Kamis, 21 Mei 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2020

PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju

by Pewarta Warga
06/01/2020
in Arsip 2020, Kemaritiman
Reading Time: 3 mins read
A A
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Arsip

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung sikap tegas pemerintah terkait dengan pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di laut Natuna.

Menurut PBNU, keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, di darat dan di laut, dan juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apa pun. Dalam jangka panjang, Nahdlatul Ulama meminta Pemerintah RI untuk mengarusutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj dalam rilisnya mengatakan bahwa kedudukan laut juga amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut Selatan China, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan.

“Ketidaksungguhan Pemerintah dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers,” katanya, Senin (6/1/2020).

Dia menyebut Nahdlatul Ulama sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bahwa hukum membela keutuhan Tanah Air adalah fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap orang Islam. “Dan barang siapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid.”

PBNU juga mendesak agar pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (China) berhenti melakukan tindakan provokatif atas kedaulatan wilayah perairan RI. Pasalnya wilayah itu telah diakui dan ditetapkan oleh Konvensi Hukum Laut PBB atau United Nation Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mengatakan kepulauan Natuna masuk dalam 200 mil laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang telah diratifikasi sejak 1994.

“Karena itu tindakan Coast Guard RRT mengawal kapal nelayan berbendera China di perairan Natuna sebagai bentuk provokasi politik yang tidak bisa diterima,” katanya.

Ia menybeut bahwa Pemerintah RRT sebelumnya secara sepihak mengklaim berhak atas Kepulauan Nansha atau Spratly yang masuk dalam nine dash line pertama kali pada peta 1947.

Klaim ini menjangkau area perairan seluas dua juta kilometer persegi di Laut Selatan China yang berjarak dua ribu kilometer dari daratan Tiongkok. Klaim sepihak ini diyakini menjadi pangkal sengketa puluhan tahun yang melibatkan sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Brunei Darussalam.

Sebagaimana diketahui, Filipina sebelumnya telah memperkarakan China atas tindakannya yang agresif di perairan Laut Selatan China pada 2013.

Pengadilan Arbitrase PBB yang berpusat di Den Haag pada 2016 memutuskan seluruh klaim teritorial China atas Laut Selatan China sebagai tidak memiliki dasar hukum, termasuk konsep nine dash line dinyatakan bertentangan dengan UNCLOS. Akan tetapi Beijing menolak keputusan tersebut.

Tindakan Beijing menolak keputusan tersebut dinilai merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap norma dan konvensi internasional yang diakui secara sah oleh masyarakat dunia.

BACA JUGA:

Bedah Artikel The Economist: Ancaman Krisis Ekonomi dan Demokrasi Indonesia di Era Prabowo?

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

APBN 2026 ‘Survival Mode’: Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Nol Toleransi untuk Inefisiensi dan Kebocoran

Koperasi Desa Merah Putih: Ambisi Ekonomi Rakyat atau Beban Fiskal Baru?

Tags: laut NatunaPBNUwartakitaZEE
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

Apakah Perlu Adanya Modernisasi Kapal Perikanan Indonesia?

20/03/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

Izin Pemanfaatan Ruang Laut akan Dievaluasi Pemerintah

13/03/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

Sektor Kelautan dan Perikanan, KKP Berpegang pada Prinsip Ekologi

21/02/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

KKP Terus Mengembangkan Sistem Jaminan Mutu Perikanan Berkelas Internasional

31/01/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

KKP Perkenalkan Badan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan

23/01/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

Penerimaan Negara Bukan Pajak KKP Sebesar Rp707 M Tahun Lalu

21/01/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

KPPMI: Potensi Ekonomis Perikanan Belum dimaksimalkan Pemuda Pesisir

14/01/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

Kolaborasi Inovatif Telkomsel dan ZTE di Sektor Maritim Tingkatkan Tangkapan Ikan di Gorontalo

18/11/2023

TERPOPULER-SEPEKAN

  • PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

    Intersepsi Misi Kemanusiaan: Israel Tangkap Sembilan WNI, Kemlu Tuntut Pembebasan Segera

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Dekranasda Kota Makassar Meriahkan Parade Budaya di Solo dengan Pesona Kuliner

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Daftar Rumah Sakit dan Bidan Penerima Vaksin Palsu

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Simak Petunjuk BNPB Saat Puting Beliung

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Tantangan dalam Membangun Smart City: Antara Teknologi dan Realita

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • NIKKOR Z 35mm f/1.4: Cahaya Berlimpah dengan Harga Terjangkau

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Review Samsung Galaxy S20 FE, Lebih Murah dari Galaxy S20

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Pocari Sweat Run Edisi 10 Tahun Ukir Sejarah Baru

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Telemedicine: Masa Depan Layanan Kesehatan di Era Digital

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Pelindo IV Gelar Jalan Sehat Dan Nonton Bareng

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
PBNU: Indonesia Bisa Kehilangan 75 Persen Potensinya untuk Maju - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.