Menghadapi prediksi musim kemarau ekstrem akibat perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah proaktif dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) terpadu untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Strategi Komprehensif Sulawesi Selatan dalam Menghadapi Ancaman Karhutla
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara tegas menginstruksikan pembentukan dan penguatan Satgas terpadu sebagai garda terdepan menghadapi potensi karhutla yang semakin mengkhawatirkan. Langkah ini merupakan respons krusial terhadap tantangan iklim global yang membawa dampak nyata pada kestabilan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Langkah-langkah Pencegahan dan Penanganan yang Diambil
- Pembentukan Satgas Terpadu yang Solid: Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada sinergi antarinstansi. Pemprov Sulsel menekankan pembentukan tim gabungan yang melibatkan unsur penegakan hukum (Gakkum), TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta elemen terkait lainnya. Kolaborasi ini memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi.
- Alokasi Anggaran Khusus untuk Kesiapsiagaan: Sebagai wujud keseriusan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menganggarkan dana khusus yang dialokasikan untuk penanganan karhutla. Anggaran ini tidak hanya untuk pemadaman, tetapi juga mencakup kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sebuah investasi penting dalam pencegahan jangka panjang.
- Imbauan Kewaspadaan Dini yang Intensif: Mengingat kondisi geografis dan cuaca yang rentan, Gubernur telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Selatan untuk senantiasa siaga dan meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca kering yang diperparah dengan angin kencang menjadi faktor risiko utama yang dapat mempercepat penyebaran api.
- Mendorong Gerakan Gotong Royong Masyarakat: Peran serta aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemadaman sangat krusial. Imbauan untuk bergotong royong dalam menangani kebakaran diharapkan dapat meminimalkan dampak yang lebih luas, menunjukkan bahwa penanganan karhutla adalah tanggung jawab bersama.
Mengapa Langkah Ini Mendesak dan Penting?
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan gambaran yang mengkhawatirkan. Selama musim kemarau tahun 2026 lalu, tercatat sebanyak 112 kejadian karhutla yang tersebar di 15 kabupaten/kota, dan angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan perubahan iklim yang kian ekstrem.
Dampak karhutla pada periode Januari hingga Agustus 2026 sungguh meresahkan:
- Luas Area yang Terbakar: Total lahan yang terdampak mencapai angka yang signifikan, yaitu 1.613,67 hektare.
- Rincian Kerusakan Lahan: Rinciannya mencakup 1.607,92 hektare hutan dan lahan produktif, serta 5,75 hektare area perkebunan yang dikelola oleh masyarakat.
Daerah-daerah yang paling merasakan dampak parah dari peristiwa karhutla ini meliputi:
- Kabupaten Enrekang: Mengalami kerusakan terluas mencapai 1.044,55 hektare dari 10 kejadian.
- Kabupaten Barru: Terdampak seluas 315 hektare dengan lima kejadian karhutla.
- Kabupaten Tana Toraja: Melaporkan 126 hektare lahan terbakar dari total 11 kejadian.
Peran Kolektif dalam Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla di Sulawesi Selatan melibatkan sinergi dari berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, tim Manggala Agni, KPH, hingga partisipasi aktif masyarakat. Titik-titik rawan karhutla telah teridentifikasi tersebar di wilayah Luwu Raya, Ajjatapareng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja, hingga Kota Parepare.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Kasman, memberikan penekanan krusial kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Beliau menjelaskan bahwa material kering seperti serasah daun, rumput kering, dan semak belukar sangat mudah terbakar, dan api dapat dengan cepat menjalar, bahkan hingga ke area pemukiman warga. Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa pencegahan adalah kunci utama.
Lebih lanjut, upaya pemadaman yang dilakukan oleh jajaran Kodim 1409/Gowa bersama tim gabungan dan masyarakat patut diapresiasi. Baru-baru ini, mereka berhasil memadamkan karhutla di dua titik di Kabupaten Gowa, tepatnya di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, dan Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe. Aksi sigap ini menunjukkan efektivitas kerja sama tim dalam merespons darurat kebakaran.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: RR. Nur























