Selasa, 29 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital

by Redaktur
25/12/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan
Reading Time: 6 mins read
A A
memahami pasal karet uu ite 1

BACA JUGA:

Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Atas Dugaan Pemotongan Video Jusuf Kalla, PSI Tak Beri Bantuan Hukum

Libur Nasional Isra Mi’raj 2026: Momentum Refleksi Spiritual dan Long Weekend Pertama Tahun Ini

“Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

Kasus “Story” Bakar Mabes Polri: Laras Faizati Dituntut 1 Tahun Penjara

WARTAKITA.ID — Di era digital, jempolmu adalah harimaumu. Pepatah lama ini menemukan relevansi brutalnya dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kasus yang menimpa Laras Faizati—yang dituntut penjara karena Instagram Story—hanyalah satu dari ribuan contoh bagaimana ketidaktahuan akan batasan hukum digital bisa berujung di balik jeruji besi.

Namun, benarkah kita tidak boleh mengkritik? Di mana batas antara kebebasan berpendapat dan tindak pidana?

Artikel ini akan membedah secara mendalam perubahan terbaru dalam UU Nomor 1 Tahun 2024 (Perubahan Kedua atas UU ITE), mengidentifikasi pasal-pasal yang masih dianggap “karet”, dan memberikan panduan agar Anda tetap aman bersuara.

Evolusi Hukum: Dari 2008 hingga Revisi 2024

Sejak disahkan pada 2008, UU ITE telah mengalami dua kali revisi (2016 dan 2024) untuk menjawab kritik publik. Revisi terbaru melalui UU No. 1 Tahun 2024 membawa angin segar sekaligus tantangan baru.

Poin krusial dalam revisi 2024 adalah upaya memperjelas tafsir pasal-pasal bermasalah agar tidak sembarangan dipakai untuk membungkam kritik. Namun, bagi banyak pakar hukum, potensi over-kriminalisasi masih mengintai jika masyarakat tidak jeli memahami frasa demi frasa dalam undang-undang ini.

Bedah Anatomi “Pasal Karet” Terbaru

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - image 1

Istilah “Pasal Karet” merujuk pada pasal yang penafsirannya lentur dan subjektif. Berikut adalah tiga pasal utama dalam UU ITE terbaru yang wajib Anda waspadai:

1. Pasal 27A: Wajah Baru Pencemaran Nama Baik

Pasal ini menggantikan Pasal 27 ayat (3) yang legendaris. Jika dulu bunyinya sekadar “muatan penghinaan”, kini rumuannya lebih spesifik mengadopsi Pasal 310 KUHP.

Bunyi Pasal 27A:

“Setiap Orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik…”

Apa yang Berubah?

  • Delik Aduan Absolut: Pasal ini tidak bisa diproses tanpa laporan langsung dari korban. Polisi tidak bisa menangkap Anda hanya karena viral, kecuali korban (individu) melapor.
  • Pengecualian: Tidak pidana jika dilakukan untuk kepentingan umum atau membela diri.

2. Pasal 28 ayat (2): Ranjau Ujaran Kebencian

Ini adalah pasal yang paling sering menjerat aktivis atau komentator politik.

Inti Pasal: Melarang penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu/kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Dalam revisi terbaru, definisi “antargolongan” dipersempit, namun interpretasi aparat di lapangan sering kali masih luas. Kritik keras terhadap kebijakan pemerintah seharusnya tidak masuk kategori ini, namun narasi yang memprovokasi kemarahan massa bisa menjadi celah masuk.

3. Pasal 29: Ancaman Kekerasan

Pasal ini kini lebih fokus pada ancaman kekerasan yang ditujukan secara pribadi.

Contoh Kasus: Mengirim Direct Message (DM) berisi ancaman “Awas kau, kutunggu di depan rumah!” kini memiliki landasan hukum yang lebih tegas untuk dipidana.

