Selasa, 29 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover

by Pewarta Warga
09/02/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1770624359-94c26e9a223e7288

Sebuah kenyataan pahit terkuak dari data penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) BPJS Kesehatan untuk tahun 2025. Ratusan juta warga miskin justru luput dari jaminan kesehatan esensial, sementara kelompok berkecukupan menikmati hak yang seharusnya untuk mereka.

  • 54 Juta Jiwa Terlewat: Angka mengejutkan ini menunjukkan bahwa lebih dari 54 juta penduduk dari kelompok Desil 1-5, yang seyogianya berhak menerima bantuan, belum terdaftar sebagai peserta BPJS PBI.
  • 15 Juta Orang Mampu Terdaftar: Ironisnya, sekitar 15 juta individu dari kelompok Desil 6-10 (menengah atas hingga kaya) dan non-desil justru tercatat sebagai penerima BPJS PBI.
  • Akar Masalah Data Desil: Ketidakakuratan data desil yang dimiliki Kementerian Sosial menjadi penyebab utama ketidakadilan ini, akibat keterbatasan verifikasi dan validasi.
  • Upaya Perbaikan Berlangsung: Kemensos tengah berupaya melakukan pengalihan data bertahap untuk menekan angka kesalahan inklusi dan eksklusi.

Ketidakadilan dalam Distribusi BPJS PBI: Fakta Mengejutkan dari Data Kesejahteraan Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini membeberkan data yang sangat mengkhawatirkan mengenai ketidakadilan dalam distribusi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Data yang diungkap dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026, menunjukkan adanya disparitas tajam dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Berdasarkan data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ditemukan adanya jurang pemisah yang signifikan. Sebanyak 54 juta lebih jiwa dari kelompok Desil 1 hingga 5, yang merupakan kelompok paling rentan dan berpenghasilan rendah, justru belum menerima hak jaminan kesehatan BPJS PBI. Di sisi lain, sekitar 15 juta lebih masyarakat dari kelompok Desil 6 hingga 10, yang dikategorikan sebagai kelompok menengah atas hingga kaya, masih tercatat sebagai penerima program yang sama.

“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih,” ujar Gus Ipul.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya cacat sistemik dalam pendataan dan penyaluran BPJS PBI, di mana kelompok yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan, sementara kelompok yang mampu secara finansial justru mendapatkan kuota.

Akar Masalah: Ketidaksempurnaan Data Desil dan Keterbatasan Verifikasi

Gus Ipul secara gamblang menyimpulkan bahwa akar permasalahan dari ketidakadilan ini terletak pada ketidakakuratan data desil yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Ia mengakui bahwa pada tahun 2025, Kemensos hanya mampu melakukan pengecekan terhadap lebih dari 12 juta Kartu Keluarga (KK). Padahal, idealnya, proses verifikasi dan validasi data harus mencakup lebih dari 35 juta KK untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Kita masih perlu melakukan kroscek lebih luas lagi. Karena di tahun 2025 itu, kami hanya mampu mengkroscek hanya 12 juta KK lebih, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK,” jelas Gus Ipul.

Untuk mengatasi hambatan ini, Kemensos telah berupaya menjalin kerja sama intensif dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data kepesertaan BPJS PBI. Namun, Gus Ipul menekankan bahwa upaya tersebut masih belum sepenuhnya memadai dan diperlukan langkah-langkah strategis yang lebih nyata serta berkelanjutan untuk meningkatkan akurasi data dari tahun ke tahun.

Upaya Perbaikan: Menekan Error dalam Sistem Jaminan Kesehatan

Menindaklanjuti temuan krusial ini, Kemensos telah menginisiasi sebuah program pengalihan data secara bertahap yang telah berjalan sejak Mei 2025 hingga Januari 2026. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan menurunkan tingkat inclusion error dan exclusion error dalam sistem BPJS PBI.

  • Exclusion Error: Fenomena ini terjadi ketika seseorang yang seharusnya berhak menerima BPJS PBI, karena kriteria kemiskinan atau kerentanan ekonominya, justru tidak mendapatkan hak tersebut.
  • Inclusion Error: Sebaliknya, fenomena ini merujuk pada kondisi di mana seseorang yang sebenarnya tidak berhak menerima BPJS PBI (karena status ekonominya mampu) justru terdaftar dan mendapatkan manfaatnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa upaya perbaikan ini menunjukkan hasil positif. “Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK,” pungkasnya, seraya menggarisbawahi bahwa penyesuaian masih terus dilakukan untuk mencakup kelompok rentan yang krusial.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Cara Cek Bansos Beras 30 Kg Tahap 2 2026: Panduan Lengkap Desil, Jadwal Cair, dan Cara Ambil

Sinjai Pastikan Kesejahteraan Lansia dan Disabilitas: Bantuan Atensi Sosial untuk 71 Warga

Program Makan Bergizi Gratis Segera Hadir: Dukungan Penuh untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Kemensos Reaktivasi Otomatis BPJS Kesehatan 106 Ribu Pasien Penyakit Katastropik

Tragedi Jutaan Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak: Akar Masalah Pemutakhiran Data

Tags: BPJS PBIData DesilGus IpulJaminan KesehatanKemensosKetidakadilan Kesehatanwarga miskin
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

DPR Mendesak KemenPUPR & BMKG: Perlu Mitigasi El Nino untuk Cegah Krisis Air Bersih

28/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

27/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Gubernur Sulsel Tunggu Surat Resmi: Nasib Bupati Gowa Ditentukan Proses Hukum

27/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Terbongkar: Buron Judi Online Internasional FP Ditangkap di Thailand, Polri Ungkap Perputaran Uang Rp1 Triliun

27/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

26/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Garuda Perkasa: Indonesia Taklukkan Singapura 2-0, Tatap Laga Krusial Kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

26/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Guruh Soekarnoputra: Sang Maestro Pencipta Lagu Nusantara yang Abadi

26/09/2026
Terungkap: 54 Juta Warga Miskin Tak Dapat BPJS PBI, 15 Juta Orang Mampu Justru Tercover - Featured

Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

26/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    811 shares
    Share 324 Tweet 203
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.