Upaya mewujudkan kawasan yang tertib, aman, dan nyaman di Tamalanrea Indah, Makassar, kembali digalakkan melalui penataan pedagang kaki lima (PK5). Pendekatan humanis dan persuasif menjadi landasan utama sebelum aksi penertiban dilakukan.
Inti Penataan PK5 di Tamalanrea Indah
- Pelaksanaan: Senin, 11 Mei 2026, diawali apel gabungan dipimpin Camat Tamalanrea.
- Target: 25 lapak PK5 dan area parkir liar yang mengganggu.
- Hasil: 5 lapak dibongkar langsung, sisanya 20 lapak dibongkar mandiri oleh pedagang.
- Pendekatan: Edukasi, komunikasi, dan kesadaran bersama diutamakan.
- Dampak: Meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Kronologi dan Pelaksanaan Penataan Lapak PK5
Kegiatan penataan pedagang kaki lima (PK5) di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, merupakan tindak lanjut dari tahapan pendekatan yang telah dilakukan. Pada Senin, 11 Mei 2026, upaya konkret ini diwujudkan melalui pembongkaran mandiri sejumlah lapak PK5. Proses diawali dengan pelaksanaan apel gabungan yang melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah kecamatan, personel Polsek Tamalanrea, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BKO Satpol PP, hingga Satlinmas. Apel ini dipimpin langsung oleh Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, menegaskan keseriusan dan sinergitas dalam mewujudkan tujuan penataan.
Usai apel, tim gabungan bergerak ke lapangan untuk melakukan penataan terhadap lapak PK5. Fokus utama tidak hanya pada lapak, tetapi juga pada penertiban area parkir liar yang selama ini dilaporkan kerap mengganggu ketertiban umum dan menghambat mobilitas warga di sekitar kawasan Tamalanrea Indah.
Fokus Penataan: 25 Lapak PK5 dan Area Parkir Liar
Menurut keterangan Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, total 25 lapak PK5 telah menjadi sasaran penataan. Beberapa dari lapak tersebut diketahui telah beroperasi selama periode yang cukup lama, bahkan ada yang mencapai 5 hingga 10 tahun. Keberadaan lapak-lapak ini, jika tidak ditata dengan baik, tentu berpotensi menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu kenyamanan publik.
Dari 25 lapak yang menjadi target, sebanyak 5 lapak dibongkar langsung di lokasi oleh petugas. Namun, hal yang patut dicatat adalah respons positif dari mayoritas pedagang. Sisanya memilih untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Inisiatif ini merupakan hasil dari kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya antara pihak kecamatan dengan para pedagang, menunjukkan adanya itikad baik dan kesadaran untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Pendekatan Humanis dan Edukasi sebagai Pilar Utama
Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, menekankan bahwa langkah penataan ini bukanlah semata-mata tindakan represif atau penertiban paksa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha, mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keharmonisan ruang publik.
Pendekatan yang diusung secara konsisten adalah cara-cara humanis dan persuasif. Tujuannya agar para pedagang tetap merasa dihargai sebagai bagian dari masyarakat dan pelaku ekonomi lokal, tanpa mengabaikan aturan yang berlaku demi kepentingan bersama. “Kami lebih mengedepankan komunikasi dan kesadaran bersama. Alhamdulillah, sebagian pedagang menunjukkan itikad baik dengan membongkar lapaknya secara mandiri,” ujar Andi Patiroi, mengapresiasi respons positif tersebut.
Dampak Positif dan Harapan untuk Keteriban Kota
Selain fokus utama pada penertiban lapak PK5, petugas gabungan juga memberikan perhatian serius pada penataan parkir liar. Keluhan masyarakat terkait terhalangnya akses jalan dan terganggunya aktivitas sehari-hari akibat parkir semrawut menjadi salah satu motivasi kuat di balik kegiatan ini. Penataan parkir liar diharapkan dapat memulihkan kelancaran arus lalu lintas dan memberikan ruang yang lebih lapang bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.
Melalui kegiatan penataan yang terencana dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat ini, diharapkan dapat tumbuh kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat di Tamalanrea Indah. Kesadaran ini penting agar semua pihak bersama-sama berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan keindahan lingkungan. “Upaya ini, kami juga harapkan mampu mendukung terwujudnya wajah kota yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga Makassar,” tutup Andi Patiroi, menyampaikan harapannya akan dampak jangka panjang dari sinergi pemerintah dan masyarakat.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























