Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan

Obituari M. Anis Kaba

by Redaktur
06/03/2024
in Opini
Reading Time: 7 mins read
A A
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Utama

ilustrasi (AB/AI)

KITA hanyalah bayang, saling berbaur, bersilangan, berhimpitan dan akan ditimpa oleh bayang-bayang yang lain, hilang kemudian dilupakan. Kisah kehidupan di muka bumi akan terus bergulir, datang dan pergi, silih berganti. Dan ketika tiba saatnya salah satu di antara kita ditakdirkan bertemu kereta kencana lebih dulu, para sahabat tercabik duka yang dalam, kehilangan.

***

Aku tahu kau akan berangkat, meski tidak tahu kapan. Tapi sejak Ais berkabar di penghujung tahun 2023 tentang dirimu yang kembali terbaring di rumah sakit, entah mengapa, ada semacam gelombang kecemasan menghantam diriku. Meski begitu, kulambungkan doa terbaik ke langit demi kesembuhanmu. Setelahnya, aku berusaha menepis perasaan kacau itu. Tapi seperti ada sesuatu yang “memintaku” berangkat ke Makassar. Firasatku, yang seringkali salah, kali ini seakan benar. Maka kuputuskan untuk mengabadikan percakapan kita terakhir kali pada tanggal 3 Januari pukul 10.27 wita, via sambungan telepon. Pukul 12.22 wita Ais mengirim kabar bahwa kau telah pamit, melepas pegangan dari tali kehidupan. Rekaman percakapan itu masih kusimpan. Aku anggap bahwa kau tidak benar benar pergi, tapi masih hidup bersama kami, para sahabatmu yang selalu mencandaimu, merindukanmu.

Sulur-sulur kenangan semasa bersamamu pun kembali terurai. Banyak cerita tersimpan di danau pengetahuan yang selalu kau rawat dengan sungguh, di jalan Kelinci, di utara kota Makassar.

Sebab usiaku terpaut jauh lebih muda dari usiamu, setiap kali kau bentangkan kisah masa lalumu yang penuh warna, maka kupilih lebih banyak mendengar, membuka hati dan berenang di lautan hikmah, membaca perjalanan hidupmu.

Aku ikut tersenyum saat kau tuturkan roman picisanmu pertama kali kau bertemu Maryam Simamora —gadis Batak-Sidrap— yang begitu kau cintai, yang memberimu tiga mata hati. Aku pun bisa merasakan apa yang terkandung dalam tarikan napasmu yang berat saat kau terkenang teduh wajahnya, merdu suaranya. Kau benar-benar kehilangan dirinya. Mataku berkaca kaca ketika kau bercerita tentang anak-anakmu dan peristiwa yang mengikuti perjalanan kisah hidup mereka. Juga cucu-cucumu, Indah dan Butet. (O ya, seingatku kau pernah menyebut anakmu Ais sebagai anak bandel yang sulit diatur, tapi kukira kau telah melebarkan senyum setelah sekian tahun atas hasil didikanmu ia bermetamorfosa menjadi seorang lelaki kuat, cerdas dan tentu saja mewarisi ketampananmu).

Danau pengetahuan berupa perpustakaan kecil itu kau tata dan kau rawat dengan cinta sebab katamu dengan cara itulah kau mengenang ibumu yang selalu kau ulang-ulang ceritakan. Di matamu, beliau adalah seorang pembelajar yang tidak pernah berhenti membaca selain pandai menulis surat dalam bahasa Arab. Di antara buku buku, majalah, dan tumpukan koran, kau membayangkan ibumu tetap ada di sana, menatapmu. Kadang aku melihatmu seperti anak kecil yang rindu belaian sang bunda meski saat itu kau telah melampaui usia ibumu sendiri. Cintamu yang begitu besar sehingga perpustakaanmu kau namai dengan nama ibumu menjadi “Usthask Kita”. Kata “Usthask” sendiri berarti “Ummi Sitti Khadijah Syam Kaba”. Bola matamu menyala menemukan nama itu. Dengan bersemangat kau meminta pendapatku. Segera kuiyakan sebab ini soal kecintaan terhadap ibu. Tak mungkinlah kubantah meski kurasa sedikit aneh kependekannya. Untuk melengkapinya, kau pun memintaku membuat logonya. Segera kucorat-coret di kertas, dan beberapa hari kemudian jadilah plang-nya. (Adapun kata “Kita” yang mengikutinya, entahlah, saya tidak ingat lagi apa artinya).

