Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari seorang pria berinisial ADP di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia harus berhadapan dengan pihak kepolisian setelah terungkap telah merekayasa laporan pembegalan demi menutupi borosnya bermain judi online yang menghabiskan seluruh gaji bulanan, serta kekhawatiran sang istri.
- Pria berinisial ADP di Makassar membuat laporan palsu mengaku menjadi korban begal.
- Motif rekayasa laporan adalah untuk menutupi kehabisan gaji akibat judi online dan ketakutan pada istri.
- Kejanggalan dalam keterangan pelapor memicu kecurigaan polisi dan penyelidikan lebih lanjut.
- ADP akhirnya mengakui kebohongannya setelah polisi berhasil melacak ponsel yang dilaporkan hilang.
- Kasus ini kini sedang didalami oleh Mapolsek Panakkukang dengan pemeriksaan intensif terhadap ADP dan saksi-saksi terkait.
Rekayasa Laporan Pembegalan untuk Menutupi Boros Judi Online
Peristiwa yang menimpa ADP bermula ketika ia mendatangi kantor polisi di Makassar untuk membuat laporan resmi. Ia mengklaim telah menjadi korban aksi perampokan sadis saat sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, pada Senin (4/5/2026) dini hari. Dalam laporan tersebut, ADP dengan rinci menyebutkan bahwa ia kehilangan sebuah telepon genggam beserta uang tunai senilai jutaan rupiah.
Awalnya, laporan yang disampaikan ADP ini ditangani oleh pihak kepolisian layaknya kasus pembegalan pada umumnya. Petugas kepolisian melakukan prosedur standar investigasi, namun dalam prosesnya, beberapa kejanggalan mulai muncul dari keterangan yang diberikan oleh pelapor. Kejanggalan inilah yang kemudian memicu penyelidikan lebih mendalam.
Pengakuan Palsu Terbongkar Setelah Kejanggalan Muncul
Ipda Muh Ikbal, Panit II Unit Reskrim Polsek Panakkukang, menjadi salah satu petugas yang pertama kali mencium adanya ketidaksesuaian dalam cerita ADP. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya mulai menaruh perhatian serius pada laporan tersebut setelah mendeteksi adanya inkonsistensi. “Awalnya pelapor ini membuat laporan bahwa telah menjadi korban begal saat berkendara motor. Handphonenya diambil dan membuat laporan polisi,” ujar Ipda Muh Ikbal.
Kecurigaan polisi semakin menguat ketika upaya pelacakan terhadap keberadaan telepon genggam yang dilaporkan hilang justru berhasil. Penemuan ini menjadi titik balik dalam investigasi. Setelah dilakukan interogasi yang mendalam dan penuh tekanan, ADP akhirnya tidak dapat lagi mengelak dan mengakui bahwa seluruh cerita pembegalan yang ia sampaikan kepada polisi hanyalah sebuah rekayasa belaka. “Setelah kami interogasi ternyata laporan yang dibuat pelapor tidak benar adanya,” tegas Ipda Muh Ikbal.
Motif di Balik Laporan Palsu: Gaji Lenyap untuk Judi, Takut Istri
Dalam pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Panakkukang, ADP akhirnya membuka motif di balik aksi nekatnya membuat laporan palsu. Ia mengaku bahwa seluruh gajinya telah habis tak bersisa untuk membiayai aktivitasnya bermain judi online. Rasa panik dan ketakutan luar biasa menghinggapinya ketika ia berpikir untuk pulang ke rumah dan menghadapi istrinya. Ia sangat khawatir jika sang istri mengetahui bahwa uang gaji yang seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga malah habis digunakan untuk berjudi.
“Rekayasa laporan terkait begal, karena saat itu gajinya habis dipakai main judi online sehingga takut pulang ke rumah,” jelasnya. Saat ini, ADP masih menjalani serangkaian pemeriksaan intensif guna menggali lebih dalam setiap detail kasus rekayasa laporan ini. Pihak kepolisian juga sedang berupaya memanggil dan memeriksa sejumlah saksi yang relevan untuk melengkapi bukti dan mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian sebenarnya serta memperkuat dasar hukum dalam penanganan kasus ini.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























