Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini tengah menggarap proyek vital rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Lengkong Pini di Kabupaten Luwu, sebuah langkah strategis yang digadang-gadang akan mengembalikan kejayaan sektor pertanian lokal yang sempat tergerus oleh berbagai kendala.
Momentum Baru Revitalisasi Pertanian Luwu
Inisiatif rehabilitasi DI Lengkong Pini ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik semata, melainkan sebuah harapan besar yang diusung untuk para petani di Luwu. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Astina Abbas, menjelaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari paket rehabilitasi irigasi yang lebih luas, mencakup delapan daerah irigasi di lima kabupaten. Khusus untuk Paket 4 di Kabupaten Luwu, rehabilitasi DI Lengkong Pini difokuskan untuk meningkatkan fungsi layanan irigasi, dari capaian 52,8 persen menjadi target ideal 82,8 persen. Ini berarti, areal sawah seluas sekitar 828 hektare diproyeksikan akan menerima manfaat layanan irigasi yang optimal.
Detail Teknis dan Skala Dampak
Secara teknis, proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Lengkong Pini Paket 4 ini mencakup penanganan sepanjang 11.881 meter dengan alokasi anggaran sebesar Rp17,89 miliar. Lingkup pekerjaan fisiknya meliputi perbaikan krusial pada dua unit bendung dan sebelas unit bangunan irigasi. Diharapkan, intervensi ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas aliran air, memastikan ketersediaan dan pemerataan pasokan air untuk lahan pertanian masyarakat.
Astina Abbas juga menyoroti potensi perluasan cakupan layanan irigasi. Ia mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 300 hektare lahan sawah di wilayah Makawa yang belum terjangkau irigasi. Dengan pembangunan saluran tambahan, potensi cakupan layanan irigasi dapat diperluas hingga mencapai sekitar 1.400 hektare, membuka peluang ekonomi baru yang signifikan bagi para petani di Luwu.
Apresiasi dan Harapan Petani Luwu
Sambutan positif datang dari Bupati Luwu, Patahudding, yang menyambut inisiatif Pemerintah Provinsi Sulsel ini dengan rasa syukur mendalam. Ia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur irigasi ini telah lama dinantikan oleh masyarakat Luwu.
“Sudah hampir tujuh tahun sebagian masyarakat tidak dapat mengelola sawah secara maksimal akibat kondisi jaringan irigasi yang rusak. Mudah-mudahan setelah proyek ini selesai, sawah-sawah masyarakat kembali produktif,” ujar Patahudding, menekankan urgensi proyek ini.
Bupati Patahudding optimistis bahwa perbaikan jaringan irigasi ini tidak hanya akan memulihkan produktivitas sawah yang terdampak kerusakan, tetapi juga akan membuka peluang untuk perluasan lahan pertanian yang lebih produktif berkat ketersediaan air yang memadai.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: M. Ridham
Add wartakita.id as a preferred source on Google























