Rabu, 17 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut

Termasuk Indonesia

by Redaktur
16/02/2023
in Alam dan Lingkungan Hidup, Internasional
Reading Time: 4 mins read
A A
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Pantai Liang Kareta saat Tim Bank Sulselbar Foto Trip Explore South Sulawesi mendokumentasikan di Desa Bontoborusu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Pantai yang indah dan eksotis ini memiliki hamparan pasir putih yang mempesona, gua yang misterius dan tebing yang indah. Adapun lokasi objek wisata ini berjarak ±5 km dari Kota Benteng dan dapat diakses menggunakan ojek perahu. Wartakita/Herwin Gunadi

NEW YORK — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa tinggi permukaan laut global telah meningkat lebih cepat sejak 1900.

Akibatnya negara-negara seperti Indonesia, Bangladesh, Cina, India, dan Belanda dalam bahaya dan hampir 900 juta orang yang tinggal di daerah pesisir dataran rendah.

“Permukaan laut rata-rata global telah meningkat lebih cepat sejak 1900 dibandingkan abad sebelumnya dalam 3.000 tahun terakhir. Lautan global telah menghangat lebih cepat selama satu abad terakhir daripada kapan pun dalam 11 ribu tahun terakhir,” ujar Guterres.

Guterres menyatakan, bahwa permukaan laut akan naik secara signifikan bahkan jika pemanasan global secara ajaib dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius. Dia memperingatkan Bumi lebih mungkin berada di jalur menuju pemanasan yang sama dengan hukuman mati bagi negara-negara yang rentan terhadap kenaikan itu, termasuk banyak negara kepulauan kecil.

World Cup 2026

“Dunia kita meluncur melewati batas pemanasan 1,5 derajat yang dibutuhkan oleh masa depan yang layak huni, dan dengan kebijakan saat ini, sedang meluncur menuju 2,8 derajat, hukuman mati bagi negara-negara yang rentan,” kata Guterres.

Selain negara-negara yang terancam, kota-kota besar di setiap benua akan menghadapi dampak serius. “Termasuk Kairo, Lagos, Maputo, Bangkok, Dhaka, Jakarta, Mumbai, Shanghai, Kopenhagen, London, Los Angeles, New York, Buenos Aires dan Santiago,” ujar Guterres.

Kepala PBB menekankan bahwa setiap sepersekian derajat dalam pemanasan global diperhitungkan. Kenaikan permukaan laut dapat berlipat ganda jika suhu naik dua derajat Celcius dan dapat meningkat secara eksponensial dengan kenaikan suhu lebih lanjut.

Menurut Guterres, peringatannya datang sesuai dengan data yang dirilis oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam menjelaskan bahaya besar naiknya air laut. Menurut data yang dikutip oleh Guterres, permukaan laut rata-rata global akan naik sekitar dua hingga tiga meter selama 2.000 tahun ke depan jika pemanasan dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius. Dengan kenaikan dua derajat Celcius, laut bisa naik hingga enam meter dan dengan kenaikan lima derajat Celcius, laut bisa naik hingga 22 meter.

Konsekuensinya tidak terpikirkan. Komunitas dataran rendah dan seluruh negara dapat menghilang, dunia akan menyaksikan eksodus massal seluruh populasi, dan persaingan akan semakin sengit untuk mendapatkan air tawar, tanah, dan sumber daya lainnya. Guterres telah mencoba menarik perhatian dunia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh perubahan iklim untuk memacu tindakan.

Guterres memperingatkan pada Oktober 2022, bahwa dunia berada dalam perjuangan hidup atau mati untuk bertahan hidup saat kekacauan iklim melaju ke depan. Dia menuduh 20 negara terkaya di dunia gagal berbuat cukup untuk menghentikan planet ini dari kepanasan.

Sebulan kemudian, pemimpin PBB ini menyatakan, Bumi sedang menuju ke arah kekacauan iklim yang tidak dapat diubah. Dia mendesak para pemimpin global untuk mengembalikan dunia ke jalur yang tepat untuk mengurangi emisi, menepati janji pembiayaan iklim, dan membantu negara-negara berkembang mempercepat transisi mereka ke energi terbarukan.

