Rabu, 11 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin

by Redaktur
10/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Saya pernah mengalami demam itu.

Tahun-tahun lalu, saya adalah orang yang memborong jadwal ceramah di malam-malam ganjil, mencatat nama guru-guru spiritual yang katanya punya “kunci rahasia”, duduk berjam-jam di masjid dengan perasaan bahwa saya sedang melakukan sesuatu yang besar.

Dan di balik semua itu, ada pesan dari ibu yang belum saya balas sejak dua hari lalu.

Saya tidak bangga menceritakan ini. Tapi saya rasa banyak dari kita mengenal perasaan itu.


Ada semacam demam yang menjangkiti kita di malam-malam ini. Orang-orang memborong perlengkapan iktikaf, memburu guru-guru yang menjanjikan kunci pertemuan dengan Lailatulkadar, bersedia membayar mahal demi ketenangan yang instan.

Kita bertingkah seolah Tuhan adalah harta karun yang terkubur jauh, dan kita butuh peta dari orang lain untuk menemukannya.

Padahal kitab suci sudah lama membisikkan sesuatu yang sederhana dan agak merepotkan: Tuhan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri.

Lebih dekat dari urat nadi. Tapi kita memilih untuk mencarinya di luar.

Mungkin karena Tuhan yang jauh lebih nyaman. Tuhan yang jauh bisa kita diskusikan dengan tenang. Tuhan yang dekat harus kita hadapi di meja makan, di pesan yang belum dibalas, di nada suara kita saat lelah dan tidak sabar.

Tuhan yang dekat—itulah yang kita hindari.


Lailatulkadar, bagi saya, bukan tentang seberapa jauh kita melakukan perjalanan spiritual. Ia tentang seberapa berani kita menatap cermin.

Dan cermin yang paling jujur itu, sering kali, adalah wajah ibu kita.

Saya bekerja di dunia yang menuntut logika tanpa kompromi—sebab-akibat yang jelas, algoritma yang bisa diverifikasi. Maka tidak mudah, dulu, menerima perintah ibu yang sering kali tidak punya alasan yang bisa saya masukkan ke dalam spreadsheet mana pun. Pokoknya patuh. Itu saja.

Saya pernah beberapa kali melawan. Dan tetap saja kalah—seolah wasiat Baginda Nabi berdiri tegak di depanku: “Restu Tuhan tergantung restu ibumu.” Semua usaha melawannya ditundukkan takdir. Bahkan setiap usaha orang lain agar saya mengabaikan nasihat ibu, juga menemui tembok yang tidak goyah oleh strategi dan wirid apa pun hingga hari ini.

Tentu saja.


Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - image 1

Melalui rahimnya kita dipinjamkan napas. Melalui doanya yang tidak selalu kita dengar, kita dipinjamkan kekuatan yang tidak selalu kita sadari. Ibu adalah manifestasi Rahman dan Rahim yang paling nyata, paling bisa kita sentuh, paling sering kita abaikan justru karena ia terlalu dekat untuk terlihat istimewa.

Ironi yang paling pedas dari malam-malam ganjil ini: kita sanggup bersujud ratusan rakaat, tapi pesan singkat dari ibu masih tertunda balasannya. Kita memburu Lailatulkadar dengan gairah, sementara hati orang tua kita terluka oleh ketidaksabaran yang kita tunjukkan di momen-momen paling biasa.

BACA JUGA:

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

Esai Ramadan #20: Ambang Pintu dan Rahasia Siang Seribu Bulan

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

Saya bicara dari pengalaman. Bukan sebagai pengamat.


Bagi kawan-kawan yang mungkin sudah tidak memiliki ibu seperti saya, atau memiliki hubungan yang rumit dengan orang tua—nilai ini tidak hilang. Carilah sosok itu dalam kemanusiaan di sekitar Anda: mereka yang memberi tanpa meminta, yang merawat kehidupan tanpa pamrih, yang hadir tanpa syarat. Spiritualitas sejati selalu menemukan jalannya melalui hubungan, bukan melalui pengasingan.


Malam ke-21 ini, sebelum larut dalam doa-doa panjang, mungkin ada satu hal kecil yang lebih mendesak: balas pesan yang tertunda itu. Ucapkan kata yang sudah lama ingin diucapkan tapi selalu kalah oleh kesibukan dan gengsi.

Malam seribu bulan bukan malam untuk mencari cahaya yang jatuh dari langit. Ia adalah malam untuk menyadari cahaya yang selama ini sudah ada di depan mata—yang kita tutup dengan kelopak mata kesombongan kita sendiri.

Tuhan tidak butuh kita mencarinya jauh-jauh. Ia sedang menunggu di rumah, dalam sapaan lembut pada orang tua, dalam perhatian pada anak-anak, dalam kejujuran menunaikan janji pada orang-orang yang paling dekat.

Dan mungkin, setelah semua itu—setelah kita adil pada ibu, adil pada orang-orang di sekitar kita—barulah kita bisa mulai berlaku adil pada diri sendiri. Karena orang yang belum selesai dengan orang-orang yang paling dekat, jarang bisa benar-benar damai dengan dirinya sendiri.

Selamat merayakan malam-malam penyingkapan. Mulailah dari yang paling dekat.

Tags: berbakti kepada orang tua puasaberbuka puasaesai Ramadanironi ibadah malam ganjilmakna lailatul qadar dan doa ibumakna niat puasamencari malam 21 ramadanniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026refleksi hubungan dengan ibuspiritualitas puasaspiritualitas sejatituhan lebih dekat dari urat nadi
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

11/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #20: Ambang Pintu dan Rahasia Siang Seribu Bulan

10/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

09/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

09/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

08/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

08/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Esai Ramadan #14: Mengapa Jurang Antara Sajadah dan Integritas Kita Masih Lebar?

04/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

    Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    529 shares
    Share 212 Tweet 132
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Konflik Timur Tengah Kembali Memanas: Apa Pemicu dan Dampaknya bagi Indonesia?

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Toraja: Ekskavator Hancurkan Tongkonan 300 Tahun, Warisan Budaya Terancam Punah

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.