Menjelang pengumuman hasil evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 12 Mei 2026, investor asing menunjukkan pola investasi yang selektif di pasar modal Indonesia, dengan kecenderungan memborong saham-saham di sektor komoditas dan teknologi.
Pergerakan Investor Asing di Tengah Evaluasi MSCI
Pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, pasar modal Indonesia masih mencatat net foreign sell sebesar Rp 482,1 miliar secara keseluruhan. Namun, di balik tren jual tersebut, terlihat adanya perburuan saham-saham tertentu yang menunjukkan minat investor asing.
Sektor Komoditas dan Teknologi Jadi Primadona
Saham-saham yang menjadi incaran investor asing mayoritas berasal dari emiten berbasis komoditas dan saham blue chip. Beberapa nama yang menonjol dalam daftar pembelian investor asing antara lain PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Meskipun daftar lengkap 10 saham dengan net foreign buy terbesar tidak dirinci, tren ini mengindikasikan adanya fokus pada sektor-sektor fundamental.
Kinerja Positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Di tengah pergerakan investor asing yang selektif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan tren positifnya, menguat selama tiga hari berturut-turut. Penguatan IHSG ini turut didorong oleh kinerja saham-saham di sektor komoditas dan telekomunikasi.
Sentimen Pasar dan Penggerak Penguatan IHSG
Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal I-2026 menjadi penopang utama sentimen pasar. Namun, kewaspadaan investor asing tetap terasa, terutama akibat adanya tekanan pada nilai tukar Rupiah yang dapat mempengaruhi imbal hasil investasi.
Hasil perdagangan pada Rabu (6/5/2026) mencatat penutupan IHSG dengan penguatan 0,50% atau naik 35,36 poin ke level 7.092,47. Sebanyak 341 saham menguat, 196 saham stagnan, dan 290 saham melemah, menunjukkan dinamika pasar yang cukup aktif.
Kinerja Sektoral yang Beragam
Mayoritas sektor perdagangan mencatatkan penguatan pada hari itu. Sektor teknologi dan barang baku menunjukkan kinerja yang paling menonjol, sejalan dengan fokus pembelian investor asing. Sementara itu, sektor energi, konsumer primer, dan keuangan terpantau mengalami pelemahan.























