Selasa, 10 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

by Redaktur
09/03/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Pukul 17.30.

Langit mulai mengganti jubah birunya dengan gradasi jingga, merah marun, hingga ungu kelabu yang dalam. Di jam-jam ini, jutaan orang sedang berdiri di puncak kegelisahan sekaligus puncak harapan—menatap ke arah barat, menunggu sebuah titik api raksasa tenggelam di balik cakrawala.

Saya selalu terpukau oleh fakta bahwa senja adalah salah satu pemandangan paling indah yang kita kenal, padahal secara teknis ia adalah sebuah kehilangan. Matahari sedang pergi. Dan kita justru berkerumun di tepi jendela, di atap gedung, di pinggir pantai—untuk menyaksikan kepergiannya.

Hari ini saya duduk dengan satu kesadaran sederhana: puasa adalah kursus singkat tentang seni melepaskan.

Sepanjang hari berlatih melepaskan keinginan fisik—dan itu sudah cukup berat. Tapi pelajaran yang paling halus justru terjadi di momen berbuka. Bukan saat kita minum, melainkan satu detik sebelumnya: saat kita melepaskan rasa lapar untuk memberi ruang bagi rasa kenyang. Saat kita melepaskan siang yang panjang untuk menyambut malam. Saat kita melepaskan proses untuk menerima hasilnya.

Melepaskan, ternyata, adalah bagian dari menerima. Keduanya tidak bisa dipisahkan.

Kita sering menderita bukan karena keadaan kita buruk, melainkan karena kita terlalu keras menggenggam sesuatu yang seharusnya sudah kita biarkan berlalu. Masa lalu yang menyakitkan. Jabatan yang seharusnya sudah diserahterimakan. Kemarahan yang sudah kedaluwarsa tapi masih kita simpan di laci paling dalam.

Kita takut melepaskan karena kita merasa akan menjadi kosong.

Padahal matahari mengajarkan logika yang paling sederhana: Anda tidak bisa melihat bintang-bintang jika Anda menolak membiarkan matahari terbenam. Hanya kegelapan malamlah yang menyingkap kemegahan galaksi. Cahaya siang berguna untuk bekerja—tapi ada hal-hal yang hanya bisa terlihat dalam gelap.

Melepaskan adalah bentuk iman yang paling jujur.

Ia adalah pengakuan bahwa kita tidak memiliki apa pun secara mutlak di dunia ini. Kita hanyalah pengelola sementara—dari pekerjaan, dari kenyamanan, dari orang-orang yang kita cintai, bahkan dari waktu yang sedang kita hirup detik ini.

Puasa melenturkan otot ikhlas kita. Ia membiasakan kita dengan ketiadaan yang terkendali—supaya ketika ketiadaan itu datang secara permanen dan tanpa permisi, jiwa kita sudah punya jangkar.

Di menit-menit menjelang berbuka ini, saat langit di luar jendela sedang berubah warna untuk terakhir kalinya hari ini, mari kita coba melepaskan sesuatu yang sudah terlalu lama kita genggam.

Dendam yang kita rawat sejak pagi. Ketakutan akan hari esok yang belum tentu kita temui. Keinginan untuk selalu tampak kuat di depan orang lain.

Biarkan matahari itu tenggelam dengan damai. Biarkan siang berlalu sebagai kenangan yang sudah selesai. Bersiaplah menyambut Magrib dengan tangan yang kosong—karena hanya tangan yang kosong yang punya ruang untuk menerima sesuatu yang baru.

Sebab hanya mereka yang berani melepaskan yang akan tahu betapa ringannya hidup setelah itu.

Selamat menjemput malam yang penuh bintang.

BACA JUGA:

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

Wali Kota Makassar Ingatkan Warga: Stop Petasan, Jaga Kebersihan Sambut Idul Fitri

Tags: berbuka puasaelegi matahari terbenamesai Ramadanfilosofi senja ramadanhikmah berbuka puasalatihan ikhlasmakna niat puasamelepas masa lalu puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026refleksi ramadan hari ke 18seni melepaskansenjaspiritualitas puasa
Share7Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

09/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

08/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

08/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #14: Mengapa Jurang Antara Sajadah dan Integritas Kita Masih Lebar?

04/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

03/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

01/03/2026
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

    Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    527 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Konflik Timur Tengah Kembali Memanas: Apa Pemicu dan Dampaknya bagi Indonesia?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #18: Seni Melepaskan dan Elegi Senja - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.