Senin, 7 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital

by Redaktur
25/12/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan
Reading Time: 6 mins read
A A
memahami pasal karet uu ite 1

BACA JUGA:

Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Atas Dugaan Pemotongan Video Jusuf Kalla, PSI Tak Beri Bantuan Hukum

Libur Nasional Isra Mi’raj 2026: Momentum Refleksi Spiritual dan Long Weekend Pertama Tahun Ini

“Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

Kasus “Story” Bakar Mabes Polri: Laras Faizati Dituntut 1 Tahun Penjara

WARTAKITA.ID — Di era digital, jempolmu adalah harimaumu. Pepatah lama ini menemukan relevansi brutalnya dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kasus yang menimpa Laras Faizati—yang dituntut penjara karena Instagram Story—hanyalah satu dari ribuan contoh bagaimana ketidaktahuan akan batasan hukum digital bisa berujung di balik jeruji besi.

Namun, benarkah kita tidak boleh mengkritik? Di mana batas antara kebebasan berpendapat dan tindak pidana?

Artikel ini akan membedah secara mendalam perubahan terbaru dalam UU Nomor 1 Tahun 2024 (Perubahan Kedua atas UU ITE), mengidentifikasi pasal-pasal yang masih dianggap “karet”, dan memberikan panduan agar Anda tetap aman bersuara.

Evolusi Hukum: Dari 2008 hingga Revisi 2024

Sejak disahkan pada 2008, UU ITE telah mengalami dua kali revisi (2016 dan 2024) untuk menjawab kritik publik. Revisi terbaru melalui UU No. 1 Tahun 2024 membawa angin segar sekaligus tantangan baru.

Poin krusial dalam revisi 2024 adalah upaya memperjelas tafsir pasal-pasal bermasalah agar tidak sembarangan dipakai untuk membungkam kritik. Namun, bagi banyak pakar hukum, potensi over-kriminalisasi masih mengintai jika masyarakat tidak jeli memahami frasa demi frasa dalam undang-undang ini.

Bedah Anatomi “Pasal Karet” Terbaru

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - image 1

Istilah “Pasal Karet” merujuk pada pasal yang penafsirannya lentur dan subjektif. Berikut adalah tiga pasal utama dalam UU ITE terbaru yang wajib Anda waspadai:

1. Pasal 27A: Wajah Baru Pencemaran Nama Baik

Pasal ini menggantikan Pasal 27 ayat (3) yang legendaris. Jika dulu bunyinya sekadar “muatan penghinaan”, kini rumuannya lebih spesifik mengadopsi Pasal 310 KUHP.

Bunyi Pasal 27A:

“Setiap Orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik…”

Apa yang Berubah?

  • Delik Aduan Absolut: Pasal ini tidak bisa diproses tanpa laporan langsung dari korban. Polisi tidak bisa menangkap Anda hanya karena viral, kecuali korban (individu) melapor.
  • Pengecualian: Tidak pidana jika dilakukan untuk kepentingan umum atau membela diri.

2. Pasal 28 ayat (2): Ranjau Ujaran Kebencian

Ini adalah pasal yang paling sering menjerat aktivis atau komentator politik.

Inti Pasal: Melarang penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu/kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Dalam revisi terbaru, definisi “antargolongan” dipersempit, namun interpretasi aparat di lapangan sering kali masih luas. Kritik keras terhadap kebijakan pemerintah seharusnya tidak masuk kategori ini, namun narasi yang memprovokasi kemarahan massa bisa menjadi celah masuk.

3. Pasal 29: Ancaman Kekerasan

Pasal ini kini lebih fokus pada ancaman kekerasan yang ditujukan secara pribadi.

Contoh Kasus: Mengirim Direct Message (DM) berisi ancaman “Awas kau, kutunggu di depan rumah!” kini memiliki landasan hukum yang lebih tegas untuk dipidana.

Garis Tipis: Kritik vs. Penghinaan

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - image 2

Di sinilah kebingungan sering terjadi. Bagaimana cara mengkritik pejabat atau institusi tanpa diciduk?

