Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 24 April 2026, ditutup dengan catatan suram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan, menempatkannya sebagai yang terburuk di antara bursa saham Asia pada hari tersebut.
IHSG Catat Kinerja Terburuk di Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Jumat, 24 April 2026, dengan penurunan tajam sebesar 3,38%. Indeks tercatat berada di level 7.129,49, kehilangan 249,11 poin dari penutupan hari sebelumnya. Kinerja negatif ini secara signifikan menempatkan IHSG sebagai yang terlemah di antara bursa saham Asia pada hari yang sama.
Rincian Perdagangan dan Volatilitas Pasar
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Titik terendah harian yang sempat dicapai adalah 7.115,97, sementara level tertinggi harian tercatat di 7.383,4. Dalam hal aktivitas transaksi, volume perdagangan mencapai 47,12 miliar saham dengan total nilai perdagangan sebesar Rp24,33 triliun. Frekuensi perdagangan sendiri tercatat sebanyak 2,68 juta kali, menunjukkan tingginya partisipasi investor dalam dinamika pasar pada hari tersebut.
Sektor dan Saham Unggulan Menjadi ‘Top Losers’
Pelemahan drastis pada IHSG ini utamanya didorong oleh performa negatif dari beberapa sektor kunci. Sektor-sektor yang paling terdampak meliputi konsumen non-primer, energi, dan infrastruktur, yang masing-masing mengalami koreksi sebesar 4,26%, 4,22%, dan 4,08%. Sektor properti juga tidak luput dari tekanan, dengan penurunan sebesar 2,66%.
Beberapa saham bahkan menempati posisi ‘top losers’ akibat anjloknya harga yang dalam. Saham-saham yang menjadi sorotan utama karena pelemahannya meliputi:
- PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), yang membukukan pelemahan 15%.
- PT Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk (AMIN), yang tergelincir hingga 15%.
- PT MDS Retailing Tbk (LPPF), yang juga mengalami penurunan signifikan sebesar 14,9%.
Penurunan tajam ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan menjadi topik utama dalam diskusi pergerakan pasar modal Indonesia.