***

Anis, sahabatku, setiap kali kita lepas berbincang, dan kau biarkan aku duduk menekuri satu buku bacaan yang kau pilihkan dari rak bukumu, tentu tidak kau tahu bahwa aku terkadang mencuri pandang, diam diam melihatmu larut bersama irama mesin ketik tuamu, menulis sajak-sajak. Di usia senjamu, tak kau biarkan dirimu diiris pedang waktu tanpa berkarya dan berbagi. Betapa kedamaian dan kesejukan berlimpah melengkapi detak-detik waktu yang memanjang entah dimana batasnya.

Ketika kau selesai, kepalamu mengangguk-angguk seperti berusaha membaca ulang diksi yang kau temukan. Tidak jarang mesin ketik tuamu itu berderit kencang karena kau menarik paksa kertas yang menempel. Kau lalu menggantinya dengan yang baru dan dengan cepat kau ketik lagi untuk merevisi draf sajak sebelumnya. Lagi, kau mengangguk-angguk dan kau akhiri dengan senyuman puas.

Memerah langit di ufuk barat
Sebaris kalimat meriak di telaga senyap
Kita berjalan menyusur langit yang lindap
Membaca setiap isyarat

Ketika malam menurunkan kelam
Tarian kunang-kunang mencipta keharuan
Pelita yang engkau pasang
Menyingkap tabir kerinduan *1

Sebuah kejutan kau ciptakan! Kau sodori aku secarik kertas yang baru saja kau petik dari rasa terdalammu.

“Ini khusus untuk Muhary,” katamu sembari tersenyum. Lalu kubaca dengan saksama. Terbayang perjalanan kita berdua menyusuri toko-toko buku, menduplikasi kitab langka, ngopi di warung-warung tua, sekadar berbincang tentang kota Makassar yang juga beranjak tua, sahabatsahabat seperjuanganmu yang telah lebih dulu pergi, tentang rencanamu mengabadikan sajak-sajakmu menjadi sebuah buku.

“Terima kasih, Pak Anis. Ini indah sekali. Ternyata Pak Anis pandai memotret,” jawabku menangapi sajakmu sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku.

“Ya dulu memang aku suka memotret.” Ha-ha kubiarkan kau mengalir bersama pikiranmu sendiri. Tidak apa. Itulah keuntungan bersahabat dengan yang lebih tua. Kita yang muda sepatutnya belajar lebih banyak sabar dan memaklumi. “Masih kusimpan kameraku, tapi ya tidak terpakai lagi. Kapan kapan kutunjukkan padamu.”

Setelahnya kita akan mengawang dengan suguhan secangkir kopi diimbuh musik klasik macam Bach, Mozart, atau Tchaikovsky. Seakan kau tidak pernah ingin mengakhiri setiap pertemuan. Kau selalu bahagia setiap kali sahabatmu berkunjung.

Kau petik cahaya di langit senja
Beragam warna bermain di mata
Kau jaring bunyi di hari yang sepi
Beragam suara di bisikan hati
Menyulam kala sunyi

Membayang di malam hari
Pejalan yang tak pernah mati
Mengurai simpul setiap hari
Melewati tebing masa silam, berganti
Menyanyikan rindu pada puisi *2

Anis Kaba, sahabatku. Aku tulis catatan ini sekadar untuk mengenang pertemuan dan perjalanan kita bersama di masa dahulu. Terima kasih atas setiap kata, sehimpun kisah, dan hikmah yang kau berikan. Engkau adalah persona yang berhati permata, seorang lelaki yang sangat mencintai keluarganya. Beban di pundakmu terus kau usung meski tidak jarang kau merasa letih.

