Senin, 26 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang

Komitmen Perlindungan untuk Guru, Perbaikan Regulasi Pungutan di Sekolah, dan Kesejahteraan Guru-Guru Honorer

by Redaktur
15/11/2025
in Hukum & Keadilan, Pembelajaran & Literasi
Reading Time: 8 mins read
A A
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

JAKARTA, WARTAKITA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memberikan rehabilitasi kepada dua guru dari SMAN 1 Luwu Utara, Drs. Abdul Muis dan Drs. Rasnal, M.Pd. Pemberian rehabilitasi ini mengakhiri drama hukum panjang yang membuat keduanya kehilangan status Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sempat divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus pungutan dana Rp20 ribu dari orang tua siswa yang diniatkan untuk membayar gaji 10 guru honorer.

Keputusan strategis Presiden Prabowo tersebut disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis dini hari, 13 November 2025. Tindakan ini tidak hanya memulihkan hak kepegawaian, harkat, dan martabat kedua pendidik tersebut, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang perlindungan hukum bagi para guru di Indonesia yang selama ini rentan terhadap kriminalisasi dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Kasus yang menimpa Rasnal, yang merupakan Kepala SMAN 1 Luwu Utara, dan Abdul Muis, seorang guru, telah menjadi sorotan publik dan memicu gelombang solidaritas dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat lokal, lembaga legislatif, hingga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Rehabilitasi ini menandai titik balik penting, mengubah vonis pidana menjadi pemulihan nama baik dan hak-hak yang sempat hilang akibat niat baik yang disalahpahami sebagai pelanggaran hukum.

Rehabilitasi Presiden: Titik Balik Keadilan dan Perlindungan Guru

Penerimaan rehabilitasi secara langsung dari Kepala Negara menjadi momen emosional bagi Rasnal dan Abdul Muis. Dengan mata berkaca-kaca, Rasnal mengungkapkan perjalanan berliku yang telah mereka tempuh.

“Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan, kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke Provinsi, sayangnya kami tidak mendapat keadilan,” tutur Rasnal dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Namun, perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis setelah mereka bertemu dengan Presiden Prabowo. Rasnal menyebut keputusan Presiden sebagai “anugerah terbesar” yang telah memulihkan nama baiknya.

“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, Alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi dan itu sebuah… kami tidak bisa menyampaikan sesuatu untuk Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden, terima kasih pada Bapak Mensesneg, dan pada teman-teman Gerindra. Saya bersyukur pada Allah SWT dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan dan sekarang direhab kami punya nama baik,” ungkap Rasnal menahan tangis.

Alasan di Balik Keputusan Presiden Prabowo

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo untuk memberikan rehabilitasi tidak lepas dari aduan berjenjang yang diterima pemerintah pusat dari masyarakat.

“Kami, pemerintah, mendapatkan informasi dan mendapatkan permohonan yang secara berjenjang dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui lembaga legislatif di tingkat provinsi,” kata Prasetyo Hadi, dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 13 November 2025.

Aduan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Pimpinan DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Kasus ini dibahas secara intensif selama satu minggu terakhir sebelum akhirnya keputusan rehabilitasi diambil oleh Kepala Negara. Prasetyo Hadi mengingatkan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia menegaskan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus dilindungi dan dihormati.

“Dengan harapan dapat mengembalikan nama baik dan apapun yang sudah terjadi menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bagaimanapun, guru adalah pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa harus kita hormati, juga harus kita lindungi bahwa ada masalah-masalah atau ada dinamika-dinamika kita cari penyelesaian yang baik,” imbuhnya.

Keputusan ini diharapkan memberi rasa keadilan bagi guru dan masyarakat Indonesia secara luas, tidak hanya di Luwu Utara atau Sulawesi Selatan.

Kronologi Kasus Pungutan dan Dalih Pelapor

Pangkal masalah yang menyeret Rasnal dan Abdul Muis ke ranah hukum bermula dari laporan seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Faisal Tanjung. Pada Jumat, 14 November 2025, Faisal Tanjung menceritakan kronologi pelaporannya kepada wartawan. Ia mengaku menerima aduan dari salah satu siswa di SMAN 1 Luwu Utara mengenai keputusan sekolah untuk memungut dana dari orang tua siswa.

Menindaklanjuti aduan tersebut, Faisal Tanjung mendatangi Abdul Muis sebagai kepala sekolah (pada saat itu, atau mewakili kepala sekolah) untuk mempertanyakan kebenaran pungutan Rp20 ribu. Dalam pertemuan itu, ia mengonfirmasi adanya pungutan. Abdul Muis membantah jika uang yang diminta adalah pungutan, melainkan sumbangan yang sudah disepakati oleh orang tua siswa.

