Selasa, 20 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Nakes Aceh Berjuang: Banjir Lumpuhkan, Tugas Tetap Berjalan

by Warteknet
30/12/2025
in Berita Terkini
Reading Time: 8 mins read
A A
img-1767041949-73dffc3f46342dee

Wartakita.id – Saat senja mulai merayap dan azan magrib bergema, Puskesmas Pantee Bidari di Aceh Timur justru terdiam, lumpuh. Bangunan dan fasilitasnya porak-poranda diterjang banjir, menyisakan cerita pahit tentang perjuangan tanpa henti para tenaga kesehatan (nakes) di garda terdepan.

Lumpur Menelan Harapan, Nakes Tetap Berjuang

Langit Aceh Timur masih menyisakan jingga saat kumandang azan magrib terdengar di kejauhan. Namun, di Kecamatan Pantee Bidari, suasana justru sunyi senyap. Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di sana bukan lagi tempat yang ramai oleh pasien, melainkan bangunan yang nyaris tak berpenghuni, dipenuhi sisa-sisa lumpur dan kehancuran pasca-banjir.

Kursi sofa, lemari, meja, timbangan bayi, bahkan ranjang pasien, semuanya berserakan di halaman. Bangunan puskesmas yang seharusnya menjadi simbol harapan, kini luluh lantak. Kondisi ini terpantau pada Rabu petang, 24 Desember 2025, atau sekitar tiga pekan setelah banjir menerjang wilayah tersebut.

Kisah Empat Sekawan di Tengah Keprihatinan

Di tengah reruntuhan, di sebuah ruangan yang masih berbekas lumpur, empat orang tenaga kesehatan tengah merebahkan lelah. Mereka adalah dr. Indra Sunarli dan tiga rekannya, perawat dan bidan, yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan sebagai relawan penanganan kesehatan pascabanjir.

“Di sini kami empat orang,” ujar dr. Indra, menyambut kedatangan tim pewarta. Ia tiba di Pantee Bidari pada Senin, 22 Desember 2025. Alih-alih sambutan hangat, ia justru dihadapkan pada puskesmas yang lumpuh total. Ruangan pelayanan tergenang lumpur, fasilitas tak ada yang bisa digunakan, obat-obatan, hingga peralatan Unit Gawat Darurat (UGD) pun tak luput dari terjangan banjir.

“Yang tersisa tinggal bangunan puskesmas,” tuturnya getir.

Aktivasi Darurat: Membersihkan Lumpur Demi Pasien

Namun, dr. Indra dan timnya tidak punya waktu untuk mengeluh. Tugas utama mereka adalah mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan sesegera mungkin. Bersama personel TNI, mereka bahu-membahu membersihkan gunungan lumpur yang menutupi ruang pelayanan, termasuk ruangan yang mereka jadikan tempat tinggal sementara.

“Enggak disediakan (tempat tinggal). Kami menyediakan sendiri. Kami yang cari. Jadi memanfaatkan yang darurat,” jelas dr. Indra. Mereka memanfaatkan sebuah ruangan tanpa alas tidur di sebelah UGD, membersihkannya dari lumpur, dan menjadikannya tempat beristirahat. Pintu terali besi yang rusak ditutup seadanya dengan tirai.

Kondisi ini membuat mereka merasa seperti pengungsi. Untuk pelayanan kesehatan, aula puskesmas disulap menjadi ruang darurat. Hanya dilengkapi satu ranjang pasien, sebaris kursi baja, dan beberapa meja untuk menumpuk obat.

Pelayanan Keliling: Menjemput Bola di Desa Terisolir

Meskipun fasilitas terbatas, dr. Indra dan timnya tetap memberikan pelayanan standar, mulai dari pemeriksaan hingga suntik vitamin. Dalam sehari, mereka bisa melayani 50-60 pasien di puskesmas. Namun, perjuangan mereka tidak berhenti di situ. Mereka juga aktif turun langsung ke desa-desa terdampak, menjemput bola untuk melayani warga yang tidak bisa datang ke puskesmas.

