Kamis, 5 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016

by A. Burhany
23/05/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Arsip

nikola tesla di malam penutupan miwf 2016

Butuh puluhan jam redakan cengang sebelum –akhirnya– bisa membuat jarak dengan keinginan menulis agar terbaca aksara. Berjarak dengan alinea dalam tulisan liputan MIWF di malam kedua: “Puisi sudah musik, hembusan angin, cahaya bulan, rumus matematika, kode-kode program. Ditimpali suara Reda dan denting gitar Ari, cahaya bulan dan hembusan angin. Orkestrasi semesta.”

Semalam di acara penutupan MIWF 2016, teringat pada Nikola Tesla, cendekiawan yang menyebut penelitiannya sebagai taman bermain. Termasuk bermain-main dengan petir yang tercipta di laboratoriumnya. Dia juga yang pertama kali menyebutkan bahwa komponen semesta berkomunikasi salah satunya lewat nada.

Tidak ada kebetulan dan tak ada yang sia-sia. Kalaupun terasa kebetulan atau sia-sia mungkin belum mampu mencerna sebab-akibat-tujuan-manfaat dari sebuah atau serangkaian kejadian.

Nikola Tesla lebih dulu terpikirkan bahwa semua komponen semesta saling berkomunikasi dengan nada, cahaya, dalam satu kesatuan harmoni. Bukan kebetulan Nikola Tesla berkawan karib dengan sastrawan Mark Twain, jembatan penghubung antara pikiran yang muncul di sebuah perlehatan sastra dan budaya MIWF 2016.

Beberapa cendekiawan menganggap teori-teori dan temuan Nikola Tesla sebagai ‘pseudo-science’, sains palsu. Kalau dianggap gila, Nikola Tesla pasti terbiasa.

Mark Twain sahabatnya, menulis satu kisah yang terinspirasi karakter Nikolas Tesla. Pada suatu musim dingin malaikat turun di sebuah desa kecil di Austria menemui seorang bocah untuk mengangkat kesadaran sang bocah menjadi lebih tinggi dan lebih dalam. Judulnya lupa, yang teringat hanya rasa takjub Mark Twain pada sosok sahabatnya.

Saat asyik menonton penonton acara penutupan MIWF 2016 di benteng Rotterdam, rasanya melihat apa yang disebut Nikola Tesla sebagai cahaya kosmis. Cahaya yang mengatur segala sesuatu di dimensi ciptaan agar selalu berada dalam harmoni dan keteraturan. Tesla seolah hadir dalam kepala, mengajak dialog imajiner.

“See, not just me. You can feel it too,” katanya menatapku yang nanar melihat penonton, suara, musik, gerimis, angin dan cahaya menjadi satu kesatuan, satu entitas.

“Pakai bahasa Indonesia, Inggrisku payah,” Jawabku.

Mendiang guru mengaji pernah mengingatkan, “Bila niatmu lurus, hatimu bersih saat membaca karya-karya para ulama terdahulu, mereka akan hadir dan mengajakmu diskusi tentang tulisannya, meluruskan perspektifmu, atau malah mereka yang minta agar dikoreksi bila perspektifmu lebih benar.”

“Hahay! Bahasa masih masalah buatmu?” Tesla pura-pura heran.

“Kau mengaku bisa berkomunikasi dengan petir dengan memandangi warnanya, bentuk kilatannya. Usiamu ketika itu 65 tahun, aku baru setengahnya lebih sedikit. Kemampuanku berbahasa belum sampai ke saling bertukar makna, masih bertukar rasa.”

“Kau mengejekku? Hanya jika bermakna maka akan berasa.” Tesla ngedumel.

“Begitukah?” Tanyaku polos.

“Entah, tiap manusia berbeda, sesuai tugas dan mandatnya masing-masing. Aku tidak lebih hebat darimu, kamu tidak lebih hebat dariku, kita berdua tidak lebih hebat dari semua manusia, karena tujuan penciptaan manusia bukan untuk menjadi yang terhebat.”

“Betul, tapi pikiranku belum secanggih realitas virtual pikiranmu. Membangun, merekonstruksi, sampai membuat simulasi mesin-mesin bakal temuanmu dalam kepala. Belum bisa membalik proses kerja mata dan otak, apa yang sedang kau pikirkan keluar dari mata. Matamu bukan pemberi input, malah menjadi output pikiranmu.”

“Tidak usah kaupikirkan perbedaan cara kita berpikir, atau berusaha menjadi seperti aku.”

“Saat ini, bahkan tidak sedang berpikir.”

BACA JUGA:

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

Vaatu dan Raava

Kecerdasan Buatan Tanpa Muatan Kepentingan Bisa Lebih Cerdas Dari Yang Membuatnya

Selamat Jalan Buya Kamba

Punggung Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Hahaha. Anak muda, tunggu sampai kau menikah.”

“Hah? Kabar itu juga sampai padamu?”

“Semua sudah tertulis, dan lebih enak membacanya dari sini.”

“Ya, kau juga pernah menyebut bahwa manusia sekedar robot canggih, kebebasan memilih dan berkehendak semu belaka. Bagaimana caramu menyimpulkan gelombang suara bisa secepat cahaya dan tidak menggunakan satuan Hertz untuk mengukur gelombang? Dari perhitunganmu yang unik tercipta alat berbasis gelombang yang bisa mempengaruhi emosi manusia. Mark Twain pernah kau perlihatkan.”

“Sungguh itu yang ingin kau ketahui? Masih mau pusingkan kepalamu dengan rumus-rumus dan formula matematika bila sesekali engkau bisa merasakan cahaya, suara dan segalanya adalah satu entitas? Atau taktikmu alihkan pembicaraan.”

“Entahlah.” Mataku menengok ke atas, menatap purnama yang dilingkari halo, dan planet Mars yang lebih terang dari biasanya. Melihatku kembali asyik sendiri Tesla pamit.

“Bumi diciptakan untuk manusia, tapi makin sedikit manusia yang masih manusia di muka Bumi. Bila tujuan dan fungsi penciptaan sebuah sistem tidak lagi terpenuhi, maka sistem tersebut akan berakhir.” Kata Tesla sebelum berlalu.

Suara Leanna Rachel yang menyanyikan “Que Sera Sera, whatever will be will be..” lagu terakhir sebelum turun dari panggung MIWF membuat langkah Tesla terhenti.

“Lagu ini untukmu, tapi bukan untuk Bumi.” Tesla tersenyum usil. Tidak ada rahasia bagi mahluk rahasia sepertinya.

https://www.youtube.com/watch?v=2hIL5EpQ5Ws

Leanna Rachel – In The Beginning

Tags: MIWF 2016Tepekur
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #14: Mengapa Jurang Antara Sajadah dan Integritas Kita Masih Lebar?

04/03/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

03/03/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

01/03/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat

26/02/2026
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Esai Ramadan #8: Berhala Etiket dan Sopan Santun

25/02/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

    Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    516 shares
    Share 206 Tweet 129
  • Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Sabu-sabu 1 Ton di Kepulauan Riau

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Ironi AI Militer AS: Claude Anthropic Digunakan dalam Serangan Iran, Bertentangan dengan Larangan Trump

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Serangan AS-Israel ke Iran Picu Penutupan Wilayah Udara, Penerbangan Haji dan Umroh Indonesia Tertunda

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Nikola Tesla di Malam Penutupan MIWF 2016 - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.