Kamis, 19 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

by Redaktur
19/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Ramadan telah usai.

Sang Tamu sudah benar-benar melangkah keluar. Yang tersisa hanyalah kita—diri kita yang telanjang tanpa perlindungan ritual puasa, tanpa suasana masjid yang syahdu, tanpa “alasan” lapar untuk menjadi lebih lembut dari biasanya.


Saya tidak akan membuat manifesto hari ini. Saya pernah membuat daftar resolusi—setiap tahun baru, setiap akhir Ramadan—dan saya tahu betul bagaimana rasanya membaca daftar itu tiga bulan kemudian.

Seperti membaca surat dari orang asing yang terlalu optimis.

Yang ingin saya lakukan hari ini jauh lebih sederhana: mengingat satu momen dari tiga puluh hari ini—hanya satu—yang paling nyata terasa. Bukan yang paling spektakuler, bukan yang paling saleh. Hanya yang paling jujur.


Tiga puluh hari ini kita sudah menempuh perjalanan yang panjang dan tidak selalu nyaman.

Kita mulai dari niat sebagai arsitektur—pertanyaan tentang di mana niat kita pertama kali jatuh, dan apakah ia masih berdiri di tempat yang sama. Kita memasuki pasar hukum, membedah ego yang menuhankan diri, memeriksa lidah dan keberanian berkata benar walau pahit.

Kita mendengar sopir PO Bus Politik mengakui rute palsunya. Kita belajar bahwa ampunan memiliki syarat mutlak—bukan tombol reset yang bisa ditekan dengan sujud yang panjang.

Di tengah perjalanan, konflik AS-Israel-Iran pecah—dan alih-alih menulis esai geopolitik, kita belajar berpuasa dari nafsu yang paling berbahaya: nafsu merasa paling benar, nafsu memaksakan kebenaran versi sendiri.

Kita menemukan bahwa perusak terbesar tidak pernah merasa dirinya perusak—dan bahwa kita pun punya versi kecil dari kerusakan itu di dalam diri masing-masing.

Kita melampaui angka 2,5 persen di loket zakat, dan duduk cukup lama dengan kisah Habib Bugak yang menanam pohon dua abad lalu tanpa tahu namanya akan diingat.

Kita berbisik pada anak yang belum lahir di tahun 2009, di tengah reruntuhan gempa Tasikmalaya, tentang lebaran tanpa baju baru—dan mengakui bahwa di tahun-tahun sesudahnya, kita tidak selalu sekuat tekad malam itu.

Kita mencari wajah Tuhan di wajah orang asing, dan menemukan bahwa ke mana pun kita menghadap—termasuk cermin—di situ ada wajah-Nya. Kita belajar bahwa autofagi jiwa bekerja seperti autofagi sel: ia hanya bisa dimulai jika kita berhenti memberi makan sel-sel parasit yang selama ini kita pelihara diam-diam.

Dan di warung sari laut yang kecil, kita menyaksikan seorang bapak menyuwir satu piring ayam goreng untuk putrinya—dan menyadari bahwa lapar, ternyata, bisa menjadi jembatan yang paling jujur antara dua manusia yang tidak saling kenal.


Dari semua itu, momen yang paling menempel bagi saya bukan yang paling dramatis.

Ia adalah sore di sekolah pinggiran kota. Saat saya berdiri pura-pura mengecek ponsel, sambil tidak bisa melepaskan pandangan dari wajah guru honorer yang menunggu azan dengan tenang—wajah yang dibalut kelelahan yang jujur dan damai yang tidak bisa dibeli. Gaji guru itu tidak sampai sepertiga tukang potong bawang di dapur katering saya. Tapi ia duduk di sana dengan cara yang membuat saya merasa kecil, dalam arti yang terbaik.

Sesuatu yang tidak bisa saya kembalikan ke tempat semula setelah saya lihat. Sesuatu yang sekarang tinggal di dalam saya—dan saya berharap ia tidak cepat pergi.


Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - image 1

BACA JUGA:

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Tapi pada akhirnya, saya percaya perubahan yang bertahan bukan yang lahir dari daftar panjang. Ia lahir dari satu momen yang menempel—dan dari keputusan kecil yang kita buat esok hari, berdasarkan apa yang momen itu ajarkan kepada kita.

Jadi pertanyaan saya untuk Anda hari ini bukan: apa yang akan Anda ubah selama sebelas bulan ke depan?

Pertanyaan saya hanya satu: momen apa dari tiga puluh hari ini yang paling tidak bisa Anda lupakan?

Pegang momen itu. Bawa ia masuk ke hari pertama setelah Ramadan. Biarkan ia menjadi kompas yang kecil dan sederhana—bukan peta besar yang menakutkan untuk dibentangkan.


Sebelas bulan ke depan, dunia akan kembali menawarkan segalanya yang sudah kita kenali. Diabetes politik. Pasar hukum. Berhala-berhala yang sudah lama kita tahu namanya. Kita mungkin akan tergelincir—saya hampir pasti akan, di satu titik atau yang lain.

Tapi setidaknya kali ini, kita tergelincir sebagai orang yang tahu. Orang yang pernah merasakan, selama tiga puluh hari, seperti apa rasanya menjadi sedikit lebih jujur. Sedikit lebih kecil. Sedikit lebih manusia.

Dan pengetahuan itu—sekali masuk—tidak mudah pergi sepenuhnya.


Terima kasih sudah menemani perjalanan ini. Dari hari pertama yang bicara tentang niat sebagai arsitektur, hingga hari terakhir yang diam-diam bertanya: apakah kita sudah sedikit berubah?

Saya tidak tahu jawaban Anda. Tapi saya tahu perjalanan ini nyata—karena kita menjalaninya bersama, dengan segala kejujuran dan pengakuan dan kelelahan yang ia bawa.

Selamat Idulfitri. Selamat pulang ke fitrah—bukan dengan manifesto di tangan, tapi dengan satu momen jujur di dalam dada.

Tags: berbuka puasaesai penutup puasa hari 30esai RamadanEsai Ramadan 2026idul fitri 2026Kembali Ke Fitrahmakna kembali ke fitrah sesungguhnyamakna niat puasamembawa satu momen puasamerawat kejujuran setelah lebaranmuhasabah malam takbiranniat puasa RamadanPenutup RamadanRamadanRamadan 2026refleksi akhir ramadan idul fitriresolusi setelah ramadanSatu Momen Jujurspiritualitas puasa
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

12/03/2026
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

11/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

    Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Dari Garasi Militer ke Metaverse: Internet, Bukan Sekadar Jari Jempolmu

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK OTT Bupati Cilacap: Kronologi, Dugaan Korupsi Proyek Pemkab, dan Tindak Lanjut

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3897 shares
    Share 1559 Tweet 974
  • Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.