Jumat, 28 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Pembelajaran & Literasi

Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan

by Pewarta Warga
12/02/2026
in Pembelajaran & Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1770886905-94be136d87c4d032

BACA JUGA:

No Content Available

Inovasi brilian dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) membuka jalan baru bagi industri konstruksi yang lebih hijau. Prof. Sotya Astutiningsih, seorang Guru Besar tetap di bidang Material Konstruksi dan Bangunan Ramah Lingkungan, telah berhasil mengembangkan material bangunan inovatif yang bersumber dari limbah industri.

Mengatasi Kebutuhan Konstruksi di Tengah Keterbatasan Sumber Daya Alam

Pertumbuhan populasi global yang pesat secara otomatis mendongkrak permintaan akan perumahan dan infrastruktur. Situasi ini, jika tidak ditangani dengan cermat, dapat mengancam ketersediaan sumber daya alam. Menyadari urgensi ini, pendekatan inovatif menjadi krusial untuk memastikan pasokan bahan bangunan yang memadai tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Pemanfaatan material sekunder, yaitu material yang berasal dari produk samping atau limbah industri, menjadi jawaban strategis dalam menghadapi tantangan ini.

Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) dan Abu Dasar (Bottom Ash) dari PLTU

Di Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mayoritas menggunakan batu bara sebagai sumber energi (hampir 60 persen) menghasilkan residu signifikan berupa abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Limbah ini memiliki sifat reaktif yang menjadikannya kandidat kuat sebagai bahan baku sekunder. Universitas Indonesia (UI), melalui kolaborasi erat dengan PT Semen Indonesia (SIG), secara aktif meneliti abu terbang dari berbagai sumber PLTU di seluruh nusantara. Hasil penelitian ini sangat menjanjikan, menunjukkan bahwa abu terbang dapat diintegrasikan sebagai Supplementary Cementitious Materials (SCM). Fungsinya adalah menggantikan sebagian klinker pada semen Portland konvensional, atau bahkan menjadi prekursor utama dalam pengembangan semen geopolimer.

Prof. Sotya Astutiningsih sendiri menemukan bahwa hingga lebih dari 75 persen komposisi semen geopolimer dapat berasal dari limbah seperti abu terbang dan terak. Keunggulan inheren abu terbang terletak pada ukurannya yang sudah berupa serbuk halus, sehingga secara signifikan memangkas biaya dan energi yang dibutuhkan untuk penggilingan. Lebih lanjut, aplikasinya sebagai campuran semen Portland relatif mudah diadopsi dan tetap mampu menghasilkan kekuatan yang optimal, bahkan ketika mutu bahan baku bervariasi, jika dibandingkan dengan sistem semen geopolimer yang lebih sensitif.

Terak Feronikel: Potensi Agregat Beton yang Menjanjikan

Selain abu terbang, terak feronikel juga teridentifikasi sebagai bahan baku sekunder yang memiliki potensi luar biasa untuk dijadikan agregat beton. Terak feronikel merupakan hasil samping dari proses pengolahan bijih nikel lateritik di fasilitas smelter. Berbagai studi mendalam yang dilaksanakan di lingkungan UI telah mengonfirmasi bahwa mortar dan beton yang menggunakan terak feronikel sebagai agregat menunjukkan peningkatan kekuatan tekan yang signifikan jika dibandingkan dengan agregat konvensional seperti pasir biasa atau pasir kuarsa.

Tim peneliti FTUI tidak berhenti di situ. Mereka bahkan telah berhasil mengembangkan formulasi semen geopolimer yang berbasis terak nikel. Inovasi ini kemudian diuji aplikasinya secara praktis pada produk beton pracetak, bekerja sama dengan PT Jaya Beton Indonesia. Hasil dari kolaborasi ini telah membuahkan beberapa hak paten, menandai terobosan nyata dalam pemanfaatan limbah industri menjadi material konstruksi berkualitas tinggi.

Cangkang Kelapa Sawit (CKS): Alternatif Agregat Beton yang Fleksibel

Beralih ke sektor perkebunan, cangkang kelapa sawit (CKS) juga tampil sebagai bahan baku sekunder yang menarik untuk dimanfaatkan sebagai pengganti agregat batu pecah pada beton. Kajian yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini menemukan bahwa dampak lingkungan dari penggunaan CKS sebagai agregat beton bersifat sangat kontekstual, bergantung pada spektrum kebutuhan performa mekanis spesifik dan pertimbangan aspek geografis.

Dari sisi performa teknis, beton yang menggunakan CKS menunjukkan kesamaan dalam hal kekuatan, pola keruntuhan, dan respons di bawah beban dengan beton konvensional. Namun, keunggulan utama beton CKS terletak pada tingkat keuletannya yang lebih tinggi, menjadikannya pilihan yang lebih tangguh dan tahan terhadap beban dinamis, termasuk potensi guncangan gempa.

Manfaat Luas dan Arah Riset Berkelanjutan FTUI

Pemanfaatan bahan baku sekunder dalam industri konstruksi menawarkan manfaat ganda. Selain berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume limbah industri dan menekan emisi karbon, inisiatif ini juga secara substansial memperkuat ketahanan pasokan material konstruksi di tingkat nasional. Penelitian yang dipelopori oleh Prof. Sotya Astutiningsih ini merupakan bagian integral dari peta jalan riset berkelanjutan di bidang rekayasa material konstruksi ramah lingkungan yang terus dikembangkan dan diperkaya oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia.


Kontributor: A. Untung

Penyunting: RR. Nur


Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: abu terbangagregat betoncangkang kelapa sawitkonstruksi berkelanjutanlimbah industrimaterial bangunan ramah lingkunganProf. Sotya AstutiningsihSCMsemen geopolimerterak feronikelUniversitas Indonesia
Share8Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

Peluang Emas Guru PPPK Jadi PNS Mulai 2027: Syarat Usia dan Jalur Seleksi Terungkap

24/08/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

MPLS Siswa Baru SRT Soppeng Ditunda Seminggu, Ini Alasannya

21/08/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

LPPM Unhas Dianugerahi Pengelola Riset Sawit Terbaik oleh BPDP di Perisai 2026

23/07/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

15 Inovasi Unhas Kantongi Izin Edar BPOM: Percepatan Hilirisasi Riset dari Makassar

13/07/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

23 Juni: Hari Lahirnya Bapak Komputasi, Olimpiade Modern, dan Revolusi Mesin Ketik

23/06/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

Sejarah Hari Ini 21 Juni: Pelarian Louis XVI hingga Fajar Komputer Modern

21/06/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

Berita Terhangat 21 Juni 2026: Piala Dunia hingga Cuaca Bediding

21/06/2026
Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan - Featured

Menyusup di Balik Kata: Mengenal Steganografi Linguistik AI

21/06/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    839 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Pencapaian Dwelling Time Pelindo IV 2,5 Hari

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • BI-Rate Melandai ke 5,75%: Gelombang Akumulasi Ekonomi Sektor Properti dan UMKM Siap Melambung

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Berapa Biaya Membuka 1 Juta Hektar Perkebunan Aren dan Pabrik Bio Etanol di Indonesia? 

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • 1.425 Personel Gabungan Siaga Amankan Aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta demi Kamtibmas Kondusif

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.