Selasa, 11 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS

by Pewarta Warga
16/03/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1773577215-a382564672fd49dc

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang bernada ingin menertibkan ‘pengamat tidak patriotik’ segera setelah insiden penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, menuai kritik tajam. Sikap antikritik ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Ketegangan Antara Kritik dan Patriotisme: Perspektif PVRI

Menyikapi pernyataan Presiden Prabowo pasca-insiden 13 Maret 2026, Public Virtue Research Institute (PVRI) melalui Ketua Dewan Pengurusnya, Usman Hamid, menyuarakan keprihatinan mendalam. Usman menilai bahwa klaim Presiden mengenai perlunya menertibkan pengkritik dan pengamat yang dianggap ‘tidak patriotik’ adalah sebuah ancaman serius.

  • Pernyataan Presiden Prabowo dianggap sebagai respons yang kurang tepat terhadap insiden kekerasan terhadap aktivis.
  • Usman Hamid dari PVRI menyoroti potensi bahaya dari upaya mengkotak-kotakkan warga berdasarkan ukuran patriotisme.
  • Menurut PVRI, orientasi pikiran dan kebijakan Presiden yang antikritik justru menjadi akar masalah kekacauan politik saat ini.

Akar Masalah Kekacauan Politik dan Ancaman Terhadap Penegakan Hukum

Usman Hamid berargumen bahwa narasi ‘kekacauan’ yang disampaikan Presiden Prabowo sebenarnya berasal dari pemikiran, kebijakan, dan tindakannya yang antikritik. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya proses hukum yang sedang ditangani oleh pihak berwajib, seperti kepolisian. Meski meyakini kepolisian mampu mengusut teror terhadap pengkritik, Usman menekankan bahwa proses hukum bisa terhambat jika kepala negara menunjukkan sikap yang antipati terhadap kritik.

Rangkaian Kekerasan Terhadap Suara Kritis: Fenomena Premanisme Politik

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Kamis, 12 Maret 2026, bukanlah insiden tunggal. Kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan yang menargetkan individu dan kelompok yang berani menyuarakan kritik. Teror terhadap Andrie bermula setelah ia menggeruduk rapat tertutup pembahasan Rancangan Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont pada 15 Maret 2025. Beberapa bulan sebelumnya, publik juga dikejutkan oleh teror kepala babi terhadap jurnalis Tempo, serta teror bangkai ayam, bom molotov, hingga intimidasi di ruang pribadi sejumlah influencer kritis.

Keberulangan dan Intensitas Teror: Indikasi Kronisnya Premanisme Politik

Direktur Eksekutif PVRI, Muhammad Naziful Haq, menyatakan keprihatinan atas keberulangan dan intensitas teror-teror ini. Menurutnya, fenomena tersebut mengindikasikan adanya masalah kronis terkait premanisme politik di Indonesia. Naziful Haq juga menyoroti bahaya dari upaya mengkotak-kotakkan pengamat atau warga negara berdasarkan standar patriotisme. Baginya, hal tersebut sama saja dengan menciptakan pesan bahwa yang patuh akan dilindungi, sementara yang kritis akan dieliminasi.

“Pernyataan itu menunjukkan pemikiran dan pernyataan Prabowo adalah akar masalah dari kekacauan politik hari ini yang mengganggu jalannya proses hukum oleh pihak berwajib seperti kepolisian.”

Usman Hamid, Ketua Dewan Pengurus PVRI

Membedakan Kritik Kebijakan dengan Patriotisme yang Submisif

Naziful Haq menekankan pentingnya penyelenggara negara untuk dapat membedakan antara patriotisme yang sehat dan kritik kebijakan yang konstruktif. Ia mengamati bahwa belakangan ini, penyelenggara negara seringkali mengklaim pencapaian besar hanya berdasarkan dukungan normatif, tanpa disertai indikator konkret maupun rasionalisasi yang logis. Nazif membedakan keduanya dengan tegas:

  • Kritik Kebijakan: Setia pada data dan sains, bertujuan memperbaiki kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas.
  • Patriotisme: Umumnya mengandalkan kecintaan submisif kepada negara, yang belum tentu selalu sejalan dengan kebutuhan perbaikan.