Namun, upaya menjemput bola ini tidak lepas dari kendala. Keterbatasan alat kesehatan dan obat-obatan menjadi masalah utama. Ditambah lagi, minimnya armada ambulans untuk merujuk pasien ke rumah sakit. “Ambulans ada tapi enggak bisa digunakan. Paling kita hanya bisa kasih obat, terapinya obat saja untuk sementara,” kata dr. Indra.

Kisah Tim FK Unpad: Menerobos Jembatan Putus Demi Pasien

Kisah serupa juga dialami oleh dr. Dani Ferdian, pimpinan Tim Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad). Timnya berangkat ke Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada 14 Desember 2025, untuk memberikan pelayanan kesehatan. Namun, mereka juga dihadapkan pada puskesmas yang tertutup lumpur.

Langkah pertama yang dilakukan tim Unpad adalah membersihkan dan mengaktifkan kembali puskesmas, yang syukurnya bangunannya masih utuh meski fasilitasnya ludes. Sambil menunggu puskesmas siap, mereka memberikan pelayanan kesehatan keliling. “Goal besarnya bagaimana melakukan reaktivasi terhadap pelayanan kesehatan dasar di puskesmasnya,” ujar dr. Dani.

Bersama relawan dari universitas lain dan TNI, puskesmas Langkahan berhasil difungsikan darurat pada 18 Desember. Pelayanan kesehatan keliling tetap berjalan paralel.

Menjangkau Daerah Terisolir: Perjuangan Ekstra di Medan Berat

Usai misi aktivasi di Langkahan, tim Unpad membagi tugas. Sebagian tetap di Langkahan, sementara sebagian besar dikirim ke Bener Meriah, khususnya Kecamatan Mesidah yang terisolasi.

Akses menuju Mesidah terputus akibat jembatan yang hanyut. Tim Unpad harus berjuang ekstra, bahkan memanggul logistik dan obat-obatan melewati jembatan darurat yang rusak. Perjalanan panjang dan medan yang berat membuat mereka hidup layaknya prajurit, makan makanan ransum dan tidur beralaskan matras atau sleeping bag.

Dilema Relawan: Keterbatasan di Tengah Kebutuhan Mendesak

Para relawan nakes dihadapkan pada berbagai dilema. Keterbatasan fasilitas kesehatan (faskes), obat-obatan, dan kondisi pengungsi menjadi tantangan terbesar.

dr. Michelle Mailangkay, relawan dari Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati, bercerita tentang pengungsi di Babo, Aceh Tamiang, yang mengidap hipertensi dan diabetes melitus. Luka bernanah pada kaki mereka tak mendapatkan perawatan memadai. Akibatnya, luka semakin parah.

BACA JUGA:

Beasiswa S2 Pemprov Sulsel 2027 Dibuka Lebih Awal: 500 Kuota untuk Guru dan Tenaga Kesehatan

Unismuh Makassar Perkuat Sektor Kesehatan: Resmi Buka Prodi Keperawatan S1 dan Profesi Ners

Makassar dan UNICEF Bersinergi Tingkatkan Kapasitas Nakes Hadapi KLB Campak

Pos Pantau Angke Hulu Naik Siaga 1, BPBD DKI Waspadai Banjir Cengkareng Drain

Yonzipur 16/DA Pacu Pembangunan Jembatan Bailey Darurat di Aceh Utara, Capai 92% Penyelesaian

“Yang punya sakit gula sudah sampai luka-luka,” ujar dr. Michelle. Keterbatasan alat membuat mereka hanya bisa membersihkan luka dengan alkohol dan memberikan obat standar. Kondisi lingkungan yang masih berlumpur, asupan protein yang minim, dan air bersih yang sulit didapat memperburuk kondisi pengungsi.