Pedoman utamanya adalah SKB 3 Menteri (Surat Keputusan Bersama Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri) yang menjadi panduan interpretasi. Meski UU telah direvisi, prinsip SKB ini masih relevan sebagai acuan penegakan hukum.

  • Kritik: Adalah penyampaian pendapat, ketidaksetujuan, atau penilaian terhadap kebijakan/kinerja. Kritik berbasis fakta dan data tidak dapat dipidana. Contoh Aman: “Kinerja Dinas X sangat lambat, data menunjukkan serapan anggaran 0%.”
  • Penghinaan: Adalah serangan terhadap fisik, cacat tubuh, atau hal pribadi yang tidak relevan dengan kinerja, seringkali menggunakan kata kasar. Contoh Bahaya: “Kepala Dinas X itu bodoh dan mukanya seperti [nama hewan].”

Baca Juga:

  • Kasus Laras Faizati: Pelajaran Mahal dari Sebuah Instagram Story
  • Daftar Pejabat Publik yang Anti-Kritik: Sebuah Analisis Data

Tips Aman Berpendapat (Survival Guide Netizen)

Agar tetap kritis namun tidak krisis hukum, terapkan prinsip berikut:

  1. Serang Argumennya, Bukan Orangnya (Ad Hominem): Fokus pada substansi kebijakan, bukan fisik atau privasi pejabat.
  2. Verifikasi Sebelum Repost: Menyebarkan hoaks yang memicu kerusuhan (Pasal 28 ayat 3) ancamannya 6 tahun penjara.
  3. Gunakan Kata “Dugaan” atau “Menurut Pendapat Saya”: Ini mempertegas bahwa pernyataan Anda adalah opini subjektif, bukan klaim fakta mutlak.
  4. Pahami Konteks “Kepentingan Umum”: Jika Anda memviralkan kasus penipuan untuk memperingatkan orang lain, Anda memiliki payung hukum pembelaan diri di Pasal 27A.

Kesimpulan: Cerdas Hukum, Lantang Bersuara

Revisi UU ITE 2024 memang memperbaiki beberapa cacat logika di masa lalu, seperti penegasan delik aduan. Namun, “karet” itu belum sepenuhnya hilang. Sebagai warga negara digital, literasi hukum adalah tameng terbaik kita. Jangan takut bersuara, tapi pastikan suara itu berlandaskan data, bukan sekadar emosi.

(Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan nasihat hukum profesional. Jika Anda menghadapi masalah hukum, segera hubungi pengacara atau LBH terdekat.)

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Batasan Kebebasan BerpendapatDelik Aduan AbsolutDemo Agustus 2025Pasal 161 KUHPPasal 27APasal Karet UU ITEPencemaran Nama BaikPenghasutan MedsosSKB 3 MenteriUjaran KebencianUU ITEUU ITE Terbaru 2024
Share20Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Sorotan Antrean Truk Berdrum Kosong di SPBU Makassar: Indikasi Korupsi Solar Subsidi?

05/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Tragedi Sound Horeg di Jatim: Tiga Nyawa Melayang, MUI Jatim Mendesak Polisi Turun Tangan

04/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji: Eks Pejabat Kemenag Ungkap Tak Ada Kajian Pembagian 50:50

04/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Sekda Sintang Kritik Kinerja Menhut soal Karhutla, Kemenhut Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif

04/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Muhadjir Effendy Ungkap Izin Jokowi untuk 10 Ribu Kuota Haji Dialihkan Jadi Visa Mujamalah

04/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Israel Minta Dukungan AS untuk Usir Warga Palestina dari Gaza: Ancaman Kemanusiaan dan Politik

04/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Kemenaker Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru 2027: Fokus SDM Industri & Sektor Unggulan

03/09/2026
Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

Rekrutmen Petugas Haji 2026: 75 Ribu Pelamar Bersaing Ketat Lewat Seleksi CAT

03/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Memahami “Pasal Karet” UU ITE Terbaru dan Batas Kebebasan Berpendapat di Era Digital - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    215 shares
    Share 86 Tweet 54
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.