Fenomena El Nino yang dijuluki ‘Godzilla’ kini meneror Kota Makassar, memicu krisis air bersih. Dalam dua pekan terakhir, pasokan air baku PDAM Makassar dilaporkan anjlok drastis, mengakibatkan gangguan distribusi yang meresahkan warga di berbagai wilayah.
- Penurunan drastis pasokan air baku PDAM Makassar akibat El Nino.
- Bendung Lekopancing sebagai sumber utama mengalami kekeringan parah.
- Praktik pemanfaatan air oleh warga memperparah kondisi.
- Wilayah utara dan timur Makassar menjadi area paling terdampak.
- PDAM Makassar mengerahkan mobil tangki dan mencari solusi jangka panjang.
Penyebab Krisis: El Nino ‘Godzilla’ Mengeringkan Bendung Lekopancing
Akar permasalahan krisis air di Makassar kali ini bersumber dari Bendung Lekopancing di Kabupaten Maros, yang merupakan tulang punggung pasokan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar. Menurut keterangan resmi dari Wahidin, Plt Kabag Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, debit air yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang saat ini berada jauh di bawah ambang batas normal, bahkan mengkhawatirkan.
Dalam kondisi normal, Bendung Lekopancing seharusnya mampu menyuplai debit air sebesar 1.300 liter per detik. Dari jumlah tersebut, idealnya 550 liter per detik dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan distribusi air bersih di wilayah utara Makassar. Namun, kini, debit air yang tersedia dilaporkan hanya berkisar 360 liter per detik. Angka ini jelas tidak memadai untuk menjaga stabilitas distribusi air bersih kepada jutaan pelanggan PDAM.
Dampak El Nino dan Perilaku Manusia
Wahidin menjelaskan bahwa kemarau yang datang lebih awal dan lebih intens akibat efek El Nino menjadi faktor utama penurunan drastis debit air di Bendung Lekopancing. Kondisi alam yang kering ini diperparah oleh praktik pemanfaatan air oleh sebagian warga di sepanjang saluran terbuka. Penggunaan air untuk keperluan pribadi seperti kolam ikan dan irigasi tambahan tanpa regulasi yang memadai turut berkontribusi pada berkurangnya volume air bersih yang akhirnya sampai di instalasi pengolahan PDAM.
Dampak Langsung ke Warga: Siapa yang Terancam Kekurangan Air?
Penurunan signifikan pasokan air baku ini berkonsekuensi langsung pada rendahnya tekanan air di sejumlah wilayah, terutama yang berada di bagian utara dan timur Kota Makassar. Di beberapa titik, bahkan dilaporkan bahwa aliran air bersih terhenti total pada jam-jam tertentu, memaksa warga untuk mencari sumber air alternatif yang tidak selalu terjamin kebersihannya.
Perbedaan Akses Air Berdasarkan Sistem Distribusi
Wilayah utara Makassar menghadapi kendala tambahan karena sistem distribusi air yang bergantung pada gravitasi. Tekanan air yang dihasilkan cenderung rendah, hanya sekitar 1,3 bar, sebagai akibat dari elevasi sumber air yang memang tidak terlalu tinggi. Sementara itu, wilayah timur yang menggunakan sistem pompa dengan tekanan lebih tinggi, distribusinya dilaporkan relatif lebih stabil, meskipun tetap merasakan imbas dari penurunan pasokan baku.
Langkah Penanganan PDAM Makassar: Antara Darurat dan Jangka Panjang
Menghadapi situasi darurat yang mengancam kebutuhan dasar masyarakat ini, PDAM Makassar telah mengambil serangkaian langkah strategis untuk memitigasi dampak krisis:
- Penambahan Pasokan Darurat: PDAM berupaya menambah pasokan air dari Sungai Moncongloe dengan mengerahkan pompa-pompa darurat. Operasi ini diharapkan mampu menyuplai tambahan debit air sekitar 600 hingga 900 liter per detik.
- Distribusi Air Melalui Mobil Tangki: Guna memastikan warga terdampak tetap mendapatkan akses air bersih, PDAM telah mengerahkan armada mobil tangki. Saat ini, sekitar 14 unit mobil tangki beroperasi, mendistribusikan air bersih dengan rata-rata 20-30 rit per hari. Jumlah ini dapat ditingkatkan hingga 100 rit per hari dalam kondisi yang lebih ekstrem.
- Evaluasi Solusi Jangka Panjang: Selain penanganan darurat, PDAM Makassar juga secara serius mempertimbangkan opsi pemanfaatan sumber air alternatif lain, seperti Sungai Jeneberang. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada Bendung Lekopancing di masa depan.
Situasi krisis air di Makassar ini menjadi pengingat nyata akan kerentanan sistem pasokan air kita terhadap fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino, sekaligus menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air yang bijak dan berkelanjutan.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: RR. Nur























