Rabu, 17 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital

by Redaktur
25/12/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan
Reading Time: 6 mins read
A A
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

WARTAKITA.ID — Di era digital, jempolmu adalah harimaumu. Pepatah lama ini menemukan relevansi brutalnya dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kasus yang menimpa Laras Faizati—yang dituntut penjara karena Instagram Story—hanyalah satu dari ribuan contoh bagaimana ketidaktahuan akan batasan hukum digital bisa berujung di balik jeruji besi.

Namun, benarkah kita tidak boleh mengkritik? Di mana batas antara kebebasan berpendapat dan tindak pidana?

Artikel ini akan membedah secara mendalam perubahan terbaru dalam UU Nomor 1 Tahun 2024 (Perubahan Kedua atas UU ITE), mengidentifikasi pasal-pasal yang masih dianggap “karet”, dan memberikan panduan agar Anda tetap aman bersuara.

Evolusi Hukum: Dari 2008 hingga Revisi 2024

Sejak disahkan pada 2008, UU ITE telah mengalami dua kali revisi (2016 dan 2024) untuk menjawab kritik publik. Revisi terbaru melalui UU No. 1 Tahun 2024 membawa angin segar sekaligus tantangan baru.

World Cup 2026

Poin krusial dalam revisi 2024 adalah upaya memperjelas tafsir pasal-pasal bermasalah agar tidak sembarangan dipakai untuk membungkam kritik. Namun, bagi banyak pakar hukum, potensi over-kriminalisasi masih mengintai jika masyarakat tidak jeli memahami frasa demi frasa dalam undang-undang ini.

Bedah Anatomi “Pasal Karet” Terbaru

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - image 2

Istilah “Pasal Karet” merujuk pada pasal yang penafsirannya lentur dan subjektif. Berikut adalah tiga pasal utama dalam UU ITE terbaru yang wajib Anda waspadai:

1. Pasal 27A: Wajah Baru Pencemaran Nama Baik

Pasal ini menggantikan Pasal 27 ayat (3) yang legendaris. Jika dulu bunyinya sekadar “muatan penghinaan”, kini rumuannya lebih spesifik mengadopsi Pasal 310 KUHP.

Bunyi Pasal 27A:

“Setiap Orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik…”

Apa yang Berubah?

  • Delik Aduan Absolut: Pasal ini tidak bisa diproses tanpa laporan langsung dari korban. Polisi tidak bisa menangkap Anda hanya karena viral, kecuali korban (individu) melapor.
  • Pengecualian: Tidak pidana jika dilakukan untuk kepentingan umum atau membela diri.

2. Pasal 28 ayat (2): Ranjau Ujaran Kebencian

Ini adalah pasal yang paling sering menjerat aktivis atau komentator politik.

Inti Pasal: Melarang penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu/kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Dalam revisi terbaru, definisi “antargolongan” dipersempit, namun interpretasi aparat di lapangan sering kali masih luas. Kritik keras terhadap kebijakan pemerintah seharusnya tidak masuk kategori ini, namun narasi yang memprovokasi kemarahan massa bisa menjadi celah masuk.

3. Pasal 29: Ancaman Kekerasan

Pasal ini kini lebih fokus pada ancaman kekerasan yang ditujukan secara pribadi.

Contoh Kasus: Mengirim Direct Message (DM) berisi ancaman “Awas kau, kutunggu di depan rumah!” kini memiliki landasan hukum yang lebih tegas untuk dipidana.

Garis Tipis: Kritik vs. Penghinaan

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - image 3

Di sinilah kebingungan sering terjadi. Bagaimana cara mengkritik pejabat atau institusi tanpa diciduk?

Pedoman utamanya adalah SKB 3 Menteri (Surat Keputusan Bersama Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri) yang menjadi panduan interpretasi. Meski UU telah direvisi, prinsip SKB ini masih relevan sebagai acuan penegakan hukum.

World Cup 2026
  • Kritik: Adalah penyampaian pendapat, ketidaksetujuan, atau penilaian terhadap kebijakan/kinerja. Kritik berbasis fakta dan data tidak dapat dipidana. Contoh Aman: “Kinerja Dinas X sangat lambat, data menunjukkan serapan anggaran 0%.”
  • Penghinaan: Adalah serangan terhadap fisik, cacat tubuh, atau hal pribadi yang tidak relevan dengan kinerja, seringkali menggunakan kata kasar. Contoh Bahaya: “Kepala Dinas X itu bodoh dan mukanya seperti [nama hewan].”