Guterres mengatakan dunia harus mengatasi krisis iklim sebagai akar penyebab naiknya permukaan air laut. Dia menegaskan Dewan Keamanan memiliki peran penting dalam membangun kemauan politik yang diperlukan.

Pertemuan Dewan Keamanan yang diselenggarakan oleh Malta yang memegang kepresidenan dewan bulan ini mencoba mendengar pembicara dari sekitar 75 negara. Mereka terancam punah dan terkurung daratan, semuanya menyuarakan keprihatinan tentang dampak kenaikan laut yang berkelanjutan terhadap masa depan dunia.

World Cup 2026

Sedangkan Presiden Majelis Umum PBB Csaba Korosi menyatakan, dengan kecepatan saat ini, permukaan laut akan menjadi satu hingga 1,6 meter lebih tinggi pada 2100. Dia mengutip data dari Program Penelitian Iklim Dunia. “Di Delta Nil dan Mekong, beberapa daerah pertanian terkaya di dunia, sepuluh hingga dua puluh persen lahan subur akan tenggelam di bawah ombak,” katanya.

Korosi menyatakan, kenaikan permukaan laut yang dipicu oleh iklim juga memicu pertanyaan hukum baru yang merupakan inti dari identitas nasional dan negara. “Apa yang terjadi pada kedaulatan suatu negara, termasuk keanggotaan PBB, jika tenggelam di bawah laut?” ujarnya bertanya.

“Sains memberi tahu kita bahwa apakah kota atau negara menghilang tergantung pada apakah kita sebagai manusia menangkal ancaman tersebut,” ujar Korosi. (*)

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Pidato Epik Raja Charles III di Kongres AS: Diplomasi Halus, Pesan Kuat

Moh. Jumhur Hidayat: Aktivis Buruh Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Harapan Baru untuk Indonesia Lestari

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Lebih Kering, dan Lebih Panjang

Project Iceworm: Ambisi Nuklir Bawah Es Greenland yang Terkubur Ambisi dan Ancaman Lingkungan

Siklon Senyar Menguak Kerentanan Aceh: Jejak Kolonialisme dan Pembangunan Pascakolonial

Tags: climate changepermukaan lautperubahan iklim
Share6Tweet4Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Breaking News: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu Sulawesi Tengah, Warga Berhamburan Keluar Bangunan

16/06/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Gempa M 7,7 Filipina Selatan Picu Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia: Analisis BMKG dan Imbauan Kewaspadaan

08/06/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Pulau Sampah Muncul Lagi di Muara Angke: Pemprov DKI Bergerak Cepat Atasi 8,8 Ton Timbunan

07/06/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Teror Api Misterius di Sleman: 56 Titik Muncul, Keluarga Agus Berjaga Siang Malam di Tengah Investigasi

31/05/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Bantargebang: Proyek Energi dari Sampah dan Ancaman Bom Waktu Gas Metana

22/05/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Pemandu Gunung Dukono Ungkap Penyesalan Mendalam

13/05/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

BMKG: Monsun Australia Menguat, Musim Kemarau Mulai Menyapa Sejumlah Wilayah Indonesia

02/05/2026
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Hujan Meteor Lyrid 2026: Malam Ini Puncaknya, Warga +62 Siap-siap Saksikan Langsung!

22/04/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo - Arsip

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko Menang di Azteca

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Piala Dunia 2026: Jeda Minum Berujung Blok Iklan, Penonton Global Marah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemkot Makassar Tawarkan Rp100 Juta: Warga Makassar, Ini Kriteria RT Pengelola Sampah Terbaik Anda!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Semuanya yang Perlu ‘Noob’ Ketahui

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pete-pete Laut: Menjangkau Pulau Makassar dengan Transportasi Laut Terjangkau dan Terjadwal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
PBB: 5 Negara Terancam Oleh Cepatnya Kenaikan Muka Laut - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.