Menjelang akhir hayatmu, kau memutuskan untuk menyisih ke tepi sepi, mendaras sebanyak mungkin kitab suci alquran, mendawamkan dzikrullah, yang membuatmu damai se damai-damainya. Engkau tahu petualanganmu di dunia fana ini akan berganti ke perjalanan selanjutnya. Engkau telah menandai dirimu dengan karya yang telah dibaca banyak orang: Nyanyian Alam, Mantera Bumi, dan Kembara Angin dan Cahaya. Engkau telah menyimpan setangkai mawar di hati kami semua.

Pertemuan kita pertama kali di gedung RRI pada sebuah perhelatan seniman adalah pertemuan yang tak terelakkan. Awal dari petualangan untuk saling mengenali satu sama lain, saling membuka pintu gerbang kisah masing-masing, berbagi manis pahit kehidupan ini.

BACA JUGA:

Antasari Azhar dan Gema Palu Hakim yang Tak Pernah Padam

Paus Fransiskus, “World’s Parish Priest”, Wafat

Duka Mendalam: Liam Payne Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Balkon di Argentina

Innalillahi, Priya Prayogha Pratama, S.Sos. (5 Juni 1989 – 9 April 2024) wafat

Selamat Jalan M. Anis Kaba, Penyair dan Pustakawan Sulawesi Selatan

Selamat jalan, Kakakku. Tidurlah engkau bersama udara. Tidurlah di keluasan taman sorgawi dengan tenang. Dalam haribaanNya yang penuh kasih.

***

Kita hanyalah bayang, saling berbaur, bersilangan, berhimpitan dan akan ditimpa oleh bayang-bayang yang lain, hilang kemudian dilupakan. Kisah kehidupan di muka bumi akan terus bergulir, datang dan pergi, silih berganti. Dan kita pun menanti, siapa di antara kita yang ditakdirkan menyisih ke tepi sepi saat lonceng kereta kencana berbunyi, meninggalkan para sahabat tercabik duka yang dalam, kehilangan…

waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali
        menanti-nanti
kau berbisik: siapa lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

di ruangan ini kita gaib dalam gema.
        di luar malam hari
mengendap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi. *3

Tambora, Nusa Tenggara Barat, 02/2024
Muhary Wahyu Nurba

—–
Keterangan:
1. Puisi Pelita Malam, Anis Kaba, 2002
2. Puisi Meditasi, Anis Kaba, 2006
3. Puisi Dalam Sakit, Sapardi Djoko Damono, 1967

Tags: M. Anis KabaMuhary Wahyu NurbaObituari
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara - Utama

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

15/01/2026
Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran - Utama

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

08/01/2026
Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat - Utama

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

28/12/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Utama

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata

26/12/2025
di balik curah hujan 400mm

Di Balik Curah Hujan 400mm: Menguji Logika “Sawit Tak Bisa Disalahkan” dalam Banjir Sumatera

08/12/2025
menyewa hutan 3

Membajak “Senjata” Korporasi: Mengapa Pandawara Harus Berhenti Ingin ‘Membeli’ dan Mulai ‘Menyewa’ Hutan

08/12/2025
preventif atau reaktif antisipatif

Rp 51,8 Triliun untuk Pemulihan: Sebuah Kalkulasi Jujur Andai Dana Bencana Sumatera untuk Pencegahan

08/12/2025
inisiatif pandawara group patungan beli hutan wartakita.id

Patungan Beli Hutan: Mimpi Liar Pandawara Group Jadi Gerakan Nasional

07/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Fenomena Cahaya Biru dan Gempa Beruntun di Aceh: Kronologi dan Penjelasan Ilmiah

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My - Utama
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang - Utama
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026 - Utama
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan! - Utama
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026 - Utama
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah! - Utama
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah - Utama
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup - Utama
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau - Utama
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian - Utama
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.