“Dari situ saya datangi Pak Muis. Saya tanyakan apakah benar ada pungutan. Tapi katanya itu sumbangan, bukan pungutan. Saya bilang, kalau sumbangan kenapa ada target Rp20 ribu per siswa? Lalu dijawab, itu sudah kesepakatan orang tua,” kata Faisal Tanjung.

Dasar Argumen Pelapor: Pungutan atau Sumbangan?

Menurut Faisal Tanjung, sekolah memang diperbolehkan menerima sumbangan, namun tidak dalam bentuk uang yang dipatok nominalnya. Ia mengutip Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) serta Undang-Undang terkait.

“Setahu saya, kalau sumbangan itu boleh, tapi dalam bentuk barang, bukan uang dengan target tertentu,” ujarnya.

BACA JUGA:

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Prabowo dan PM Inggris Perkuat Kerja Sama Maritim Strategis Senilai Rp 91,2 T

Trending Topik “Halo 2026”: Optimisme Digital, Solidaritas Nasional, dan Tantangan Pemulihan di Awal Tahun Baru

Kaleidoskop 2025: KTT APEC, PM Jepang Sanae Takaichi Geser Kursi untuk Prabowo, Memicu Investasi Rp100 Triliun

RUU Perampasan Aset 2025: Masuk Prolegnas (Lagi), Taktik “Buying Time” atau Harapan Palsu?

Faisal Tanjung merasa pertemuannya dengan Abdul Muis berakhir dengan ketegangan. Ia menyatakan hanya ingin memastikan dugaan pungutan tersebut, namun merasa “ditarik” untuk mengadukan kasus itu kepada polisi.

“Ya sudah, saya buat laporan. Tujuan saya hanya untuk memastikan dugaan itu, bukan untuk menjatuhkan siapa pun,” kilahnya.

Ia meyakini dirinya tidak salah dalam laporannya kepada Polres Luwu Utara. Baginya, pengadilan dan Mahkamah Agung-lah yang menjatuhkan hukum dan menentukan benar atau salahnya kasus tersebut. “Sekarang saya justru seakan-akan diframing seolah saya bersalah. Padahal kapasitas saya hanya sebagai pelapor. Benar atau salahnya, biar pengadilan yang menentukan,” tegas Faisal.

Faisal Tanjung juga berpendapat bahwa putusan pidana dari Mahkamah Agung (MA) menunjukkan bahwa proses hukum yang ditempuhnya sah. “Saya melapor berdasarkan informasi yang saya dapatkan. Kalau akhirnya terbukti di pengadilan, berarti saya tidak salah. Kenapa saya yang disalahkan, sementara dua guru itu dianggap benar?” katanya. Ia juga membantah tudingan menerima sogokan dalam kasus ini. “Yang beredar, saya disogok. Itu tidak benar sama sekali,” kata Faisal Tanjung.

Selain itu, Faisal Tanjung juga mengaku mendapat bukti pesan dari salah seorang guru yang meminta siswanya menuntaskan pembayaran dana komite sebelum pembagian rapor.

“Ada pesan di grup kelas XII Mipa 1 waktu itu. Gurunya mengingatkan siswa untuk bayar komite sebelum pembagian raport, dan di chat itu gurunya seolah menyatakan pembagian raport tidak berjalan lancar jika dana komit tidak dibayar,” ujar Faisal, yang kemudian mendatangi kediaman bendahara komite sekolah.

Latar Belakang Pungutan: Niat Baik untuk Guru Honorer

Di balik laporan Faisal Tanjung dan proses hukum yang panjang, terkuak niat mulia dari Rasnal dan Abdul Muis. Keduanya membuat kesepakatan pungutan Rp20 ribu per siswa secara terbuka melalui rapat resmi dengan orang tua. Dana tersebut semata-mata ditujukan untuk membayar gaji 10 guru honorer yang selama ini mengabdi tanpa bayaran atau dengan upah minim.

Rasnal mengaku tidak tega melihat kondisi para guru honorer. “Saya tidak tega melihat mereka tetap mengajar tanpa bayaran. Ini soal kemanusiaan,” katanya, dilansir dari Kompas.com, Senin. Niat baik untuk membantu rekan-rekan guru honorer ini justru menjadi bumerang bagi mereka. Keputusan itu dianggap melanggar aturan karena dinilai sebagai pungutan liar, bukan sumbangan sukarela.

Kasus ini kemudian bergulir ke ranah hukum, menjalani pemeriksaan, hingga persidangan di berbagai tingkatan pengadilan. Puncaknya, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis bersalah, yang berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan pencabutan status ASN bagi Rasnal dan Abdul Muis. Vonis tersebut merupakan pukulan telak bagi kedua guru yang telah mengabdi puluhan tahun.

