Rabu, 8 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover

by Pewarta Warga
09/02/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1770624359-94c26e9a223e7288

Sebuah kenyataan pahit terkuak dari data penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) BPJS Kesehatan untuk tahun 2025. Ratusan juta warga miskin justru luput dari jaminan kesehatan esensial, sementara kelompok berkecukupan menikmati hak yang seharusnya untuk mereka.

  • 54 Juta Jiwa Terlewat: Angka mengejutkan ini menunjukkan bahwa lebih dari 54 juta penduduk dari kelompok Desil 1-5, yang seyogianya berhak menerima bantuan, belum terdaftar sebagai peserta BPJS PBI.
  • 15 Juta Orang Mampu Terdaftar: Ironisnya, sekitar 15 juta individu dari kelompok Desil 6-10 (menengah atas hingga kaya) dan non-desil justru tercatat sebagai penerima BPJS PBI.
  • Akar Masalah Data Desil: Ketidakakuratan data desil yang dimiliki Kementerian Sosial menjadi penyebab utama ketidakadilan ini, akibat keterbatasan verifikasi dan validasi.
  • Upaya Perbaikan Berlangsung: Kemensos tengah berupaya melakukan pengalihan data bertahap untuk menekan angka kesalahan inklusi dan eksklusi.

Ketidakadilan dalam Distribusi BPJS PBI: Fakta Mengejutkan dari Data Kesejahteraan Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini membeberkan data yang sangat mengkhawatirkan mengenai ketidakadilan dalam distribusi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Data yang diungkap dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026, menunjukkan adanya disparitas tajam dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Berdasarkan data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ditemukan adanya jurang pemisah yang signifikan. Sebanyak 54 juta lebih jiwa dari kelompok Desil 1 hingga 5, yang merupakan kelompok paling rentan dan berpenghasilan rendah, justru belum menerima hak jaminan kesehatan BPJS PBI. Di sisi lain, sekitar 15 juta lebih masyarakat dari kelompok Desil 6 hingga 10, yang dikategorikan sebagai kelompok menengah atas hingga kaya, masih tercatat sebagai penerima program yang sama.

“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih,” ujar Gus Ipul.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya cacat sistemik dalam pendataan dan penyaluran BPJS PBI, di mana kelompok yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan, sementara kelompok yang mampu secara finansial justru mendapatkan kuota.

World Cup 2026

Akar Masalah: Ketidaksempurnaan Data Desil dan Keterbatasan Verifikasi

Gus Ipul secara gamblang menyimpulkan bahwa akar permasalahan dari ketidakadilan ini terletak pada ketidakakuratan data desil yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Ia mengakui bahwa pada tahun 2025, Kemensos hanya mampu melakukan pengecekan terhadap lebih dari 12 juta Kartu Keluarga (KK). Padahal, idealnya, proses verifikasi dan validasi data harus mencakup lebih dari 35 juta KK untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Kita masih perlu melakukan kroscek lebih luas lagi. Karena di tahun 2025 itu, kami hanya mampu mengkroscek hanya 12 juta KK lebih, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK,” jelas Gus Ipul.

Untuk mengatasi hambatan ini, Kemensos telah berupaya menjalin kerja sama intensif dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data kepesertaan BPJS PBI. Namun, Gus Ipul menekankan bahwa upaya tersebut masih belum sepenuhnya memadai dan diperlukan langkah-langkah strategis yang lebih nyata serta berkelanjutan untuk meningkatkan akurasi data dari tahun ke tahun.

World Cup 2026

Upaya Perbaikan: Menekan Error dalam Sistem Jaminan Kesehatan

Menindaklanjuti temuan krusial ini, Kemensos telah menginisiasi sebuah program pengalihan data secara bertahap yang telah berjalan sejak Mei 2025 hingga Januari 2026. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan menurunkan tingkat inclusion error dan exclusion error dalam sistem BPJS PBI.

  • Exclusion Error: Fenomena ini terjadi ketika seseorang yang seharusnya berhak menerima BPJS PBI, karena kriteria kemiskinan atau kerentanan ekonominya, justru tidak mendapatkan hak tersebut.
  • Inclusion Error: Sebaliknya, fenomena ini merujuk pada kondisi di mana seseorang yang sebenarnya tidak berhak menerima BPJS PBI (karena status ekonominya mampu) justru terdaftar dan mendapatkan manfaatnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa upaya perbaikan ini menunjukkan hasil positif. “Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK,” pungkasnya, seraya menggarisbawahi bahwa penyesuaian masih terus dilakukan untuk mencakup kelompok rentan yang krusial.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Sinjai Pastikan Kesejahteraan Lansia dan Disabilitas: Bantuan Atensi Sosial untuk 71 Warga

Program Makan Bergizi Gratis Segera Hadir: Dukungan Penuh untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Kemensos Reaktivasi Otomatis BPJS Kesehatan 106 Ribu Pasien Penyakit Katastropik

Tragedi Jutaan Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak: Akar Masalah Pemutakhiran Data

Sulbar Meluncurkan Aplikasi Ketenagalistrikan Mandiri untuk Program Listrik Gratis Warga Miskin

Tags: BPJS PBIData DesilGus IpulJaminan KesehatanKemensosKetidakadilan Kesehatanwarga miskin
Share8Tweet5Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

08/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

PM Singapura Kunjungi Jakarta: Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Protokol

05/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

KLHK Prioritaskan Pemadaman TPA Jatiwaringin: Investigasi Penyebab Ditunda Hingga Api Benar-Benar Padam

05/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Kebakaran TPA Jatiwaringin Lumpuhkan 154 Warga dengan ISPA, Dinkes Tangerang Bentuk Posko Darurat

03/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Skandal Korupsi Gizi Nasional: Oknum TNI Terlibat, Jakgung Ungkap Modus Baru Pengadaan Sepeda Motor dan *Food Tray*

03/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

DPR Sahkan Pendahuluan RAPBN & RKP 2027: Ini Target Ekonomi yang Disepakati

03/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

02/07/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Dokter Muda NTT Meninggal Dunia Diduga Akibat Intimidasi Oknum DPRD

02/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Piala Dunia 2026 Berlanjut ke 16 Besar, Siapa Saja yang Lolos?

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Gelombang Panas Brutal di Prancis: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan, Krisis Iklim Semakin Nyata

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bupati Kuansing Suhardiman Amby ‘Hilang’ Saat OTT KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan Sekda

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.