Rabu, 19 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover

by Pewarta Warga
09/02/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1770624359-94c26e9a223e7288

Sebuah kenyataan pahit terkuak dari data penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) BPJS Kesehatan untuk tahun 2025. Ratusan juta warga miskin justru luput dari jaminan kesehatan esensial, sementara kelompok berkecukupan menikmati hak yang seharusnya untuk mereka.

  • 54 Juta Jiwa Terlewat: Angka mengejutkan ini menunjukkan bahwa lebih dari 54 juta penduduk dari kelompok Desil 1-5, yang seyogianya berhak menerima bantuan, belum terdaftar sebagai peserta BPJS PBI.
  • 15 Juta Orang Mampu Terdaftar: Ironisnya, sekitar 15 juta individu dari kelompok Desil 6-10 (menengah atas hingga kaya) dan non-desil justru tercatat sebagai penerima BPJS PBI.
  • Akar Masalah Data Desil: Ketidakakuratan data desil yang dimiliki Kementerian Sosial menjadi penyebab utama ketidakadilan ini, akibat keterbatasan verifikasi dan validasi.
  • Upaya Perbaikan Berlangsung: Kemensos tengah berupaya melakukan pengalihan data bertahap untuk menekan angka kesalahan inklusi dan eksklusi.

Ketidakadilan dalam Distribusi BPJS PBI: Fakta Mengejutkan dari Data Kesejahteraan Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini membeberkan data yang sangat mengkhawatirkan mengenai ketidakadilan dalam distribusi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Data yang diungkap dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026, menunjukkan adanya disparitas tajam dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Berdasarkan data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ditemukan adanya jurang pemisah yang signifikan. Sebanyak 54 juta lebih jiwa dari kelompok Desil 1 hingga 5, yang merupakan kelompok paling rentan dan berpenghasilan rendah, justru belum menerima hak jaminan kesehatan BPJS PBI. Di sisi lain, sekitar 15 juta lebih masyarakat dari kelompok Desil 6 hingga 10, yang dikategorikan sebagai kelompok menengah atas hingga kaya, masih tercatat sebagai penerima program yang sama.

“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih,” ujar Gus Ipul.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya cacat sistemik dalam pendataan dan penyaluran BPJS PBI, di mana kelompok yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan, sementara kelompok yang mampu secara finansial justru mendapatkan kuota.

Akar Masalah: Ketidaksempurnaan Data Desil dan Keterbatasan Verifikasi

Gus Ipul secara gamblang menyimpulkan bahwa akar permasalahan dari ketidakadilan ini terletak pada ketidakakuratan data desil yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Ia mengakui bahwa pada tahun 2025, Kemensos hanya mampu melakukan pengecekan terhadap lebih dari 12 juta Kartu Keluarga (KK). Padahal, idealnya, proses verifikasi dan validasi data harus mencakup lebih dari 35 juta KK untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Kita masih perlu melakukan kroscek lebih luas lagi. Karena di tahun 2025 itu, kami hanya mampu mengkroscek hanya 12 juta KK lebih, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK,” jelas Gus Ipul.

Untuk mengatasi hambatan ini, Kemensos telah berupaya menjalin kerja sama intensif dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data kepesertaan BPJS PBI. Namun, Gus Ipul menekankan bahwa upaya tersebut masih belum sepenuhnya memadai dan diperlukan langkah-langkah strategis yang lebih nyata serta berkelanjutan untuk meningkatkan akurasi data dari tahun ke tahun.

Upaya Perbaikan: Menekan Error dalam Sistem Jaminan Kesehatan

Menindaklanjuti temuan krusial ini, Kemensos telah menginisiasi sebuah program pengalihan data secara bertahap yang telah berjalan sejak Mei 2025 hingga Januari 2026. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan menurunkan tingkat inclusion error dan exclusion error dalam sistem BPJS PBI.

  • Exclusion Error: Fenomena ini terjadi ketika seseorang yang seharusnya berhak menerima BPJS PBI, karena kriteria kemiskinan atau kerentanan ekonominya, justru tidak mendapatkan hak tersebut.
  • Inclusion Error: Sebaliknya, fenomena ini merujuk pada kondisi di mana seseorang yang sebenarnya tidak berhak menerima BPJS PBI (karena status ekonominya mampu) justru terdaftar dan mendapatkan manfaatnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa upaya perbaikan ini menunjukkan hasil positif. “Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK,” pungkasnya, seraya menggarisbawahi bahwa penyesuaian masih terus dilakukan untuk mencakup kelompok rentan yang krusial.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Sinjai Pastikan Kesejahteraan Lansia dan Disabilitas: Bantuan Atensi Sosial untuk 71 Warga

Program Makan Bergizi Gratis Segera Hadir: Dukungan Penuh untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Kemensos Reaktivasi Otomatis BPJS Kesehatan 106 Ribu Pasien Penyakit Katastropik

Tragedi Jutaan Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak: Akar Masalah Pemutakhiran Data

Sulbar Meluncurkan Aplikasi Ketenagalistrikan Mandiri untuk Program Listrik Gratis Warga Miskin

Tags: BPJS PBIData DesilGus IpulJaminan KesehatanKemensosKetidakadilan Kesehatanwarga miskin
Share8Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Upacara HUT Ke-81 RI Unik di Hutan Lindung Parigi Moutong: Simbol Kecintaan Bangsa dan Ajakan Jaga Lingkungan

17/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

16/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Donald Trump Dipindahkan Diam-diam dari Air Force One di Turki Akibat Ancaman Rudal Kredibel

14/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Polda Metro Jaya Tetapkan 4 Tersangka Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an di The Sounds Project

14/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Perundungan Siswi Pramuka di Bogor: Kekecewaan Sekolah dan Penyelesaian Kekeluargaan

14/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Penggerebekan Kampung Bahari: Bos Narkoba MR Ditangkap Pasca Aksi Perlawanan Sengit

13/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Kontroversi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project: Penyelidikan Meluas, 2 Tersangka Ditetapkan

13/08/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Makam Sutrimo, Staf Eks Jampidsus, Diekshumasi Hari Ini untuk Investigasi Kematian

13/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    660 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Koordinasi APIK Dinas PU Makassar & Dinas PU Provinsi Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.