Pola Makan Darurat, Ancaman Penyakit Menular

dr. Michelle hanya bisa memberikan edukasi tentang pola makan, namun sadar bahwa pengungsi memiliki pilihan terbatas. Bantuan makanan yang diterima seringkali hanya berisi mi instan dan telur.

Hal ini juga diamini dr. Indra. Ia banyak menemui kasus hipertensi akibat pola makan pengungsi yang didominasi mi instan. Selain itu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga tinggi karena debu dan kondisi lingkungan.

“Penyakit yang paling sering, pertama ISPA karena mungkin debu juga. Kemudian hipertensi karena mereka banyak yang mengonsumsi mi,” tutur dr. Indra.

Dampak Psikologis: Trauma dan Kecemasan di Tenda Pengungsian

Beban para pengungsi tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis. Tim Unpad menemukan banyak kasus Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kehilangan harta benda, keluarga, dan penghidupan secara mendadak membuat mental mereka terguncang.

“Saat hujan besar terjadi, mereka cemas berlebihan,” kata dr. Dani, menggambarkan trauma pengungsi terhadap hujan.

Pemulihan Kesehatan Holistik: Lebih dari Sekadar Obat

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, menekankan bahwa pemulihan kesehatan pengungsi tidak bisa berdiri sendiri. Penanganan kesehatan harus dibarengi dengan pemulihan kebutuhan primer.

“Kita mau lakukan apa pun, kalau dia masih tetap enggak punya rumah, enggak punya makan, enggak punya segala macam, orangnya akan sakit,” jelas Prof. Tjandra. Ia menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur seperti jembatan bukan hanya soal transportasi, tetapi juga vital untuk kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Ancaman Gelombang Kedua: Health Disaster

Sekjen Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, dr. Iziddin Fadhil, sangat berharap upaya bersama berbagai pihak segera terwujud. Reaktivasi puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya sangat krusial untuk mencegah penyakit kronis dan menular.

“Yang kami takutkan dari kondisi hari ini yaitu gelombang kedua disaster. Bukan natural disaster-nya, tetapi health disaster,” tutup dr. Iziddin, menyoroti ancaman lonjakan penyakit infeksi akibat sanitasi yang buruk, lingkungan berlumpur, dan udara berdebu.

Menghargai Perjuangan Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Kisah para nakes di Aceh ini adalah potret nyata dari dedikasi luar biasa di tengah keterbatasan. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga, bahkan ketika fasilitas mereka sendiri luluh lantak. Perjuangan mereka patut diapresiasi dan menjadi pengingat akan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, terutama di daerah-daerah yang rentan bencana.

Pertanyaan Umum Seputar Perjuangan Nakes di Aceh Pasca-Banjir

1. Apa saja kendala utama yang dihadapi nakes pasca-banjir di Aceh?

Kendala utama meliputi puskesmas yang lumpuh dan rusak parah, keterbatasan alat kesehatan dan obat-obatan, minimnya armada ambulans, serta medan yang sulit dijangkau akibat rusaknya infrastruktur seperti jembatan.

2. Bagaimana para nakes memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski puskesmas rusak?

Para nakes melakukan aktivasi darurat dengan membersihkan fasilitas yang tersisa, memanfaatkan ruangan aula atau ruangan rusak sebagai posko darurat, serta melakukan pelayanan keliling (menjemput bola) ke desa-desa terdampak dan pengungsian.

3. Penyakit apa saja yang paling sering ditemui pada pengungsi pasca-banjir?

Penyakit yang paling sering ditemui adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu, hipertensi akibat pola makan yang tidak sehat (misalnya terlalu banyak mengonsumsi mi instan), serta luka bernanah pada penderita diabetes.

4. Apa dampak psikologis yang dialami pengungsi pasca-banjir?

Banyak pengungsi mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) akibat kehilangan harta benda, keluarga, dan penghidupan. Trauma terhadap hujan juga umum terjadi, memicu kecemasan berlebihan.

