bagi PLN untuk menjelaskan proses pembangunan kepada masyarakat secara langsung. Termasuk hal-hal yang perlu dipersiapkan setelah proses kompensasi,” ujar Donald, menegaskan komitmen PLN terhadap pendampingan warga.
Harapan Keterbukaan Informasi dan Dukungan Pemerintah Lokal
PLN secara tulus berharap bahwa keterbukaan informasi yang diusung dalam setiap kegiatan sosialisasi ini akan mampu menumbuhkan pemahaman yang mendalam dan memberikan kepastian yang dibutuhkan oleh para pemilik lahan selama keseluruhan proses pembangunan berlangsung. Komunikasi yang efektif dan berkesinambungan diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para pemilik lahan untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pihak PLN dan secara bebas menyampaikan segala pertanyaan atau kekhawatiran mereka.
Sambutan positif datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Bahoruru, Haeruddin Janad, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan PLN. Ia mengakui bahwa komunikasi langsung antara PLN dan masyarakat sangat membantu pemerintah desa dalam menyalurkan informasi yang lebih akurat dan rinci kepada warganya. “Kami dari pemerintah desa mendukung kegiatan ini. Yang penting masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan memiliki ruang untuk bertanya, sehingga proses ke depan dapat dipahami dan berjalan dengan baik,” kata Haeruddin, menunjukkan sinergi yang baik antara PLN dan pemerintah daerah.
Dampak Pembangunan SUTT 150 kV bagi Kemajuan Morowali
Rangkaian kegiatan sosialisasi dan musyawarah yang intensif ini merupakan bagian integral dari tahapan penting dalam pembangunan SUTT 150 kV Pelanggan PT ACN–Bungku di wilayah Bungku, Morowali. Keberadaan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pengembangan sistem kelistrikan di Kabupaten Morowali secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan visi PLN untuk terus melistriki negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: RR. Nur