Garis Tipis: Kritik vs. Penghinaan

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - image 2

Di sinilah kebingungan sering terjadi. Bagaimana cara mengkritik pejabat atau institusi tanpa diciduk?

Pedoman utamanya adalah SKB 3 Menteri (Surat Keputusan Bersama Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri) yang menjadi panduan interpretasi. Meski UU telah direvisi, prinsip SKB ini masih relevan sebagai acuan penegakan hukum.

  • Kritik: Adalah penyampaian pendapat, ketidaksetujuan, atau penilaian terhadap kebijakan/kinerja. Kritik berbasis fakta dan data tidak dapat dipidana. Contoh Aman: “Kinerja Dinas X sangat lambat, data menunjukkan serapan anggaran 0%.”
  • Penghinaan: Adalah serangan terhadap fisik, cacat tubuh, atau hal pribadi yang tidak relevan dengan kinerja, seringkali menggunakan kata kasar. Contoh Bahaya: “Kepala Dinas X itu bodoh dan mukanya seperti [nama hewan].”

Baca Juga:

  • Kasus Laras Faizati: Pelajaran Mahal dari Sebuah Instagram Story
  • Daftar Pejabat Publik yang Anti-Kritik: Sebuah Analisis Data

Tips Aman Berpendapat (Survival Guide Netizen)

Agar tetap kritis namun tidak krisis hukum, terapkan prinsip berikut:

  1. Serang Argumennya, Bukan Orangnya (Ad Hominem): Fokus pada substansi kebijakan, bukan fisik atau privasi pejabat.
  2. Verifikasi Sebelum Repost: Menyebarkan hoaks yang memicu kerusuhan (Pasal 28 ayat 3) ancamannya 6 tahun penjara.
  3. Gunakan Kata “Dugaan” atau “Menurut Pendapat Saya”: Ini mempertegas bahwa pernyataan Anda adalah opini subjektif, bukan klaim fakta mutlak.
  4. Pahami Konteks “Kepentingan Umum”: Jika Anda memviralkan kasus penipuan untuk memperingatkan orang lain, Anda memiliki payung hukum pembelaan diri di Pasal 27A.

Kesimpulan: Cerdas Hukum, Lantang Bersuara

Revisi UU ITE 2024 memang memperbaiki beberapa cacat logika di masa lalu, seperti penegasan delik aduan. Namun, “karet” itu belum sepenuhnya hilang. Sebagai warga negara digital, literasi hukum adalah tameng terbaik kita. Jangan takut bersuara, tapi pastikan suara itu berlandaskan data, bukan sekadar emosi.

(Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan nasihat hukum profesional. Jika Anda menghadapi masalah hukum, segera hubungi pengacara atau LBH terdekat.)

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Batasan Kebebasan BerpendapatDelik Aduan AbsolutDemo Agustus 2025Pasal 161 KUHPPasal 27APasal Karet UU ITEPencemaran Nama BaikPenghasutan MedsosSKB 3 MenteriUjaran KebencianUU ITEUU ITE Terbaru 2024
Share22Tweet14Send

ARTIKEL TERKAIT

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

DPR Mendesak KemenPUPR & BMKG: Perlu Mitigasi El Nino untuk Cegah Krisis Air Bersih

28/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

27/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Gubernur Sulsel Tunggu Surat Resmi: Nasib Bupati Gowa Ditentukan Proses Hukum

27/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Terbongkar: Buron Judi Online Internasional FP Ditangkap di Thailand, Polri Ungkap Perputaran Uang Rp1 Triliun

27/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

26/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Garuda Perkasa: Indonesia Taklukkan Singapura 2-0, Tatap Laga Krusial Kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

26/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Guruh Soekarnoputra: Sang Maestro Pencipta Lagu Nusantara yang Abadi

26/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

26/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Harga Beras Premium Naik 15% Jelang Akhir Tahun 2026, Ini Penyebabnya

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kekeringan Ekstrem Landa 8 Kabupaten di Sulsel, BPBD Tetapkan Status Siaga

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.