PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang efektif berlaku mulai 5 Mei 2026. Kebijakan ini melanjutkan tren kenaikan harga yang sebelumnya telah terjadi, khususnya pada produk-produk BBM non-subsidi.
- Kenaikan harga BBM non-subsidi kembali diberlakukan per 5 Mei 2026.
- Dampak paling signifikan terasa pada BBM jenis diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
- Harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Biosolar) dipastikan belum mengalami perubahan.
- Perbedaan harga antar wilayah dipengaruhi oleh pajak daerah dan biaya distribusi.
Penyesuaian Harga BBM Pertamina Mulai Berlaku
Pemerintah, melalui PT Pertamina (Persero), telah mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai berlaku efektif per tanggal 5 Mei 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan harga yang sebelumnya telah terjadi pada pertengahan April 2026. Penyesuaian ini secara khusus menyasar sejumlah jenis BBM non-subsidi.
Dampak Kebijakan Bagi Masyarakat
Kebijakan penyesuaian harga BBM ini secara otomatis akan mempengaruhi harga yang tertera di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di seluruh Indonesia. Masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan bermotor, kembali dihadapkan pada kebutuhan untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap anggaran pengeluaran harian mereka. Kenaikan harga yang terjadi secara beruntun ini dirasakan semakin memberatkan, terutama bagi pemilik kendaraan bermesin diesel yang umumnya memiliki konsumsi BBM yang lebih tinggi, sehingga secara langsung meningkatkan beban operasional kendaraan.
Rincian Perubahan Harga per Jenis BBM
Penyesuaian harga kali ini menunjukkan dampak yang bervariasi tergantung pada jenis BBM:
- BBM Diesel: Penyesuaian harga yang paling signifikan terlihat pada BBM jenis diesel, khususnya varian Dexlite dan Pertamina Dex. Harga kedua jenis BBM ini kini berada dalam rentang Rp26.000 hingga Rp29.100 per liter, dengan harga spesifik yang bervariasi antar wilayah.
- BBM Bensin (Non-Subsidi): Untuk jenis BBM bensin non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, harganya cenderung menunjukkan stabilitas yang lebih baik, meskipun tetap ada sedikit penyesuaian di beberapa wilayah tertentu.
- BBM Subsidi: Kabar baik bagi masyarakat, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan belum mengalami perubahan. Keduanya tetap dijual dengan harga subsidi, yaitu Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Biosolar. Penetapan harga ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.
Faktor Penentu Perbedaan Harga Antar Wilayah
Penting untuk dicatat bahwa harga BBM dapat bervariasi di setiap wilayah di Indonesia. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, antara lain:
- Perbedaan kebijakan perpajakan daerah yang berlaku di setiap provinsi atau kabupaten/kota.
- Biaya distribusi yang bervariasi, sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, infrastruktur, serta tantangan logistik yang dihadapi di setiap daerah, terutama di wilayah terpencil.
Daftar Harga BBM Pertamina per 5 Mei 2026
Berikut adalah rincian lengkap harga BBM PT Pertamina (Persero) yang berlaku efektif per 5 Mei 2026 di berbagai wilayah Indonesia:
- Aceh
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- FTZ Sabang
- Pertamax: Rp11.550
- Pertalite: Rp10.000
- Dexlite: Rp24.400
- Biosolar: Rp6.800
- Sumatera Utara
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamax: Rp12.900
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp29.100
- Dexlite: Rp27.150
- Biosolar: Rp6.800
- Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- FTZ Batam
- Pertamax Turbo: Rp18.900
- Pertamax: Rp11.750
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp26.500
- Dexlite: Rp24.700
- Biosolar: Rp6.800
- DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
- Pertamax Turbo: Rp19.900
- Pertamax Green 95: Rp12.900
- Pertamax: Rp12.300
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp27.900
- Dexlite: Rp26.000
- Biosolar: Rp6.800
- Bali & Nusa Tenggara Barat
- Pertamax Turbo: Rp19.900
- Pertamax: Rp12.300
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp27.900
- Dexlite: Rp26.000
- Biosolar: Rp6.800
- Nusa Tenggara Timur
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- Kalimantan Barat, Tengah, Timur
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- Kalimantan Selatan & Kalimantan Utara
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamax: Rp12.900
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp29.100
- Dexlite: Rp27.150
- Biosolar: Rp6.800
- Seluruh wilayah Sulawesi
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- Maluku & Maluku Utara
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- Papua & sekitarnya
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
- Papua Barat & Papua Barat Daya
- Pertamax: Rp12.600
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina Dex: Rp28.500
- Dexlite: Rp26.600
- Biosolar: Rp6.800
Kesimpulan
Penyesuaian harga BBM yang berlaku per 5 Mei 2026 ini menunjukkan adanya kenaikan yang paling terasa pada jenis BBM diesel non-subsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Sementara itu, BBM jenis bensin non-subsidi mengalami penyesuaian yang cenderung lebih terbatas. Penting untuk dicatat bahwa harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tetap stabil pada harga sebelumnya, sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.