5. Mengapa pemulihan kebutuhan primer penting dalam penanganan kesehatan pasca-bencana?

Pemulihan kebutuhan primer seperti rumah, makanan, dan air bersih sangat vital karena kondisi fisik dan psikologis pengungsi tidak akan membaik jika kebutuhan dasar mereka belum terpenuhi. Kesehatan bergantung pada kondisi lingkungan dan pemenuhan kebutuhan hidup.

6. Apa yang dimaksud dengan ‘health disaster’ dalam konteks ini?

‘Health disaster’ merujuk pada potensi lonjakan dan penyebaran penyakit menular atau kronis di kalangan pengungsi akibat kondisi sanitasi yang buruk, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, serta dampak psikologis yang memperburuk kesehatan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: aceh timuraceh utarabanjir acehkebencanaankesehatan pasca-bencananakes acehpuskesmas lumpuhrelawan kesehatantenaga kesehatan
Share13Tweet8Send

ARTIKEL TERKAIT

A grand entrance of the DPR building in Jakarta, with a sleek glass facade and ornate door, reflecting sunlight. The interior is bright with large windows, and the background shows greenery of the sur

Wakil Ketua Komisi IX DPR Dukung Fatwa Haram Vape

19/10/2026
The image depicts the KPK headquarters with its glass facade and emblem, surrounded by busy KPK staff and investigators, and the Jakarta skyline with the Merdeka Palace in the background, symbolizing

KPK Ungkap Dua OTT dalam Sepekan: Korupsi Dana Bencana dan Suap Bupati Klaten

19/10/2026
A dramatic courtroom scene where six individuals, including the owner of a kindergarten, are being sentenced for a mass lead poisoning incident that affected 247 children in Tianshui, China. The image captures the gravity of the situation with strong lighting and a sharp focus on the faces of the defendants and the judge, set against a backdrop of a modern courtroom.

6 Orang Divonis Penjara Akibat Keracunan Timbal Massal di TK

19/10/2026
The image shows the grand Supreme Court building in Indonesia, symbolizing the authority and solemnity of the legal system. The urgent need for reform in the military judiciary is highlighted through

MK Tetapkan Tenggat Waktu 2 Tahun untuk Reformasi Peradilan Militer

19/10/2026
The image shows the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection with its modern glass facade, surrounded by greenery. Inside, the atrium is bright and open, but the overcast sky and the build

Pemerintah Dituding Abaikan HAM dalam Penanganan KDRT

19/10/2026
Gedung Mahkamah Agung Indonesia dengan dominasi arsitektur megah, dinding marmer, dan domba utama yang megah. Suasana ruang berlapis marmer dengan atap tinggi dan jendela besar yang memungkinkan cahay

Kebijakan Penghentian Perkara Pidana Akibat Cacat Prosedur dalam BAP

19/10/2026
A grand entrance of the Istana Negara, the official residence of the President of Indonesia, with intricate carvings, a large central dome, and a warm, golden light highlighting the stonework and surr

Hanta Yuda: Pernyataan Jokowi soal Operasi Politik Tidak Luar Biasa

19/10/2026
The scene depicts the grand entrance of the Constitutional Court, with intricate domes and towering columns, symbolizing the importance of the constitutional review of budget policies. The statues of

MBG dan KDMP: Uji Konstitusionalitas Kebijakan Anggaran Masuk Babak Baru

19/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sebuah ponsel pintar modern dengan desain ramping dan ringan. Layar ponsel berwarna cerah dan diletakkan di latar putih minimalis. Di depan, ada kapsul transparan kecil yang berisi partikel partikel s

    Baterai Silicon Carbon: Solusi Inovatif untuk Kapasitas HP Tanpa Bodi Tebal

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • OJK Periksa Underwriter dan Direksi Sekuritas Terkait Dugaan Pidana Pasar Modal

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.