Ia menegaskan bahwa negara, karena mengurus hajat hidup orang banyak, harus dijalankan secara kritis, bukan submisif. Suara-suara kritis seharusnya dilindungi, bukan diabaikan, apalagi diteror.

Potensi Leugasan Tindak Kekerasan dan Tantangan Akuntabilitas

Peneliti PVRI, Zikra Wahyudi, senada dengan Naziful Haq, berpendapat bahwa pernyataan Presiden Prabowo justru dapat memberikan peluang bagi tindakan kekerasan terhadap kebebasan berpendapat untuk semakin leluasa. Ia menyoroti fakta bahwa premanisme politik yang membungkam kebebasan berpendapat selama ini belum pernah terselesaikan akuntabilitasnya.

Pertanyakan Komitmen Demokrasi dan HAM

Zikra Wahyudi mengajukan pertanyaan krusial mengenai status Andrie Yunus sebagai pengamat atau aktivis yang ‘tidak patriotik’, serta implikasi dari persepsi tersebut. Ia juga menyoroti penurunan kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara dan kepolisian. Kegagalan dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie, menurut Zikra, akan menjadi ujian berat bagi komitmen penyelenggara negara dan kepolisian terhadap demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Sikap Presiden Prabowo dan Latar Belakang Pernyataan

Pernyataan Presiden Prabowo mengenai pengamat yang mengkritiknya disampaikan dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan pada 13 Maret 2026. Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, beliau menuding sejumlah pengamat tidak memiliki sikap patriotik dan mengklaim bahwa mereka mendapat keuntungan finansial dari kritik yang dilancarkan terhadap pemerintah. Prabowo berspekulasi bahwa motif tersembunyi di balik kritik tersebut bisa jadi karena kekalahan, ketidakmampuan menguasai kekuasaan, atau kehilangan sumber pendapatan akibat kebijakan pemerintah yang tegas terhadap korupsi.

Presiden mengklaim memiliki informasi intelijen mengenai siapa saja yang membiayai para pengamat kritis tersebut dan berencana mengambil tindakan. Namun, ia juga menyatakan bahwa upaya tersebut masih dilakukan dengan cara-cara yang meyakinkan.


Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - image 1

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Sikap Pemerintah Terhadap Demonstrasi: Antara Hak Demokrasi dan Batas Hukum

Tukin TNI-Kemhan Naik: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes? Istana Beri Penjelasan, Ini Poin Pentingnya

Prabowo Lantik Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Fokus Perkuat Tata Kelola MBG

Proyek Migas Abadi Masela Mulai Dibangun: Prabowo Resmikan Groundbreaking Setelah 3 Dekade Penantian

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus: Terkait Kasus Korupsi, Pengganti Ditunjuk Jadi Plt

Tags: Andrie YunusDemokrasiHAMhukumKebebasan BerpendapatKontraSkritikNaziful HaqpatriotismePrabowo Subiantopremanisme politikPVRIUsman HamidZikra Wahyudi
Share13Tweet8Send

ARTIKEL TERKAIT

Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Polda Metro Jaya Naikkan Status Kasus Kematian Sutrimo Jadi Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Berencana Menguat

11/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 222 Miliar

11/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Iran Ajukan 5 Tuntutan Kunci untuk Buka Kembali Selat Hormuz: Syarat Mutlak Bagi AS

10/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz: UEA & Arab Saudi Kecam Pelanggaran Hukum Internasional

10/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Timur Tengah di Ambang Krisis: Houthi Gempur Arab Saudi, AS-Iran di Titik Didih

10/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Tragedi Sekolah Debsirin Nonthaburi: Siswa 14 Tahun Tewaskan 8 Orang, Termasuk Guru dan Kakek-Nenek

10/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Indonesia dan Afrika Selatan: Mempererat Hubungan Budaya Melalui Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari

09/08/2026
Presiden Prabowo Dinilai Antikritik: Ancaman terhadap Demokrasi Pasca-Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS - Featured

Gemparkan Festival Budaya Lembah Baliem, Insiden Penembakan Picu Kepanikan Massal

08/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Meta AI Mode: Facebook Ubah Pencarian dengan Kecerdasan Buatan dari Konten Publik Anda

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Danny Semangati 1.200 Mahasiswa KPM IAIN Pare – Pare

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.