Kabupaten Mimika kembali menjadi saksi bisu kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Tengah. Aksi teror terbaru ini mencatatkan peristiwa mengerikan berupa penyanderaan sembilan wanita, yang berujung pada tewasnya seorang ibu akibat ditembak dan anaknya yang malang dibuang ke jurang.
Kronologi Mengerikan Penyanderaan di Kampung Pasir Putih
Peristiwa tragis ini terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa, 18 Agustus. Menurut pengakuan Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, KKB kembali menunjukkan aksi kekerasan yang tidak berperikemanusiaan terhadap warga sipil.
Detail Korban dan Dampak Kekejaman KKB
Dalam insiden yang mengguncang tersebut, dua korban langsung menjadi fokus utama kekejaman KKB. Neregingget Magai, seorang ibu berusia 48 tahun, dilaporkan tewas setelah ditembak oleh anggota KKB. Keganasan pelaku tidak berhenti di situ; anak kandung Neregingget, Inkolung Aim, yang diduga kuat menolak dibawa paksa, ditemukan dibuang ke jurang dan mengalami luka patah kaki.
Sementara itu, total sembilan warga sipil yang terdiri dari wanita dan anak-anak perempuan harus mengalami trauma mendalam akibat disandera. Identitas kesembilan sandera tersebut adalah:
- Nemerina Wamang (17), dilaporkan sedang dalam kondisi hamil muda.
- Alin Mesawarol (kelas VI SD).
- Nopi Aim (kelas IV SD).
- Opinte Mesawaro (kelas III SD).
- Yotina Senawatme (18).
- Meria Nibilingame (15).
- Wena Katagame (18).
- Ilimin Onawame (18).
- Miante Nibilingame (13).
Motif dan Kaitan dengan Serangan Sebelumnya
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, memberikan analisis mendalam terkait motif di balik aksi penyanderaan ini. Ditekankan bahwa pelaku kekerasan diduga kuat merupakan kelompok KKB yang sama yang sehari sebelumnya melakukan serangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS di Distrik Jila. Hubungan temporal antara serangan terhadap pos TNI dan aksi penyanderaan ini menguatkan dugaan tersebut.
“Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” tegas Kapolres Rumbiak, menunjukkan adanya pola serangan yang terorganisir.
Modus Operandi Pelaku yang Keji
Modus operandi KKB kali ini sangat jelas menunjukkan preferensi untuk menargetkan individu yang lemah dan rentan. Pemilihan ibu dan anaknya sebagai sasaran utama didasari oleh penolakan mereka untuk ikut dibawa secara paksa. KKB tidak ragu menggunakan kekerasan mematikan, menembak sang ibu, dan melakukan tindakan brutal dengan membuang anaknya ke jurang.
“Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan,” ungkap Kapolres Rumbiak, menggambarkan secara lugas kebiadaban pelaku yang menggiring para sandera menuju kawasan hutan.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: Budi S.
Add wartakita.id as a preferred source on Google






