Baca Juga:

  • Kasus Laras Faizati: Pelajaran Mahal dari Sebuah Instagram Story
  • Daftar Pejabat Publik yang Anti-Kritik: Sebuah Analisis Data

Tips Aman Berpendapat (Survival Guide Netizen)

Agar tetap kritis namun tidak krisis hukum, terapkan prinsip berikut:

  1. Serang Argumennya, Bukan Orangnya (Ad Hominem): Fokus pada substansi kebijakan, bukan fisik atau privasi pejabat.
  2. Verifikasi Sebelum Repost: Menyebarkan hoaks yang memicu kerusuhan (Pasal 28 ayat 3) ancamannya 6 tahun penjara.
  3. Gunakan Kata “Dugaan” atau “Menurut Pendapat Saya”: Ini mempertegas bahwa pernyataan Anda adalah opini subjektif, bukan klaim fakta mutlak.
  4. Pahami Konteks “Kepentingan Umum”: Jika Anda memviralkan kasus penipuan untuk memperingatkan orang lain, Anda memiliki payung hukum pembelaan diri di Pasal 27A.

Kesimpulan: Cerdas Hukum, Lantang Bersuara

Revisi UU ITE 2024 memang memperbaiki beberapa cacat logika di masa lalu, seperti penegasan delik aduan. Namun, “karet” itu belum sepenuhnya hilang. Sebagai warga negara digital, literasi hukum adalah tameng terbaik kita. Jangan takut bersuara, tapi pastikan suara itu berlandaskan data, bukan sekadar emosi.

(Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan nasihat hukum profesional. Jika Anda menghadapi masalah hukum, segera hubungi pengacara atau LBH terdekat.)

BACA JUGA:

Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Atas Dugaan Pemotongan Video Jusuf Kalla, PSI Tak Beri Bantuan Hukum

Libur Nasional Isra Mi’raj 2026: Momentum Refleksi Spiritual dan Long Weekend Pertama Tahun Ini

“Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

Kasus “Story” Bakar Mabes Polri: Laras Faizati Dituntut 1 Tahun Penjara

Tags: Batasan Kebebasan BerpendapatDelik Aduan AbsolutDemo Agustus 2025Pasal 161 KUHPPasal 27APasal Karet UU ITEPencemaran Nama BaikPenghasutan MedsosSKB 3 MenteriUjaran KebencianUU ITEUU ITE Terbaru 2024
Share12Tweet8Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Pidato Budiman Sudjatmiko Picu Kemarahan Mahasiswa UGM, Tiga Pejabat Dievakuasi

16/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Motor Listrik MBG Menumpuk di Sentul: Kejagung Tolak Sita, Ribuan Unit Masih Terbungkus Plastik

15/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

MoU Iran-AS Final: Selat Hormuz Dibuka, Blokade Maritim Dicabut

15/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Koperasi Merah Putih: Bayang-Bayang Korupsi dari Kasus Makan Bergizi Gratis

14/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Modus Canggih Korupsi Program Makan Bergizi Gratis: Kejaksaan Agung Ungkap Jaringan Bos Besar

13/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

KPK Akui Selidiki Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Tunggu Koordinasi dengan Kejaksaan Agung

10/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Trump Terjebak Manuver Netanyahu: Eskalasi Iran Menanti Perang atau Kesepakatan Damai

10/06/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

OTT KPK: Bupati Muara Enim dan Keponakan Tersangka Kasus Pengadaan, Rp 2 Miliar Disita

10/06/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo - Arsip

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko Menang di Azteca

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Piala Dunia 2026: Jeda Minum Berujung Blok Iklan, Penonton Global Marah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemkot Makassar Tawarkan Rp100 Juta: Warga Makassar, Ini Kriteria RT Pengelola Sampah Terbaik Anda!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Semuanya yang Perlu ‘Noob’ Ketahui

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pete-pete Laut: Menjangkau Pulau Makassar dengan Transportasi Laut Terjangkau dan Terjadwal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.