Rob Jetten secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Belanda ke-[nomor PM, jika diketahui] pada Senin, 23 Februari, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin termuda negara tersebut. Kemenangan politik ini menandai babak baru bagi Belanda dengan fokus pada penguatan posisi Eropa dan komitmen pertahanan NATO.
- Rob Jetten dari Partai D66 resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Belanda termuda.
- Pelantikan ini merupakan hasil kemenangan mengejutkan D66 dalam pemilu yang mengalahkan partai sayap kanan PVV.
- Pemerintahan baru berkoalisi dengan CDA dan VVD, namun masih kekurangan mayoritas parlemen.
- Jetten berjanji mengembalikan Belanda ke ‘jantung Eropa’ dan mendukung penuh Ukraina serta komitmen pertahanan NATO.
- Kebijakan migrasi yang lebih ketat dan penyesuaian tunjangan sosial menjadi bagian dari agenda koalisi.
Rob Jetten Pimpin Belanda: Latar Belakang dan Kemenangan Mengejutkan
Pelantikan Rob Jetten sebagai Perdana Menteri menandai sebuah kemenangan yang diraih Partai D66 dengan raihan 27 kursi, sebuah pencapaian signifikan yang membawa mereka dari posisi keenam pada pemilu sebelumnya. Strategi kampanye Jetten yang berfokus pada isu-isu krusial seperti imigrasi dan krisis perumahan terbukti efektif menarik perhatian publik dan meraih dukungan luas.
Kemenangan ini sangat berarti mengingat Jetten berhasil mengungguli Partai Kebebasan (PVV) yang dipimpin oleh Geert Wilders, politikus kontroversial yang kerap menjadi sorotan. Pemilu yang dipercepat ini terjadi setelah PVV menarik diri dari koalisi sebelumnya, yang merupakan pemerintahan paling kanan dalam sejarah modern Belanda dan hanya bertahan selama 11 bulan. Pelantikan ini juga berpotensi menjadikan Jetten sebagai Perdana Menteri Belanda pertama dari komunitas LGBTQ.
Detail Pelantikan dan Pernyataan Resmi
Proses pelantikan berlangsung khidmat di Huis Ten Bosch, Den Haag, di mana Raja Willem-Alexander secara resmi melantik Rob Jetten beserta kabinetnya. Setelah upacara tersebut, Jetten membagikan momen penting ini melalui akun X (sebelumnya Twitter) dengan mengunggah foto kabinet bersama Raja Willem-Alexander, disertai keterangan singkat namun tegas: “Sudah dilantik. Kami akan mulai bekerja. Saatnya bertugas.”
Koalisi Baru dan Tantangan di Parlemen
Partai D66 yang dipimpin oleh Rob Jetten membentuk koalisi pemerintahan bersama partai kanan-tengah CDA dan partai liberal VVD. Meskipun berhasil membentuk pemerintahan dalam kurun waktu 117 hari, lebih cepat dari pemerintahan sebelumnya yang memakan waktu 223 hari, koalisi ini menghadapi tantangan signifikan. Total gabungan kursi dari ketiga partai ini masih kekurangan sembilan kursi untuk mencapai mayoritas absolut di parlemen, dengan hanya mengamankan 66 kursi.
Visi Eropa yang Lebih Kuat dan Komitmen Pertahanan NATO
Usai meraih kemenangan dalam pemilu, Rob Jetten menyatakan optimisme bahwa gerakan populis dapat dikalahkan dengan mengedepankan pesan yang positif bagi negara. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk “mengembalikan Belanda ke jantung Eropa”, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk keberlangsungan dan kekuatan Belanda. “Tanpa kerja sama Eropa, kita bukan apa-apa,” ujar Jetten, menggarisbawahi visi integrasi Eropa yang lebih dalam.
Dalam manifesto yang dirilis pada Januari lalu, ketiga partai pemenang pemilu sepakat untuk memberikan dukungan penuh kepada Ukraina serta memenuhi komitmen belanja pertahanan yang telah disepakati dalam NATO. Lebih lanjut, koalisi Jetten juga berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan pengetatan imigrasi, termasuk penerapan aturan yang lebih ketat terkait reunifikasi keluarga. Untuk membiayai peningkatan investasi di sektor militer dan pertahanan, mereka berencana melakukan pemangkasan pada beberapa tunjangan sosial, termasuk tunjangan pengangguran.