Solidaritas dan Perjuangan PGRI

Persoalan yang menimpa Rasnal dan Abdul Muis ini juga menjadi perhatian serius Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Luwu Utara. Ketua PGRI Luwu Utara, Ismaruddin, sebelumnya telah memimpin aksi solidaritas di DPRD Luwu Utara, mendesak Pemerintah agar segera merumuskan regulasi yang menjamin perlindungan hukum komprehensif bagi guru.

Menurut Ismaruddin, kasus ini adalah “alarm” bagi seluruh tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa banyak rekan guru yang dihantui rasa takut dan merasa hukuman yang tidak pantas selalu membayangi jika mereka sedikit saja berbuat salah. “Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tutur Rasnal, mengamini kekhawatiran yang disuarakan PGRI.

Selain aksi solidaritas, PGRI juga telah melayangkan surat permohonan grasi kepada Presiden, berharap agar pertimbangan kemanusiaan menjadi prioritas bagi kedua guru yang telah mengabdi puluhan tahun tersebut. Upaya kolektif ini, bersama dengan dukungan masyarakat dan lembaga legislatif, akhirnya mencapai puncaknya dengan pemberian rehabilitasi oleh Presiden.

Dampak Jangka Panjang dan Pembelajaran

Rehabilitasi bagi Rasnal dan Abdul Muis diharapkan menjadi preseden positif bagi perlindungan guru di Indonesia. Kasus ini menyoroti kompleksitas dalam pengelolaan dana pendidikan di sekolah, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan guru honorer yang seringkali berada di bawah garis standar gaji. Peraturan mengenai pungutan dan sumbangan di sekolah seringkali multitafsir dan dapat menjerat pihak sekolah jika tidak diterapkan dengan sangat hati-hati.

Rasnal berharap, kejadian pahit yang menimpa dirinya dan Abdul Muis tidak akan terulang pada guru-guru lain di Indonesia. “Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan harapan kolektif agar ada harmonisasi antara regulasi yang ketat dengan realitas di lapangan, di mana niat baik untuk kemajuan pendidikan tidak serta merta berujung pada kriminalisasi.

Pemerintah, melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, juga menekankan pentingnya menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran. Mencari penyelesaian yang baik dalam setiap dinamika atau masalah yang muncul di dunia pendidikan adalah kunci untuk memastikan bahwa guru, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan tanpa rasa takut.

Komitmen Perlindungan untuk Guru, Perbaikan Regulasi Pungutan di Sekolah, dan Kesejahteraan Guru-Guru Honorer

Pemberian rehabilitasi oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Rasnal dan Abdul Muis bukan sekadar pemulihan hak individu, melainkan simbol penting dari komitmen negara untuk melindungi profesi guru.

Kasus ini membuka diskusi mendalam tentang regulasi pungutan di sekolah, kesejahteraan guru honorer, serta kebutuhan akan kerangka hukum yang lebih jelas dan adil yang mampu membedakan antara tindakan kriminal dan niat baik yang didorong oleh kepedulian, yangb kali ini pemicunya adalah kesejahteraan guru-guru honorer.

Ini adalah langkah maju dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih suportif dan berkeadilan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di seluruh penjuru Indonesia.

Tags: Abdul MuisGuru Honorerkriminalisasi guruperlindungan guruPGRIPrabowo Subiantopungutan liarRasnalrehabilitasi guruRehabilitasi HukumSMAN 1 Luwu Utara
Share9Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

25/01/2026
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional

17/01/2026
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Hadapi AI: Jurusan Kuliah yang Tak Tergoyahkan dan Prospek Karirnya di Indonesia

12/01/2026
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

11/01/2026
Komisioner KPU Terjaring OTT KPK, Inisial WS

KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

11/01/2026
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Vonis Bebas Driver Ojol Setelah 6 Bulan Dipenjara: Keadilan yang Tertunda dan Tuntutan Ganti Rugi

08/01/2026
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

BNPB Kerahkan Mahasiswa Teknik: Solusi Bencana di Sumatera

07/01/2026
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Survival Guide Netizen 2026: Mengkritik Tanpa Diciduk Pasal 218 KUHP (Panduan Lengkap + Contoh Kasus)

03/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

    Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Banjir Terjang Jalan Panjaitan Jakarta Akibat Hujan Deras, Lalu Lintas Lumpuh

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bocoran Konsep Seni Fable Reboot: Nostalgia Wilayah Klasik Terungkap!

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Rangkuman Gempa Bumi 25 Januari 2026, BMKG Catat Aktivitas Seismik Signifikan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Identitas Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Pangkep Terungkap, Evakuasi Masih Berlangsung

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dell SE2726D: Monitor 2K 144Hz yang Sempurna untuk Produktivitas dan Gaming Kelas Berat

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    429 shares
    Share 172 Tweet 107
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasus Pungutan, Akhiri Perjuangan Hukum Panjang - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.