Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, selangkah lebih maju dalam pelayanan kesehatan jantung dengan kesiapan RSUD La Palaloi untuk mengoperasikan fasilitas laboratorium kateterisasi (Cath Lab) canggih.
- Pemerintah Kabupaten Maros melalui RSUD La Palaloi akan segera mengoperasikan Laboratorium Kateterisasi jantung.
- Fasilitas ini merupakan bantuan senilai Rp30 miliar dari Kementerian Kesehatan RI.
- Pendirian Cath Lab ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas.
- Operasional penuh dijadwalkan akhir tahun ini setelah perizinan dan pelatihan tim medis selesai.
- Kehadiran Cath Lab akan memangkas birokrasi rujukan dan mempercepat penanganan pasien jantung darurat.
Fasilitas Mutakhir untuk Jantung Hadir di Bumi Batimurung
Sebuah kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Maros dan sekitarnya yang membutuhkan penanganan penyakit jantung. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) La Palaloi, di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini bersiap melengkapi layanannya dengan sebuah fasilitas mutakhir: Laboratorium Kateterisasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Catheterization Laboratory (Cath Lab).
Fasilitas canggih ini, yang didedikasikan khusus untuk diagnosis dan penanganan berbagai masalah pembuluh darah serta penyakit jantung, merupakan wujud nyata bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bantuan paket alat medis bernilai fantastis, tidak kurang dari Rp30 miliar, ini diharapkan dapat menjadi solusi krusial yang selama ini menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan jantung di wilayah Maros.
Apresiasi dan Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah
Bupati Maros, Bapak HA. Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah pusat. “Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Maros mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI atas perhatian dan bantuan luar biasa ini,” ujar Bupati Chaidir Syam dengan penuh syukur.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran alat bernilai puluhan miliar ini bukanlah hasil instan. Sebaliknya, ini adalah buah dari komitmen, sinergi, dan perjuangan panjang yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat pusat. Tujuannya jelas: untuk memaksimalkan serta mendekatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi langsung ke tengah-tengah masyarakat, sehingga tidak perlu lagi berjuang jauh ke kota lain.
Menanti Peresmian: Detail Operasional dan Pelatihan Tim Medis
Meskipun paket alat medis canggih ini sudah tiba dan berada di lokasi RSUD La Palaloi, Direktur Utama RSUD La Palaloi, dr. Sri Syamsinar Rachmah, menjelaskan bahwa laboratorium ini belum bisa langsung beroperasi penuh. Pengoperasian penuh dari fasilitas kompleks ini diperkirakan baru akan dapat dilakukan pada akhir tahun ini.
Alasan di balik penundaan ini adalah proses yang harus dilalui untuk mengoperasikan alat sekompleks Cath Lab. “Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kita sementara pengurusan izin pengoperasian dan membutuhkan tenaga dokter dan tim medis yang benar-benar terlatih. Oleh karena itu, tim medis kami harus mengikuti pelatihan khusus terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan,” jelas dr. Sri Syamsinar Rachmah.
Pelatihan yang sedang dan akan dijalani oleh tim medis ini sangat komprehensif. Para dokter spesialis jantung akan mengikuti pelatihan fellowship selama satu tahun penuh di Tiongkok, sebuah pusat medis terkemuka di dunia untuk bidang kardiologi intervensi. Sementara itu, untuk tenaga keperawatan, pelatihan intensif selama tiga bulan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, salah satu rumah sakit rujukan nasional terkemuka di Indonesia.
Dampak Transformasional bagi Kesehatan Jantung Masyarakat Maros
Kehadiran fasilitas Cath Lab di RSUD La Palaloi dipastikan akan membawa dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat Kabupaten Maros, terutama dalam hal efisiensi dan efektivitas penanganan pasien dengan penyakit jantung. Dampak yang paling terasa adalah pemangkasan birokrasi rujukan yang panjang dan penghematan waktu penanganan pada periode kritis pasien, atau yang sering disebut sebagai ‘golden period’.
Sebelumnya, pasien dengan penyakit jantung yang memerlukan tindakan intervensi segera, seperti pemasangan cincin (stent) atau balon pada pembuluh darah jantung, terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit yang berada di Kota Makassar. Keterbatasan alat dan fasilitas di Maros menjadi kendala utama. Namun, dengan adanya fasilitas baru yang canggih ini, warga Kabupaten Maros kini dapat langsung mendapatkan pelayanan terbaik di RSUD La Palaloi, di daerah mereka sendiri, tanpa harus menempuh perjalanan jauh yang berisiko bagi kondisi pasien.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























